Aurora Felicia atau biasa dipanggil dengan Cia. Gadis manis dan polos berusia 16 tahun yang hidupnya tiba-tiba berubah setelah bertemu dengan keluarga kandungnya.
Cia yang biasanya hidup susah tiba-tiba menjadi anak dan cucu kesayangan keluarga kaya raya. Bahkan Cia juga memiliki tiga orang kakak yang sangat posesif padanya.
Bagaimana Cia menghadapi keluarga yang ternyata sangat posesif padanya?.
Dan bagaimana bisa Cia terpisah dari keluarga kandungnya?.
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya 🤗 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
David, Jason dan juga Elang terkejut saat melihat Reynand menggandeng tangan seorang gadis.
"Lah, gue gak salah lihat kan ini. Itu Reynand kan" ucap Jason.
"Iya, itu Reynand. Tapi siapa gadis yang bersamanya itu. Gue baru lihat" ucap David.
Tidak jauh berbeda dengan Jason dan David, Elang juga merasa penasaran dengan gadis yang bersama dengan Reynand.
"Siapa gadis itu" batin Elang.
Cia sendiri merasa malu saat semua orang di kantin menatap dirinya. Apalagi kebanyakan diantara mereka menatap dirinya dengan tatapan sinis.
"Em... Kak, aku bisa jalan sendiri" ucap Cia berusaha melepaskan genggaman tangan Reynand.
"Udah gak papa, nurut sama kakak oke" ucap Reynand.
"Huft... yaudah deh" pasrah Cia.
Sampai di meja teman-temannya, Reynand langsung menarik kursi untuk Cia duduk.
"Silahkan duduk princess" ucap Reynand dengan lembut.
"Makasih kak" ucap Cia.
Jason dan David kembali terkejut saat mendengar Reynand berbicara sangat lembut.
"Ini beneran si Reynand, kok gue belum pernah lihat sisi dia yang kaya gini ya" bisik Jason.
"Iya, gue juga. Beda banget dari biasanya" bisik David.
"Jangan-jangan si Reynand ketempelan lagi. Makanya dia bisa berubah kaya gini" bisik Jason.
"Dih ngaco Lo" bisik David yang langsung memukul lengan Jason.
"Aduh sakit tahu" protes Jason.
"Lo berdua lagi ngapain si, sibuk banget dadi tadi" ucap Reynand.
"Eh gak papa Rey. Oh iya, siapa dia. Pacar Lo?".
"Kok Lo gak pernah cerita kalau udah punya gebetan" ucap David.
"Oh iya gue lupa kenalin sama Lo semua. Nih kenalin, princess gue. Princess kesayangan gue" ucap Reynand.
"Biasa aja kali, gak usah pamer kemesraan gitu" ucap Jason.
"Biarin, iri aja Lo" ucap Reynand.
"Sombong banget Lo" ucap Jason dengan sedikit kesal.
"Bodo amat" ucap Reynand.
Cia yang melihat sang kakak sedang berdebat langsung menarik tangan Reynand.
"Kak udah, jangan berantem" cicit Cia.
"Kakak gak berantem, kita emang biasa kaya gini princess. Kamu gak usah kaget ya" bisik Reynand.
"Buat kalian berdua, jangan coba-coba gangguin kesayangan gue ya" peringat Reynand pada Jason dan David.
"Gak janji, tapi tunggu gue penasaran Lo kenal dimana?" tanya David.
"Iya, kenal dari mana Rey. Kok dia mau si sama Lo" ledek Jason.
"Apa maksud Lo ngomong kaya gitu hah" ucap Reynand dengan wajah kesalnya.
"Waw santai, gue cuma bercanda" ucap Jason.
"Bercanda Lo gak lucu" ucap Reynand.
Elang sendiri sejak tadi terus menatap Cia tanpa berkedip. Dirinya terpesona dengan wajah Cia, apalagi saat Cia sedang tersenyum.
Entah kenapa jantung Elang langsung berdebar. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba Elang rasakan.
"Sial, ada apa sama gue. Inget Lang, dia pacar sahabat Lo. Gak, gue gak boleh suka sama gadis ini".
"Tapi wajahnya itu loh, gemesin banget. Udah gitu imut lagi. Eh astaga, sadar Lang" batinnya.
Sedangkan Reynand sendiri mencoba memperkenalkan teman-temannya pada Cia.
"Oh iya princess, kenalin mereka bertiga teman-teman kakak. Yang itu namanya David, sebelahnya Jason dan yang paling diam itu namanya Elang".
"Kalau mereka coba-coba gangguin apalagi deketin kamu langsung bilang sama kakak oke" ucap Reynand.
Cia sendiri hanya mengangguk. Sebenarnya Cia merasa kurang nyaman karena banyak murid terus menatapnya sejak tadi.
"Kenapa mereka semua terus menatapku ya. Apa mungkin mereka gak suka sama aku" batin Cia.
"Kamu kenapa princess?" tanya Reynand.
"Gak papa kak" ucap Cia.
"Beneran gak papa?" tanya Reynand lagi.
"Iya aku gak papa kak" jawab Cia.
"Yaudah kalau gak papa. Oh iya, kamu mau makan apa?" tanya Reynand.
"Em.... apa ya. Aku bingung kak" ucap Cia.
"Gimana kalau nasi goreng aja princess. Tadi pagi kamu cuma sarapan sedikit kan" ucap Reynand.
"Yaudah deh terserah kakak aja. Oh ya Fell, kamu mau makan apa?" tanya Cia.
"Aku samain aja kaya kamu" jawab Felly.
Sama seperti Cia, Felly juga merasa kurang nyaman karena banyak yang menatap dirinya.
"Ya ampun, rasanya campur aduk bisa duduk satu meja dengan para most wanted sekolah. Apalagi banyak murid-murid yang sejak tadi terus menatapku".
"Udahlah alamat aku akan dimarahi para fans-fans mereka" batin Felly.
"Yaudah, jadi nasi goreng dua ya. Eh Jason, pesenin sana" ucap Reynand sambil memberikan dua lembar uang berwarna merah.
"Loh kok gue" ucap Jason.
"Udah cepetan, nanti ini sisanya buat Lo" ucap Reynand.
"Oke deh kalau gitu. Sini gue beliin" ucap Jason dengan semangat.
"Dih, dasar Lo mata duitan. Denger ada imbalan aja langsung mau Lo" ucap David.
"Biarin, gue suka uang" ucap Jason.
Cia dan Felly tertawa melihat sikap Jason yang menurut mereka terasa lucu.
"Eh manis banget ketawanya, ayo ketawa lagi dong" ucap Jason.
"Plak!".
"Apa Lo bilang, gak ingat tadi gue bilang apa. Jangan ganggu princess gue ya" ucap Reynand.
"Ya ampun Rey, gue cuma muji doang masa gak boleh" ucap Jason.
"Gak boleh, udah sana cepetan pesan" ucap Reynand.
"Iya iya, sabar kali" ucap Jason.
Sambil menunggu Jason yang sedang memesan makanan, dengan penuh perhatian Reynand merapikan rambut Cia yang terlihat sedikit berantakan.
"Eh makasih kak" ucap Cia saat melihat apa yang Reynand lakukan.
"Sama-sama princess" ucap Reynand.
Melihat interaksi antara Reynand dan juga Cia entah kenapa Elang merasa tidak suka.
"Ada apa sama gue, kenapa gue gak suka lihat kedekatan mereka berdua. Inget Lang, dia itu pacar sahabat Lo, masa iya Lo mau rebut si".
"Enggak, ini udah gak bener. Gak boleh gue punya perasaan kaya gini" batin Elang.
"Ehem...".
"Gue mau balik ke kelas dulu" ucap Elang yang langsung berdiri dari duduknya.
Elang tidak ingin perasaannya semakin ngaco. Karena itu lebih baik dirinya pergi menghindar.
"Eh Lang, tumben banget Lo ke kelas duluan?" teriak David.
Elang sendiri tidak menjawab ucapan David dan terus berjalan keluar dari kantin. Jason yang sudah selesai membeli pesanan Reynand merasa bingung melihat kepergian Elang.
"Eh itu si Elang mau kemana?" tanya Jason.
"Tahu tuh gak jelas. Gue tanyain aja gak di jawab" ucap David.
"Udah biarin aja, mungkin dia lagi pengin sendiri". "Eh iya, mana pesenan gue" ucap Reynand.
"Nih, nih pesenan Lo. Nasi goreng sama jus jeruk kan" ucap Jason yang langsung meletakkan makanan dan minuman yang dibawanya di atas meja.
"Bagus".
"Ayo princess makan dulu, nanti keburu bel loh" ucap Reynand.
"Kak Rey, itu teman kakak kenapa?".
"Dia gak suka ada aku disini ya" cicit Cia.
"Eh bukan gitu princess. Kamu gak usah berfikir yang aneh-aneh. Teman kakak yang satu itu emang aneh. Jadi udah gak usah di pikirin ya".
"Dia bukannya gak suka sama kamu, mana mungkin ada yang gak suka sama adik kakak yang manis dan imut ini" ucap Reynand sambil mengelus pipi Cia dengan lembut.
David dan Jason yang mendengar ucapan Reynand langsung terkejut. Apalagi David yang sedang minum langsung menyemburkan minumannya saat mendengar ucapan Reynand.
"Byuuuur...".
"Apa adik?" kaget David dan Jason bersamaan.
gak mau tau up lagi, Thor yang baik hati jangan pelit up ya😁😁😁