NovelToon NovelToon
Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:31.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Aisya harus menelan pil pahit, dua tahun pernikahan, ia belum dikaruniai keturunan. Hal ini membuat mertuanya murka dan memaksa suaminya menjatuhkan talak.

Dianggap mandul dan tak berguna, Aisya dicampakkan tanpa belas kasihan, meninggalkan luka yang menganga di hatinya.

Saat sedang mencoba menyembuhkan diri dari pengkhianatan, Aisya dipertemukan dengan Kaisar.

Penampilan Kaisar jauh dari kata rapi, rambut gondrong, jaket kulit lusuh, dan tatapan liar. Mirip preman jalanan yang tampak awur-awuran.

Sejak pandangan pertama, Kaisar jatuh cinta pada Aisya. Ia terpesona dan bertekad ingin menjadikan Aisya miliknya, memberikan semua yang gagal diberikan mantan suaminya.

Tapi, mampukah Kaisar meluluhkan hati Aisya yang sudah terlanjur hancur dan tertutup rapat? Atau apakah status dan cintanya yang tulus akan ditolak mentah-mentah oleh trauma masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Mobil mewah Kaisar membelah jalanan malam yang mulai lengang. Di kursi belakang, Aisya duduk termenung sembari menatap ke luar jendela.

Suasana di dalam mobil begitu tenang, jauh dari hiruk-pikuk pesta yang baru saja menghancurkan hatinya.

"Ini untukmu. Upah kerjamu malam ini," ucap Kaisar sambil menyodorkan sebuah amplop cokelat yang cukup tebal.

Aisya menerimanya dengan senang hati. Namun sesaat kemudian, matanya membelalak saat melihat isinya.

"Mas Kaisar, ini terlalu banyak. Aku hanya bekerja beberapa jam. Bahkan membuat kekacauan dengan menumpahkan minuman. Aku tidak bisa menerima ini."

"Terima saja, Aisya. Anggap saja sisanya adalah biaya pengobatan untukmu. Dan..." Kaisar menjeda kalimatnya, menatap daster lusuh yang tersembunyi di balik jaket pinjaman yang dikenakan Aisya. "Belilah beberapa gaun yang layak. Kamu wanita yang cantik, jangan biarkan dirimu terlihat layu hanya karena orang di rumahmu tidak bisa menghargaimu."

Aisya tertegun. Kalimat Kaisar terasa seperti pelukan hangat bagi harga dirinya yang baru saja diinjak-injak.

"Terima kasih, Mas... terima kasih banyak."

Saat mobil berhenti di depan

gang rumah Aisya, wanita itu cepat-cepat turun. Perasaannya sudah sedikit tenang.

Kaisar menatap punggung Aisya sampai menghilang di kegelapan gang. Saat ia hendak menyuruh Dhani jalan, matanya menangkap sebuah benda persegi di jok belakang.

"Ponselnya tertinggal," gumam Kaisar.

Tepat saat itu, layar ponsel Aisya menyala. Sebuah nama muncul di sana, panggilan dari Hendra. Hendra terus menghubungi Aisya berulang kali, disusul rentetan pesan singkat yang masuk bertubi-tubi.

Kaisar menatap layar itu dengan dingin. Ia bisa membayangkan Hendra yang sedang panik di suatu tempat. Dengan santainya, Kaisar menekan tombol power dan mematikan ponsel itu sepenuhnya.

"Besok baru aku kembalikan. Biarkan suaminya merasakan sedikit kecewa karena kehilangan jejak istrinya," gumam Kaisar dengan sinis.

Dhani, yang duduk di kursi kemudi, melirik dari spion tengah. Ia melihat bosnya menyandarkan punggung sambil tersenyum-senyum sendiri. Senyum yang terlihat sangat puas sekaligus aneh.

"Bos, anda sehat?" tanya Dhani dengan hati-hati.

Kaisar tidak menjawab, ia masih asyik dengan pikirannya sendiri.

"Aduh, Bos. Saya ngeri lihatnya," celetuk Dhani lagi. "Biasanya Bos senyum kalau menang tender triliunan. Sekarang cuma pegang ponsel jadul yang layarnya retak begitu, senyumnya sudah kayak menang undian keliling dunia. Jangan bilang Bos mulai hobi koleksi barang rongsokan sekarang?"

"Diam kamu, Dhani. Jalankan saja mobilnya," sahut Kaisar tanpa menghilangkan senyumnya.

"Siap, Bos Besar. Tapi saran saya, kalau nanti malam Bos mulai bicara sama ponsel mati itu, tolong hubungi saya. Saya carikan psikiater paling mahal di kota ini. Saya takut Adhitama Group bangkrut gara-gara bosnya kena guna-guna cinta di pasar," gerutu Dhani pelan yang hanya dibalas dengusan oleh Kaisar.

*

*

Sementara itu, di lantai atas Grand Hotel, suasana jauh dari kata tenang. Hendra mondar-mandir di dalam kamar suite dengan wajah frustrasi.

"Kenapa tidak aktif?! Aisya, di mana kamu? Mas mau minta maaf, Sayang!" Hendra menggenggam ponselnya begitu erat hingga buku jarinya memutih. Penyesalan mulai menggerogoti hatinya. Ia tahu ia telah melakukan kesalahan fatal karena tidak mengakui istrinya tadi.

Klik!

Suara pintu kamar mandi terbuka membuat Hendra menoleh. Matanya membelalak, napasnya seolah tertahan di tenggorokan. Rima keluar dari sana, bukan mengenakan gaun pestanya yang kotor, melainkan sebuah lingerie hitam tipis berbahan satin yang sangat minim.

Pakaian itu hampir menyerupai helai tisu yang memperlihatkan lekuk tubuh dan kemolekan kulitnya dengan sangat jelas.

"Apa-apaan kamu ini, Rima?! Kenapa pakaianmu seperti itu?!" seru Hendra sambil buru-buru memalingkan wajah ke arah jendela.

Rima tidak menjawab dengan kata-kata. Ia berjalan dengan langkah anggun yang disengaja, mendekati meja kecil di tengah ruangan. Ia mengambil sebuah gelas berisi jus jeruk yang tampak segar.

"Mas, tenanglah. Aku tahu kamu stres karena kejadian tadi," ucap Rima dengan suara yang dibuat selembut mungkin. Ia melangkah mendekati Hendra, mengabaikan penolakan pria itu.

"Minum dulu ini. Setelah jus ini habis, kamu boleh pulang. Aku janji tidak akan menahanmu lagi," ucap Rima lagi.

Hendra menoleh, menatap gelas itu dengan ragu. Tenggorokannya memang terasa sangat kering karena panik. Tanpa curiga, ia menyambar gelas itu dan meneguk habis isinya dalam beberapa kali tegukan.

"Aku pulang sekarang. Aisya sudah menungguku," tegas Hendra sambil meletakkan gelas kosong itu dengan kasar.

Namun, baru saja Hendra melangkah menuju pintu, kepalanya mendadak terasa pening. Suhu tubuhnya naik dengan drastis. Rasa panas yang asing mulai menjalar dari ulu hatinya menuju ke seluruh aliran darahnya.

Hendra melonggarkan dasinya, napasnya mulai memburu.

"Kenapa tiba-tiba gerah sekali di sini? Apa ac-nya mati?" gumam Hendra sambil membuka dua kancing teratas kemejanya.

Rima menyeringai licik di belakang Hendra. Ia meletakkan tangannya di bahu Hendra, merasakan detak jantung pria itu yang mulai tidak beraturan.

"Obatnya bekerja lebih cepat dari dugaanku," bisik Rima di telinga Hendra. "Tidak sia-sia aku membayar mahal untuk serbuk itu."

"Rima apa yang kamu masukkan ke dalam jus itu?" Hendra berusaha mendorong Rima, tapi tenaganya seolah menguap. Matanya mulai berkunang-kunang, dan bayangan di depannya perlahan berubah. Dalam pengaruh obat itu, wajah Rima yang menggoda seolah menjelma menjadi sosok yang ia rindukan.

"Aku hanya memberimu sedikit bantuan agar kamu bisa melupakan masalahmu malam ini, Mas," rayu Rima. Ia mulai membelai dada Hendra, menarik kemeja pria itu hingga terlepas. "Jangan mengelak lagi, Mas. Istrimu tidak ada di sini, hanya ada aku..."

Hendra mengerang pelan, ia berusaha mempertahankan kesadarannya, tapi jerat licik Rima dan pengaruh obat prang-sang itu mulai meruntuhkan pertahanannya.

1
Rina Arie
good
A.R
pecat saja sih tuk lakinx sama sih pelakor dan jgn lupa jg sihh bpknx pelakor jgn kasih tempat
sunshine wings
Happy ending.. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
sunshine wings
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
Hahaha.. 🤣🤣🤣🤣🤣
sunshine wings
Jangan protes sayang..
sunshine wings
Terima kasih ma kerana melimpahkan kasih sayangmu yg tak terhingga pada Aisya.. I love you ma.. ❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
😱😱😱😱😱😍😍😍😍😍
sunshine wings
😍😍😍😍😍
sunshine wings
Wowww.. Ga lebih berat dari selembar tisu.. Bener² mamasnya ya.. Tapi itulah bentuk penghargaan yg setimpal dengan wanita bernama Aisya.. ❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
Turutkan aja Aisya.. Kasih sayang mas Kaisar bukan kaleng².. 😂😂😂😂😂❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
Mas Kaisar lebih protektif dari biasanya.. 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
Memang kamu bodoh Hendra.. Isteri sendiri ga dipertahanin.. Ga dibelain juga..
sunshine wings
Anakmu yg mandul buk..
sunshine wings
😭😭😭😭😭 Tangisan kebahagiaan author.. Ya Allah Ya Rabb.. Terima kasih atas kemanisan yg Engkau limpahkan ke atas keluarga kecil ini.. ❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
Syukur alhamdulillah.. Allah itu maha berkuasa.. 🥹🥹🥹🥹🥹🤲🏼🤲🏼🤲🏼🤲🏼🤲🏼
sunshine wings
😅😅😅😅😂
sunshine wings
😢😢😢😢😢
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!