NovelToon NovelToon
Without You

Without You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:358.7k
Nilai: 5
Nama Author: Verra Vidia

Dua cerita dalam satu judul, Karna kedua cerita masih saling bersangkutan.

Without You (Verra-Arya): Semesta memang kadang memiliki takdir yang unik untuk mempertemukan dua insan yang sifatnya bahkan sangat bertolak belakang.

Seperti itulah yang dialami oleh Vidya alfiatus Zahra, hidupnya terasa pelik saat ia harus menikah dengan seorang pria yang bahkan sebelumnya tidak ia kenal sama sekali. Berawal dari kesalahpahaman, Vidya terjebak dalam hubungan pernikahan yang menyiksa batin. Saat benih cinta mulai tumbuh akankah Vidya mampu melepaskan suaminya yang bahkan tak pernah mencintainya itu?

Stuck With You:

Ini cerita tentang Gama, yang pada usia 5 tahun harus menggalami kenyataan pahit. Ia di culik oleh seseorang, kematiannya di palsukan, bahkan ia di siksa fisik maupun batinnya. Hingga ia tumbuh menjadi seorang anak yang dingin dan tak beperasaan, Gama di kenal sebagai pembunuh bayaran yang kebehatannya tak di ragukan lagi.

Sampai pada akhirnya, Gama mendapatkan sebuah tugas yang justru merubah kehidupannya serta membawanya pada serpihan kisah malalu nya dan juga merubah kepribadiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Verra Vidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Malam Yang Panjang

Happy reading gais!

-

-

-

-

-

Arya mengerjapkan matanya ketika ia mendengar suara gaduh, seperti suara pintu yang di ketuk.

Arya menghela nafasnya lalu menguap sebentar, ia menoleh ke samping di sana sudah ada Siren yang tertidur lelap membuat senyuman Arya mengembang melihatnya.

Namun suara gaduh itu muncul lagi membuat Arya tidak bisa tenang dalam memandangi wajah Siren.

Arya pun bangkit dari duduknya, ia merasa pegal karna tidur di sofa. Akhirnya Arya berniat memindahkan Siren ke atas ranjang yang memang tersedia di ruangan itu.

Cup

"Aku sayang kamu." Ujar Arya lalu setelah itu ia segera pergi menghampiri sumber suara gaduh tersebut.

Ternyata itu suara ketukan pintu yang di ketuk oleh seseorang berulang kali dari luar.

Arya pun membuka pintu tersebut, lalu ia melihat wajah Rafi yang berdiri tepat di depannya saat ini.

"Ck lo ngapain sih? Ganggu gue sama Siren aja." Ujar Arya yang kesal dengan perilaku Rafi yang sudah membuat tidurnya terganggu.

"Sorry bro, gue cuma mau ngasih tau sesuatu." Ujar Rafi, Arya pun langsung menatap Rafi yang sepertinya ingin memberi tahu nya tentang hal yang begitu serius.

"Ada apa?" Tanya Arya, Rafi menolehkan kepala ke kanan dan kirinya, melihat Rafi seperti itu Arya pun mengikutinya.

"Lo kenapa sih fi? Nengok kanan terus nengok kiri, lo mau nyebrang jalan emang nya? Hah?" Rafi terkekeh mendengar pertanyaan Arya namun hanya sebentar ketika ia ingat niat awalnya datang ke mari menemui Arya.

"Ini soal istri lo."

"Stttt jangan kenceng-kenceng Siren lagi tidur di dalam." Ucap Arya yang langsung menolehkan kepalanya ke belakang, setelah di pastikan aman ia pun meminta Rafi untuk melanjutkan perkataannya.

"Istri lo itu...dia lagi sama Bram." Ujar Rafi, Arya menghela nafasnya sebentar lalu menatap Rafi lekat.

"Terus? Cuma karna itu lo ganggu tidur gue? Ck gk berfaedah banget sumpah." Arya merutuki Rafi yang menyampaikan sesuatu yang menurutnya tidak berfaedah, ya segala sesuatu tentang Vidya menurut dirinya itu tidaklah penting.

"Dengerin gue dulu!" Arya yang tadi ingin menutup pintunya akhirnya ia urungkan, ketika Rafi berusaha menahan pintu tersebut agar tidak Arya tutup.

"Ck, apa lagi?!" Tanya Arya kesal, lalu menatap wajah Rafi dengan raut wajah kesalnya.

"Istri lo di bawa ke hotel sama si Bram, dia bilang dia bakalan senang-senang sampai pagi sama istri lo di sana." 

Arya tersentak mendengar ucapan Rafi barusan.

"Bram? Bawa tuh cewek ke hotel?" Arya bertanya sekali lagi hanya untuk memastikan.

"Iya dia bawa istri lo ke hotel dalam keadaan istri lo yang gk sadarkan diri, Bram nyampurin alkohol di dalam minumannya kayanya istri lo lagi mabuk sekarang ini. Lo harus tolongin dia, gue gk tega  karna gua liat istri lo itu cewek yang baik."

Arya terdiam mendengarkan ucapan Rafi, Vidya di bawa Bram ke hotel? Dan akan bersenang-senang? Arya paham betul apa arti bersenang-senangnya Bram.

"Lo mau nolongin dia kan?" Tanya Rafi dengan hati-hati ia takut Arya akan marah padanya.

"Dimana hotel nya? Anter gue ke sana." Rafi tersenyum mendengar ucapan Arya, Rafi yakin sebenci apapun Arya pada Vidya, tapi pria itu masih perduli pada Vidya.

Arya segera menutup pintu ruangan yang sebelumnya ia tempati bersama Siren dengan pelan, ia melanggar janji nya dengan Siren bahwa ia akan menemani gadis itu sepanjang malam ini.

Nyatanya tanpa Arya sadari kini Arya sudah mulai perduli pada Vidya, meskipun samar Arya merasakan sesuatu di hatinya ketika ia mendengar kabar jika Vidya berada bersama Bram saat ini, tapi Arya terus menyangkalnya.

Ego pria itu begitu tinggi jadi ia tidak sadar apa yang sedang ia rasakan.

[]

sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di salah satu hotel bintang lima.

Bram sudah selesai mandi dan membersihkan badannya, ia langsung berjalan menghampiri Vidya yang sudah sangat cantik dengan balutan gaun berwarna merah maroon.

Sebelumnya Bram memang menyuruh salah satu pelayan perempuan di hotel ini untuk mendandani Vidya dan mengantikan pakaian Vidya yang menurut Bram sangat kampungan dan terlalu kolot itu.

Pelayan hotel perempuan itu hanya menurut, ia tidak banyak bertanya pada Bram ia hanya menuruti perintah Bram saja.

Vidya di pakaikannya gaun berwarna merah maroon, serta ia juga melepaskan kerudung yang di pakai Vidya, ia sengaja membiarkan rambut hitam gadis itu tergerai.

Pelayan itu sampai berdecak kagum melihat kecantikan Vidya, padahal ia hanya memoles wajah Vidya dengan bedak dan liptin saja tapi wajah gadis itu sudah sangat cantik.

Setelah melaksanakan tugasnya, Bram memberikan pelayan perempuan itu uang tips yang sangat banyak setelah itu pelayan itu pun melengang pergi dengan hati bahagia.

Kembali lagi pada Bram yang sudah nampak sangat tidak sabar ingin bersenang-senang dengan Vidya yang nampak sangat memukau malam ini.

"Lo tuh cantik banget, tapi kenapa lo betah banget sama suami gk berguna lo itu? Dia bahkan gk pernah perduliin keberadaan lo." Ujar Bram sambil jari jemarinya terus membelai wajah Vidya dengan lembut.

"Tapi tenang gue akan memberikan apa yang selama ini suami lo gk berikan sama lo, malam ini gue yakin gue bakalan sangat puas." Ujar Bram lalu terkekeh setelahnya.

Ia belum memulai permainannya, ia ingin menikmati wajah Vidya dulu yang entah kenapa selalu membuatnya candu bahkan rambut hitam panjangnya itu terlihat sangat indah di mata Bram.

Ting tong...ting tong...

"Aish siapa sih yang datang?" Tanya Bram geram sendiri mendengar suara bel yang berbunyi.

Bram pun bangkit dari samping Vidya, ia segera berjalan ke arah pintu kamarnya.

"Lo siapa ya? Kenapa ganggu tidur gue malam-malam begini?" Tanya Bram pada seorang laki-laki yang berdiri di depan pintu kamarnya itu.

Brukkk

Laki-laki itu memukul wajah Bram dengan kencang, membuat Bram terjerembab dan tersungkur di lantai sambil mengerang kesakita.

Namun laki-laki itu malah mencengkram kerah baju Bram, lalu ia kembali menonojoki wajah Bram  hingga Bram terkulai lemas dan tak sadarkan diri.

Laki-laki itu pun langsung masuk ke dalam kamar tersebut.

"Vidya...Astagfiruallahaladzim." ujar laki-laki itu yang melihat Vidya sedang berbaring dengan menggunakan gaun berwarna merah maroon yang kurang bahan dan terlihat sangat berbeda dari Vidya yang biasa ia lihat sebelumnya.

Tanpa fikir panjang laki-laki itu pun menghampiri Vidya,ia ingin membawa Vidya pergi dari hotel terkutuk ini.

"Vidya!" Namun suara seseorang menghentikan pergerakkannya, ia melihat ke arah pintu di sana sudah ada dua orang pria yang juga sedang melihat ke arahnya.

"Lo siapa?!" Tanya salah satu dari pria tersebut dengan raut wajahnya yang penuh intimidasi, lalu tatapannya beralih pada Bram yang tak sadarkan diri di dekat kakinya, bahkan laki-laki itu dengan sengaja menendang tubuh Bram yang ia anggap menghalangi jalanya, dan tatapannya terakhirnya jatuh pada Vidya yang masih terbaring di atas tempat tidur dengan pakaiannya yang sudah berbeda.

"Lo siapa?!' Tanya pria itu sekali lagi pada laki-laki yang tadi lebih dulu datang ingin menyelamatkan Vidya.

"Harusnya saya yang bertanya seperti itu pada anda, anda ini siapa?" Tanya laki-laki itu menatap pria itu menunggu penjelasannya.

"Gue suaminya cewek itu." Ujar pria itu yang ternyata Arya sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Vidya yang masih terbaring.

"Lo siapa?" Tanya Arya lagi pada laki-laki itu yang sepertinya nampak terkejut mendengar fakta bahwa Arya adalah suami dari Vidya.

"Saya...orang yang gk penting, cuma bagian dari masalalu Vidya. Kalau begitu Anda bisa bawa istri anda, saya permisi." Ujar laki-laki itu yang ingin melangkahkan kakinya pergi ke luar dari kamar tersebut.

"Tunggu!" Arya mencoba menghentikannya, Arya pun berjalan mendekat ke arah laki-laki itu.

"Siapa nama lo?" Tanya Arya pada laki-laki itu.

"Hmm Anda pasti akan segera tau siapa saya, tapi boleh saya minta satu hal? Jaga Vidya dengan baik, dia sudah banyak terluka." Ujar laki-laki itu lalu melenggang pergi dari hadapan Arya dan kali ini Arya tak menghentikannya.

"Ck ck pantesan si Bram nekat, istri lo emang beneran titisan bidadari kayanya." Ucap Rafi sambil memandangi Vidya yang masih tak sadarkan diri.

"Jangan liat, dia istri gue." Ujar Arya yang menutup mata Rafi dengan telapak tangannya.

"Iya iya deh jomblo mah bisa apa, terus ini gimana sama Vidya dan Bram?" Tanya Rafi pada Arya.

"Lo urus Bram, gue yang bakal bawa Vidya pulang." Rafi menganggukkan kepalanya.

Sementara Arya, pria itu langsung menyambar gamis dan kerudung milik Vidya yang akan ia bawa pulang ke rumah.

Arya menatap Vidya lekat, Arya tertegun sesaat melihat wajah Vidya yang sangat berbeda malam ini terlihat....begitu cantik.

Namun Arya segera menepis perasaan itu, ego nya terlalu tinggi hanya untuk mengakui bahwa istrinya itu memant cantik.

Arya segera membawa tubuh Vidya ke dalam gendongannya.

"Gue bawa Vidya pulang ke rumah, lo bisa urus si ******** itu kan?" Tanya Arya pada Rafi, Rafi terkekeh ia pun menganggukkan kepalanya bahwa ia sanggup mengurus Bram yang masih tak sadarkan diri.

Arya pun mengendong Vidya keluar dari hotel tersebut.

"Arya." Arya pun menghentikan langkahnya saat ia mendengar Vidya mengumamkan namanya.

"Maaf." Lalu Vidya kembali berguman kali ini Arya melihat cairan bening mengalir dari kedua mata Vidya yang perlahan-lahan terbuka, dan menatap wajah Arya dengan tatapan sayu nya.

"Maafin aku Arya...hiks...maaf." Vidya malah terisak dan malah melingkarkan kedua tangannya di leher Arya lalu memeluknya erat.

Arya berdecak, ia tau Vidya saat ini masih masih berada di bawah pengaruh alkohol jadi ia berbicara yang tidak-tidak.

Arya memutuskan untuk kembali melangkahkan kakinya menuju mobil, dan tak menghiraukan Vidya yang terus mengeratkan pelukannya.

"Jangan di lepas! Biarin kaya gini, biarin Vidya peluk Arya kaya gini. Kalau di lepas, Arya pasti akan tinggalin Vidya sendirian kan?" Tanya Vidya sambil menatap Arya dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.

Arya yang melihat ekspresi Vidya seperti itu tak menampik merasa gemas sendiri melihatnya, Vidya terlihat seperti anak kecil yang sedang merengek pada Ibu nya untuk di belikan permen, dan tanpa sadar Arya menyungingkan senyumannya.

"Gue gk akan kemana-mana, jadi lepasin dulu pelukan lo, kalau kaya gini terus gimana kita bisa pulang? Hmm?" Tanya Arya pada Vidya, Vidya lalu merubah ekspresinya namun malah semakin terlihat sangat mengemaskan di mata Arya.

"Iya Arya bener, ya udah kalau gitu Vidya bakalan lepas pelukannya."

"Iya bagus, anak pintar." Ujar Arya, ia terkekeh sendiri karna saat ini ia seperti tidak sedang berhadapan dengan Vidya yang seperti biasanya, yang bahkan cenderung kaku.

Vidya duduk di sebelah Arya, sementara Arya duduk di bangku pengemudi.

"Arya." Panggil Vidya yang sudah bergelayut manja di lengan Arya.

Arya menatap gadis itu, ketika mata bening Vidya menatapnya ia merasa terpaku sesaat namun ego nya kembali dan ia segera memalingkan wajahnya.

"Apa?" Jawab Arya dengan ekspresi datar, ia juga mulai menjalankan mobilnya.

"Arya tampan." Ujar Vidya sambil tersenyum manis dan terus menatap Arya.

Sementara Arya tidak mengubrisnya, ia masih fokus memandang ke depan.

Cup

Arya kaget ketika Vidya tiba-tiba menciumnya, Arya pun segera menepikan mobilnya karna kaget dengan perlakuan Vidya yang tiba-tiba itu.

"Astaga lo tuh ya? Kita hampir aja celaka! Lo kenapa sih? Astaga ternyata dalam keadaan setengah sadar lo masih aja merepotkan." Ujar Arya yang mengomeli Vidya.

"Arya...maafin Vidya, Vidya cuma mau cium pipi Arya, habisnya Arya tampan."

Arya justru malah mendengus geli mendengar alasan Vidya mencium nya, ia lalu memandang wajah Vidya dan sialnya lagi-lagi wajah itu terlihat semakin mengemaskan.

"Arya." Panggil Vidya lagi, Arya berdehem singkat mendengar panggilan dari Vidya.

"Jangan pergi sama perempuan itu! Dia menyebalkan, dia nggambil Arya dari Vidya kan?"  Arya mengerenyit bingung namun akhirnya ia tau siapa perempuan yang di bahas Vidya yang tidak lain adalah Siren, namun sepertinya Arya sedanh tidak mau membahas Siren saat ini.

"Iya nggak." Jawab Arya lagi, tangannya tiba-tiba terulur mengelus kepala Vidya.

"Arya."

"Hmm?" Tanya Arya yang masih fokus memandang Vidya sementara tangannya terulur mengelus pipi Vidya saat ini.

"Kayanya Vidya mulai suka sama Arya."

1
Sabaria Ria
bagus
Herawati Ayu Octaviani
akhirnya update jga, kmn aja si thor ?
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
sabar ya Kei, pada akhirnya Rayn bakal mengingat semua
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
sedih banget Rayn hilang ingatan..
semoga Keira kuat menghadapi ujiannya kali ini.
Nayya keterlaluan kau,
Herawati Ayu Octaviani
up nya Thor
Herawati Ayu Octaviani
up thor
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
syukurlah ada yg datang menghibur Keira
Verra Vidia: Iyaaa betul:")
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
kembali amnesia..
semoga hbs ini ingatanmu kembali semua Rayn beserta masa lalumu
Verra Vidia: Aamiin paling serius hehe❤
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
cinta tumbuh seiring waktu,semoga saja Rayn masih mengingat Keira saat bangun nanti
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
aaahhh...semoga ingatan Rayn kembali.
nanti kalo dah inget masihkah ingat akan Nayya & juga pernikahannya dg Keira..
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂: okay..ditunggu lanjutannya. semangaat
total 2 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
rencana apa yg mama Rayn buat bayi keira..oh.no.. gak bisa ngebayanginnya (jadi takut sendiri)
Verra Vidia: Heheh kita lihat aja yuk nanti:)
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
kesengajaankah ..kecelakaan yg dialami Rayn & Keira.
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
menuju ketemu keluarga Rayn..
Verra Vidia: Yash benar sekali👋
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
hanya trauma yg dirasakan Nayya hingga menyebabkan dirinya bersikap egois
laanjuut
Verra Vidia: Iyaa bener bgt kasian emg Nayya :(
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
nungguin Rayn sembuh dr amnesia& kembali ke keluarganya lagi..
seterusnya mamah angkatnya Rayn daat hukuman setimpal akan perbuatannya
Verra Vidia: hehe siap tunggu tanggal mainnya kak😭🙏🏼
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
akankah Keira balik kerumah Rayn kalau tau ada Nayya disana
Herawati Ayu Octaviani: siap, ditunggu
total 5 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
makanya Rayn..mikir dulu sebelum bertindak
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂: 😀😀😀😀😀😀.. pengen digantung dipohon toge kayanya
total 2 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
kenapa harus pake perangsang?? secara normal juga Keira pasti mau meladeni suaminya. apa Rayn yg gak tega sebenarnya untuk melukai nya
😯😯
Verra Vidia: iya biasalah Rayn mah, pembunuh berhati hello kitty😭🤣
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Alhamdulillah akhirnya Ryan pulang..
welcome home Ryan.
jangan tinggalin Keira & Hana lg ya
semangaat Thor
Herawati Ayu Octaviani
up dong Thor
Verra Vidia: sudah update ya heheh❣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!