I AM The Miracle Itself
Di dunia Aethelgard, kekuatan adalah segalanya.
Sihir, iblis, pendekar, dan makhluk yang mampu melampaui hukum alam telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di tengah dunia yang dipenuhi kekuatan tersebut, lahirlah seseorang yang seharusnya tidak pernah ada.
Ia bukan pahlawan.
Bukan dewa.
Bukan iblis.
Bahkan bukan bagian dari tatanan dunia.
Keberadaannya adalah sebuah anomali—sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum realitas, takdir, maupun batas kekuatan.
Ketika dunia mulai menghadapi kekacauan yang bahkan mengancam fondasi keberadaannya, sebuah pertanyaan perlahan muncul:
Jika segala sesuatu memiliki batas... lalu apa yang terjadi pada sesuatu yang sejak awal tidak memiliki tempat dalam perhitungan?
Dan ketika keajaiban tidak lagi cukup untuk menjelaskan keberadaannya, dunia akan menyadari satu hal—
Dia bukan orang yang memiliki keajaiban.
Dialah keajaiban itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Laporan Hantu dan Riak di Takhta Perak
Ibu Kota Kekaisaran Aethelgard berdiri di atas pilar-pilar batu megah yang dialiri oleh Inti Mana Kelas Tinggi. Di tempat ini, malam hari tidak pernah benar-benar gelap; kristal-kristal sihir raksasa memancarkan cahaya keemasan yang menaungi istana dan jalanan marmer, menciptakan gema keagungan yang seolah tak tersentuh oleh kehancuran di perbatasan.
Namun, di dalam Ruang Dewan Militer Istana Perak, keheningan yang tegang merebak.
Dua sosok prajurit berlutut di atas lantai marmer yang dingin. Saial dan Rizel—prajurit perbatasan yang tadinya bertugas di bawah Komandan Zeon—berada dalam kondisi mengenaskan. Pakaian zirah mereka koyak, wajah mereka pucat pasi, dan mata mereka memancarkan kegilaan dari trauma psikologis yang mendalam.
Di hadapan mereka, berdiri seorang pria berarmor hitam tembaga dengan dua bilah pedang di pinggangnya. Jenderal Kaelen, salah satu perwira kasta Sovereign Kekaisaran, menatap kedua prajurit itu dengan pandangan dingin dan tajam.
"Kalian mengatakan..." suara Jenderal Kaelen bergema berat di dalam ruangan berlapis rune, "...bahwa Komandan Zeon dan seluruh Satuan Penjaga Perbatasan tewas dibantai oleh seorang Zero-Core?"
Saial gemetar hebat. Ia tidak berani menatap mata Kaelen. "B-bukan sekadar dibantai, Yang Mulia Jenderal... Komandan Zeon tidak tewas oleh serangan kekuatan. Dia... dia dihancurkan secara mental sebelum tubuhnya disentuh."
"Konyol," sela seorang pejabat dewan sihir bernama Master Orren yang berdiri di sisi Kaelen. "Seseorang tanpa Qi Core atau Mana Stream tidak memiliki kapasitas untuk menembus pertahanan kasta Master, apalagi meremukkan insting tempur seorang Komandan. Sistem kasta Aethelgard adalah hukum alam yang mutlak!"
"Tetapi itu kenyataannya!" Rizel berteriak histeris, memutus ucapan Master Orren. Tubuhnya terhenyak ke depan. "Dia tidak menggunakan sihir! Dia tidak memiliki aura! Dia melihat seluruh teknik beladiri kita seperti garis-garis kaku yang mudah dipatahkan! Dia bertanya... kenapa kita masih menghitung?!"
Master Orren menyipitkan mata, berniat memanggil pengawal untuk menyeret kedua prajurit yang dianggap gila itu. Namun, sebelum ia sempat memberi perintah, sebuah kristal komunikasi berskala besar di tengah ruangan mendadak menyala merah pekat.
BZZZZT!
Cahaya proyeksi sihir memancar kasar, memperlihatkan pesan darurat berprioritas tertinggi dari wilayah perbatasan.
【Laporan Darurat Oakhaven: Menara Energi Utama Mengalami Ledakan Hampa Internal. Formasi Pelindung Kota Setinggi 20 Meter Runtuh Total. Gelombang Monster Hutan Kabut Memasuki Kota. Seluruh Ksatria Penjaga Kasta Master Hilang Kontak.】
Ruang Dewan Militer mendadak hening.
Master Orren tertegun, wajah berwibawanya perlahan mengeras. Menara Energi Oakhaven dilindungi oleh lapisan sihir tingkat tinggi yang hanya bisa ditumpahkan oleh benturan energi berskala besar.
"Bagaimana Menara Energi bisa hancur tanpa ada fluktuasi energi besar yang terdeteksi oleh radar pusat?" gumam Kaelen pelan.
Rizel mendongak, matanya yang basah oleh peluh menatap Kaelen dengan rasa takut yang murni. "Dia... Dia menyumbat celah stabilitas inti saat jeda sirkulasi milidetik... Dia tidak menghancurkannya dengan kekuatan, Jenderal. Dia memanfaatkan mekanisme kota itu sendiri untuk menghancurkannya dari dalam."
Jenderal Kaelen mengepalkan tangannya. Aura kasta Sovereign yang pekat terpancar dari tubuhnya, membuat udara di dalam ruangan bergetar hebat.
Bagi Kekaisaran, seorang pahlawan atau pemberontak berdaya hancur tinggi masih bisa diukur dan dihancurkan dengan mengerahkan pasukan yang lebih kuat. Tetapi keberadaan seseorang yang bergerak di luar kalkulasi Qi, menembus radar sihir, dan membunuh tanpa jejak energi... adalah ancaman yang merusak fondasi statistik Kekaisaran itu sendiri.
"Kirim Satuan Pemburu Bayangan," perintah Kaelen dengan suara rendah namun mematikan. "Pimpin tiga ksatria kasta Sovereign garis depan. Temukan Zero-Core ini. Bawa dia hidup-hidup... atau hancurkan setiap sel tubuhnya sampai tidak ada atom yang tersisa."
Sementara gema ketakutan mulai merambat ke jantung Kekaisaran, di pinggiran Hutan Kabut yang berada dua kilometer di luar Oakhaven, suasana malam terasa sangat sepi.
Di balik bukit batu yang menghadap ke Oakhaven, Ren Vaelen berdiri tenang. Di belakangnya, Oakhaven membara dalam kegelapan, dihiasi raungan monster dan teriakan panik para ksatria yang tersisa.
Ren mengusap bilah belati di tangannya, memasukkannya ke dalam sabuk jubah perak Zeon.
Di dalam kesadarannya, Mata Persepsi Kosmik bekerja tanpa henti. Beribu-ribu baris kalkulasi vektor terhampar di depannya, memperlihatkan pergerakan pasukan Kekaisaran yang mulai mengisolasi area Oakhaven dari jarak jauh.
【Anomali Terdeteksi: Sinyal Komunikasi Jarak Jauh Kekaisaran Dipancarkan】
【Estimasi Mobilisasi Musuh: Ksatria Kasta Sovereign Akan Tiba Dalam 12 Jam】
【Evaluasi Jalur: Level 2 — Hunter】
Ren menatap langit malam yang kelam. Di matanya, ancaman dari ksatria kasta Sovereign tidak memicu rasa gentar sedikit pun.
"Sovereign..." gumam Ren pelan. "Makin tinggi kasta mereka, makin pekat Qi yang mereka alirkan. Dan makin pekat Qi itu... makin lambat refleks saraf biologis mereka saat energi itu dipotong."
Bagi para ksatria Kekaisaran, kasta adalah segalanya. Namun bagi Ren, kasta hanyalah tumpukan kebiasaan kaku yang membuat gerakan mereka semakin mudah diprediksi.
Ren melangkah masuk lebih dalam ke dalam kegelapan Hutan Kabut, meninggalkan Oakhaven yang sedang runtuh. Langkah kakinya begitu ringan, menyatu sempurna dengan malam, siap menyambut siapa pun yang dikirim Kekaisaran untuk memburunya.