NovelToon NovelToon
Dipoligami Karena Hamil Anak Cacat

Dipoligami Karena Hamil Anak Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Ibu Tiri
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Ardina harus menerima kenyataan pahit saat mengetahui bahwa bayi dalam kandungannya akan terlahir cacat.

Derita seolah tak berhenti sampai disitu saja, setelah kakak kandung suaminya meninggal, Farhan diberi amanah untuk menikahi mantan kakak iparnya yang sedang dalam kondisi baru saja melahirkan bayi.

Ardina merasa semakin asing di rumah mertuanya, sebab Sarah, istri baru Farhan bersikap egois dengan menguasai Farhan untuk dirinya sendiri serta mengabaikan Ardina.

Bagaimanakah nasib Ardina selanjutnya?
Apakah ia akan tetap bertahan, atau memilih berpisah dengan berbagai resiko?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gugatan part 1

#20

“Azam.”

Dina bergegas ke depan rumah, menyongsong Azam dan seorang wanita yang datang bersamanya. Wanita itu naik mobil terpisah, sementara Azam semobil dengan Bunda Hilda dan Ghazi. 

“Assalamu'alaikum.” 

“Waalaikumsalam. Bunda juga ikut?” 

“Nggak ikut, sih. Tapi kami mampir sebelum pulang ke rumah. Alhamdulillah, Ghazi sudah bisa pulang,” jawab Bunda Hilda. 

Dina ikut terharu, serta bahagia. “Mari, silahkan masuk.” 

Bu Rara mempersilahkan semua tamunya untuk masuk. 

Setelah bersalaman dan berbasa basi sejenak, Dina minta izin untuk menggendong Ghazi, dan senang sekali saat Bunda Hilda justru mempersilahkan Dina melakukannya. 

Ghazi menggeliat pelan saat berpindah ke pelukan Dina, bayi itu menyesuaikan posisi tidurnya kembali, hidungnya mulai mengenali bau yang familiar dari tubuh Dina. Bau ASI. 

Bayi itu jadi gelisah, padahal sejak tadi tidur tenang di pelukan Bunda Hilda. 

“Bunda, sepertinya dia lapar. Bolehkah aku—” tanya Dina ragu, seolah meminta persetujuan dari ayah serta eyangnya Ghazi. 

“Boleh, silahkan.” Bunda Hilda mempersilahkan Dina membawa Ghazi masuk ke kamar untuk disusuinya. 

Azam terdiam, ia hanya mampu menelan ludahnya menyaksikan pemandangan tersebut. Hingga kemudian, Pak Hermanto mengajaknya bicara. 

Rupanya seseorang yang dibawa oleh Azam adalah pengacara dari salah satu firma hukum terpercaya berkat rekomendasi dari Ammar dan papanya. 

Mereka tenggelam dalam diskusi panjang dan rumit mengenai persoalan saham yang dipermasalahkan kepemilikannya. 

Sementara itu, Bunda Hilda asik ngobrol di ruang makan bersama Bu Rara. Dan Dina sedang menyusui Ghazi di kamarnya. 

Wanita itu tak lelah menatap wajah mungil Ghazi yang sedang menikmati ASI darinya. Disaat seperti ini, ia jadi teringat Ghaza putranya. 

Bagaimana mungkin kedua bayi tersebut secara kebetulan memiliki nama yang mirip seperti saudara kembar. Bedanya, Ghaza sudah memenuhi takdir hidupnya yang singkat, sedangkan Ghazi harus berusaha bertahan meski ibunya tiada. 

Setelah ini Ghazi akan segera dibawa pulang kembali ke Yogya, entah bagaimana nanti bila Dina merindukannya. Ingin sekali Dina menahan keberadaan bayi itu agar tetap bersamanya, namun, sia-sia saja sebab dirinya bukan siapa-siapa bagi bayi mungil ini selain Ibu susu bagi Ghazi. 

“Tante pasti rindu kamu, Sayang,” bisik Dina berulang-ulang, seolah takut kehilangan anak sendiri. Tangannya mengusap kepala Ghazi dengan gerakan lembut dan penuh rasa sayang. 

Tiba-tiba air mata menggenangi pelupuk matanya, bukan air mata kesedihan, melainkan air mata bahagia, karena Ghazi sudah kembali sehat. Berat badannya bertambah, warna kulitnya mulai berubah, semula masih kekuningan, kini sudah menunjukkan warna asli kulit Ghazi. 

Di sisi lain, kebahagiaan Dina datang bersama dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan, yaitu perasaan takut kehilangan. Dina pernah kehilangan anak, dan sekarang, saat hatinya menemukan obat yang tepat, mulai merasa punya ikatan batin Ghazi harus tinggal jauh darinya. 

Tapi Dina sadar diri, bayi ini bukan putranya, ia hanya kebetulan memiliki ASI, maka ia juga tak berhak memilikinya, karena Ghazi masih memiliki keluarga kandung yang menyayanginya. 

Tapi Dina percaya hati seorang ibu tak pernah mengenal kata kebetulan, sekali ia menyayangi, maka kasih sayang itu akan terus tumbuh hingga berakar dengan kuat di hatinya. 

“Setidaknya kamu memiliki, ayah yang menyayangimu. Tidak seperti Ghaza anak tante, dia tak diinginkan papanya.” 

Mengingat bagaimana Ghaza ditolak dan diacuhkan ayahnya sungguh membuat luka hati Dina kembali menganga. Bagaimana bisa ayah putranya adalah seseorang yang tak berperasaan. 

•••

Di ruang tengah, pembicaraan Pak Hermanto dan pengacara yang dibawa Azam masih berlangsung.

“Jadi, kalau melihat dokumen yang Bapak miliki, sebenarnya ada dasar untuk mengajukan gugatan,” ujar sang pengacara.

Pak Hermanto mengangguk. “Apalagi, Anda tak menginginkan adanya huru-hara sengketa, yang berpotensi menghancurkan Permana Group yang menjadi tempat bernaung banyak kepala keluarga.” 

“Saya akan pelajari lebih lanjut kasus ini bersama tim pengacara saya, sambil berjalan perlahan mengumpulkan bukti-bukti, semoga minggu depan gugatan bisa segera kita ajukan.” 

“Amin,” ucap Pak Hermanto. “mengenai harta gono-gini Dina?” 

“Itu akan kami pelajari secara terpisah, sesuai bukti dan hukum yang berlaku. Dokumen penting apa yang dibawa putri Anda, Pak?” 

Pak Hermanto bergeser dari kursinya, ia meraih map berisi semua dokumen dan bukti pernikahan sah, serta akta cerai yang datang secara tiba-tiba. “Hanya ini? 

“Iya, Pak.” 

“Baiklah, kami akan bawa dan pelajari.” 

“Terima kasih, Pak.” 

Setelah diskusi serta perbincangan selesai, Pak pengacara pun pamit. Tinggalah Azam beserta Pak Hermanto, Pak Hermanto menoleh pada Azam. 

“Zam, Om ucapkan terima kasih atas bantuanmu.” 

Azam menggeleng, menolak ucapan terima kasih tersebut, karena ia merasa tak melakukan apa-apa. 

“Jangan berterima kasih kepada saya, Om. Saya hanya membantu mempertemukan Om dengan orang yang tepat,” kata Azam merendah. 

“Justru itu yang Om syukuri. Om seperti menemukan cahaya setelah beberapa waktu terjebak di jalan buntu.” 

•••

Beberapa hari kemudian. 

Pak Jatmiko baru keluar dari ruang rapat bersama Farhan, mereka membahas evaluasi awal pengiriman bahan baku pada ArreV. Apakah ada masalah, atau ada hal yang harus diperbaiki atau tidak. 

“Pak, Ada kiriman yang baru saja tiba,” kata sekretaris pria itu. 

“Untukku?” 

“Benar, Pak.” 

Pak Jatmiko segera membuka amplop besar seukuran kerta folio itu. Ternyata isinya adalah sebuah gugatan perdata berkaitan dengan kepemilikan saham dan penyertaan modal yang diklaim memiliki hubungan dengan keluarga Hermanto.

“Kenapa, Yah?” tanya Farhan yang melihat perubahan ekspresi wajah Pak Hermanto. Apalagi pria itu juga meremas surat dari pengadilan yang baru selesai dibacanya. 

“Kurang ajar, Hermanto mulai bergerak. Mereka sedang bersiap mencekik kita,” geram Pak Jatmiko. 

1
sutiasih kasih
cinta....
tpi km bisa mnikmati perempuan lain...
dasar serakah... tk ada otak🙄🙄
Ma Em
mungkin Ghazi kangen ingin bertemu dgn Dina sebagai ibu susunya .
Patrick Khan
rinduuuu cie cie ghazi rindu ya..ah km jg rindu kan azam🤣🤣🤣
Shee_👚
bukn hanya ghazi yang rindu tapi bapaknya juga rindu🤣
Dew666
Lagi dong
moon: sek blm di tulis 🤣🙏
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Eva Karmita
semoga saja kalau nanti Sarah juga hamil anak Farhan anak yg di kandungan juga cacat ... seperti matanya cuma satu kayak anak Dajjal ...jahat banget jadi wanita 😭
vania larasati
lanjut
Dew666
Kapan azam dan Dina nikah nih😀
moon: sek selesaikan dulu masalahnya baru naik ke step selanjutnya 🤭
total 1 replies
Esther
Semangat Dina
Esther
Ternyata ada campur tangan Sarah penyebab anak Dina cacat sejak dalam kandungan.
Jahat banget kamu Sarah
Nar Sih
semagat dina 💪untuk jadi petani buah moga lancar yaa
moon: siap semangattt🦾🦾🦾🦾🦾
total 1 replies
Bunda Idza
salah panggil ini
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 3 replies
Bunda Idza
semangat Thor..

ditunggu 🥰🥰🥰
Shee_👚
Dina bakalan jadi wanita sukses dalam perkebunan tar. si farhan bakalan jadi gembel😂
Shee_👚
ayah atau papa kak
Shee_👚: sama kak, tapi kan jadi gimana gitu
total 3 replies
Shee_👚
sarah bener-bener biadab bayi gak bersalah jadi korban. tapi setidaknya dengan kejadian itu dina bisa melihat sifat asli farhan.
Shee_👚
ternyata kelainan sama anak dina ulah sarah😤
Shee_👚
bagus duwit kagak punya, dan bapak asli malika datang Untuk membongkar segalanya🤣
Shee_👚
lah itu tau, jadi sadar diri kalian yang memulai itu semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!