NovelToon NovelToon
Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Putri asli/palsu
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Dibuang oleh keluarga sendiri. Dikhianati oleh orang yang paling ia percaya. Dan kehilangan segalanya karena ulah mereka.
Reyna pernah menjalani hidup seperti itu sampai kematian menjadi satu-satunya akhir yang tersisa.

Namun ketika membuka mata, ia justru kembali ke masa lalu. Kali ini, Reyna tahu siapa yang akan mengkhianatinya.

Mereka mengira Reyna masih gadis naif yang mudah dimanfaatkan, namun mereka salah.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, Reyna akan merebut kembali apa yang menjadi haknya, melindungi orang-orang yang dulu gagal ia selamatkan, dan membongkar satu per satu kebusukan yang pernah menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Di kantor Vincent, ponsel Reyna bergetar di atas meja. Nama PAPA muncul di layar.

Reyna menatap layar itu selama beberapa detik, membiarkannya berdering tiga kali sebelum ia menjawab dan meletakkan ponselnya di mode speaker.

"Reyna!" Suara Richard meledak dari speaker, begitu keras hingga Vincent harus menutup telinganya. "Apa yang telah kau lakukan?! Kau membekukan rekening perusahaan! Kau pikir ini permainan?! Kau baru saja menghancurkan arus kas kita! Buka blokir itu sekarang juga atau aku akan..."

"Selamat tengah malam, Pa," potong Reyna. Suaranya begitu tenang, kontras dengan amarah meledak-ledak di seberang sana. "Aku hanya mengikuti nasihatmu. Kau bilang perusahaan butuh perlindungan dari ancaman internal. Jadi, aku mengamankan aset Ibu dari... mismanajemen."

"Kau brengsek kecil!" Richard menggeram, suaranya terdengar seperti hewan yang terluka. "Kau tidak tahu apa yang kau lakukan! Auditor akan turun tangan besok pagi! Direksi akan..."

"Auditor akan menemukan bahwa dana perusahaan sedang aman di rekening escrow atas nama pemegang saham mayoritas," balas Reyna dingin. "Dan mereka juga akan menemukan bahwa selama tiga tahun terakhir, ada kebocoran dana yang sangat besar menuju rekening pribadi tunanganmu, yang kebetulan adalah adik tiriku. Apakah kau ingin aku mengirim laporan audit itu ke meja direksi besok pagi, Pa? Atau kau ingin kita duduk bersama dan mendiskusikan masa depan Arland Group dengan aturanku?"

Keheningan yang berat menyelimuti ruangan. Richard terengah-engah di seberang sana, tercekik oleh ancamannya sendiri. Ia tahu Reyna tidak menggertak. Gadis itu baru saja membuktikan bahwa ia memiliki gigi, dan gigitannya beracun.

"Besok pagi. Pukul sembilan. Ruang rapat utama," ucap Richard akhirnya, suaranya turun menjadi bisikan yang penuh kebencian. "Jika kau bermain kotor, aku akan memastikan kau berakhir di rumah sakit jiwa."

"Terserah, Pa," jawab Reyna, lalu memutus sambungan telepon.

Ruangan kembali hening. Vincent menatap Reyna dengan mata yang membelalak, campuran antara kekaguman dan sedikit ketakutan.

"Kau... kau baru saja mengancam ayahmu sendiri," bisik Vincent.

Reyna berdiri, merapikan setelan jas hitamnya. Ia menatap ke luar jendela, melihat lampu-lampu kota yang berkelip di kejauhan.

"Bukan mengancam, Vincent," ucap Reyna, senyum tipis yang kejam terukir di bibirnya. "Aku hanya sedang menetapkan aturan main. Besok pagi, pertunjukan yang sebenarnya baru akan dimulai."

***

Pukul 08:50 pagi. Gedung pencakar langit Arland Group berdiri menjulang di pusat distrik bisnis, namun atmosfer di dalamnya pagi ini jauh dari kata profesional. Di setiap sudut lobi dan lorong, para karyawan berbisik-bisik dengan wajah cemas.

Rumor tentang rekening perusahaan yang mendadak membeku tengah malam tadi sudah menyebar seperti virus. Gaji mereka, bonus tahunan, dan proyek-proyek besar terancam macet.

Reyna melangkah masuk melalui pintu putar kaca, suara tumit sepatunya beradu dengan lantai marmer menghasilkan irama yang tegas dan ritmis. Di sisinya, Vincent berjalan membawa sebuah tas dokumen kulit tebal, wajahnya serius namun penuh percaya diri.

Setiap karyawan yang mereka lewati langsung menunduk atau menyingkir, memberi jalan. Tatapan mereka pada Reyna bukan lagi tatapan kasihan pada "putri manja Tuan Richard", melainkan tatapan takut pada seseorang yang baru saja memegang leher perusahaan.

"Apakah ruang rapat sudah disiapkan?" tanya Reyna tanpa menoleh pada asistennya yang berlari kecil mengejarnya.

"S-sudah, Nona Reyna. Tuan Richard sudah menunggu di dalam bersama Tuan Julian dan... Nona Clarissa," jawab asisten itu dengan suara gemetar.

Reyna mengangguk singkat. "Bagus. Panggil juga dua komisaris independen. Katakan pada mereka ini menyangkut kelangsungan gaji mereka bulan ini."

Pintu ruang rapat utama yang terbuat dari kaca buram dan kayu mahoni terbuka. Di dalam, udara terasa begitu berat hingga sulit dihirup.

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!