tidak untuk -21
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dy anggraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episide 27
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN
LIKE KOMEN VOTE YA
DAN MASUKKAN KE DAFTAR VAFORIT KALIAN
Di kamar Bima sedang berkutat dengan ponselnya sedang mengecek email yang masuk tiba tiba terdengar suara pintu kamar mandi yang di buka, mendengar itu Bima Reflek langsung mengangkat kepalanya.
"Sayang kamu ngapain aja di kamar mandi lama banget?" tanya Bima yang baru melihat Dara keluar dari kamar mandi pasalnya Dara sudah cukup lama di dalam kamar mandi.
"Iya maaf mas perut aku rasanya sakit banget" jawab Dara yang merasa sakit perut akibat datang bulan, Dara memang kalo sedang datang bulan perutnya suka sakit.
"Sakit kenapa? dari kapan? kok gak bilang sama aku" ujar Bima yang membrondong banyak pertanyaan untuk istrinya karena khawatir.
"Dara udah terbiasa seperti ini mas kalo lagi datang bulan, biasanya aku minum obat mestruasi aja udah sembuh, tapi ini obat Dara lagi abis"
"Owh gitu kok gak bilang tadi kan bisa beli, ya udah duduk sini ngapain berdiri di situ" titah Bima dengan menepuk sisi bagian yang kosong di sampingnya.
"Iya mas" jawab Dara yang menurut, Dara berjalan ingin duduk di sofa tapi waktu sudah sampai di dekat Bima tiba tiba tangan Dara langsung di tarik Bima sehingga Dara langsung terduduk di pangkuannya.
"Aahh mas Bima Dara bisa duduk sendiri" protes Dara yang merasa deg degan bila berada di atas pangkuan suaminya
"Udah kamu duduk di sini dan diam jangan banyak bergerak, apa sekarang masih sakit?" tanya Bima lembut dengan wajah saling berdekatan dan seketika wajah Dara jadi merona merah di perlakukan semanis itu oleh Bima.
"Ma.....masih sakit mas ....nye......nyeri banget" kata Dara dengan gugup.
"Sini aku elus elus aja perutnya siapa tau nanti sakitnya mereda " ujar Bima yang langsung menyusupkan tangannya di balik kaos yang di kenakan oleh Dara.
"Eh mas Bima gak usah" Dara merasa terkejut karena tangan Bima yang tiba tiba menyusup dibalik kaosnya.
"Udah kamu diam saja biar aku elus gini siapa tau ajakan sakitnya lama lama jadi hilang"
Dara hanya bisa pasrah dan nurut Dara gak mau bikin Bima kecewa atau marah karena Dara tau Bima gak suka di bantah dan Bima lebih suka gadis yang penurut jadi Dara lebih memilih untuk menurut saja.
wajah Dara mendadak bersemu merah karena perlakuan manis dari Bima, Dara lebih memilih menyembunyikan wajahnya yang sudah merona itu di dada bidang suaminya, karena malu di lihat sama Bima jadi Dara menyenderkan kepalanya di bahu Bima biar Bima gak bisa melihat wajahnya yang merona, huh mereka berdua terlihat romantis sekali ya dengan Dara yang berada dipangkuan Bima dan kepalanya yang sengaja menyender di dada bidang suaminya sedangkan Bima tanpak mengelus ngelus perut Dara yang sakit.
"Gimana enakan gak perutnya aku elus elus gini?" tanya Bima dan Dara hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengiyakan pertanyaan dari Bima dan selanjunya tangan Bima yang satunya lagi memegang dagu Dara lalu mengkatnya sehingga tatapan mereka bertemu Bima semakin mendekatkan wajah nya dan cup bima mencium bibir Dara yang udah bagaikan candu untuknya, Dara sudah mulai membalas ciuman dari Bima walaupun masih kaku, Bima menciumnya dengan lembut.
Serasa Dara udah mulai kehabisan nafas Bima segera melepaskan ciuman itu tapi masih menyatukan keningnya dengan kening Dara tapi tiba tiba Ponsel Bima berdering mengganggu keromantisan sepasang pengantin baru itu.
Ponsel Bima terus berdering tapi tak di hiraukan oleh Bima sehingga Dara yang mulai tidak nyaman menyuruh Bima untuk segera mengangkatnya.
"Mas Bima ponselnya bunyi itu angkat saja dulu siapa tau penting"
"Udah biarin aja" ujar Bima yang tanpak malas untuk mengangkatnya tapi ponsel Bima berdering lagi lagi dan lagi dan itu sukses membuat Bima menjadi kesal karena mengganggu waktunya yang sedang berduaan dengan Dara.
"Angkat aja dulu mas siapa tau penting"
Akhinya Bima meraih ponselnya yang tadi ditaruhnya di atas sofa yang berada di sebelahnya, setelah di lihatnya ternyata dari Aldi.
Dara berinisiatif untuk turun dari pangkuan Bima karena Bima mau menerima telfon yang entah dari siapa Dara tidak tau dan Bima membiarkan Dara yang turun Dari pangkuannya.
"Sial nih si Aldi awas aja kalau tidak penting" umpat Bima dalam hati.
"Hallo....." jawab Bima dengan ketus.
"Hallo brow, ya elah ketus banget jawabnya gak dapet jatah pa gimana" ujar Aldi dengan ketawa di sebrang sana.
"Ya abis lo itu ganggu aja"
"Hahaha......jadi gue ganggu nih, lo jam segini lagi *** *** Bim parah lo, udah tuntas belum apa lagi setengah jalan"
"Udah ga usah basa basi ada perlu apa?" tanya Bima dengan garang.
"Okey oke santai brow, lo bisa gak dateng kesini sekarang?" tanya Aldi.
"Jadi lo telfon gue cuma buat nyuruh gue dateng kesitu?" tanya Bima dengan kesal karena temannya itu menelfonnya hanya untuk menyuruhnya datang ke tempatnya sungguh tidak penting begitu fikir Bima.
"Bukan gitu Bim temen lo nih gila di sini lo gak mau lihat, gue alihkan ke vidio call ya biar lo lihat sendiri." Aldi mengalihkan telfonnya menjadi vidio call dan Bima bisa melihat kenzo yang tanpak kacau dengan banyak botol minuman yang tanpak sudah kosong berada di depannya.
"Kenapa lagi tuh anak?" tanya Bima yang melihat Kenzo sudah teler.
"Makannya lo kesini sekarang"
"Oke gue kesitu tapi gue gak bisa lama lama ya"
"Okey tau lah gue pengantin baru, ya udah gue tunggu"
Setelah itu Bima mematikan telfonnya secara sepihak.
"An***ir si Bima selau aja matiin telfonnya seenak jidatnya" gerutu Aldi di sebrang sana.
"Siapa sih yang telfon mas?" tanya Dara yang penasaran karena Bima tadi bilang di akhir telfonnya jika mau kesitu.
"Itu tadi yang telfon si Aldi sayang, aku harus pergi nih kamu gak pa pakan aku tinggal?" tanya Bima.
"Kalau mas Bima ada perlu sama Aldi pergi aja gak pa pa mas" jawab Dara
"Kamu gak pa pa di sini sendiri"
"Gak pa pa kan ada papah dan mamah di rumah"
"Ya udah aku pergi dulu ya gak lama kok, nanti sekalian aku beliin obat buat kamu"
"Iya mas"
"Cium dulu dong sayang" pinta Bima dan dengan malu malu Dara mencium pipi Bima.
"Kok di sini si" protes Bima yang ingin di cium di bagaian bibirnya eh malah yang di cium istrinya itu bagian pipi.
"Emang di mana mas?" Tanya Dara dengan Bingung pasalnya Dara gak tau bagaian mana yang mau di cium.
"Di sini" jawab Bima dengan menunjuk bibirnya sendiri sedangkan Dara jadi merona malu karena mau gak mau Dara harus mencium bibir suaminya.
"Ta...tapi Dara gak bisa"
"Bisa coba aja kan belum di coba"
Dengan wajah yang merona malu Dara mulai mendekatkan wajahnya pada Bima dan
CUP
Dara mencium bibir Bima tapi tengkuk Dara langsung di tahan sama tanga Bima dari belakang supaya Bima bisa memperdalam ciumannya, cukup lama mereka berciuman sampai Dara kehabisan nafas barulah Bima melepaskannya, Bima bener bener merasa gemes banget melihat Dara yang malu malu dengan wajah merona gitu.
"Ya udah sayang aku pergi dulu ya" pamit Bima dengan mencium kening Dara.
bagaimana bisa Dara tidak jatuh cinta bila Bima selalu berlaku manis seperti itu.
"Iya mas hati hati ya"
"Oke sayang"
Setelah itu Bima langsung melenggang pergi dan sesampainya di bawah ternyata mamah dan papahnya masih bersantai di ruang keluarga.
"Lho sayang kamu mau kemana malam malam gini? masak Dara kamu tinggalin sendiri sih di kamar kan kasian" ujar Wenda ketika melihat anaknya sudah rapi dan mau pergi.
"Bima mau keluar sebentar mah mau ketemu Aldi sekalian mau beli obat buat Dara" jawab Bima.
"Obat?memangnya Dara sakit ya?" tanya Wenda yang sudah terlihat khawatir mendengar kalau menantunya sedang sakit.
" Iya mah biasa sakit perut karena mestruasi katanya" jawab Bima yang membuat Wenda jadi lega kirain Wenda Dara sakit apa gitu.
"Ya udah Bim jangan lama lama kasian kan Dara lagi sakit malah kamu tinggal" sahut papahnya memperingatkan.
"Iya sayang jangan lama lama ya"
" Iya mah, pah Bima janji cuma sebentar kok"
Setelah mengatakan itu Bima segera pergi sesampainya di depan rumah Bima langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya ke apotik untuk membeli obat buat Dara terlebih dahulu baru setelah itu Bima pergi ke club.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya Bima sampai di club, Bima segera turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam club, Bima mengedarkan pandangannya untuk mencari di mana temannya berada setelah ketemu tanpa basa basi Bima langsung duduk di sebelah kenzo yang udah mabuk dan merancau tak jelas.
"Ciahhh datang juga nih anak kirain gak jadi dateng, kusut amat tu muka belum dapet jatah dari bini lo" celetuk Revan kala melihat Bima yang baru datang.
"Hahaha mungki karena tadi lagi *** *** terus ke ganggu karena gue telfon jadi belum tuntas Van makannya mukanya kusut" saut Aldi dengan ketawa.
"Haahah yang bener lo di mana enak begitu" ujar Revan yang menanggapi ucapan dari Aldi.
"Sialan lo pada emang ya seneng banget ngerjain gue, awas aja nanti"
"Ya elah Bim bercanda kali, nih mending lo minum dulu" tawar Aldi dengan memberikan Bima segelas minuman beralkohol di tangannya.
"Gue lagi gak mau minum, itu si ken kenapa kacau banget udah gak sadar nie orang" ujar Bima dengan menunjuk ke arah Kenzo.
"Iya parah banget si kenzo miris banget gue lihatnya" saut Revan ikut menimpali.
"Masalah citra lagi?" tebak Bima yang langsung di iyakan oleh Aldi.
"Iya tapi kali ini masalahnya lebih parah lagi, kenzo melihat dengan kedua matanya sendiri kalau Citra lagi *** *** sama laki laki lain di apartemenya Citra" jelas Aldi yang membuat Bima terkejut.
"Yang bener lo di?" tanya Bima memastikan.
"Beneran Bim bahkan ken sempat merekamnya" jawab Aldi.
"Selingkuhannya di apain kenzo udah babak belur atau malah udah sekarat sekarang?" tanya Bima yang sudah mengira kalau Kenzo langsung menghajar laki laki selingkuhannya Citra saat itu juga.
"Gak di apa apain Bim, waktu itu kenzo ke apartemen Citra dan langsung masuk aja tapi malah melihat kejadian itu di kamar Citra yang pintunya hanya tertutup setengah, setelah melihat itu kenzo langsung pergi aja gak bilang apa apa" jelas Revan yang membuat Bima tepuk jidat bisa bisanya si kenzo gak langsung menghajar laki laki itu.
"Kenapa gak di hajar aja sekalian orang udah ketangkap basah di depan mata"
..."Kata Kenzo sih gak perlu ngapain, orang pada...
saat itu kenzo melihat mereka yang saling menikmati dan tak ada unsur paksaan dari keduanya" jawab Revan.
"Nih lo lihat rekaman vidionya Bim, tapi lo jangan on duluan ya karena lihat tubuh Citra yang te****ng bu***at, sialnya punya Citra lumayan juga loh" ujar Aldi yang ingin mengirim rekaman vidio itu ke Bima.
" Ya gaklah belum apa apa aja gue udah jijik duluan gara gara mendengar cerita dari kalian, kok kenzo santai santai aja sih kalian lihat citra yang lagi begituan?"Tanya Bima kerena Kenzo malah dengan mudahnya memperlihatkan Citra yang sedang enak enak pada teman temanya.
"Katanya si buat apa tubuh ****** di tutupin lagi, lagian dia udah putusin buat ngelepasin Citra" jawab Revan sedangkan Bima hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Ya iya lah buat apa di pertahanin udah nyata nyata di depan matanya melihat langsung perbuatan mereka, kalo gue bener bener gak terima" ujar Bima dengan kesal ya walaupun itu tidak terjadi padanya tapi tetep aja Bima merasa kasian dengan Kenzo.
"Nih lo lihat aja sendiri rekaman vidionya" ujar Aldi dengan mengirim rekaman vidio itu ke ponsel Bima dan gak lama rekaman vidio itu udah terkirim.
Setelah rekaman vidio itu terkirim ke ponselnya Bima segera membukanya dan seketika Bima melotot saat melihatnya.
"Eh Bim biasa aja kali lo lihatnya gak usah mlotot gitu lihat punya Citra" Celetuk Aldi yang melihat ekspresi Bima.
"jangan jangan punyamu langsung on lagi Hahah" ujar Revan dengan mengejek.
Bima yang di ejek pun langsung menonyor kepala Revan dan Aldi bergantian.
"Aaaw sakit tau Bim" kata Revan dan Aldi bersamaan dengan mengelus kepalanya yang di tonyor sama Bima.
"Begok lo siapa yang lihat punya Cita sampai begitu ya walaupun punya Cita lumayan sih tapi lebih indah punyaku"
"Iya ya lebih waw punya Dara lagian di lihat dari luar kelihatan kok" sahut Revan yang langsung mendapat plototan dari Bima.
"Apa lo bilang jangan berani berani lo banyangin punya gua, cuma gue yang boleh" ujar Bima dengan garang.
"Iya ya santai kali Bim gak usah mlotot gitu ngeri gue lihatnya" ujar Revan dengan bergidik melihat tatapan tajam dari Bima.
"Lagian gue terkejut aja sama cowoknya ini, ini cowok itu pacarnya adek gue tau, gawat bahaya adek gue" ujar Bima yang tiba tiba langsung teringat dengan Sena adeknya.
" Apa? seriusan lo bim?" tanya Revan dan Aldi gak kalah terkejutnya mendengar perkataan dari Bima.
Mereka bertiga pada ribut ngomong kesana kemari sedangkan Kenzo udah teler dengan rancauannya yang tidak jelas.
#BERSAMBUNG#
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
BIAR OUTHOR SEMAKIN SEMANGAT NULISNYA