Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27 (Villa yang Panas)
Satria terkejut mendengar suara ketukan pintu kamarnya, berniat membuka pintu dengan sebelumnya berlari mencari kimono tidurnya, sementara Ira sudah kalang kabut berusaha beranjak dan mencari baju kimononya juga, saat Satria sudah membuka pintu didapati mamanya tersenyum
"Ada apa ma, ganggu aja masih pagi buta gini"
"Yang buta bukan paginya, tapi kamu nya, lihat jam berapa sekarang"
"Hah, Emang dah jam Berapa Ma?"
"Jam 8 pagi noh, kalian gak sarapan?"
Belum sempat Satria menjawab tiba-tiba dikejutkan dengan suara jeritan kesakitan dari Ira
"AH !"
BRUG
Ira terjatuh saat berusaha berjalan mengambil bajunya di lantai kamar
Sontak Satria langsung masuk ke dalam diikuti oleh mama nya, keduanya sangat terkejut mendapati Ira sudah terduduk di lantai sambil meringis kesakitan dengan tubuh yang di balut selimut, Ratna tersenyum melihat pemandangan di depannya, dia sudah menduga apa yang sudah terjadi antara Ira dan anaknya
"Pelan-pelan Satria, lihat itu Istrimu sampai gak bisa jalan, hehe" ucap Ratna sambil terkekeh bukan menolong malah berlalu pergi
Sementara Satria langsung membantu Ira berdiri dan duduk di sofa kecil yang ada di kamarnya
"Kalau masih sakit jangan jalan dulu yang, malah jatuh kan jadinya" ucap Satria
"Aku malu, tadi gak pakek baju, mau ngambil tu baju, ternyata buat jalan perih banget"
"Apanya?" Tanya Satria menggoda
"Maksutnya?" Jawab Ira
"Apanya yang perih yang?"
"Pikir aja sendiri, sebel deh masak gitu aja di perjelas, gak pengertian banget kamu tu"
Seketika Satria terkekeh, geli melihat wajah Ira
"Tapi enak kan?"
"Nggak" jawab Ira
"Tadi teriak kenceng gitu, masak gak enak?" Ucap Satria
BUK
Ira melempar bantal ke muka Satria dan terlihat mukanya memerah
Satria tertawa dan langsung menggendong Ira masuk ke dalam kamar mandi, Satria trus menggoda Ira dan memaksanya untuk mandi bersama
Terpaksa Ira mau tidak mau harus ikut Satria turun ke bawah untuk sarapan, sebenarnya dirinya juga malu karena perbuatan Satria yang mengharuskan dirinya kini habis di goda oleh semua orang yang kebetulan berpapasan dengannya, sementara Satria hanya tertawa cuek
"Bibir kamu biru yang, masih sakit?"
"Iya, perih dikit"
"Maaf kalau semalam agak sedikit kasar yang"
Ira hanya tersenyum dan Satria langsung beranjak dan mengambil air hangat kemudian mengompres bibir Istrinya dengan lembut, Ira tersentak mendapat perlakuan yang begitu lembut dari Suaminya, setelah dirasa cukup, Satria menghentikan kompres dan mencium pipi Ira dengan tiba-tiba
CUP
Ira sangat terkejut Satria menciumnya apa lagi sang mama ada di depannya dan langsung melebarkan matanya
PLAK
Ira langsung memukul Satria
"Yang, ada mama tu, dasar kamu, ish!" Ucap Ira sambil menahan malu
"Nggak apa-apa, mama kalau pengen tinggal teriakin papa aja, ya kan ma?"
"Mana ada, dasar!" Sahut mama Satria sambil tersenyum dan berbalik arah
"Kita akan berkemas dan menuju ke Villa yang sudah di sewa oleh Reyna untuk kita yang" ucap Satria
"Iya aku tau, semua sudah pada ngumpul di sana kan?"
"Iya, sepertinya begitu, Tapi Reyna dan suaminya dah balik ke Jakarta, kamu sudah kuat jalan, gak perih?"
DUK
Pertanyaan Satria sukses membuat orang disekitar yang lagi beberes langsung menubruk sesuatu karena kehilangan konsentrasi nya, Satria melongo dan kemudian terkikik, sementara Ira hanya menggelengkan kepala saja
*
Sampailah keduanya di villa yang dimaksud, dan ternyata semua sahabatnya ngumpul disana, kedatangan Satria langsung membuat semuanya heboh, Satria dan Ira hanya tertawa saja dan langsung menuju ke kamar mereka, setelah menata semua barang-barang, Satria keluar ikut bergabung sedangkan Ira masih ingin beristirahat
"Mana Ira Sat?" Tanya Siska
"Masih ingin tiduran" jawab Satria
"Capek kayaknya dia ya" ucap Siska
"Iya, suaranya masih agak serak juga"
"Kenapa, radang tenggorokan?" Tanya Iwan
"Bukan kebanyakan teriak keenakan, hehe"
"Anjir, dah bisa pamer sekarang loe" ucap Iwan sambil menonyor Satria
"Sayang, aku pengen?!" Ucap Siska tiba-tiba dan membuat kedua laki-laki di depannya melongo dan saling pandang
"Efek hormon kehamilan nih pasti"ucap Satria
"Gak perduli gue Sat, aku hajar dulu ya"
"Hah, bang*sat, kalian sama saja!" Teriak Satria jengah
Iwan yang sudah berjalan menghampiri istrinya tertawa ngakak melihat Satria yang sudah emosi jiwa dan kemudian meninggalkan mereka, Iwan langsung menarik istrinya masuk ke dalam kamar dan melakukan ritual siang hari
Siska yang sedang hamil besar langsung di serang dari belakang oleh Iwan dengan posisi berdiri dan sedikit jongkok, dipegang dan di usap lembut perut sang istri yang buncit dengan melakukan gerakan Pelan me maju mundurkan pusakanya dari belakang
"Yang, enak banget ini" ucap Siska
"Sshh, aku cepet kan dikit gerakannya ya yang"
Siska mengangguk dan kemudian suaminya langsung menusukkan miliknya dengan dalam dan tempo yang makin cepat, hingga kemudian keduanya berteriak bersama melepas puncak kenikmatan yang membuat keduanya terasa melayang
Sementara itu Satria yang sudah bergabung dengan Andre dan Rio yang sedang berenang langsung menghentikan kegiatannya, saat mendengar suara jeritan gila di siang hari
"Anji*ng!" Ucap Rio
"Bang*sat!" Ucap Satria
"Breng*sek!" Ucap Andre
Kemudian mereka saling bertatapan dan kemudian tertawa, teriakan Sika dan Iwan mampu membuat kolam renang yang dingin menjadi panas seketika, Satria dan kedua temannya kini menyandarkan tubuhnya di dinding kolam renang
"Sialan, gue jadi pengen juga ini Sat" ucap Rio, sambil menoleh ke arah Satria dan mengerlingkan matanya
"Eh Bang*sat, ngapain loe natap gitu ke gue" ucap Satria menjauh dari Rio
Andre dan Rio langsung tertawa ngakak karena berhasil menggoda Satria
"Ngapain loe jauhkan gitu?" Tanya Andre
"Takut di serang sama Rio gue, lihat ***** banget tu orang" jawab Satria
"Anjir, gini-gini gue masih normal ya, gak mau gue sama laki, gak akan bikin gue hor*ny" sahut Rio sambil terkekeh
"Gimana Sat, udah berhasil jebol gawang Ira?" Tanya Andre
"Iya, nyesel gue" ucap Satria dengan wajah datarnya
Rio dan Andre langsung terkejut mendengar perkataan aneh Satria yang seakan kecewa dengan Ira
"Nyesel gimana, yang jelas ceritanya sapi!, Bikin gue bingung aja" ucap Rio
"Tau gini, aku udah dari dulu nikahin Ira, soal nya dia nikmat banget"
BUK PAK
Kedua teman Satria langsung murka dan menabok berjamaah dirinya
"Anjir loe, dasar sableng, gue kira loe kecewa ma Ira" ucap Rio gemes
"Tau ini orang, dasar sapi loe sat!" Ucap Andre emosi
Sementara Satria masih tertawa Ngakak melihat kedua teman gesrek nya murka, kemudian ketiganya langsung berenang kesana kemari sambil sesekali bercanda, sementara Ira yang sudah merasa cukup dengan istirahatnya segera terbangun dari tidur siangnya, tidak mendapati Satria di kamarnya, Ira segera beranjak dan berniat keluar rumah dengan langkah yang agak cepat, namun kemudian dia meringis kesakitan sambil memegangi bagian bawahnya
"Aduh, masih sakit dan ngilu banget, apa mungkin luka ya, dasar Satria nusuknya keras banget, tapi enak sih" Ira menggerutu sambil tersenyum
Dirinya terkejut saat akan membuka pintu kamar, terlihat Satria yang hanya memakai boxer dengan badan yang masih basah berada tepat di depannya, seketika Ira terdiam menyaksikan pemandangan sek*si suaminya di depan mata, Satria langsung tersenyum dan menyambar tubuh Ira masuk kembali dan menutup pintu kamar
"Sat, apa yang kamu lakukan?" Ucap Ira terkejut
Satria langsung menghimpit tubuh Ira ke tembok dan menatapnya dalam
(Maaf, Update jadinya siang hari, soalnya hari Minggu kemaren banyak tugas untuk nyenengin keluarga dulu gaes)
Bersambung
Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode (kalau gak pagi jam 02.00 ya siang hari jam 12.00)
Jangan lupa berikan dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️