Dor...
Suara tembakan terus mengalun dari beberapa musuh Juan Rayen.
"Serang mereka, jangan sampai mereka lolos!" seru Juan Rayen.
Dor..
Dor..
"Bunuh pria itu!!" seru beberapa mafia yang menyerang Juan Rayen dan kelompoknya.
Di tempat lain..
"Kau sudah selesai operasi?" tanya Harold.
"Aku baru selesai." jawab Samantha Violet.
"Apakah kau seorang Dokter?" tanya seorang pria yang tiba-tiba datang di depan Samantha dan Harold.
Samantha, seorang Dokter muda dengan kehebatan di dua bidang. sebagai seorang Dokter juga seorang desainer.
Sedangkan Juan adalah seorang yang peng usaha yang selalu menjadi incaran para mafia.
"Iya," jawab Samantha.
"Bawa dia!" seru Juan yang kemudian menyuruh para anak buahnya untuk menculik Samantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Desa terpencil
Di sebuah tempat yang begitu terpencil. bahkan tidak ada seorangpun yang mau menjamah tempat itu, terjadi begitu banyak orang yang sakit, tidak berpendidikan bahkan tidak mengenal dunia luar.
Semenjak kedatangan Samantha ke desa tersebut, Desa itu sekarang bahkan benar-benar menjadi sebuah desa yang luar biasa. dari kecil sampai besar tidak ada satupun orang yang bodoh, mereka semuanya begitu pandai Bahkan mereka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan yang luar biasa.
"Baiklah kalau begitu kalau kalian sudah merasa bisa mandiri mulai besok aku akan meminta kepada pemerintah untuk membangun jalan luas di tempat ini." ucap Samantha.
"Tidak, jangan Dokter. kami tidak ingin orang luar menjamah Desa ini, karena Desa ini adalah desa yang begitu kaya, namun jika orang luar yang mempunyai niat jelek maka mereka akan menghancurkan Desa ini karena ketidakpuasan mereka." jawab penduduk desa.
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan melakukan hal itu, namun jika kalian tidak memiliki struktur belajar kalian tidak akan bisa mempunyai pekerjaan atau bisa bekerja. Jika kalian ingin ke dunia luar." ucap Samantha.
"Tidak Dokter, berkat dirimu kami sudah mempunyai penghasilan. bahkan listrik pintar yang kau buatkan dengan beberapa insinyur benar-benar membantu kami sudah tidak kehilangan informasi mengenai dunia luar. Bahkan beberapa kerajinan yang kami buat sudah bisa mencukupi kehidupan kami." ucap salah satu penduduk desa.
"Kalau begitu..Apakah kita akan tetap merahasiakan mengenai Desa ini?" tanya Samantha kepada tetua Desa.
"Kau benar, kau tahu sendiri kan di tempat ini ada begitu banyak harta karun, mulai dari pertambangan emas, batu berharga dan kekayaan alam berada di sini. jika orang lain mengetahuinya kami takut mereka akan merusak tempat ini." jawab tetua Desa.
Akhirnya Samantha mengerti, di desa itu mungkin hanya dihuni oleh sekitar 100 orang saja. namun di sana sekarang sudah bertambah penghuninya karena anak-anak kecil banyak yang sudah lahir.
"Apakah Dokter mau tinggal di sini untuk beberapa waktu?" tanya para penduduk.
"Mungkin cuma satu minggu, karena aku ditugaskan oleh pihak rumah sakit untuk mengontrol tempat ini." jawab Samantha.
"Terima kasih Dokter." jawab para penduduk.
Saat perbincangan mereka terjadi, terlihat Juan sudah membuka matanya, pria itu melihat kearah sekitar dan mencari keberadaan wanita yang menolongnya. tentu Siapa lagi kalau bukan Samantha, langkah kaki Juan berjalan keluar dari ruangannya, tatapan matanya melihat tempat di sekitar sembari mengingat-ingat tempat yang dia huni.
"Tempat ini benar-benar sangat aneh, bahkan di tempat sekecil ini memiliki operasional rumah sakit yang begitu mumpuni." ucap Juan yang sudah terlihat keluar dari rumah tersebut.
Terlihat seorang wanita cantik yang memakai dress dibawah lutut, begitu cantik dan anggun. jauh dari kata pemikiran bawel, cerewet dan begitu sombong. tatapan mata Juan terpaku pada wanita itu, Juan melihatnya tertawa, tersenyum bahkan menari Bersama anak-anak kecil.
"Tuan, apakah Tuan mencari Dokter Violet?!" seru anak-anak kecil yang berada di desa itu.
"Violet? siapa dia?" tanya Juan yang kebingungan dengan nama itu. jari salah satu anak kecil menunjuk seseorang yang mengarah kepada Samantha.
"Samantha?" tanya Juan.
"Bukan, namanya Dokter Violet." jawab anak-anak kecil.
"Jadi namanya Samantha Violet." guman Juan dalam hati.
"Mau kami tolong, mau kami bantu itu ke tempat Dokter!" seru anak-anak kecil yang kemudian membantu Juan yang sudah terbangun dari pengaruh obat bius.
"Dokter, Dokter! Paman tampan sudah bangun!" seru anak-anak kecil yang memanggil nama Samantha. wanita itu menoleh tersenyum sembari membantu Juan yang sedikit kesulitan karena merasakan kesakitan di tubuhnya.
Entah berapa kali pria itu mengalami penembakan pada dirinya, saat Samantha mengoperasi nya. wanita itu melihat ada beberapa bekas luka lama.
"Dokter, Apakah kita boleh membawa makanannya ke sini?" tanya para penduduk
"Boleh," jawab Samantha.
"Siapa mereka?" tanya Juan yang menatap para penduduk begitu akrab dengan Samantha. nanti saja akan kuceritakan, lebih baik kau duduk dengan tenang di sini. jangan banyak bergerak kalau kau banyak bergerak ataupun melakukan sesuatu, maka orang-orang ini akan memberikanmu stempel yang luar biasa." jawab Samantha sambil tersenyum.
Deg..
Deg..
Deg..
Terlihat Juan benar-benar dibuat berdebar oleh wanita itu, ketika Samantha tersenyum dengan begitu cantik.
"Ada apa ini, kenapa jantungku berpacu dengan cepat seperti ini?" guman Juan dalam hati.
"Kau diam di sini, aku akan menyuapimu. kau mengerti!" seru Samantha.
"Tidak, tanganku masih berfungsi." jawab Juan.
"Hallah.. kau ini sombong sekali, Memangnya siapa yang mau menyuapimu seterusnya. luka yang ada di tubuhmu itu..jika terlalu banyak di buat bergerak akan berbahaya!" seru Samantha yang membuat Juan terdiam di tempat.
Di desa yang penuh keakraban itu..para penduduk nampak tertawa begitu bahagia, suara canda tawa bahkan suara sindiran serta perkataan yang sedikit konyol membuat suasana di tempat itu benar-benar sangat bersahabat.
"Buka mulutmu." pinta Samantha yang sudah menyodorkan makanan.
"Tidak, aku tidak mau. Aku jijik saat melihat kau menyuapiku dengan tangan bukan dengan sendok." ucap Juan.
"Cepat buka mulutmu, ini rasanya benar-benar berbeda dengan memakai sendok. Apalagi aku menyuapimu dengan penuh kasih sayang, aku sudah menolongmu, memberikan nyawa berulang kali padamu. cepat buka mulutmu!" seru Samantha yang membuat para warga pria yang ada di sana mereka nampak tersipu malu, wanita cantik itu menyuapi seorang pria tampan yang telah ditolong oleh Dokter itu.
** bersambung **