cerita ini mengisahkan kembali tentang Aisyah dan Ikhsan. Aisyah yang awal nya begitu di cintai oleh Ikhsan, Aisyah yang adalah segalanya dan impian Ikhsan. Karna sebuah kesalahpahaman membuat Ikhsan membenci Aisyah sampai ke tulang. untuk melampiasakan kebencian ini, Ikhsan menikahi Aisyah tapi bukan karna cinta melainkan benci.
hari - hari Aisyah berlangsung dengan banyak nya gangguan dari Ikhsan. mampukah Aisyah tetap mempertahankan rumah tangga nya? akan kah Ikhsan jatuh hati lagi pada Aisyah?
yuk ikuti kisah nya di Pernikahan Paksaan.
Di sarankan untuk membaca Novel 'Cinta yang Rumit' lebih dulu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. bimbang
***
"Cinta nya mau datang lagi, Aku enggak bisa ngelarang nya. Yang saya tau, Aku cinta ke kamu"
"Tapi Aku enggak cinta ke kamu! " Sahut Aisyah asak ngomong. Menggetarkan hati Ikhsan.
Aisyah sendiri terdiam, melihat Ikhsan yang juga terdiam. Suasana hening seketika.
"Gak masalah, Yang penting aku cinta sama kamu. Kalau aku sudah cinta, kamu bisa buat apa? " Ujar Ikhsan santai, menatap lekat mata Aisyah. Seperti nya cinta Ikhsan yang tiada tara itu telah kembali Untuk Aisyah.
"Udah lah, Kamu cepetan sarapan. Aku tunggu kamu di mobil. Pagi ini aku yang antar kamu ke rumah Sakit " Tambah Ikhsan lagi, meninggalkan senyuman manis untuk istri nya itu.
Hati Aisyah berdegub begitu kencang, entah lah rasanya mau copot jantung nya.
Aku? Apa ini? Apa Aku beneran enggak suka Ikhsan?
Batin Aisyah, ia sendiri ragu akan perasaan nya. Semua ucapan cinta Ikhsan beberapa hari ini, tumpang tindih dengan cibiran dan makian Ikhsan dulu, yang sempat mencubit hati Aisyah yang rapuh. Membuat Gadis manis itu bingung sendiri.
---
Kita lihat Aisyah, seberapa lama lagi kamu bisa menyembunyikan perasaan kamu. Saya tau jelas, kamu mencintai saya.
Batin Ikhsan, membuka pintu mobil mewah nya. Sudah ada Andrew di dalam, yang duduk di kursi kemudi. Dan Ren yang duduk di sebelah nya.
"Kita Jalan Tuan Muda? " Tanya Andrew memastikan.
"Tunggu Aisyah. hari ini aku akan antar Aisyah" sahut Ikhsan.
Hanya selang waktu beberapa menit, Aisyah sudah menyusul Ikhsan masuk ke mobil.
"Kenapa lama sayang? " tanya Ikhsan lagi, yang menyambut kedatangan istri kecil nya.
"Aku Ada Telpon tadi" sahut Aisyah singkat. Yah singkat namun terdengar gugup bergetar.
Sayang? orang ini bercanda kan?
---
"Enggak Salam suami. Tau Kewajiban Istri kan? " Sindir halus Ikhsan, menatap santai Aisyah yang ingin keluar mobil begitu saja.
Aisyah tersentak, baginya Sindiran Ikhsan kali ini begitu menusuk nya. Gadis manis itu berbalik, tampak tangan Ikhsan sudah terulur manis, bersiap menyambut ciuman Aisyah.
Mau tidak mau suka atau tidak suka, apapun itu. Keinginan Ikhsan selalu terjadi, Aisyah pun berbalik dan mencium punggung tangan Ikhsan, layak nya Istri yang patuh akan suami. Di saat yang bersamaan, Ikhsan juga mengecup pucuk kepala Gadis manis itu. Ikhsan merasa, dengan mencium Aisyah rasa hatinya lega, dan dia sangat bahagia.
"Ukhmmm" Desis Aisyah mundur, kelakuan Frontal Ikhsan sukses membuat nya merona. Di tambah masih ada Andrew dan Ren di depan sana.
"Kami tidak melihat apapun" celetuk Ren dan Andrew, bagaimana bisa sekompak itu?
Ikhsan tersenyum puas, menatap punggung Istri manis nya.
***
"Ri? Aku ada pasien enggak? " tanya Aisyah pada Iriana yang duduk manis di kursi Resepsionis nya, Aisyah sendiri baru masuk dari pintu utama Rumah Sakit besar itu.
"Enggak ada sih" Sahut Iriana santai.
"Pagi ~" Sapa seorang pria, ber Jas Dokter VIP. Menyapa Iriana dan Aisyah yang ada di meja Resepsionis.
"Pagi Dokter Martin" Sahut Iriana mengulum senyum semanis mungkin.
"Pagi Dok" Kini Aisyah yang memyahuti nya dengan nada biasa.
Dokter Martin mengulum senyum semanis mungkin Agar menarik perhatian Aisyah. Namun sayang nya itu tidak sukses, Aisyah sama sekali tak menggubris nya.
"Syah, itu Dokter Martin Gante--" Celoteh Iriana yang sudah tak melihat adanya Martin lagi.
"Shhtt.. Nanti aja Ri ngegosip nya, Aku masih ada kerjaan" Potonh Aisyah berjalan pergi.
"Hufttt.. Mau juga curhat" Kesal Iriana.
***
"Eh kalian tau enggak, tadi Gue baru di suruh ke Rumah Sakit Kenanga. Kalian tau Dokter terkenal di sana? Yap, Dokter Aldo. Sumpah dia genteng banget. Jadi binik ke dua nya juga gue Ikhlas. Ganteng nya dia itu, menarik jiwa keibuan gue girls" Celetuk Anggi yang memulai sesi gosip menggosip.
Yah, Istirahat Makan siang mereka yang biasa di tempat biasa pula. Waktu Istirahat makan siang itu akan terasa hampa, tanpa di bumbui Gosip dan berita terhangat, yang membangkit kan jiwa panas mereka.
"Lo ketemu dia? Lo fotoin nggak? Uwuuu.. Gue penasaran banget, sumpah" sahut Iriana menanggapi Celotehan Anggi.
"Enggak gue foto ****.. Malu lah gue, yah kaleee baru kenal minta foto. Btw, dia tuh ramah tamah dan manis bangett. Uh Gula campur madu, lebih Manis Dokter itu. Akhhh" Tambah Anggi menopang dagu nya dengan kedua tangan nya. Tentu untuk melamunkan masa Depan nya dengan Dokter Aldo.
Oh Aldo? Iyah sih. Aldo emang ramah, baik, manis. Lucu lagi.
Batin Aisyah. Yah hanya membatin, akan sangat bahaya jika kedua rekan nya ini mendengar nya.
"Ya elaaa, halu mulu. Gue dong, tadi Dokter Martin senyum ke gue.. Ukh manis banget. Senyuman nya serasa Suami yang baru balik kerja, rindu akan belaian Istri" Sambung Iriana ikut mengkhayal.
Yah kini keduanya terbenam akan haluan aneh merek. Aisyah hanya bisa menggeleng, ia sama sekali tak mengerti dengan jalan pikir ke dua Rekan nya.
***
Next?
Ig. rini.bluerin
secantik apa Aisyah..😂😂😂
rupanya Ari.
lebih mengerikan
selamat ikhsan bakal jadi bpk
cinta seperti coklat....mengalahkan segalanya😀😀😀
mungkin hanya ada di novel 😀😀😀
ikhsan melakukan itu biar bisa bersama Aisyah.😂😂😂
semakin seruuuu
yg misahkan kita hanya koma atau kuburan.