NovelToon NovelToon
My Bastard Husband

My Bastard Husband

Status: tamat
Genre:Contest / Duda / CEO / One Night Stand / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

TIDAK DIREKOMENDASIKAN UNTUK DIBACA, KALIAN BISA PILIH NOVEL YANG LAIN (DISARANKAN YANG TERBIT DARI 2022 KE ATAS) ... KALAU MASIH NEKAT, SILAHKAN DIMAKLUMI SEMUA KEANEHAN YANG TERDAPAT DI DALAM NOVELNYA.

SEKIAN _ SALAM HANGAT, DESY PUSPITA.

"Aku merindukanmu, Kinan."

"Kakak sadar, aku bukan kak Kinan!!"

Tak pernah ia duga, niat baiknya justru menjadi malapetaka malam itu. Kinara Ayunda Reva, gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA harus menelan pahit kala Alvino dengan brutal merenggut kesuciannya.

Kesalahan satu malam akibat tak sanggup menahan kerinduan pada mendiang sang Istri membuat Alvino Dirgantara terpaksa menikahi adik kandung dari mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Katakan Dimana Dia !! (Gio)

"Hemm … jam berapa ini?"

Sayup–sayup suara adzan berkumandang. Vino mulai membuka matanya perlahan. Tangannya meraba–raba, meraih jam tangan yang ia letakkan di atas meja.

"Aiss masih jam segini," gerutunya tatkala ia memandang angka yang tercipta dari jarum jam yang menunjuknya. Ia enggan untuk beranjak dari tidurnya. Suara adzan tak membuatnya berniat untuk menghadap Sang Pencipta. Vino mencoba untuk memejamkan matanya kembali. Namun usahanya sia–sia. Ia tak berhasil membuat dirinya terlelap.

"Aisss baiklah."

Vino mengubah posisinya menjadi duduk. Ia merenggangkan badannya, kepala ia gerakkan ke kiri dan ke kanan. Pegal dan leher tegang ia rasakan. Tak pernah tidur di sofa, membuat badannya kelelahan walau pun ia tertidur cukup lelap.

Tanpa sadar Vino berjalan ke kamarnya. Tentunya dengan mata yang belum terbuka sempurna.

Ceklek

Perlahan Vino membuka pintu kamarnya. Vino melihat seorang gadis yang semalam ia bawa pulang, masih tidur terlelap di sana. Tak ada kalimat usiran yang terdengar di indra pendengarannya.

"Masih tidur," gumamnya lirih.

Vino berjalan mengambil peralatan mandi dan baju gantinya. Ia memilih pergi ke kantor lebih awal.

**********

07.00

Angka itu yang Kinara lihat dari ponselnya. Ia mengerjapkan matanya perlahan, menggosok ringan matanya, seiring gorden jendela yang sedikit terbuka, meneroboskan sinar mentari pagi itu.

Dengan langkah lunglai, ia pergi ke kamar mandi, mencuci wajahnya. Hari ini ia memilih untuk tak pergi ke sekolah. Tak ada semangat hanya sekadar untuk membersihkan diri. Ia berjalan ke luar kamar, mengamati keadaan sekeliling.

"Di mana dia?"

Kinara mengedarkan pandangan matanya, mencari sosok Vino yang sedari semalam bersama dengan dia.

"Syukurlah kalau sudah pergi," ujarnya tak peduli. Ia malah merasa lebih aman jika Vino tak ada di sana. Setidaknya gemetar karena rasa takutnya tak perlu ia rasakan.

Di atas meja makan, Kinara melihat tudung saji dengan posisi menutup. Kinara menghampiri meja makan itu. Di atas tudung saji terdapat secarik kertas yang ia yakin adalah tulisan Vino.

"Makan!"

Hanya itu kata yang tergores oleh tinta di sana. Dari goresan tinta saja, hawa dingin itu begitu terasa.

Kinara tersenyum sinis. Tiba–tiba saja rasa mual kembali melandanya setelah aroma makanan itu mulai menusuk hidungnya. Ia segera berlari ke kamar mandi terdekat.

"Astaga … kenapa rasa ini begitu menyiksaku?" ucapnya letih.

Kinara tak kuat menahan rasa mual yang selalu ia rasakan tatkala mencium aroma makanan yang tak ia sukai. Kinara memilih untuk membaringkan diri kembali tanpa memakan makanan itu sedikitpun.

**********

Berkutat dengan kertas–kertas yang menggunung, adalah aktivitas Vino sehari–hari. Kebisingan dari lingkungan sekitar tak dapat mengganggu kadar kefokusannya. Namun sekarang, pikirannya sendiri mengacaukannya. Raganya ada di sini, namun pikirannya tertuju pada gadis ayu yang ada di apartemennya.

"Arrgghh!" Vino mengacak rambutnya frustasi. Keanehan–keanehan yang ia lihat pada diri Kinara membuatnya berpikir dan merasa janggal akan semua yang terjadi.

"Apa mungkin dia hamil anakku?" tanyanya dengan keraguan yang mendominasi.

"Tapi aku hanya melakukannya di malam itu saja. Itu pun karena dia dahulu yang menggodaku," ucap Vino yang tetap teguh pada pendiriannya.

Vino masih menyalahkan Kinara, yang bahkan ia sendiri belum mau mengecek CCTV tersembunyi yang ada di kamarnya. Ia takut melihat kenyataan yang akan ia ketahui jika ia melihat rekaman CCTV.

"Fokus Vino Fokus!" titahnya pada dirinya sembari menggelengkan kepalanya agar ia bisa mengenyahkan pikiran yang ia anggap tak penting.

Brak

Pintu ruangan itu terbuka kasar. Sosok pemuda gagah telah berdiri di depannya dengan tatapan mata yang datar. "Ke mana kau bawa dia?"

"Apa maksudmu? Datang–datang marah–marah tak jelas!" jawab Vino tak peduli.

"KATAKAN SAJA DI MANA DIA!" bentak Gio.

Kesabarannya mulai habis. Pagi tadi, tatkala ia ingin menjemput Kinara, ia tak menemukan Kinara. Bahkan Broto pun bungkam. Tak ada wajah bersahabat seperti biasanya. Broto menjawab semua pertanyaan Gio dengan ketus terutama kala ia menanyakan perihal di mana Kinara.

"Ck jangan tanya padaku. Cari saja sendiri di mana dia!"

Vino enggan bahkan ia tak berniat memberitahu di mana keberadaan Kinara. Sikap Vino yang acuh tak acuh membuatnya geram. Rahangnya mengeras menahan amarah.

"Haaaa!" PYAR

Pecahan keramik vas bunga hancur berserakan. Gio melempar vas yang ada dalam jangkauan tangannya sebagai pelampiasan amarahnya.

**********

Dengan langkah yang panjang nan cepat, bahkan dengan setengah berlari, Gio berjalan menuju ke apartemen Vino. Hanya itu tempat yang ada di pikirannya.

Gio menekan tombol password untuk membuka pintu itu.

"Sial!"

Berulang kali ia mencoba namun gagal. Pintu itu tak kunjung jua terbuka. Vino telah mengganti password apartemennya. Gio tak punya pilihan lain, selain menunggu Vino.

Tbc

1
Anonymous
Selalu keren otw next cerita
aksari
ceritamya bagus, menguras emosi.
Susi Andriani
si vino gitu kurang kasih sayang kali ya
Susi Andriani
iyalah serah autornya
Susi Andriani
hamil
Susi Andriani
toor dia ini masih kerabat megantara ya
Susi Andriani
hadir lagi
Virgo 08
Alhamdulillah.. Alloh masih memberi umur pak broto panjang, melalui tangan dokter dia selamat.
Juan Sastra
di kisah kinan bukannya adiknya bernama reva atau aku salah ingatnya, atau nama panjangnya
Halimah
Aku team Arinda😂
Halimah
miris bgt nasibmu Afkhar😭😭😭😭
Halimah
Knp aku yg mewek😭😭😭😭
suyetno
Luar biasa
suyetno
ga sadar diri di yg melakukan dia pl yg marah sabar kina biar dpt karma dia nanti
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Radha nyasar disini😂😂😂😂
Halimah
Vino gebleg/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Masih mau ngelak??????? Dasar pengecut😡😡😡😡😡😡😡
Halimah
kesel bgt bacanya dr awal smp sini😡😡😡😡 kinara begok y kebangetan....Ayah y jg ga bijak mengambil keputusan. Main usir" aja anak sendiri disaat dia lg terpuruk.
Halimah
Makanya ceritain aja semuanya jgn terlalu lama ditutupi karna biar bagaimanapun ayahnya harus tau.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!