BELUM MELEWATI PROSES RE-WRITE🙏
Salwa Zahratunissa, gadis manja berstatus pelajar SMA ,di usia belia nya ini dia sudah mendapat predikat sebagai istri seorang camat yang berusia jauh lebih tua darinya, melalui perjodohan oleh kedua orang tuanya.
Belum lagi dengan sifat dingin yang dimiliki oleh sang suami..mampukah Salwa menjalani hidupnya sebagai seorang istri diusianya yang masih muda ,dan hidup jauh dari kedua orangtuanya . Bagaimana pula proses pendewasaan diri yang akan terjadi di hidupnya bersama dengan Teuku Zaky Ananta ,disini kisah mereka dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebun kopi
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
berbalut mukena putih aku menjadi makmum di belakang Om Za,sejak kejadian hawt tadi siang ,aku seperti mati kutu...katakanlah aku memang gadis kampungan ,gaya kota rasa kampungan ,belum pernah sekalipun merasakan rasanya bersentuhan dengan laki laki ,dan inilah kali pertamanya,kesan pertama ku mendebarkan,
malam harinya aku bersama Om Za kembali ke Aceh ,karena lusanya aku sudah harus pulang ke Jakarta.
mataku mengedar melihat sekeliling kamar berwarna monokrom ini ,saat aku sudah tinggal disini kelak sepertinya banyak pekerjaan yang menantiku mulai dari mengganti cat dinding kamar yang menurutku seperti foto taun '80an...
.
.
.
.
12 jam kembali kami tempuh , terbayang saja jika aku harus bolak balik Aceh-Medan lama lama pan*tat ku tipis dan hilang ...
hanya sesekali Om Za menghentikan laju mobilnya untuk sekedar istirahat , seperti sekarang ia menghentikan laju mobilnya di sebuah SPBU lalu menarik tuas agar sandaran kursinya bisa di turunkan ,ia menyamping menatap lama wajah tenangku yang tertidur pulas sekilas ia teringat akan hal yang sudah ia lakukan tadi siang ,ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
" sweet dream my little wife..." ia mengusap kepalaku ,dan merapikan rambut yang menutupi sebagian wajahku ,membawanya ke belakang telingaku.
.
.
" assalamualaikum umi...."
" wa'alaikumsalam..... ayo masuk .....!!! pasti belum makan kan ???" umi tau saja kalau menantu kesayangannya ini sudah seperti orang linglung karena belum makan ,mataku berbinar ketika di meja makan sudah tersedia berbagai masakan khas Aceh.
" umi dan Salwa saja duluan makan ,abang mau istirahat dulu sebentar mi..."
ah ..iya aku lupa perjalanan Aceh-Medan membutuhkan waktu tempuh yang jauh dan lama ,sepanjang jalan aku tertidur namun Om Za ,ia harus terjaga.
Om Za beranjak ke lantai atas dan masuk ke kamar .
" rasanya cepat sekali nak Salwa sudah akan kembali ke Jakarta...umi masih rindu..." ucap umi di sela sela makanku.
" iya mi.. Salwa juga masih kangen sama umi ,tapi hari Senin kan Salwa sudah masuk sekolah,mi..." jawabku , tiba tiba saja aku sedikit sendu ,ada rasa kenyamanan disini bukan hanya karena tempatnya tapi lebih tepatnya dengan siapa.
" nak Salwa sudah melihat rumah yang di Medan ??" tanya umi
" sudah umi ..." jawabku mengangguk
" kelak rumah itu akan jadi rumah kedua kalian .."
" tapi kan umi ,bang Za tugasnya disini ,kenapa jauh jauh membeli rumah di Medan ??" tanyaku
" katanya biar lebih dekat dengan dunia perkotaan,jadi Salwa tidak bosan..." jawab umi.
tidur selama perjalanan tidak sama rasanya dengan tidur di ranjang ,badanku tetap saja terasa lelah , entah mungkin aku nya saja yang memang hobby sekali tidur dan malas malasan.
" ceklek..."
kubuka pintu kamar yang tak terkunci , terlihat lah wajah kelelahan yang tertidur pulas
dengan pelan pelan aku ikut merebahkan tubuhku di ranjang samping Om Za ,mataku menyusuri lekuk tiap badannya mulai dari lengan kekarnya ,perut roti sobeknya yang sepertinya lebih cocok jadi model su*su pria dewasa,mataku jatuh di bibir merah nan menggoda kejadian tadi siang kembali menari nari di otakku ,aku cekikikan sendiri
" gila sal...!! bi*bir loe udah ga perawan lagi..." gumamku bermonolog sambil memandang ke arah wajah Om Za
" mau lagi ???"
" deg....!!!"
seketika tubuhku menegang dengan jarak sedekat ini ,mataku membola ,ternyata si empunya bibir menyadari bahwa dari tadi aku memperhatikannya,aku segera menjauhkan wajahku
" Om udah bangun ???" tanyaku berbasa basi kali aja yang tadi Om Za hanya sedang ngelantur...
ia membuka matanya " ketauan ya...kamu ngapain mandangin terus bibir abang ???ketagihan ???" tanya nya tanpa filter
ihh si Om....bikin gue gerah...aku mengipasi wajahku menggunakan tangan merasa wajahku yang memanas.
tanpa aba aba, Om Za menarikku hingga menindih tubuhnya lalu membalikkan nya hingga kini aku lah yang terkungkung olehnya
" Om mau ngapain ??" tanyaku ,sumpah wajah bantalnya itu membuat ku terpesona,rahang tegasnya memperkokoh pembawaannya,cool mamen...
Om Za meraih daguku mendongakkan nya ke atas " cup....!!"
singkat namun sanggup membuatku tersentak dan blank seketika ,masih dengan posisi yang sama Om Za menatapku lekat membuatku salah tingkah.
" Om..besok Salwa pulang loh Om..." ucapku.
" tau..." jawabnya
" ihh ga peka banget sih...gimana kek ucapan perpisahan kek,moment makan malam ke ,jangan lempeng aja ...udah kaya penggaris butterfly aja" gerutuku tangannya merapikan anak rambutku
" terus abang mesti ngapain??" tanyanya ,tak tau apa jantung gue udah kaya mau meledak, berada dalam posisi ini ...
" ga jadi deh..." cemberutku sambil memalingkan wajah ,apa yang mau kuharapkan dari orang sekaku Om Za ...
ia malah terkekeh " menggemaskan..." kembali ia mengecup bibirku tanpa permisi,lalu terbangun.
" cepat bangun !! ikut abang ...." ucapnya menuju kamar mandi .
aku duduk " kemana ???" tanyaku
" ke perkebunan milik abi....abang mau mengecek perkebunan..." jawabnya
" kebun ???tengah hari bolong gini ??panasss !!!" gumamku .
meningan di rumah adem...sambil nyeruput es kelapa muda...
.
.
.
.
aku sudah siap dengan topi pantai yang kupinjam dari umi...dengan kacamata hitam dan sebuah kipas...sudah seperti emak emak rempong saja
" bwahahahah..." om Za tergelak...
" kenapa ???" tanyaku sambil membetulkan letak topiku
" kamu mau kemana ???" tanya nya
" mau ke kebun lah ,kan tadi katanya kita ke kebun kopi!!" jawabku
Om Za menggelengkan kepalanya ,termasuk umi yang malah terkikik tanpa suara.
.
.
.
.
.
tidak berapa lama mobil sudah memasuki kawasan perkebunan yang cukup luas pohon pohon kopi yang tak terlalu tinggi namun begitu subur tertanam rapi dan terurus, dengan beberapa pegawai perkebunan disana tengah merawat pohon kopi., ternyata memang tak sepanas yang kukira...aku menurunkan kaca mata hitamku . Om Za menghentikan laju mobilnya di sebuah rumah sepertinya itu adalah kantor sekaligus gudang untuk mensortir dan mengolah kopi..
Om Za bertemu beberapa pegawainya,aku hanya mengekor saja dibelakangnya ,ia mengobrol sambil berjalan masuk ke perkebunan melihat lihat kondisi kebun , beberapa karyawannya menatapku lekat mungkin heran siapa aku ?? ditambah penampilan ku yang sedikit mencolok dibanding orang orang disana ,dress selutut berlengan panjang bercorak bunga bunga putih...dengan topi yang terpasang cantik di rambut panjang sepunggung ku.
beberapa diantaranya saling berbisik mengenai siapa aku ....iyalah !!! jelas ,kapan lagi cewek secantik aku nyungsep di perkebunan kopi gini ....
lihatlah mata mata lelaki yang menatapku penuh makna sambil tersenyum,aku membalas senyuman,tak ingin disebut majikan judes layaknya di tv tv nasional...
saat Om Za dan si mandornya mengobrol di depanku aku hanya memandang sekitaran kebun kopi yang buahnya mulai memerah,aku bersandar juga di pohonnya hingga
" plukkk...."
aku tersentak ,saat seekor ulat mendarat manja di pundak ku
" aaaa......!!!" aku menutup mata tak berani memegang ,sontak Om Za dan si mandor berbalik
" kenapa sal???" ia meraih tanganku
" Om...!!! tolongin Salwa ini ulet tolong singkirin.....!!!" aku bergidik gidik sambil melompat lompat kecil, Om Za meraih sebuah ranting dan membuangnya .
refleks aku menyerukkan kepalaku di dada Om Za sebelah tanganku memeluknya,
" udah ngga ada...."
" dek Salwa memang biasa itu...tapi tak apa apa ,sebaiknya kita kembali saja pa Zaky sepertinya dek Salwa butuh berganti pakaian, takut bulunya kena kulit..." Om Zaky mengangguk lalu kami kembali ke kantor itu .
memang benar terasa mulai gatal di bagian leherku
" Om..gatel...!!" cicitku
Om Za meliriknya" astagfirullah sal.. seperti nya bulu ulat tadi kena kulit lehermu..."
" pak Aryo ...maaf saya tak bisa lama lama , sepertinya Salwa terkena bulu ulat yang tadi..." pamit Om Za..
" oh iya pak,tak apa lagipula sudah selesai ko..lebih baik dek Salwa diberi salep..." jawab pak Aryo.
sepanjang jalan aku masih saja mengusap dan menggaruk
" sal...jangan digaruk nanti kulitmu iritasi..." Om Za menahan tanganku
" tapi gatel perih gitu , Om..." jawabku mencoba sebisa mungkin untuk tak menggaruk..
sesampainya di rumah Om Za membawaku ke dalam, menyuruhku mengganti pakaian lalu mengambilkan air hangat untuk membersihkan kulit kemerahan dengan bentol bentol di bagian leher kanan
" ya ampun...ko bisa ditemplokin ulet ,nak..." ucap ambu yang membawakan salep.
" ga tau umi,mungkin Salwa cantik banget makanya si ulet pengen nemplok.." kekehku ,mata Om Za menajam lalu kembali membersihkan dan mengoleskan salep.
" nak Salwa ada ada saja..." gelengan kepala umi.
" makanya hati hati...jangan bengong..." ucapnya sambil menyentuhkan salep dan mengolesinya ke kulitku.
" tapi Salwa ga bengong om.. Salwa lagi liat liat pohon kopi...tiba tiba ulet itu jatoh..."jawabku tak terima,bege .. !! siapa juga yang mau ditemplokin ulet sampai bentol bentol gini.
" sudah... " ucap Om Za...
" makasih..." cicitku.
" nih minum dulu...." om Za menyodorkan gelas berisi minum.
" di samping abang saja kamu bisa sampai ceroboh gitu, apalagi di belakang abang...." tanya nya namun lebih tepatnya sebuah pernyataan...
" ih enak aja... Salwa ga ceroboh ya... lagipula ga ada Om , Salwa juga baik baik aja tuh bisa jaga diri juga tuh..." ucapku jumawa.
" masa ???kata bunda kamu sering dianterin laki laki ???" tanya nya .
" hah ??! kapan ??!! enak aja engga ya..." kenapa aku jadi mengingat si cowok tak tau diri itu ya... terakhir dia yang mengikutiku sampai rumah ,apa bunda melihat nya dan melaporkan pada Om Za
" ih bunda rese....!!!" batinku
.
.
.
.
.
.
Al bisa sawan kalo uminya yg bawa mobil 🤣🤣🤣