Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Panggilan
Penglihatan yang mengabur itu perlahan jernih. Matanya melihat sosok yang dikenalnya dengan wajah cemas. "Syukurlah! Bu, kau sudah sadar." Jelasnya lega.
Alina mengedarkan pandangannya, dia berada di ruangan yang tadi, hanya tubuhnya yang terbaring di sofa sekarang. "Kami hampir saja menghubungi dokter Bu. Bu Alina pingsan cukup lama. Apa Bu Alina merasa tidak nyaman? Ada yang sakit Bu?" Tanya gadis itu berturut-turut.
"Aku.... Tidak apa." Alina bangkit dari tidurnya. Tangannya memegangi kepalanya yang masih terasa sakit. Seketika, ingatan tadi kembali menghantam nya.
"Bu, minum dulu."
Alina menerimanya. "Terimakasih. Kau bisa kembali." Ujar Alina.
"Bu, apa sebaiknya Bu Alin pulang saja?" Saran nya melihat keadaan sang bos.
Alina terdiam, entah mengapa... Saat dia mencoba bangkit dari keterpurukannya, selalu dihantam dengan badai kembali. Tempat ini, telah menjadi tempat bagian dari hidupnya.
"Bu....." Panggilan itu menghentikan lamunan Alina.
"Siska, panggil semuanya. Minta berkumpul." Jelas Alina.
"Baik Bu." Gadis bernama Siska itu langsung melakukan apa yang diminta oleh Alina. Manik Alina mulai memgembun. Napasnya terasa sesak.
"Semuanya sudah berkumpul?" Mereka mengangguk bersamaan.
"Begini, akhir tahun sudah di depan mata. Seperti biasanya, aku mengumpulkan kalian. Tapi, mungkin kali ini sedikit berbeda." Jelas Alina, semuanya mendengarkan Alina.
"Selain memberikan hak kalian atas dedikasi kalian selama ini, aku juga ingin menyampaikan sesuatu. Entah ini disebut kabar baik atau tidak." Alina kembali menggantung ucapan nya.
"Kalau Bu Alina sakit, tidak apa. Kami akan menunggu Bu Alina pulih dan kembali bekerja." Ujar salah seorang.
"Iya Bu. Jangan khawatir!" Timpal yang lainnya diangguki bersamaan. Alina tersenyum kecil, dia merasa haru dengan kelima pekerja nya.
"Tapi bukan itu. Masalahnya...... Aku tidak bisa memperpanjang sewa disini untuk tahun berikutnya. Bukan karena pemasukan ataupun kinerja kalian. Tapi, dari internal pemilik sewa sendiri. Ya, aku tidak bisa berbuat banyak. Mungkin, seharunya aku bisa membeli nya saja. Tapi, tidak semudah itu. Meksipun begitu, aku merasa sangat senang dengan kalian."
"Kami akan ikut Bu Alina kalau pindah. Asalkan Bu Alina tidak memecat kami."
"Aku tidak akan melakukan nya, tapi sekarang.... Aku perlu berpikir. Aku tidak bisa mengambil keputusan dulu, karena bisa saja memberikan harapan. Tapi apapun itu, akan lebih baik kalian menikmati liburan kalian. Aku akan hubungi awal bulan nanti, dan saat itu, akan ada jawabannya."
"Baiklah, ini pertemuan terakhir kita di tahun ini." Lanjut Alina memberikan senyuman manis.
***********************
Alina tidak langsung pulang, dia tampak menepi sambil memikirkan bagaimana kelanjutan usahanya. Jika dibilang, dia bisa saja mencari tempat yang baru, tapi tidak semudah itu. Belum lagi, dia harus mencari tempat yang strategis dan tak jauh sebelum rumahnya. Untuk pelanggan nya, itu sudah terhubung melalui media sosial, tidak sulit.
"Kenapa? Masalah selalu saja datang. Apa aku tidak bisa tenang sebentar saja?" Menatap langit, tapi hanya memberikan kebisuan, angin pun tidak bisa terdengar, hanya gerakan yang datang dan melewati Alina.
"Apa karena anak itu? Setelah dia datang, semuanya menjadi buruk! Uggh!" Alina memukul setirnya. Ponsel Alina berdering, dia berpikir mungkin dari bibi.
"Iya bi, aku akan segera pulang....."
"Nona, segeralah pergi dari kota ini!"
Kening Alina langsung berkerut. "Siapa ini?" Tanya Alina.
"Salah sambung!" Lanjutnya lagi, dia ingin memutus panggilan.
"Tolong nona, dengarkan aku. Aku suster di rumah sakit waktu itu. Nona dalam bahaya sekarang, ada yang mencari nona, terutama mungkin mencari bayi itu. Mereka orang-orang yang berbahaya. Aku tidak bisa bicara banyak, tolong nona. Tolong segeralah pergi, mereka.... Mereka..... "
"Halo? Halo?" Tapi tidak ada jawaban.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🙏🙏