NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Hadir

Ketika Cinta Hadir

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Fantasi / Tamat
Popularitas:169.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yani Wi

Untuk pertama kalinya Laras belajar bekerja dengan orang lain dan jatuh cinta di rumah besar itu setelah menuruti kemauan kedua orang tuanya.

Di situ ia hanya akrab dengan Vano saja teman mainnya sedari kecil, sedangkan Vim adalah kakak lelaki Vano yang kelak memberi perubahan pada Laras.

Ujian cinta dan kehidupan membuat Laras menjadi wanita yang tidak mau pasrah dengan keadaan.


Nama, cerita dan tempat tidak berhubungan dengan siapapun.


Ini adalah karya kedua.
Jangan lupa baca novel receh yang pertama Semburat Jingga ya.


Sekali lagi senang bisa menyalurkan hobi di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yani Wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Menyatukan Rasa.

Obrolan hangat antara Mami , Laras dan Vim berlangsung setelah makan malam. Mendekati pukul sebelas masing-masing beranjak memasuki kamar mereka.

"Ras kau lihat Mami sangat bersemangat setiap kali membicarakan tentang bayi mungil. Betapa Mami mengharapkannya dari kita."

"Aku berpikir seperti itu juga mas."

"Jadi malam ini kita bisa memulainya kan?"

"Apa itu?"

"Bikin baby."

Laras tertawa renyah. Tidak biasanya Laras membuka pakaiannya di hadapan Vim. Biasanya di ruang ganti pakaian yang menjadi satu dengan koleksi pakaian mereka.

Lekukan tubuh Laras terpampang nyata di depan Vim meskipun membelakangi Vim. Hal itu membuat Vim menelan salivanya. Vim tak mengerti biasanya Laras berganti pakaian di dalam sana, entah mengapa malam ini di hadapannya. Vim mendekati Laras.

Laras memakai pakaian tidur yang tadi diberikan Ibu Maharani.

"Kau menggodaku heh?"

Vim telah berdiri di belakang Laras dan tangannya telah melingkari pinggang Laras. Penciumannya menghidu harum parfum yang Laras kenakan. Terus memuja sang istri dengan belaian lembut.

"Eeeh..oh mengapa aku berganti pakaian di sini?"

Laras menggeliat geli mendapat perlakuan mesra dari Vim.

"Tidak mengapa. Bukan hal yang tabu bagi suami istri bukan."

Vim mengalihkan tubuh Laras memutar menghadap dirinya.

"Mas mau apa?" Tanya Laras lembut pura-pura tidak mengerti maksud Vim. Tangannya melingkar di leher Vim. Iseng juga menggoda sang suami. Kepala Laras terus saja bergerak setiap kali bibir Vim menyentuh kulitnya.

"Kau menggodaku."

"Biar saja. Kau suamiku."

"Kau tidak keberatan melakukan

nya?"

"Denganmu mengapa tidak?"

Laras terus menggelendot manja. Seperti kata Mami jangan berhenti memberi Vim perhatian dan kasih sayang Laras.Vim itu sangat suka perhatian.

Laras sangat menggoda malam ini. Lekuk tubuh dalam balutan pakaian transparan itu membuat darah Vim bergolak. Hasratnya naik ke permukaan minta penyaluran. Sedetik berikutnya Vim mengangkat Laras dan membawa Laras ke bed mereka. Menatap wajah Laras dengan penuh cinta.

Di situ Vim meluahkan kasih sayangnya pada Laras. Menghujani Laras dengan ciuman. Memperlakukan Laras dengan sewajarnya, lembut dan tak ingin Laras merasa tersakiti. Laras sesekali menyebut nama Vim dengan suara yang mirip desahan menjadikan Vim semakin berghairah.

Tidak ada lagi rasa yang mengganjal di hati. Yang ada hanyalah curahan cinta dan kasih sayang dari masing-masing mereka. Laras dipuja Vim. Vim terus mengekspore tubuh Laras hingga mereka merasakan nikmat secara bersamaan di puncaknya.

Laras masih memeluk Vim. Vim tersenyum sarat kepuasan dan kebahagiaan. Tubuh Vim masih berada di atasnya. Mengecup kening Laras pelan dan lembut.

"Terima kasih sayang. Aku menyintaimu." Bisik Vim.

"Aku juga menyintaimu mas."

"Setialah padaku Laras."

"Aku janji setia padamu." Laras mengecup pipi suaminya.

Menenggelamkan wajahnya ke dada bidang milik Vim dan Vim mendekap Laras dengan sebelah lengan miliknya lalu menyium kepala Laras dua kali.

...💞💞💞...

Pagi dini hari yang hening tepat pukul empat...

Bibi Am memulai aktivitas paginya di dapur. Melihat Vim memasuki dapur sebuah pertanyaan meluncur dari wanita empat puluh lima tahun tersebut.

"Pagi den..ada yang bisa Bibi bantu?"

"Tidak ada Bi. Bibi bisa meninggalkanku sendiri di sini."

"Baik den. Jika memerlukan pertolongan bibi, den Vin panggil Bibi ya."

"Tentu bi."

Nona Laras pasti belum bangun sampai den Vim sendiri ke dapur, pikir Bibi sambil beranjak pergi.

Vim menyeduh teh tawar yang disiapkan sendiri olehnya. Menyusun di atas nampan bersama coklat susu dan semangkok mihun rebus dengan campuran sayur dan bakso. Tak lupa saos sambal. Perutnya terasa lapar setelah aktivitas bersama Laras tadi malam. Vim membuat mihun dua rebus sekaligus. Benar-benar lapar.

Pintu terdorong. Vim meletakkan nampan di meja kamar.

Dihidupkannya lampu ruangan. Baru saja dua sendok menyuap

kan mihun ke mulutnya, tubuh Laras bergerak di atas bed.

Vim melirikkan matanya.

"Pagi mas..mas sudah bangun? Maafkan aku baru bangun."

Laras mengucek matanya. Seluruh tubuhnya terasa pegal.

"Tidak apa. Tidurlah lagi."

"Mas sedang makan apa."

"Mihun rebus. Kau mau?"

"Mau mas. Kelihatannya enak sekali."

"Kemarilah. Kubuatkan coklat susu untukmu."

"Benarkah?? Terima kasih sayang!"

Laras menjerit kecil tatkala melihat sprei yang kotor oleh noda darah. Ia tahu pasti itu miliknya. Bagian bawah tubuhnya juga sakit.

"Kenapa Ras? Apa kau merasakan sakit?"

"Iya mas." Laras mencoba bangkit. Mencoba berjalan walaupun diseret. Ia duduk di samping Vim.

"Katakan Laras, aku bisa mengangkatmu tadi."

"Sudah mas."

"Biarkan aku menyuapmu."

Laras membuka mulutnya.

"Enak??" Tanya Vim singkat.

"Enak mas. Bibi yang masak ya?"

"Aku bikin sendiri dong. Mau lagi?"

Laras mengangguk. Vim menyuapi lagi dan lagi.

"Sudah ah. Aku sudah makan banyak. Mas habiskan mihunnya."

"Kau minum coklat susunya."

Laras menganggukkan kepala. Laras tak ingin berpindah tempat. Duduk saja di sofa bila perlu tidur di situ. Ia merasa tubuhnya lelah.

Suapan Vim yang terakhir telah selesai. Mangkok pun telah kosong. Vim menyandarkan punggungnya di sofa kamar. Kembali merangkul Laras dengan sebelah tangannya. Membawa Laras menyandar di bahunya. Hal itu membangkitkan kembali hasrat lelakinya. Bersentuhan kulit dengan Laras mampu membangkitkan gairahnya

nya. Mendesak dan mendorong dari dalam diri meminta pelepasan. Vim tidak tahan dan mulai beraksi mencumbu Laras.

"Mas apa mau lagi?"

"Tentu saja. Tiga kali juga boleh."

"Tapi aku belum membersihkan diri."

"Ya aku tahu."

Vim melanjutkan aksinya mencumbu Laras. Seperti sebelumnya Laras kegelian menerima sentuhan Vim. Laras tidak mampu menolak dan pasrah sehingga akhirnya mengikuti permainan Vim sampai keduanya merasakan kepuasan bersama.

Vim mengatur nafasnya yang tadi memburu. Kemudian mengangkat Laras ke atas bed ukuran besar milik mereka. Lantas merebahkan tubuhnya di samping Laras.

Mengusap lembut pipi Laras.

"Sebenarnya aku ingin mandi mas. tapi tubuhku sakit semua."

"Nanti saja. Kau istirahat dulu ya. Nanti kuantar ke kamar mandi."

"Aku mandi sendiri saja."

"Iya..Iya.Terserahmu saja."

Tak lama pintu di ketuk.

"Vim, Laras! Sarapan sudah siap. Ayo keluarlah!" Itu suara Mami.

Vim bergegas memakai celana short dan membukakan pintu.

"Mami sarapan duluan ya mi. Kami nanti."

"Mengapa? Ayo temani Mami. Oo apakah kalian tadi malam....

hihihihiii." Mami menutup mulutnya dengan telapak tangan kemudian menyentuhkan ujung jari-jari tangan kanan dengan jari-jari tangan kiri. Kode bercumbu menurut Mami.

"Ya mami kan pernah muda juga."

"Iyaaa mami mengerti kalau gitu. Lanjutkan yah. Nanti hubungi Bibi saja kalau butuh makanan."

"Siiip mih."

Vim menutup pintu lagi. Menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat di sana.

"Mandi ya sayang." Ucapnya pada Laras. Menghampiri Laras dan menatapnya lekat.

Dilihatnya Laras kesulitan bergerak cepat. Segera ia mengangkat Laras dan membawanya ke kamar mandi. Membantu Laras berdiri dan membuka pakaian. Jiwanya meronta. Ingin berbuat lebih pada Laras tapi tidak tega melihat Laras yang meringis menahan sakit.

Ia meletakkan Laras ke dalam bathub lalu menyiram dirinya sendiri dengan shower. Menekan gejolak hatinya yang mulai tergoda lagi karena melihat lekuk tubuh Laras yang tadi membuka pakaiannya.

Huft. Lihatlah seluruh wajahnya dalam keadaan basah. Rambut

nya. Aakh..

Vim tidak memalingkan wajahnya dari Lara sedetik pun. Tanpa mengedip. Hanya tangannya yang bergerak membasuh tubuhnya dengan sabun mandi.

"Mas aku sudah. Mas!"

"I..iya Laras. Aku ambilkan handuk."

"Apa yang mas pikirkan?"

"Dirimu. Kau membuatku terpana."

"Mas ini. Tolong bathrobe ku, mas."

Vim meraih bathrobe dan memberikan pada Laras. Laras melingkarkan tangannya di leher Vim.

"Kau mau lagi ya?"

"Tidak sayang. Tolong angkat aku."

"Hmmmm baiklah nona Laras."

"Hahaha..'" Laras tergelak.

Tangannya terus melingkar di leher Vim tak ingin dilepas.

"Bagaimana ini. Ada Mami tapi aku tidak bisa berjalan sempurna."

"Tidak apa. Mami mengerti kok."

"Mas sih, aku jadi malu sama mami." Raut wajah Laras berubah sendu.

"Mami itu sayang sekali padamu Laras. Tidak masalah kau membuatkanku sarapan atau tidak. Mami juga tahu bahwa kau melayaniku di sini."

"Ya sudahlah mas. Aku tidur lagi ya. Aku sangat mengantuk."

"Ya tidurlah."

Vim mengecup bibir Laras. Laras juga melakukan hal yang sama. Vim menyelimuti Laras dan meninggalkannya sendirian.

🌹🌹🌹🌹🌹

1
ManaManaSandar
mcm jadi bahan taruhan pula
Lies Atikah
semoga aja si pim masih waras dan bukan penyuka barang bekas apa lagi orang yang pernah menyakitinya ih geuleuh kalau sampai gitu awas aja thor
Sri Nurdiantari
romantis... lanjut dong
R.F
2like hadir kk
Reo Ruari Onsiwasi
romantis ya. mawarnya ditabur berbentuk love segala😷😷😷
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
🌻Yani Wi💕: Terimakasih..baca lagi ya Kaka.💐
total 1 replies
🦋⃝𝄞͢𝓕𝓐𝓚𝓡𝓤ཹ
Om
Neyna 🎭🖌️
semangat thor yuk bikin yang baru 💪💕💕
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Semoga laras tidak goyah
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Nyesekkan. sudah ditolak masih ngeyel
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Rony jangan buat masalah. kasihan nanti si laras
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Rony laras sudah menikah
Arin
bagus Laras emng mesti bgtu Sam pelkor
🌻Yani Wi💕: terima kasih yaa.💕❣️❤️
total 1 replies
Arin
semoga Laras cpet hamil amiin
Arin
lagian si vim wlpun niatnya Krn menolong tpi jngn kasih celah buat mantan...
Arin
sykurlh vim udh ngga inget mntan lagi
Arin
ya semoga aja nanti pas mau gituan vim ngga inget mntan lagi,klo msih inget tinggl pergi aja dlu ras biar vim bisa introfksi dri
Arin
bguslh vim bisa tegas sama aurora
Arin
dasar si vim klo oleng Laras bwa kabur aja do biar tau rasa si vim
Arin
bgus Laras jngn jdi wnita lemah...vim itu egois cembru kok smaa orng yg udh ngga ada,sndriy gemna yg msih inget mntan dan juga skrng mntnya udh cre...awas aja oleng😡👊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!