NovelToon NovelToon
[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa

[TAMAT] 3 Masa 1 Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintapertama / Ketos / Tamat
Popularitas:352.2k
Nilai: 5
Nama Author: maysya

Sudah Terbit!
kunjungi juga IG: @torehan.sya

Herryl adalah seorang Ketua OSIS SMA Angkasa yang populer meski tidak terlalu tampan. Maya adalah juara sekolah yang tidak sepopuler Herryl dan memiliki cita-cita menjadi arsitek meski ia sendiri berangkat dari keluarga sederhana. Keduanya bertemu saat ujian dan kisah mereka dimulai. Maya tidak mengetahui bahwa Herryl memiliki sebuah rahasia yang terkait dengannya. Apa itu? Dan, apakah cita-cita Maya bisa tercapai, sementara sekolahnya saja ia dapat dengan beasiswa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maysya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kriminologi?

"Eh, itu, kan, Adrian. Adrian," panggil Rima. Ia sedang berkumpul dengan Agnia dan Windy. Adrian yang baru datang segera menoleh demi mendengar namanya disebut. Rima menghampiri lelaki itu. "Lo ke mana aja? Tumben dateng," sapa Rima sambil bertanya.

"Aku ke Belanda. Hari ini mau take off ke Amsterdam," jawab Adrian.

"Terus? Lo ke sini ngapain?" tanya Rima lagi.

"Ngurus berkas. Sudah, ya, aku ke kantor administrasi dulu," jawab Adrian lagi.

"Belum buka jam segini. Lo lupa? Mereka buka jam 8. Ke kantin dulu aja, yuk," ajak Rima sambil menarik tangan Adrian yang kekar.

Adrian yang memang sudah lama tidak bertemu teman-temannya itu mengangguk. Ia berharap bisa bertemu dengan teman lainnya di kantin.

Saat di kantin, Rima melambaikan tangan ke arah seseorang. Diajaknya Adrian ke meja tersebut, duduk bersama Thalita dan sosok lelaki yang kemarin Adrian lihat di ujung lapangan.

"Adrian? Apa kabar?" sapa Thalita begitu terkejut. Adrian dengan sikap humblenya menyapa Thalita dan Herryl.

"Aku sehat, Thalita. Kamu juga, kan? Eh, halo, Herryl," sapa Adrian. Kenapa lelaki ini duduk dengan Thalita kalau kudengar dia suka sama Maya? Apa dia playboy?

"Hai, Kak Adrian. Makan, Kak," sapa Herryl. Kenapa dia sama Kak Rima kalau kemarin sangat akrab sama Maya?

Rima memesan nasi goreng, menu favorit Adrian yang sangat ia ingat.

"Kayak double date nggak, sih? Eh, iya, Yan. Lo cerita, dong, soal sekolah di Belanda," ucap Thalita ketika ia selesai mengunyah sandwich miliknya.

Enak aja double date, kulaporin Maya nanti kamu. Dasar laki-laki playboy, batin Adrian dan Herryl.

"Sudah penjurusan sejak lulus SD, Ta. Aku sendiri mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kuliahku nanti. Ya, meski aku harus benar-benar mengejar ketinggalan dalam beberapa pelajaran, apalagi butir Pekerjaan Rumah dan Kelakuan Siswa," jawab Adrian menjelaskan di sela makannya.

"Di sana ada pelajaran begitu?" tanya Thalita penasaran. Dilihatnya Adrian mengangguk.

"Apalagi pekerjaan rumah. Di sana, kan, jarang yang pakai asisten rumah tangga. Mahal di sana," jawab Adrian sambil tertawa. Ya, biaya hidup di Belanda yang merupakan Benua Eropa pastilah lebih tinggi dibanding negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

"Kak Adrian mau kuliah apa?" tanya Herryl.

"Kriminologi. Mungkin di Erasmus atau Utrecht University," jawab Adrian. Ada penekanan saat ia mengucap kata kriminologi, seolah menegaskan cita-citanya.

"Kriminologi?" tanya Rima.

"Iya, nanti jadi detektif polisi," jawab Adrian lagi. Matanya terus menatap Herryl.

Detektif? Apa ada kaitannya dengan buku yang Maya selama ini tekuni? Herryl munculkan pertanyaan dalam hatinya.

"Oh, selamat, ya, Kak. Semoga cita-cita Kakak tercapai," ucap Herryl lagi.

"Lo yakin mau terusin hobi lo gara-gara Conan?" tanya Rima lagi.

"Aku ingin jadi detektif karena dari kecil yang kubaca Conan, Rima," jawab Adrian.

"Ada, ya, yang kayak lo. Cita-cita karena komik," komentar Thalita. Adrian mengangguk.

"Kak, saya pamit dulu. Masih harus ke koperasi," ucap Herryl. Thalita memasang wajah kecewa. Gadis cantik itu cemberut.

"Nanti gue jadi obat nyamuk, dong, ngeliat pasangan di depan gue," celetuk Thalita. Seolah tak mempedulikan gerutuan Thalita, Herryl berdiri memakai tasnya kemudian pergi.

...***...

Saat jam istirahat, Riana mengajak Maya ke sudut lapangan. Katanya Hardi mengirim pesan untuk bertemu berempat dengan Adrian. Mereka berjalan menuju lokasi pertemuan dan menemukan Adrian serta Hardi sedang duduk berdua. Riana melambaikan tangan menyapa mereka.

"Ayo kita bikin pesta perpisahan," ajak Hardi. Maya seperti tersadar bahwa Adrian akan segera pergi lagi. Raut wajahnya kini sedikit mendung.

"Jangan sedih, May. Aku akan sering kirim pesan ke Hardi, kok," bujuk Adrian merespon raut wajah Maya.

"Ngapain ke sini kalau untuk pergi lagi?" Ketus Maya mengucap itu, kemudian ia menjauh. Ketiga temannya saling berpandangan. Melihat Hardi dan Riana mengangguk, Adrian menghampiri Maya, berjongkok di depannya. Maya masih menunduk.

"May, aku, kan, mau kejar cita-cita aku di sana. Katamu senang kalau aku jadi detektif," ucap Adrian.

"Tapi..." ucapan Maya terputus karena ide Adrian tercetus.

"Aku take off sore ini. Kita main dulu sebelum aku take off, gimana?" ajak Adrian. Hardi mengeluarkan ponselnya, menekan tombol telepon dan menyerahkannya pada Maya.

"Minta izin sama mamamu, May," ujar Hardi. Maya menatap mereka bertiga, termasuk Riana. Dilihatnya ketiga temannya mengangguk. Akhirnya Maya menuruti saran Hardi.

"Pulangnya sama siapa, Nduk?" tanya Mama begitu Maya meminta izin.

"Pulangnya sama Riana, Ma," jawab Maya. Hardi meminta teleponnya.

"Nanti saya juga mengantar mereka, Bu," ucap Hardi di telepon.

"Oh, ada Nak Hardi juga? Iya, boleh. Maaf merepotkan, ya, Ibu titip Maya," pesan Bu Rini.

"Baik, Bu. Terima kasih sebelumnya," jawab Hardi kemudian mereka beruluk salam lalu memutus sambungan telepon.

"Terima kasih. Jadi, sekarang May mau selesaikan tugas dulu supaya nanti nggak ada hutang waktu jalan sama kalian," ucap Maya yang membuat Adrian dan Hardi geleng-geleng sementara Riana tertawa.

"Terserah May, deh. Tapi janji jangan sedih kayak tadi," ujar Adrian. Maya mengangguk kemudian pamit untuk ke kelas bersama Riana.

"Dasar, anak pintar. Eh, Di, soal Herryl. Dia pacaran sama Thalita?" tanya Adrian.

"Nggak, kok," elak Hardi.

"Tadi pagi di kantin berduaan gitu. Yakin dia bukan playboy?" tanya Adrian menyelidik.

"Bukan. Katanya mau jadi detektif. Masa nggak bisa baca gesture orang, sih? Kamu lihat dia nyaman, nggak?" Ledek Hardi. Adrian menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir.

"Hehehe. Aku lihat dia bersemangat waktu nanyain kuliah," jawab Adrian lagi.

"Biasanya Thalita yang modus itu kalau Herryl bisa ada sama dia, Yan," ucap Hardi yang memahami kepribadian Thalita dan Herryl.

"Kok kamu belain Herryl? Belum tentu dia sebaik itu, dia juga rival kamu, kan?" tanya Adrian. Hardi tersenyum.

"Buatku yang penting Maya ada yang jaga. Entah itu aku atau bukan," jawab Hardi retoris.

"Platonic banget, sih?" celetuk Adrian.

"Kamu coba, deh," sahut Hardi.

"Kenapa harus?" tanya Adrian.

"Supaya bisa fokus sama cita-citamu," jawab Hardi.

Adrian terdiam. Apa iya?

"Ngelepas Maya?" tanya Adrian lagi.

"Bukan. Cuma, jangan banyak mengharapkan. Datanglah lagi ketika kamu sudah siap menikahinya," ujar Hardi.

"Kenapa harus begitu?" Adrian masih belum mengerti maksud Hardi.

"Maya pernah cerita begitu. Nggak mau pacaran kalau belum bisa jadi arsitek dan membahagiakan orang tuanya. Begitu katanya waktu dia menolak Herryl," ucap Hardi menjelaskan.

Sebuah penjelasan yang membuat Adrian terhenyak. Ternyata si Ketua OSIS itu sudah selangkah lebih maju darinya.

"Pfffft, hahahahaha. Benar-benar Maya," ujar Adrian sambil tertawa.

"Ya, begitulah dia," sahut Hardi sambil ikut tertawa.

Sementara itu, Maya sedang sangat bersemangat menerjemahkan artikel kriket. Sedikit lagi, dan tinggal dijilid. Maya membatin sambil tersenyum.

...-bersambung-...

Hai, halo hai. Adrian cuma sebentar munculnya ya? Maya ditinggalin lagi?

1
Almun
"pulang" kak
Muhammad Arifin
obrak Abrik buku lama,semoga bagus...
sya: ditunggu komennyaaaa
total 1 replies
Adiva Azam
Luar biasa
sya: terima kasih
total 1 replies
ria widiawati
lhak untung bojoku biyen ora seneng Karo adik kelas pas bareng UAS,tapi tetep milih AQ seng teman sebangku..🥰
sya: jodoh nggak ke mana ya kak 🥰
total 1 replies
trisep
alur ringan, bahasa yg digunaksan enak
sya: Alhamdulillah, terima kasih 🙂
total 1 replies
sri anggraini
keren
sya: Alhamdulillah, terima kasih
total 1 replies
Aziz Ibra
ya ampun malah d suruh ngdem d kulkas..
ampun deh may..
kepolosan mu..
sya: sabar kak sabaaar 😅
total 1 replies
Nana_Ratna
yup,ajarin mpe khatam n pinter
Nana_Ratna
jiwa penyambutan Tiara tak pernah padam😂
Nana_Ratna
bgt
Nana_Ratna
klo aq ,udh aq peluk tuuh c Herryl😁
Nana_Ratna
qanaah
Nana_Ratna
kaya adikqu, belang warna kulit dia😂
Nana_Ratna
love u Tha.. u grown up
Nana_Ratna
aq wakilin buat Jitak Maya yaa Ryl. gemez aq tuh.. gustiii
sya: wkwkwkwk ntar kena jurus karate gimana kak?
total 1 replies
Nana_Ratna
merasa dejavu yaa Ryl
sya: iya nih
total 1 replies
Nana_Ratna
good girl. bff
Nana_Ratna
nah klo ini lagunya back street boys 😁
Nana_Ratna
lagu Boy zone atw westlife yaak?
sya: westlife kaaak, mereka mau konser lhooo
total 1 replies
Nana_Ratna
masih belajar gen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!