NovelToon NovelToon
DxD : Sebagai Pawn Sona Sitri

DxD : Sebagai Pawn Sona Sitri

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyudi0596

Setelah menghadiri pesta pertunangan Rias Gremory sahabat kecilnya yang berakhir digagalkan oleh Sekiryuutei:Issei Hyoudou. Sona sitri di dorong oleh kakaknya Serafall untuk mencari keluarga baru demi menambah kekuatan tempur garis depan.

Menanggapi itu Sona mengamininya, lalu saat kembali ke dunia manusia. Dia menyaksikan seorang pemuda dengan sacred gear [Imperial Tiger Mantle] bertarung dengan malaikat jatuh tingkat tinggi.

Remaja itu mati terbunuh dan Sona membalas kematiannya dengan membunuh malaikat jatuh itu. Lalu mereinkarnasikan remaja itu yang ternyata masih murid akademi Kuoh sekelas dengan Issei sang sekiryuutei.

Inilah kisah Yudi sang Pawn Sitri yang bersumpah untuk selalu menjaga janjinya demi melindungi rekan-rekannya dari berbagai masalah.

Update rutin, kalau mendesak mungkin 1 chapter [Harap Maklum] Janga ragu Subscribe guys, kalau bisa pencet tombol likenya ya👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyudi0596, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Sisa-sisa kehangatan emosional dari sumpah yang baru saja terucap masih menggantung di udara ruang OSIS Akademi Kuoh. Cahaya senja di luar jendela telah sepenuhnya tertelan oleh bayang-bayang malam yang pekat.

Lampu neon di langit-langit ruangan kini menjadi satu-satunya sumber iluminasi, memandikan seluruh permukaan meja mahoni dan lantai kayu dengan cahaya putih yang dingin dan presisi. Suara detak jam dinding kembali mengambil alih dominasi pendengaran di dalam ruangan tersebut.

​Yudi, yang beberapa detik lalu berdiri tegak dengan postur penuh dominasi dan menantang, kini menarik kembali tangannya. Otot-otot di bahunya mengendur. Ia memutar tubuhnya perlahan, menarik kursi yang tadi didudukinya, dan menjatuhkan bobot tubuhnya ke atas bantalan kursi tersebut.

Suara derit pelan terdengar dari pegas kursi. Pemuda itu mengusap belakang lehernya, menghapus seluruh sisa ketegangan, dan kembali menatap sang Ketua OSIS dengan ekspresi yang sepenuhnya baru—sebuah rasa ingin tahu yang murni.

​"Ah, iya juga," ucap Yudi. Nada suaranya berubah drastis, memotong habis sisa-sisa suasana emosional yang melingkupi mereka berdua. Transisi pergantian topik itu terjadi begitu tiba-tiba, seolah ia baru saja menekan saklar di dalam kepalanya. "Tadi kau sempat bilang soal Longinus Absolute Demise. Apa itu, Kaichou?"

​Pertanyaan itu meluncur begitu saja, mengusir semua perasaan spesial dan kedekatan kecil yang sempat terbangun, menarik paksa mereka berdua kembali ke dalam ranah diskusi akademik dan logika murni.

​Di seberang meja, Sona Sitri masih berdiri. Senyuman tulus yang sempat menghiasi wajahnya perlahan memudar, tergantikan oleh ekspresi netral. Kelopak matanya berkedip dua kali, sejenak memproses perubahan drastis dari pionnya itu.

Tangan Sona bergerak naik, jari telunjuk dan ibu jarinya memegang ujung bingkai kacamata, lalu mendorongnya sedikit ke atas pangkal hidungnya. Ia menarik napas pelan, mengembalikan postur tubuhnya menjadi tegak dan formal layaknya seorang instruktur.

​"Ahem," Sona berdeham pelan untuk membersihkan tenggorokannya. Suaranya kembali menemukan ritme otoritatif yang tenang. "Longinus adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut Sacred Gear yang berada di tingkat teratas dalam hierarki kekuatan. Asal katanya..." Sona memberikan jeda sesaat, matanya menatap lekat ke arah Yudi, meneliti setiap perubahan kecil pada pupil dan garis wajah pemuda itu untuk melihat apakah ia masih bisa mengikuti percakapan berat ini. "...berasal dari nama seorang perwira Romawi. Perwira yang dahulu pernah menusuk lambung Kristus saat Dia melakukan The Greatest Sacrification demi menjadi penyelamat bagi umat manusia."

​Mendengar penjelasan itu, Yudi tidak menunjukkan tanda-tanda kebingungan atau beban kognitif. Sebaliknya, pemuda itu mencondongkan tubuhnya ke depan.

Siku kirinya bertumpu pada sandaran lengan kursi, sementara punggung tangan kirinya menopang dagu. Matanya sedikit menyipit, menatap kosong ke arah meja kayu seolah sedang memanggil kepingan-kepingan informasi dari dalam kepalanya.

​"Ah, masa penyalibannya, ya," gumam Yudi pelan. Suaranya terdengar seperti orang yang sedang berdialog dengan dirinya sendiri. Kepalanya mengangguk perlahan. "Aku mengerti. Berarti tombak itu beneran ada, yah."

​Yudi menegakkan tubuhnya, melepaskan topangan di dagunya. Jari-jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan lengan kursi dengan ritme konstan. "Aku beneran nggak menduga kalau apa yang ditinggalkan oleh ayah baptisku semuanya nyata dan punya benang merah. Kecuali tentang diplomasi politik yang terjadi di dunia iblis saja yang sedikit berbeda dari catatannya," lanjutnya masih dengan nada menggumam.

​Di seberang meja, mata ungu Sona memicing tajam. Cahaya lampu memantul pada lensa kacamatanya, menyembunyikan keterkejutan yang baru saja melintasi retinanya. Otot rahangnya sedikit menegang.

Ia diam mematung, menimbang-nimbang setiap kata yang baru saja keluar dari mulut Yudi. Pemuda ini tidak hanya tahu tentang Tombak Takdir, tetapi juga menyiratkan pengetahuan mengenai konsep dasar Sacred Gear.

​"Kau sepertinya cukup santai menanggapi soal Longinus," suara Sona mengalun rendah, membelah keheningan. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, mengunci tatapannya pada Yudi. "Dan sepertinya kau tahu sesuatu soal Tombak Takdir. Apa sebenarnya yang kau tahu?"

​Yudi menghentikan ketukan jarinya di lengan kursi. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman santai yang tidak memiliki beban apa pun. Ia mengangkat kedua bahunya sekilas.

​"Begini," Yudi memulai penjelasannya dengan gerakan tangan terbuka. "Kau tahu, aku mengetahui itu jelas dari membaca kitab suci. Tapi begini-begini, aku adalah pembaca banyak hal. Semuanya aku konsumsi. Mitologi folkrore baik Nordik, Yunani, hingga Romawi."

​Yudi memberikan jeda, mengambil napas sejenak sebelum melanjutkan dengan tempo yang sedikit lebih cepat, penuh antusiasme. "Dan yang paling menarik adalah peninggalan ayahku dulu. Judulnya The Tale of Night and Day. Penulisnya adalah seorang penyihir agung yang tidak menyertakan namanya sama sekali. Tapi, berdasarkan rumor yang diceritakan dari ayahku, penyihir itu pernah mengikat kontrak dengan salah satu iblis tingkat atas untuk menjadi seorang penyihir yang kuat."

​Yudi menggerakkan tangan kanannya di udara, seolah sedang membolak-balik halaman sebuah buku imajiner. "Nah, di buku itu, dia menjabarkan banyak hal rumit. Dari sanalah aku tahu soal perwira bernama St. Longinus yang menusuk Kristus. Tapi mengenai Absolute Demise, aku sama sekali tidak paham apa itu dan bagaimana cara kerjanya."

​Penjelasan Yudi yang panjang lebar dan mendetail itu membuat keheningan kembali turun di ruang OSIS. Tangan Sona yang terlipat di depan dada tanpa sadar meremas lengan bajunya sendiri. Keterkejutan tak lagi bisa disembunyikan sepenuhnya dari postur tubuhnya.

Remaja di hadapannya ini memiliki akses pada informasi yang sangat terlarang bagi manusia biasa. Sebuah kitab kuno yang ditulis oleh penyihir kelas atas. Fakta ini menjelaskan dengan sempurna mengapa Yudi tidak pernah merasa kesulitan mengikuti arah pembicaraan supranatural, bahkan ketika Sona menggunakan istilah-istilah berat.

​Sona melepaskan lipatan tangannya. Ia meletakkan kedua telapak tangannya bertumpu pada pinggiran meja, mencondongkan tubuhnya sedikit ke arah Yudi. Helaan napas berat meluncur dari bibirnya.

​"Sepertinya aku memang harus menghadapimu tanpa menahan diri," ucap Sona, nadanya menyiratkan kombinasi antara kepasrahan dan tantangan baru. Sedari tadi, ia terus memfilter informasi dan menyederhanakan bahasa agar tidak membuat pionnya kebingungan, namun ternyata hal itu sepenuhnya tidak diperlukan.

​"Eh?" Yudi membeo polos. Kepalanya sedikit miring ke kanan. Alisnya bertaut menandakan ia sama sekali tidak mengerti maksud dari kalimat Sona barusan.

​Namun, Yudi tidak mengajukan pertanyaan lebih lanjut. Ia menutup mulutnya rapat-rapat. Postur tubuhnya menegang dalam kesiapsiagaan, menunjukkan sikap mendengarkan yang absolut.

Di hadapannya, sang Master—yang kini juga merangkap sebagai rivalnya—terlihat sedang mengambil ancang-ancang untuk menjelaskan segala hal yang ia ketahui tanpa ada lagi saringan bahasa.

​Sona menarik punggungnya hingga tegak lurus. Ia berjalan perlahan ke sisi kiri mejanya, langkah pantofelnya terdengar berirama di lantai kayu.

​"Singkatnya," Sona memulai kuliahnya, suaranya kini mengalun cepat, tajam, dan sarat akan informasi padat. "Longinus adalah Sacred Gear yang memiliki potensi kekuatan absolut untuk membunuh Dewa atau Raja Iblis. Sacred Gear itu sendiri adalah peninggalan dari Tuhan di dalam sistem panteon Bible. Dia menciptakan Sacred Gear untuk diberikan kepada manusia, dengan tujuan membantu umat manusia agar bisa bersaing dengan makhluk supranatural dalam hal kekuatan pertahanan hidup."

​Sona menghentikan langkahnya di dekat jendela, memunggungi kaca gelap yang memantulkan sosoknya sendiri. Ia mengangkat satu jari telunjuknya. "Jumlah Sacred Gear secara keseluruhan ada sangat banyak, dengan berbagai variasi kemampuan yang tidak terhitung. Tapi, khusus untuk kelas Longinus, dari zaman ke zaman hanya ada tiga belas jenis."

​Sona berbalik menghadap Yudi, matanya menatap tajam mengunci perhatian pemuda itu. "Pertama adalah True Longinus: Holy Spear. Seperti yang kau ketahui, itu adalah Longinus terkuat karena menyimpan sisa keberadaan atau kehendak Tuhan di dalam Bible yang bermanifestasi dalam bentuk tombak."

Source : Pinterest

Sacred Gear : True Longinus

​Sona mulai melangkah pelan mondar-mandir di depan rak buku. "Selanjutnya ada Zenith Tempest. Sacred Gear yang mampu memanipulasi cuaca secara ekstrem dan mengendalikan atribut dari berbagai elemen alam. Ketiga adalah Annihilation Maker. Ia memiliki kemampuan absolut untuk menciptakan monster atau makhluk biologis apapun yang dapat dibayangkan oleh penggunanya. Keempat, Dimension Lost. Kemampuannya adalah menciptakan replika ruang dimensi di dunia nyata semirip mungkin, dan bahkan mengendalikan hukum ruang di dalamnya. Singkatnya, penggunanya memiliki otoritas penuh untuk mengatur apa saja yang terjadi di dalam ruang ciptaannya tersebut."

Source : Pinterest.

Sacred Gear : Zenith Tempest

Source : Pinterest.

Sacred Gear : Annihilation maker

Source : Pinterest

Sacred Gear : Dimension Lost

​Sona menghentikan langkahnya tepat di tengah ruangan. Ia menolehkan kepalanya, menatap lurus ke mata Yudi dengan intensitas yang meningkat. "Dan yang kelima adalah Boosted Gear. Di dalam artefak ini, bernaung jiwa dari seekor naga surgawi kuno bernama Ddraig. Kekuatan utama dari Sacred Gear ini adalah mengalikan jumlah kekuatan dari penggunanya secara konstan. Dan yang memegang Sacred Gear ini saat ini... adalah Issei Hyoudou, teman sekelasmu."

Source : Pinterest

Sacred Gear : Boosted Gear [Hyoudou Issei]

Note : Sacred Gear ke 2 dan 3 seingatku berbentuk mantra bukan benda, makanya aku tampilin dalam bentuk lingkaran sihir saja. Maaf jika kurang akurat.

1
Bayuon So7
Lagi dan lagi saji blunder di sini cok
Bayuon So7
wedeh jadi MC punya hubungan sama Irina menarik untuk di tunggu hubungan seperti apa ya
Bayuon So7
Irina lawak orang lagi perang malah perkenalan diri,, emang beneran julukan dari si Milicas. Malaikat yang memproklamirkan diri
Bayuon So7
Si Imut koneko🤭
Bayuon So7
Weh mau gelut kayaknya nih, semogaa author senantiasa sehat deh
Bayuon So7
Debatnya asyik cuy, mantap lanjutkan💪
Zuta Huda
Kurang ngerti min, aku disuruh sepupuku buat like
Tessar Wahyudi: Terima kasih likenya dan salam untuk sepupunya ya👍
total 1 replies
Bayuon So7
Gak ekspektasi kalau dari pertanyaan simple bisa ambil kesimpulan seperti itu.
Paolo Maldini
Bang gw mau lempar 💣 nih
Fans Real Madrid
Semangat author
Tessar Wahyudi: makasih, semoga gak kapok ya
total 1 replies
Bayuon So7
sudah kuduga emang Kiba
Bayuon So7
Hoah udah mau masuk ke arc kiba kah?
Bayuon So7
Ada aja kelakuan Sona dan Yudi ini ya 🤣
Bayuon So7
Tutorial memancing keributan 🤭
Bayuon So7
marketing sales gak tuh🤭
Bayuon So7
Aduh Saji, begitu pedenya bilang kalau iblis reinkarnasi awal-awal sulit mendapatkan kontrak🤭
Bayuon So7
Tsubaki Flexing njir🤣
Bayuon So7
beneran juga sih, hasil yang memuaskan. Ini MC diam-diam serakah juga ya, kalau dilihat-lihat 🤭. tapi tetap masuk akal kok Thor.👍
Bayuon So7
Hn jadi ini semacam Cooling down setelah pertarungan sengit, mantap Thor.
Bayuon So7
Gua cuma mau bilang bisa cepetin gak updatenya penasaran njir🤭
Tessar Wahyudi: Sabar dong bang, semua ada waktunya mohon ditunggu dengan sabar
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!