NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Relitas Kehidupan Sekolah

Pukul 06.50, Amanda akhirnya sampai disekolah bersama motor maticnya. Walau sempat tersendat dengan kedatangan mantan pacarnya yang tak terduga ke kosannya, beruntungnya ia tak terlambat untuk datang kesekolah.

Ia pun langsung menuju ruang kelas 1A untuk segera mengajar seperti biasanya.

"Karina dan Sofia, apa kalian sudah menjalankan hukuman yang sudah ibu berikan?" Tanya Amanda ketika masuk kedalam kelas sebelum memulai pelajaran.

"Iya, kami sudah menjalankan tugas yang ibu minta." Jawab Sofia malas.

"Baguslah kalau kalian menjalankan hukumannya, karena kalau kalian tidak melakukan hukuman itu, maka ibu akan menambah hukuman untuk kalian." Ucap Amanda.

"Tapi, ini sedikit nggak adil dong, bu, buat kami berdua." Protes Karina. "Masa cuma kita berdua saja yang dihukum, tapi Raisa enggak?" Lanjutnya sembari melirik ke arah Raisa yang berada disebrang tempat duduknya.

"Setuju, kan Raisa juga terlibat dalam pertengkaran, bu?" Sofia tak mau kalah.

"Raisa juga ibu hukum seperti kalian, jadi kalian tidak perlu khawatir soal itu." Amanda sengaja memberi hukuman bagi Raisa agar tak menimbulkan gesekan.

"Kalau dia juga dihukum, kenapa dia tidak ada pas kita lagi membersihkan gudang kemarin?" Ujar Karina lagi yang tak melihat sosok Raisa.

"Ibu sengaja memisahkan kalian, supaya kalian tidak bertengkar lagi." Ujar Amanda. "Karena itu, ibu menempatkan Raisa untuk membersihkan perpustakaan." Tutupnya.

"Anda menyuruh Raisa membersihkan perpustakan? Tapi, kenapa kami malah disuruh membersihkan gudang yang penuh debu? Ini benar-benar tidak adil!" Sofia merasa tak terima.

"Sudah cukup!" Amanda menghentikan perdebatan keduanya.

Di saat Karina dan Sofia sedang protes hebat, Raisa yang ada dibangkunya hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah mereka yang sedang berdebat.

"Kemarin, ibu juga meminta kalian untuk menulis surat penyesalan, kan? Apa kalian sudah menulisnya?" Ucap Amanda meminta surat penyesalan yang ia minta sebelumnya pada Karina dan Sofia.

Meski ekspresi wajah mereka penuh kesal, pada akhirnya Karina dan Sofia menyerahkan juga tugas yang diberikan oleh Amanda untuk menulis kalimat penyesalan karena sudah bertindak buruk dan tidak sopan.

"Bu, apa tidak bisa hukuman kita dikurangin?" Tanya Sofia meminta keringanan pada hukuman mereka yang selama satu minggu ini harus membersihkan gudang belakang sekolah.

"Sudah cukup protesnya Sofia, pelajaran akan segera dimulai, jadi cepat buka buku kamu." Tekan Amanda yang akhirnya membuat mereka terpaksa diam.

Pelajaran pun akhirnya dimulai. Mengakhiri perdebatan dan kebisingan yang sempat terjadi di dalam kelas.

Semua anak mulai mendengarkan pelajaran yang Amanda berikan. Namun, ada satu siswi yang sedari tadi terus merasa tak tenang. Sebelumnya, ia juga terlihat tak senang saat mendengar protes yang dilayangkan oleh Sofia dan Karina.

Dewi, merasa protes yang dilayangkan oleh Karina dan Sofia soal hukuman mereka sebagai hal yang omong kosong. Karena semuanya itu palsu.

Mengingat dirinyalah yang membersihkan gudang kemarin dengan seorang diri sampai harus pulang telat dan terpaksa tak bisa membantu pekerjaan ibunya.

Ia merasa miris dengan sikap mereka yang benar-benar tidak tahu malu dan penuh kepalsuan itu. Sedihnya, justru dia tak bisa menolak permintaan keduanya, membuat Dewi terlihat sangat menyedihkan. Ia pun, kembali teringat saat semua itu bisa terjadi.

...

Flashback

"Kamu mau pulang, kan?" Ucap Karina merangkul pundak Dewi yang hendak pulang.

Perasaan Dewi mendadak tak enak ketika Karina dan Sofia yang tiba-tiba saja menghampirinya yang hendak pulang sekolah.

"A-ada apa?" Tanya Dewi dengan penuh hati-hati dan takut.

"Duh, jangan takut gitu lha. Kita cuma mau ngobrol kok, benar, kan?" Ucap Karina melirik ke arah Sofia meminta dukungan.

"Iya, benar. Jadi, santai aja sama kita berdua." Sambung Sofia.

Keduanya saling melirik satu sama lain dengan senyuman yang penuh arti, seolah ada yang sedang mereka rencanakan.

Dengan tenang keduanya membawa Dewi kesuatu tempat. Dan, tempat itu adalah gudang belakang sekolah.

"Karena kamu lagi senggang, jadi aku berharap kamu membersihkan gudang ini?" Kata Karina pada Dewi begitu mereka masuk kedalam gudang yang lembab dan gelap itu.

Kalimatnya memang terdengar lembut, namun sebenarnya itu adalah perintah yang tak boleh ditolak.

"K-kenapa aku yang membersihkan gudang ini?" Ujarnya sedikit bingung dengan ekspresi yang sedikit takut menatap Karina dan Sofia.

"Kok, kenapa sih." Sofia langsung merangkul pundak Dewi dengan penuh intimidasi. "Kan yang pantas untuk membersihkan tempat ini cuma kamu." Ujarnya lagi sembari tersenyum, diikuti oleh Karina yang juga ikut tersenyum mendengarnya.

"Ta-tapi aku harus segera pulang." Dewi ingin segera pulang.

"Woi!" Bentak Sofia yang mulai menghampiri Dewi. "Kamu itu nggak berhak untuk menolak, tahu.." Kata Sofia terlihat menekan Dewi.

"Kalau kamu masih mau sekolah disini, lakukan saja apa yang kita minta, mengerti!!" Ucap Sofia lagi dengan sedikit mengancam Dewi,

Mereka tak membutuhkan jawaban dari Dewi yang merasa keberatan, karena mereka memang tak perlu mendengar jawabannya. Dan, tanpa mendapat persetujuan dari Dewi, mereka akhirnya pergi begitu saja. Meninggalkan Dewi yang harus sendirian di dalam gudang yang penuh debu dan lembab itu.

Hari itu, Dewi merasa dirinya benar-benar menyedihkan, karena dihadapan teman sebayanya ia tak bisa melakukan apapun. Padahal, hari itu ia harus segera pulang untuk membantu pekerjaan ibunya.

Namun, ia bahkan tak punya keberanian untuk melawan, jadi terpaksa membersihkan gudang sambil menangis.

"Sampai kapan aku harus seperti ini?" Dewi terlihat sudah sangat lelah dan tertekan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!