IRENE ABIKA Sasedro gadis cantik yang sudah bersusah payah bekerja keras demi membalaskan dendam kepada keluarganya karena ia difitnah oleh ibu tirinya sehingga semua keluarganya benci dan mengusirnya.
setelah rencana balas dendam ia bertemu seorang yang mengaku sebagai cinta rahasia nya, tapi ia tak tau orang itu bukanlah sosok yang dicari melainkan orang yang hanya memanfaatkan kekayaan nya. akankah ia tau? yuk lanjut baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chicy L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
obat pencahar
Semua orang menoleh ketika mendengar suara Irene, ketika melihat penampilan Irene semua terkejut kecuali asisten El yang sudah melihat sebelum nya
(Apa yang di lakukan Irene?) Batin mama Andini bertanya
(Kaka terlihat seperti orang kalangan bawah tapi masih cantik hihi) batin Aya terkikik geli
(Cih, gadis murahan) batin Tasya menghina
(Ternyata anak buangan) batin mama Diva menyeringai
"Permisi ini minuman nya nyonya" ucap Irene
sampai di meja irene meletakkan minuman dan makanan yang ia bawa.
"Pembantu baru ya jeng kok baru liat saya" tanya ibu tiri irene
"Iya, baru kemarin bekerja" bohong mama Andini
"Hati-hati Lo jeng dia bukan orang baik" ucap ibu tiri irene dengan suara agak keras
"Bukan orang baik gimana jeng" tanya mama Andini
sebelum ibu tiri irene menjawab irene sudah berdiri dan pamit ke belakang
"Saya permisi nyonya" ucap Irene setelah meletakkan minuman
"iya" ucap mama Andini tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya sedangkan irene hanya tersenyum tipis
"Takut kan kamu makanya kamu pergi, aku kasih tau jeng dia itu sebenarnya perempuan gak bener suka jalan sama Om Om" kata ibu tiri irene
"Masak sih jeng" ucap mama Andini pura-pura terkejut
"Iya jeng, beberapa Minggu kemarin Tasya sempet liat dia keluar hotel jeng, iya kan Tasya" kompor ibu tiri irene dan Tasya pun mengangguk kan kepalanya
"masak sih jeng, gak Mungkin wajah nya aja orang baik-baik jeng" ucap mama Andini
"iya bener jeng, jeng jangan suka nilai orang dari wajahnya" ucap ibu tiri irene
(cerminan diri sendiri) batin asisten El
(kayak kalian baik aja) batin Aya
"hihi masa gitu sih" ucap mama Andini pura-pura jijik
"ehdi minum jeng di minum nak Tasya" imbuh mama Andini
"Tapi ini enggak di kasih racun kan Tante" tanya Tasya
"Enggak akan berani dia" ucap Mama Andini
"Bener ya jeng" ucap ibu tiri irene
"Iya lagian ada CCTV kok tenang aja" ucap Mama Andini menyakinkan
Merekapun meminumnya, tak hanya mereka yang lain pun juga meminumnya. Sedangkan seseorang di balik tembok menyeringai
(Lima menit dari sekarang) batin orang itu
"Je - " gantung ibu tiri irene
"Ma gak lupa kan hari ini kita mau makan malam di luar" potong asisten El sambil mengedipkan sebelah matanya, karena asisten El sudah dapat kode dari irene untuk mengusir nenek lampir dan nenek gayung
"Oh iya, ya udah kamu sama adik kamu siap-siap dulu sana" ucap mama Andini
"Kita ke atas dulu ma, yuk dik" ajak asisten El ke Aya
"Ayo kak" sambut Aya mereka berdua berjalan keatas tanpa pamit pada nenek sihir dan nenek gayung
"Maaf ya jeng, bukanya mau ngusir tapi kita ada acara keluarga, jadi - " kata mama Andini gantung
" Oh iya iya, kalau begitu kami pulang dulu ya jeng" pamit ibu tiri Irène lalu berdiri dari duduknya yang di ikuti tasya
"Kami pulang dulu Tante" ucap Tasya lalu mereka berdua pulang kerumah
setelah kepergian nenek sihir dan nenek gayung irene memanggil semua keluarganya untuk menyaksikan tontonan menarik
diruang tamu tempat mereka berkumpul ada irene, Aya asisten El dan mama Andini
" Kaka kok pakaiannya kayak gini" ucap Aya memegang baju yang di pakai irene
"entah tau tu kakakmu" ucap Mama Andini
"hehehe, rencana irene ini ma" ucap Irene
"tapi kaka di hina terus sama mereka" kesal aya saat ingat hinaan mereka
"iya bener itu kata adikmu" ucap mama Andini
"hehe biar dia hina irene sepuasnya dulu ma, kalau sudah waktunya baru dia nangis sepuasnya" ucap Irene asal
"baju Kaka dapat dari mana" tanya Aya
"dari temen Kaka" ucap Irene tangannya mulai bergerak di atas laptop
"Kaka ngapain sih" tanya Aya penasaran
" nanti juga tau" ucap Irene
" kita disini mau ngapain sih Irene?" tanya mama Andini
"iya kak" timpal Aya
sedangkan asisten El yang dari tadi di sana hanya diam karena ia tipe orang yang cuek jadi ia tak bertanya lebar, dan ia tau Irene mau melakukan apa
"selesai, nih lihat" ucap Irene
dengan rasa penasaran mereka pun melihat, di sana sebuah rekaman CCTV memperlihatkan dua orang perempuan yang sedang memegang perutnya mereka berebutan untuk masuk ke kamar mandi
"Tasya cepet mama gak kuat" teriak ibu tiri irene
"iya sebentar lagi" ucap Tasya yang ada di dalam kamar mandi
"cepat Tasya" ibu tiri menggedor-gedor pintu tak lama Tasya keluar
"lama" ucap ibu tiri irene lalu masuk ke dalam
beberapa detik kemudian, Tasya hendak melangkah tapi ternyata ganti perut Tasya yang mules ia pun memanggil mamanya
"ma cepet ma Tasya kebelet lagi" teriak Tasya
"sebentar" ucap ibu tiri irene dari dalam
tak butuh waktu lama ibu tiri irene keluar sekarang gantian Tasya yang masuk,
"huh lega" ucap ibu tiri irene senang tapi beberapa detik kemudian ia memegang perutnya lagi dan ia pun mulai memanggil Tasya lagi menggedor-gedor pintu, mereka berdua masuk keluar kamar mandi cukup lama sekitar 5 jam
dan mereka pun mengumpat kesal karena dia harus bergantian ke kamar mandi karena air yang ada di kamar mereka mati yang hidup cuma kamar mandi dekat dapur yang ada CCTV nya
memang irene yang melakukan itu semua, mematikan saluran air dan memberi obat pencahar dosis sedang pada minuman yang di minum mereka berdua
obat pencahar bekerja Lima menit sesudah meminumnya, jadi saat mereka berdua sampai di depan gerbang rumah irene mereka sudah memegang perutnya lalu mereka berlari sambil memegang perut dan pantat nya menuju rumahnya. haha makan tuh obat pencahar
lima jam setelah nya,Sekarang mereka berdua sedang terkapar lemas di sofa ruang tamu
"pasti ini kerjaan anak sialan itu" umpat ibu tiri irene lemas
"pasti itu ma" ucap Tasya lemas
"awas saja kau, tunggu pembalasan ku" marah ibu tiri irene mengepalkan kedua tangannya
sedangkan di rumah irene tepat nya di ruang tamu semua orang yang menyaksikan tontonan gratis tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah tersiksa mereka asisten El yang biasanya kaku sekarang malah ikut tertawa
"haha, sukurin Lo dasar nenek lampir" ucap Aya dengan tawanya
"pasti tadi kamu kasih mereka obat pencahar ya nak?" Tanya mama Andini
"hehe iya ma" ucap Irene tersenyum
mama Andini hanya menggeleng kepala melihat tingkah irene, mama Andini sudah tau semua perbuatan kedua orang itu karena irene sudah menceritakan kehidupan nya yang ia alami dan mama Andini merasa iba
ia bisa merasakan apa yang di rasakan oleh irene dan mama Andini berharap irene bisa bahagia suatu saat nanti
terimakasih yang sudah membaca cerita author, yuk kasih author kritik dan saran nya like nya juga terima kasih 🙏 semangat untuk beraktivitas 💪