NovelToon NovelToon
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pradana Putri

"Jamunya Mas," Suara merdu mendayu berjalan lenggak lenggok menawarkan Jamu yang Ia gendong setiap pagi. "Halo Sayang, biasa ya! Buat Mas. Jamu Kuat!" "Eits, Mr, Abang juga dong! Udah ga sabar nih! Jamunya satu ya!" "Marni Sayang, jadi Istri Aa aja ya Neng! Ga usah jualan jamu lagi!" Marni hanya membalas dengan senyuman setiap ratuan dan gombalan para pelanggannya yang setiap hari tak pernah absen menunggu kedatangan dirinya. "Ini, jamunya Mas, Abang, Aa, diminum cepet! Selagi hangat!" Tak lupa senyuman manis Marni yang menggoda membuat setiap pelanggannya yang mayoritas kaum berjakun dibuat meriang atas bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bubur Sumsum

Sudah menjadi tradisi kalau setelah hajatan pasti si pemilik acara membuat bubur sumsum kemudian dibagikan kepada semua yang terlibat dalam acara tersebut.

Tradisi bubur sumsum setelah hajatan merupakan tradisi Jawa yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih. Bubur sumsum juga dipercaya dapat memulihkan stamina setelah kelelahan.

"Terima kasih Mbak Sri, Marni sudah bantu-bantu disini. Maaf kalau ada salah-salah kata dan perbuatan ya Mbak, Mar." Bude Sum dengan senyum ramah sambil memberikan mangkok berisi bubur sumsum.

"Sama-sama Sum. Sing penting acarane lancar sampe akhir. Semalam Aku ga ikut lihat wayangan, wes ngantuk. Makanya muleh."

"Iya Bude maaf semalam Marni juga balik ga lihat wayangan."

"Gapapa. Lah wong yang banyak malah Bapak-Bapak. Dan Aku sendiri mending selonjoran. Pegel." Tawa Bude Sum.

"Oh ya Mbak, Mar. Ini ada sedikit, mohon diterima." Bude Sum memberikan amplop kepada Bude Sri dan Marni.

"Loh Sum kemarin sudah dan ini ada lagi? Ya Aku sih enak saja tapi kok kayak kebangetan banget Akunya moso mata duitan banget ngebantu jadi ngerepotin Kamu sama Karto." Dari lubuk hati Bude Sri merasa tak enak hati. Bagaimanapun ia ikhlas membantu.

"Justru, kalau fa diterima Aku dan Mas Karto yang ga enak. Mbak sama Marni luar biasa membantu Kami. Kalau ga ada Mbak dan Marni bagaimana acara kemaren. Mana dibatalin mendadak begitu. Mohon diterima ya Mbak, Mar. Jangan kapok yo kalo Aku minta bantu lagi."

"Makasi Sum. Bilang Karto semoga semakin lancar usahanya. Tambah sugih. Aku terima yo. Semoga berkah buat Kita semua."

"Aamiin Mbak."

"Makasi Bude. Semoga Bude dan Juragan Karto  lancar terus usahanya dan sehat selalu." Marni pun akhirnya menerima ucapan terima kasih dan amplop yanh diberikan oleh Bude Sum.

"Oh ya Mbak, Mar, ini ada sedikit bawaan dari besan. Tak bagi-bagi juga ke yang lain. Semoga suka ya mohon diterima."

Bude Sum membagi-bagikan makanan, buah-buahan dan beberapa hasil kebun dari keluarga besannya yang kemarin datang membawa banyak sekali seserahan sampai satu truk besar.

"Walah anakmu beruntung sekali yo, semoga cepet dapat momongan." Bude Sri tersenyum ikut bahagia mendengarnya.

"Aamiin. Aku juga wes pengen segera punya putu. Biar rumah ini ga sepi. Kangen nyium bau bayi."

"Wes didoakan saja Sum, sing penting Kamu jadi Mertua ya jangan julid. Jangan jadi Mertua kayak di sinetron yang jahat-jahat begitu. Jadu Mertua yang penyayang, baik buruknya menantu biar Kamu sendiri yang tahu. Pantang diceritakan keorang lain. Karena Menantu adalah anak Kita juga. Jangan beda-bedakan." Pesan Bude Sri.

"Tapi Mereka setelah ini ga tinggal disini Mbak. Kok yo Aku sedih sebetulnya."

"Ya bagus Sum, artinya Mereka mau mandiri. Kamu ya harus mendukung, doakan, agar rumah tanggane sakinah, mawwadah marrahmah. Jangan rungsing begitu, cukup doakan tang baik-baik."

"Iya Mbak. Maklum baru pertama kali. Jadi masih berat rasanya."

"Ya memang, namanya anak dari kecil Kita asuh dan ada terus sama-sama dengan Kita tapi tugasmu sudah selesai hingga menikahkan. Tetapi ya namanya orang tua tetap saja kasih sayang dan perhatian tak akan pernah bisa lepas. Hanya saja porsinya sudah berbeda. Biarkan Mereka membangun rumah tangganya tanpa campur tangan Kamu dan Mertuanya. Jadi Mereka juga bisa mulai belajar bagaimana menjadi Suami dan Istri sesungguhnya."

Marni turut mendengarkan nasehat Bude Sri kepada Bude Sum. Benar juga yang dikatakan oleh Bude Sri, saat anak-anak menikah maka kewajiban orang tua sudah lepas dan berpindah kepada pasangannya.

Jika dulu sang anak menjadi tanggung jawab Ayah dan Ibunya Kini saat menikah Mereka menanggung Istri dan Anak-Anaknya kelak. Dan si perempuan akan mulai menyesuaikan diri bahwa ada Suami yang harus ia urus.

"Eh ada Dek Marni, kok ga bilang-bilang sih. Kan Mas jadi baru kesini deh."

"Loh Dar, Kamu bukannya udah pulang tadi pagi antar bojomu? Kok ada lagi disini mau apa?" Bude Sum selalu emosi menghadapi kelakuan Adik Iparnya yang ganjen.

"Alah si Mbak, yo Aku udah anter bojoku. Sekarang balik lagi, mau ada perlu sama Mas Karto." Darma sambil menikmati semangkok bubur sumsum.

"Urusan mangan nomor satu Kamu Dar."

"Ya Aku kan kemarin bantu juga Mbak. Ntar badanku bisa pegel-pegel kalo ga ikut mangan ini."

"Bantu apa? Lah seharian Kamu malah sibuk menggoda cewek dari kemaren. Bojomu sampe marah-marah. Ga kasihan Kamu Istri lagi pada hamil ya punya Suami model begini. Tak panggilin Ustadz suruh ruqyah Kamu."

"Ya Gusti! Emangnya Aku kemasukan demit mau diruqyah."

"Ya Kamu bukan cuma kemasukan demit, jin sampe gondoruwo juga kayaknya ada di badan Kamu Darma."

"Ono opo toh Bune. Ribut saja. Loh Kamu bukannya masuk Dar, Mas pikir belum dateng. Ayo!"

"Ga Suami, Ga Istri to kok bawaannya senewen mulu sama Aku! Dek Marni Mamas Darma masuk dulu ya. Nanti kalau pulangnya tak anterin."

"Darmo!" Teriak Juragan Karto pada Adiknya.

"Enggih Kang Masku."

Bude Sum dan Bude Sri geleng kepala melihat kelakuan Darma yang seperti anak ditinggal indungnya kepada Juragan Karto.

"Maaf ya Mar, memang Darma begitu kelakuannya. Lihat saja Pakde saja sampai kuwalahan sama kelakuan Adiknya.

"Gapapa Bude."

"Habis kesel, bojo sudah loro masih aja ganjen. Kamu jangan sampai ketipu dan mau ya Mar. Tapi Bude yakin Kamu perempuan baik. Semoga enteng jodoh dan dapat laki-laki setia dan baik akhlaknya."

"Aamiin."

"Diaamiinkan saja Ndok. Semoga malaikat lewat dicatat dan terkabul." Tambah Bude Sri.

"Ya sudah, monggo kalau mau tambah lagi buburnya atau mau bungkus bawa pulang silahkan. Bikin banyak."

"Sudah kenyang Sum. Sekalian saja Aku sama Marni pamit pulang. Mau beres-beres di lapak. Besok Kami mulai jualan soalnya."

"Ya sudah kalau begitu. Sekali lagi terima kasih. Jangan kapok bantuin Aku ya."

Saling bersalaman dan bercipika cipiki berpamitan dan kini Bude Sri dan Marni berada diatas Becak sambil bersenda gurau.

"Bude Sum itu orangnya baik ya Bude. Suaminya juga setia ga neko-neko."

"Dari dulu Si Sum dan Karto itu memang baik. Tapi yang namanya hidup sawang sinawang Ndok. Terkadang apa yang Kita lihat enak belum tentu enak. Makanya Kita diwajibkan bersyukur. Bersyukur tidak hanya dimulut tetapi hati da perbuatan Kita juga harus bersyukur. Bude selalu berdoa semoga kelak Kamu diberikan oleh Gusti Allah jodoh yang terbaik menurutNya. Kenapa terbaik menurut Gusti Allah? Karena tidak pernah salah dan pasti Pas."

"Gusti Allah itu Maha tahu segalanya bahkan lebih tahu dari diri Kita sendiri. Jadi jangan pernah berkecil hati akan apapun. Jika apa yang Kita inginkan belum tercapai tandanya bukan hanya usaha Kita belum bagus dan maksimal tapi Gusti Allah sedang ingin melihat bagaimana Kita bisa sabar dan apakah Kita akan tetap bersyukur atas nikmat yang sudah Kita terima."

Marni meresapi kata-kata penih makna dari Bude Sri. Banyak pelajaran yang Marni peroleh setelah semakin dekat dengan Bude Sri.

1
Wiwik Susilowati
anak kambing kali mpok di geret anak bebek mah di angon hehe..😁😁😁 masih bnyak typony thor..semangat y
TIARA: Siap Kak direvisi
total 1 replies
Annami Shavian
babeh Ali jodohin sama marni aja, thor. Biar lebih baper
Wiwik Susilowati
nyesel gak tuh bang udin bininy makin cakep..hehe kk othorny seriing nyalon nih sampe apal bahasa yg punya salon 👍👍👍
TIARA: Hihi, pasti nyesel Bang Udin. Bisa aja Kakak, jadi malu nih ketahuan 🤭
total 1 replies
Wiwik Susilowati
makin seru nih cerite bahasa betawinye faseh pisan..tp msh bnyk typo nya..semangat kk othor ceritany bikin kangen sm rumah..blm bs mudik soalnye
TIARA: Makasi Kak, siap otw dikoreksi 🫡
total 1 replies
Wanita Aries
Lanjut thor
Wanita Aries
Yo ndang melu mar ojo bengong.

Ka othor ngikutin berita update 😁
Wanita Aries
Gk sabar kira2 marni berjodoh ma siapa ya 😁
Wanita Aries
Semangat kk lanjut
TIARA: Siap Kakak. Makasi sudah mampir baca Karyaku
total 1 replies
TIARA
Makasi Kakak semua
Wanita Aries
Suka ceritanya sederhana tp ada isinya
TIARA: Makasi Kakak
total 1 replies
Wiwik Susilowati
mantap bude memang orang julid harus di babat habis...👍👍👍
TIARA: Iya Kak, Bude Sri sebel kalo sama yang suka julid, Hihihi
total 1 replies
Dwiyana Kopriyanti
cerita bagus real kehidupan sederhana dgn tokoh sederhana saya suka ceritq yg menampilkan kehidupan biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!