Dia cantik, bahkan sangat cantik. Tapi dia bagai kan mawar. Cantik tapi penuh duri.
Yang ingin dekat dengan diri nya harus pikir pikir dua kali. Karna ia cantik tapi galak nya minta ampun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
+26
Setelah selesai membersih kan baju nya Elang, Gea mengembali kan baju nya pada Elang.
"Gue hanya bisa bersih kan seperti ini. Dan gak bisa bersih seperti di cuci. Jika ingin Benar-benar bersih harus di cuci." kata Gea sambil mengembali kan baju pada Elang.
"Ya udah, cuci aja kalo gitu." kata nya enteng.
"Eh kadal, lho gak ngerti banget ya apa yang gue maksud. Gimana mau nyuci di sini jika gak ada perkengkapan nyuci." kata Gea naik darah.
"Kalo gitu bawa pulang aja baju gue, terus lho cuci deh di rumah." kata nya.
"Terus, lho masuk kelas pakai apa dong." kata nya mulai berdamai.
"Gue masih punya baju cadangan di mobil." kata Elang.
"Kenapa lho gak bilang dari tadi kadal, lho sengaja mau ngerjain gue ya." kata Gea marah lagi.
Ia mau mukul Elang sangking kesal nya, tapi sayang nya ia terpeleset di lantai wc yang lumayan licin itu.
Buru-buru Elang menangkap nya gar tidak jatuh. Saat itu, Denis tiba di wc dan tak sengaja melihat Elang dan Gea saling peluk.
"Kalian ngapain pelukan di sini. Ini kan wc, kalian gak lupa kan dengan wc." kata Denis menegur nya.
"Denis,,," kata Gea sangat kaget. Sudah dua kali Denis melihat hal memalu kan yang ia dan Elang tak sengaja laku kan.
"Kenapa, tak sengaja lagi. Mau bilang tak sengaja lagi yah." kata Denis cepat.
"Iya,,, memang gak sengaja kan." kata Gea memandang Elang untuk menjelas kan pada Denis.
"Mau tak sengaja kek, mau sengaja. Itu kan bukan urusan gue, kalian juga gak lama lagi akan jadi suami istri kan." kata Denis.
"Apa maksud nya ini." kata Gea tidak mengerti.
"Jangan pura-pura gak ngerti kamu dek, bukan kah kalian akan di tunang kan minggu depan. Dan akan menikah sebualan setelah pertunagan." kata Denis menjelas kan.
Gea menatap wajah Elang yang tidak ada sepatah kata pun Elang ucap kan pada nya.
Dia juga tidak tahu masalah apa yang Denis ucap kan itu. Di tunang kan seminggu lagi, dan menikah sebulan setelah nya.
Oma, mama dan papa tidak menjelas kan apa pun pada nya. Bukan kah mereka harus bicara pada nya masalah pernikahan. Dan itu sangat cepat.
"Kak Denis,,, jangan bohongin gue dong. Lho gak bisa bercanda sama gue soal ini." kata nya dengan wajah yang tidak enak.
"Aku gak bercanda Ge, kamu bisa tanya orang yang ada di belakang mu jika masih ragu." kata Denis pada Gea menunjuk kearah Elang yang masih diam saja.
"Gak aku gak percaya ini, mereka gak bilang apa pun pada ku." kata nya terasa sangat kecewa.
Gea berlari meninggal kan wc cowok dengan cepat, apa yang mau ia tuju hanya lah kelas kakak nya. Kakak nya pasti tahu masalah ini. Ia harus meminta kakak nya menjelas kan tentanga apa yang Denis kata kan barusan.
Setelah sampai di depan kelas kakak nya, dia berdiri di depan pintu. Kakak nya yang sedang duduk di kersi nya dengan sebatang pena di tangan. Melihat nya menghenti kan apa yang ia kerja kan.
Kakak nya menghampiri nya, membawa nya kesudut kelas yang lumayan sepi.
"Kamu kenapa Ge, ada apa yang salah." kata Dewa ketika melihat adik nya dengan rasa kecewa.
"Apa kah kakak tahu masalah pertunangan yang akan di ada kan seminggu lagi kak." jata nya ingin menagis.
"Kamu tahu dari mana Ge masalah ini." kata kakak nya kaget.
"Kata kan saja kak, apa yang kakak tahu. Kata kan saja semua nya pada ku." kata Gea.
"Kakak akan kata kan pada mu, tapi kamu harus janji pada kakak kalau kamu gak akan marah." kata kakak nya.
"Baik, kata kan saja. Aku gak akan marah." kata nya.
"Iya... Oma dan keluarga telah berencana menikah kan kamu sebulan setelah pertunagan yang akan di ada kan minggu depan." kata Dewa pada adik nya.