NovelToon NovelToon
ELEANOR

ELEANOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Haruskah cinta dan pernikahan yang diberikan sahabatnya, ia kembalikan?

Ini gila!
cinta dan pernikahan yang Elea jaga untuk Radjendra dan demi amanah yang diberikan sahabatnya, Erika. justru malah dihancurkan oleh Erika sendiri.

Apa yang harus Elea lakukan?
Haruskah ia kembalikan cinta dan pernikahan itu?
Atau ia harus mempertahankannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangisan Aliza.

Diruang makan, tampak dua anak berpakaian sama itu sudah bercomel dengan piringnya. Mereka saling berebut makanan dengan mulut mengunyah penuh, diantara mereka sudah ada sang papa yang menjadi wasitnya.

Elea yang baru datang langsung duduk disamping Eliza, ia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua anaknya. Hanya dirumah ini saja mereka berani melakukan itu, jika dirumah sang oma sudah pasti dapat teguran keras. Meski begitu mereka cukup dimanja dengan koleksi barang mahal dan bepergian menemani sang oma.

"Udah El, jangan lakukan itu!" ujar Rajendra menengahi anak kembarnya.

"Papa belain kakak, dia itu judesnya mirip aunty Raisa meski otaknya kaya papa," ujar Eliza memanyunkan bibirnya, sebab mendengar ucapan sang ayah.

"Bukan gitu, ayo kita makan dengan tenang! Jangan buang-buang makanan!" ucap Elea memberikan pengertian, ia mengusap rambut panjang putri bungsunya sembari tersenyum.

Mereka pun mulai tenang, kehadiran sang ibu menjadi penengah yang membuat mereka tak bisa berkutik. Elea mengambil makanannya, begitu juga lauknya lalu ia nikmati makanan pagi ini.

Aliza yang memperhatikan sikap ibunya mengerutkan dahinya, pandangannya berganti pada sang ayah yang mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri. Hal itu sangat tak biasa sebelum mereka tinggal dirumah sang nenek.

"Mah, kok mamah gak ambilin nasi dan lauk buat papa?" tanya Aliza kepo.

"Papah kan punya tangan sendiri," jawab Elea yang membuat Rajendra tersedak oleh makanan yang baru masuk ke dalam mulutnya.

Sigap Eliza memberinya segelas air putih, "Ini pah, jangan ditahan pah. Keluarin saja dahaknya terus makan lagi," ujarnya, entah siapa yang mengajari dan Rajendra hanya patuh mendapatkan perhatian yang biasanya Elea lakukan.

Rajendra melirik istrinya sejenak, lalu meminum sedikit air putih untuk sekedar melepaskan gatal dikerongkongannya.

Aliza yang otaknya peka menghentikan makannya, ia menaruh garpu dan sendoknya diatas piring. Ia ingat sesuatu yang tak sengaja ia dengar dari bibir tantenya, Raisa. Malam dimana tante dan omanya berdebat soal perselingkuhan ayahnya yang membuatnya tak percaya.

Aliza menundukkan kepalanya dan nafsu makannya mendadak hilang, ada rasa takut semuanya menjadi renggang. Apalagi melihat sikap ibunya yang jelas mengabaikan papanya.

"Pah, aku mau jalan-jalan. Sudah lama kita gak main bareng ke wahana," pinta Eliza.

"Boleh, kebetulan papa lagi libur. Tapi ...." ucapan Rajendra terhenti dengan sorot mata tertuju pada Elea yang menikmati sarapannya.

"Mamah kalian gimana? Papa gak bisa jaga kalian sendirian." lanjut Rajendra memberikan alasan.

"Suruh asisten Sen saja yang menemanimu, kalian sudah terbiasa berdua," seloroh Elea dengan cepat, ia paham kemana arah pembicaraan suaminya.

Aliza menatap ibunya, ia makin merasakan kegelisahannya.

"Al masuk kamar dulu," ujar Aliza tak ingin melihat dan mendengar ocehan kedua orang tuanya, ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari ruang makan dengan berlari.

Elea dan Rajendra saling tatap, tak biasanya Aliza bertingkah begitu biasanya ia paling jahil diantara mereka berempat. Bahkan piringnya masih penuh, biasanya ia yang paling cepat menghabiskan makanannya.

"Biar aku yang bicara sama Aliza," kata Elea yang langsung beranjak dari tempatnya, ia menyusul anak sulungnya ke kamarnya langsung.

"El, tunggu disini ya! Makanannya habisin! Papa susul mamah dulu," ujar Rajendra pada anak bungsunya yang segera Eliza angguki dengan mulut penuh makanan.

Rajendra melangkahkan kakinya dengan cepat, ia tak mau kehilangan waktu untuk mendengar obrolan istri dan anaknya. Ia merasa firasatnya buruk soal Aliza.

^

Dikamar luas yang hanya milik dua putrinya, Elea masuk begitu saja tanpa menutup pintu kamarnya dengan rapat. Ia lihat Aliza menutupi badannya dengan selimut, dan suara isakan terdengar didalam sana.

Elea duduk disamping anak sulungnya, mengusapnya dengan lembut punggung Aliza berusaha menenangkannya sampai ia bisa diajak bicara.

"Al kenapa? Kamu sakit? Hmm," tanya Elea.

Aliza masih mengurung diri didalam selimut itu, ia menangis sesenggukan dan tak mau bersuara.

"Al, jawab mamah. Kamu mau apa? Kalau mau pergi jalan-jalan, ayo kita pergi! Mamah ikutin semua maunya Al, ya," bujuk Elea dengan lembut dan sabar.

"Al gak mau mama sama papa pisah!" ujar Aliza dengan suara kencang sambil membuka selimut yang menutupi badan dan wajahnya.

Lelehan air mata Aliza membasahi kedua pipinya, rambut panjangnya yang lurus itu berantakan oleh tingkahnya. Segera Elea rapikan dan menangkup kedua pipinya, terlihat jelas mata merah anak itu yang begitu merasakan keresahan hatinya.

"Kata siapa mama sama papa mau pisah?" tanya Elea mengerutkan keningnya.

Walau ada niat berpisah, Elea belum cerita pada siapapun soal masalah rumah tangganya. Lantas dari mana anak itu tahu soal perpisahan mereka?

Ia sendiri belum siap untuk bercerita, mengingat kedua anaknya yang dekat dengan papanya juga.

"Aunty Raisa, dia bilang papa selingkuh," ungkap Aliza yang kembali meneteskan air matanya, hingga menganak sungai.

Deg

Jantung Elea terasa dihantam oleh batu besar, ia pikir hanya dirinya yang tahu tentang perselingkuhan ayah dari dua anaknya. Tapi ternyata keluarga suaminya sudah pada tahu dan mereka menutup mulut tentang perselingkuhan suaminya, kejam bukan.

Ia merasa akan dibuang oleh mereka, mengingat dirinya hanya makhluk sebatang kara. Lain halnya dengan Erika, dia punya segalanya, dia sepadan dengan Rajendra tidak seperti dia.

Elea tahu betul bagaimana mertuanya dulu begitu memuji Erika, hingga mengadakan pernikahan mewah dan megah di kapal pesiar. Sayangnya, malah ia yang menjadi pengantin Rajendra.

Dulu sikap mereka tak seperti sekarang, banyak ujian yang harus ia lalui untuk meluluhkan hati keluarga suaminya. Disitulah sifatnya yang periang berubah menjadi pendiam dan belajar untuk menjadi istri sempurna dimata suaminya, agar ia dicintai dan disayangi walau harus kehilangan jati dirinya yang sebenarnya.

Grab

Aliza memeluk tubuh ibunya dengan erat, ia takut bahkan sangat takut keluarganya menjadi berantakan jika berita yang ia dengar itu benar adanya.

"Itu gak benar kan, mah? Papa gak selingkuh kan? Aunty Raisa pasti bohong," ujar Aliza dengan nafas tersenggal-senggal.

Elea hanya diam, ia tak tahu harus berkata apa. Mengiyakan sama saja melukai hati putrinya, namun berbohong pun nanti ia akan terluka makin dalam saat waktu itu tiba. Tiba saatnya ia dibuang dan dipisahkan dengan dua anaknya.

Sungguh, Elea tak bisa membayangkan semua itu akan terjadi dalam hidupnya. Hidup berjauhan dengan dua putrinya bagaikan tak berarti apapun hidupnya itu, ia harus kembali merasakan kesendirian dan hidup dalam kesepian.

"Mah, papah gak akan pisah sama mamah kan? Papa gak akan nikah lagi kan?" tanya Aliza memastikan semuanya itu tidaklah benar, namun ibunya tetap diam.

"Mah," panggil Aliza pelan yang mulai memahami keterdiaman ibunya.

Anak itu memang berusia 7 tahunan tapi pikirannya hampir dewasa, berbeda dengan adiknya yang masih ceplas ceplos. Dalam suasana haru itu, kehadiran seseorang mengagetkan keduanya.

Pintu terbuka menampakkan Rajendra yang berjalan mendekati mereka.

"Papah sama mama gak akan pisah, aunty Raisa memang suka berbohong," ujar Rajendra dengan tegas.

Ibu dan anak itu menoleh pada sosok kepala keluarga dirumah itu, ia berdiri menatap mereka dengan mata teduhnya. Tak ada rasa bersalah, tak ada pula rasa peduli, ia masih seperti itu didepan Elea dari dulu.

Namun kali ini, kalimatnya mengejutkannya.

1
Erda Erda
jangan pisah lah semoga
Erda Erda
galau kalau pisah apa kah bisa baca
Dew666
❤️‍🩹🏆
Erda Erda
kejar cinta isteri sampai dapat demi anak hilang kan ego mu ..😍
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
🌀 SãñõõR 💞
mantulll kakak
🌀 SãñõõR 💞
kita simak terus kaka sampe tamat😍👍
🌀 SãñõõR 💞
do'ain aja kak😍
Erda Erda
semoga gk pisah ..
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Erda Erda
apa kah .pisah nantik semoga gk ..kasihan anak ya
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
🌀 SãñõõR 💞
maaf othor telat update, soalnya lupa... 🙏
Erny Su
Aku sampai kesulitan bernapas ingin rasanya ikut tauran dan membantai wanita jalang itu 😄🤣
🌀 SãñõõR 💞: ya ampun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
🌀 SãñõõR 💞: makasih
total 1 replies
🌀 SãñõõR 💞
hai juga... makasih kakak Erni😍😍🙏
Erny Su: sama-sama
total 1 replies
Erny Su
Hai aku mampir... semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!