Amanda Djoyodiningrat, seorang gadis berusia 20 tahun, masih keluarga bangsawan Jawa, yang cantik, manis, pintar dan tidak pernah kemana mana tanpa sekelompok pengawal yang mengawalnya super ketat perintah dari ayah dan ibunya.
Manda, dikhianati oleh teman baiknya yaitu Marvella Arafat, yang dirawat oleh pamannya yang bernama Burhannudin Arafat, seorang pemilik saham di Perdana incorporation, milik Narendra Sakabumi Perdana.
Vella mengorbankan keperawanan Manda demi ambisinya mendapatkan hati seorang CEO tampan incarannya, sehingga Manda bangun suatu pagi bersama seorang laki-laki tampan yang tertidur di ranjang yang sama.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Warning: Banyak konten vulgar, one night stand dan pengkhianatan
Mature content 21+, harap bijaksana dalam membaca. Harap menyesuaikan dengan batasan usia yang dicantumkan. Terimakasih!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.
" Mas.."
" Hmmmh.."
" Aku mau langsung pulang aja. Takutku, ayah dan ibu udah pulang dari Jogja" lanjut Manda yang tampak lelah hari itu, mereka baru saja selesai meeting bersama di kantor Lio yang mulai hari itu akan di pegang oleh Manda.
" Kamu makan dulu,sayang. Aku gak mau kalau kamu sampai sakit karena belum makan, inget kita baru saja menyelesaikan meeting." tolak Lio yang tetap bersikeras mengajak Manda makan malam dulu sebelum Lio mengantarnya pulang.
" Ya udah terserah kamu aja. Dasar pemaksa." kata Manda pasrah.
cup.
" Nah gitu dong, calon istri solehah!" kayaknya Lio ini ga tau ya, efek ciumannya begitu dahsyat. Bikin Manda kayak gak berpijak pada bumi.
" Samoe.. yuk turun makan." Manda masih ga mijak bumi, jadi perkataan Lio sama sekali ga masuk ke telinganya. Sampai akhirnya Lio membuka pintu mobil di samping Manda dan mengulurkan tangannya. Baru Manda sadar, ternyata Lio sudah disampingnya dan sedang meraih tangannya untuk di gandeng oleh Lio.
" Eh, mas... iya!" sahut Manda gugup, sedangkan Lio hanya cengar cengir melihat Manda yang baru saja sadar dari kegiatannya melamun.
" Kamu mau makan apa?" tanya Lio sambil menarik kursi untuk Manda. Manda aja belum ngeh ada dimana. Jadi ia ngikut aja dong.
" Kamu aja yang pesen mas." sahut Manda sambil mengembalikan buku menu ke meja, sedang Lio sudah sibuk order dengan pelayan resto yang ada disampingnya.
Manda hanya mengedarkan pandangannya ke sekeliling resto itu dan tiba tiba..
" Manda.. kamu kok ada disini? Dan ini siapa?" netra Manda membulat melihat siapa yang ada di resto itu.
" Kak?" Manda sontak gugup seketika. Emang orang tuanya sekarang masih di Yogja atau sudah dalam perjalanan balik ke Jakarta. Tapi kedua kakaknya kan tidak ikut pergi ke sana, dan kemungkinan mereka berdua pulang dari kantor.
" Manda... Siapa ini?" ulang kakaknya dengan nada ketus. Manda hanya bisa megap megap karena ketakutan ketangkap tangan sedang berduaan dengan laki laki. Karena bagi Manda haram hukumnya untuk bersama dengan laki laki. Kakaknya sangat memproteksi Manda, sejak Manda sudah dijodohkan oleh ayahnya.
" Perkenalkan nama saya adalah Lionando Perdana. Saya CEO di Lion Telsigma dimana Amanda sekarang bekerja. Maaf, anda?" Lio memperkenalkan diri dengan nada sopan dan gaya yang anggun.
" Oh, kami berdua adalah kakak Amanda. Kami kembar. Nama saya Joe dan ini adalah Joz, saudara kembar saya. Kami sebenernya memiliki perusahaan keluarga. Yah tapi masih kecil kecilan. " jelas kak Joe dengan nada ramah. Setelah mendengar kalau laki laki di depannya ini adalah bos dari Manda.
" Loh bukannya kakak dengar kamu justru dipanggil di Perdana inc. Kok sekarang kamu malah kerja di Lion Telsigma?" tanya Joz dengan nada datar. Karena seingatnya Manda menerima oanggilan kerja bukan dengan Lion Telsigma.
" Ah iya. Saya memindahkan Manda untuk mengurus di Telsigma. Perdana inc. sekarang dipegang oleh adik saya, Narendra. Karena Rendra masih sibuk dengan usahanya di Singapura dan Penang, maka usahanya yang di jakarta untuk sementara saya pegang. Nah, Telsigma akan dipantau langaung oleh Manda, memang karena Manda masih baru jadi ia masih dalam pantauan saya." jelas Lio dengan nada sopan. Penjelasan Lio membuat kakak kakak Manda terkejut, karena berarti Manda langsung mendapatkan jabatan yang cukup tinggi.
" Kakak barusan datang? Belum makan? Apa sudh mau pulang?" tanya Manda sedikit mengalihkan perhatian.
" Ah iya, silahkan saja bergabung bersama. Saya dan Manda juga baru datang dan memesan. Kalau tidak keberatan bisa join bersama saja disini. Selain itu kita bisa berbincang bincang bisnis, sekalian bertukar pikiran." tawar Lio dengan santun.
" Ah kami emang belum sempat dapat tempat dan memesan, karena kebetulan tempatnya agak ramai. Kalau kami tidak keberatan sih, sambil kita bisa berbincang bisnis." sahut Joe mengiyakan permintaan Lio. Kakak kembar Manda agak lebih ramah saat tahu Lio ternyata juga seorang CEO dan calon pewaris Perdana inc. Siapa yang ga kenal dengan Langit Perdana? Bilionaire yang memiliki banyak macam usaha. Apalagi ditangan dingin si Saka dan Lio, usaha itu semakin banyak dan berkembang saja. Bahkan sekarang merambah di bidang IT, perusahaan IT milik Lio pribadi sudah merambah internasional, bahkan sahamnya naiknya ga kira kira.
Manda sebenernya agak khawator kalau kakaknya bakalan nanya nanya tentang hubungan mereka berdua.
Tapi ketakutan itu tidak terbukti. Bahkan sampai mereka selesai makanpun, omongan mereka bertiga hanya seputar bisnis dan pengembangannya. Jujur itu membuat Manda jadi kezel. Bosan juga... arghhhh!!
" Kak, habis ini Kakak mau pulang?" tanya Manda pada kakak kakaknya.
" Ya.. kamu mau ikut kakak?" tanya Joz dengan nada datar. Bukan ia ga suka adiknya ngikut, tapi emang gayanya yang lebih pendiam membuat Joz begitu kalau menjawab adiknya, padahal sebenernya ia juga sayang sama adiknya.
" Hmm, kak.. si Manda biar sama saya saja. Saya ada keperluan juga sama ayah kalian." kata Lio meminta ijin. Kata kata Lio membuat netra Manda membulat. Ia takut kalau kalau kakak kakaknya curiga dengan apa yang akan dikatakan oleh Lio.
" Oh ya? Ada keperluan apa kalau boleh tahu?" tanya Joe dengan mata berbinar dan nada suara yang lebih ramah dibandingkan dengan si Joz tadi.
" Ehm, ya saya sebenernya susah lama kenal dengan Manda. Dan kebetulan kami satu chemistry.."
" Maaf, dimana kenalnya?" potong Joz dengan nada curiga. Adiknya baru saja lulus kuliah. Masa tiba tiba ia bisa kenal dengan Lio dengan baik dan kemudian malah ingin ketemu dengan ayahnya. Tentu saja Joz sadar kalau si Lio tentu ada rasa dengan adiknya itu. Walau Joz juga tidak menampik banyak laki laki bahkan temen mereka yang suka dan ingin menjalin hubungan yang lebih dalam dengan adiknya. Secara adiknya ini cantik, sexy, memiliki bibit bobot bebet yang baik dan tentunya cerdas, sebuah gabungan yang sangat pas kriteria seoarang istri idaman.
" Sebenernya saya kenal Manda karena dikenalkan oleh teman baik Manda di fakultas yang sama. Dan kebetulan waktu itu si Manda hendak mencari tempat untuk bekerja. Dan setelah berkenalan, rasanya saya ingin menjajaki hubungan yang serius dengan Manda. Tentu saja saya harus meminta ijin kepada orang tua Manda juga saudara saudaranya. " jelas Lio yang membuat Manda jadi tersedak,karena ia takut dengan reaksi kakak kakaknya dengan kejujuran Lio itu.
" Hah? Apa anda serius dengan perasaan anda itu?" tanya Joz dengan dingin. Ia bukannya tidak suka dengan Lio tapi kayaknya terlalu cepat kalau ingin menjalin hubungan yang lebih dalam dengan adiknya. Secara adiknya kan masih kecil sedang perkiraan Joz , bahkan Lio itu jauh lebih tua daripada dirinya. Mungkin ada di kisaran 30an tahun.
" Saya sangat serius malahan. Bahkan kalau Manda mau, saya sudah menyiapkan mahar untuk mas kawinnya." sahut Lio dengan nada santai.
"Apaa??" koor Joz, Joe dan Manda serempak bergema.
.
.
.
TBC
crtanya bagus....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
semoga manda selamat
walau jauh, tp bs memprotect wanita, mantap...
kenan pemaniez aja..
spy ada gemez2 nya gitu...
😁