"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 | BAYANGAN YANG KEMBALI MENGHANTUI
"Boleh aku masuk?"
Pertanyaan Karina yang disusul senyum santai langsung meruntuhkan ekspresi tegang Aleeza. Aleeza menggeser tubuhnya, membiarkan sepupunya itu melangkah masuk ke dalam apartemen mungilnya.
"Tampaknya kau sangat terkejut, Kar..." sapa Aleeza begitu Karina sudah duduk di sofa, sementara dirinya berdiri di depan lemari es untuk mengambil minuman kaleng.
"Yang pasti tidak menyambut hantu," balas Karina santai, menerima kaleng soda yang diulurkan Aleeza lalu membukanya. "Bilang saja padanya, aku baik-baik saja. Sangat meresahkan mendengar orang yang jelas-jelas membangkang tapi mempertanyakan tunangannya."
Aleeza mendengus pelan. Ia tahu betul maksud Karina. Di mata keluarga besarnya, Aleeza sering dianggap sebagai gadis pembangkang yang tidak pernah mengikuti aturan keluarga bangsawan. Namun, kedatangan Karina kali ini bukan untuk membahas hal itu.
"Karina Apa kau melihat siapa yang berdiri di lorong luar tadi?" tanya Aleeza dengan suara bergetar pelan, mengalihkan topik pembicaraan ke hal yang paling meresahkannya sejak beberapa menit lalu.
Karina mengernyitkan dahi. "Tidak ada siapa-siapa. Hanya ada bayanganmu sendiri, Aleeza."
Aleeza terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Ia sangat yakin melihat siluet tubuh tinggi seorang pria berdiri dalam kegelapan lorong tepat saat ia menutup pintu setelah perpisahannya dengan Austin. Apakah pria iblis itu tidak benar-benar pergi ke Vietnam? batin Aleeza ngeri.
Pembicaraan mereka bergeser ke arah Julian. Karina menatap Aleeza dengan sorot mata penuh selidik dan keprihatinan yang mendalam.
"Jadi sekarang kau mulai menjadikan Julian sebagai alasanmu, Aleeza?" selidik Karina tajam, menyebut nama kekasih rahasia
Aleeza. "Jujur saja, aku bahkan ragu kau tahu atau tidak di mana Julian sekarang."
Aleeza membelalakkan mata kaget. "Apa maksudmu?!"
"Kau tidak tahu? Sopir keluarga mendiang Julian meneleponku pagi tadi. Dia berangkat ke Jenewa hari ini untuk check-up. Kenapa kau tidak melaporkan itu padamu?" tanya Karina heran.
Dada Aleeza mendadak sesak. Ia memang tahu Julian harus rutin menjalani pemeriksaan kesehatan di Swiss setiap beberapa bulan sekali akibat sisa-sisa trauma kecelakaan masa lalu. Namun fakta bahwa Julian pergi tanpa mengabarkannya membuat Aleeza merasa sangat bersalah.
"Aku aku benar-benar lupa, Kar. Akhir-akhir ini kepalaku dipenuhi banyak hal..." cicit Aleeza lirih, menundukkan kepala menahan beban emosional yang kian menghimpit dadanya.
"Kau mencintainya, Aleeza?" tanya Karina tiba-tiba, suaranya melembut namun menusuk langsung ke jantung.
"Tentu saja," jawab Aleeza tanpa berpikir ulang. "Dia melindungiku, dia mencintaiku..."
"Kalau begitu, kenapa kau bisa berbicara dan menghabiskan waktu berhari-hari dengan
Austin Vanderbilt?" potong Karina telak. "Kau tahu, jika saja Julian bisa melihat, aku yakin dia tidak akan pernah merestui sandiwara gila yang sedang kau jalani ini dengan billionaire Spanyol itu."
Aleeza menutup kedua telinganya dengan tangan, menggeleng kuat-kuat. "Kau tidak mengerti, Karina! Ini satu-satunya cara untuk melindungi Julian dari ancaman Austin!Ceklek!
Suara pintu utama apartemen tiba-tiba terbuka dari luar!
Aleeza dan Karina langsung menoleh kompak dengan mata membelalak ngeri. Bukankah
Austin sudah berpamitan pergi ke Vietnam untuk waktu yang cukup lama? Kenapa pria itu tiba-tiba muncul kembali di ambang pintu seolah tidak pernah terjadi perpisahan?!
Sosok tinggi tegap dengan setelan jas rapi melangkah masuk dengan tenang. Austin Vanderbilt.
"Aku pergi dulu, Aleeza Aku rasa kau memerlukan privasi," bisik Karina panik, buru-buru merapikan tasnya dan berjalan cepat melewati sisi Austin yang berdiri di pintu, meninggalkan Aleeza seorang diri menghadapi sang billionaire.
Aleeza berdiri mematung, menatap pria di hadapannya dengan kilat kemarahan dan kebingungan yang membara di dadanya.
"K-Kau KAU KEMBALI LAGI?! KENAPA KAU BELUM PERGI KE VIETNAM?!" bentak Aleeza histeris, kehilangan seluruh sisa kesabarannya.
Austin menutup pintu di belakangnya, lalu melangkah mendekat dengan senyuman miring yang sangat menyebalkan.
"Aku meninggalkan sesuatu di sini, Mi Amor," jawab Austin tenang, mengabaikan amukan Aleeza.
"Apa?!" seru Aleeza geram.
Austin berhenti tepat di hadapan Aleeza, menundukkan sedikit wajahnya hingga napas hangat mereka beradu di udara.
"Hatiku," bisik Austin dingin namun memabukkan. "Dan aku tidak bisa terbang ke Vietnam tanpa membawanya serta."
Aleeza terperangah, terjebak dalam tatapan mata biru Austin yang menghanyutkan, menyadari bahwa cengkeraman sang pangeran Spanyol kini telah mengakar jauh lebih dalam dari yang ia bayangkan!
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!