NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:165.6k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Mengalahkan Pesona Cleopatra

Mireya menatap Arven. Arven menatap balik.

Beberapa detik berlalu hingga akhirnya Mireya menguarkan suara. “Kalau Tu—eh maksudku Mas tidak mau ikut dengan kami, juga tidak apa-apa.”

Arven mengangguk. “Benar.”

“Besok biar saya dan Elden seperti biasa saja.”

Arven langsung mengernyit. “Kenapa?”

Mireya tampak bingung. “Bukankah Tuan tidak mau ikut?”

Arven terdiam.

Elden kembali mengeluarkan tawanya. "Kenapa Ayah semakin hari semakin banyak bingung?" tanya Elden dengan polos.

Pak Can menundukkan kepala lagi. Pertanyaan polos Elden, sungguh sangat tepat sasaran. 'Sepertinya pesona baru Nyonya telah mengalahlan pesona Cleopatra,' batin Pak Can yang berada di sisi Arven.

Arven mengetukkan jemarinya di meja. “Sepertinya, aku berubah pikiran.”

Mireya mengernyitkan dahinya. "Kok tiba-tiba?"

Arven terdiam memikirkan jawaban dengan cepat. "Ah, tadi dipaksa Elden."

Mireya menatap Elden yang terkikik makin keras. “Baik lah.”

Elden mengkat tangan yang menggenggam sendok. “Asiiik, besok Elden, Ibu dan Ayah akan berkebun sama-sama.”

Arven hanya menatap kaku, merasa sedikit terjebak. Padahal tak ada yang menjebaknya. “Pukul berapa mulainya?”

“Pagi.”

“Jam berapa?”

“Setelah sarapan.”

Arven mengangguk pasrah. “Baik.” Sebenarnya, ini bukan lah pekerjaannya. Dia hanyalah Tuan Tanah yang menyediakan lahan untuk diolah pekerja. Namun, entah dorongan apa yang membuatnya ingin ikut dalam aliansi ibu dan anak itu.

Mireya kembali melanjutkan makan.

Arven ikut makan.

Namun baru beberapa suap, Mireya berkata, “Mmmasss.”

“Hm?”

“Kalau ikut berkebun, jangan memakai sepatu mahal.”

Arven melihat sepatunya. “Kamu pikir aku ini orang kota?”

Mireya tersenyum kikuk. “Ya, takut nanti sepatunya kotor.”

Elden tersenyum puas.

“Horeeee... Ayah tak boleh bohong ya. Besok ikut kami main-main sama tanah!”

Arven menatap putranya. 'Jadi, berkebun dalam pikiran Elden adalah mengaduk-aduk tanah.'

Tiba-tiba Arven merasa geli sendiri dengan tingkah putranya yang semakin banyak bicara. Lalu ia hanya berdehem sejenak dan melanjutkan menyuapi makanannya.

Kemudian menatap Mireya yang kini menyuapi Elden.

Ia menyadari perubahan kecil, rumah yang biasanya sunyi itu mulai terasa berbeda.

Meskipun ia menyukai ketenangan, teyapi ia tidak membencinya kehebohan kecil ini.

.

.

Siang harinya, Arven berada di ruang kerjanya. Sebuah map terbuka di atas meja. Matanya membaca kembali isi kontrak pernikahan yang ia buat sendiri.

Ia menemukan satu kalimat.

Tidak ada kewajiban untuk mengganggu kehidupan pribadi masing-masing.

Arven mengetukkan jari ke meja. Kemudian membaca kalimat berikutnya.

Mireya tidak berkewajiban mencampuri urusan pekerjaan Arven.

Keningnya berkerut. “Ini masalahnya.”

Ia mengambil pena.

Lalu mencoret bagian tersebut.

Namun, saat akan menulis ulang, terdengar suara dari luar.

“Ayah!”

Arven langsung berhenti. Pintu terbuka. Elden masuk bersama Mireya.

Anak itu membawa sesuatu di tangannya. “Ayah lihat!”

Arven menatap benda tersebut. Sebuah cangkul kecil.

“Apa itu?”

“Punya Ibu.”

Arven mengangkat alis. “Kau membawa cangkul ke ruang kerja Ayah?”

Elden mengangguk. “Ibu bilang besok Ayah harus memakai ini.”

Arven menatap Mireya.

Mireya terlihat sama sekali tidak merasa bersalah. “Saya tidak pernah bilang begitu.”

Elden tertawa. “Aku bohong!”

Lalu ia berlari keluar. Mireya mengejarnya.

Namun sebelum pergi, ia berhenti di ambang pintu. “Masss.”

“Apa?”

“Besok jangan terlambat.”

Arven mengangkat alis. “Berani sekali kau menyuruhku?”

Mireya tersenyum tipis. “Bukan menyuruh. Saya hanya mengingatkan.”

Setelah itu ia pergi. Arven kembali menatap kontrak di mejanya. Pena masih berada di tangannya.

Perlahan, ia mencoret satu kalimat lagi. Lalu bergumam,

“Sepertinya kontrak ini memang harus diubah.”

Kali ini bukan karena ia ingin mendekati Mireya. Bukan juga karena ia membutuhkan seorang istri.

Melainkan karena untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Arven ingin ada seseorang yang menunggunya pulang.

'Tak enak rasanya saat pulang, ternyata tak ada yang menyambut.'

Bagi Vote dong Kakak, Bunda, Bundir..

Masih Senin, masih ngemis 😂

*bersambung*

1
Erna Masliana
ganggu bae s Mireya
Erna Masliana
heh..jauh y
Erna Masliana
Pak Can bijak 👍
Erna Masliana
salahkan dirimu sendiri tidak mau jujur
Erna Masliana
tinggal bilang apa susahnya.. palingan jadi majikan lagi.. jangan buat orang yang menampung dan membela mu kelihatan bego di mata mantan keluarga bejatmu
Erna Masliana
jujur aku gak ngerti..masa Iddah itu di hitung setelah ketok palu atau kata talak?? terus yang namanya sidang perceraian setauku tidak ada yang sehari beres..sepupuku aja perlu 6bulan 3 kali sidang sampe ketok palu..kalo dalam Islam ya dihitung dari kata talaknya suami bukan dari ketok palu deh kayaknya
SoVay: boleh dbaca sampai selesai y kak, ceritanya udah tamat 🙏🍅
total 1 replies
Erna Masliana
ih hayang nga geplak s Mireya.. bertele tele..aku orangnya gak sabaran 😛
Erna Masliana
ya banyak.. karena kamu gak cari tau..gak nanya dg benar..kamu juga punya rahasia... jangan marah
Erna Masliana
greget ih...Mireya terlalu lemah.. sampe harus di bela anak kecil
Erna Masliana
rumah s Arven tipe terbuka y .. tapi waktu masuk ada penjaga kok enteng banget masukin orang
Erna Masliana
ya gak bisa udah ketok palu meski ada masa Iddah kalo ceweknya gak mau rujuk ya gak bisa maksa kembali.. apalagi untuk hidup menderita.. lagian itu pas ketok palu bukannya harusnya prosesnya lama..s syahzan sekaya apa sih atau seberpengaruh apa sampe dapat surat cerai tanpa mediasi langsung sidang putusan.. terus alasan cerai yang diajukan apa?
Erna Masliana
karena butuh itu fakta kenapa takut.. memang saat itu kamu benar benar lagi terpuruk kan.. makanya lihat peluang langsung ambil itu realistis untuk bertahan hidup bukan matre
Erna Masliana
ini tidak di apa apain s Syahzannya?? minimal bikin drama di begal gitu??
Erna Masliana
kalo dg trik licik syahzan aja kalah maka Zareti memang tidak sekuat itu
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣ngeles biar gak kena amuk
Erna Masliana
kenapa berharap dicari gitu 😛
Erna Masliana
gantung kamu di pohon itu merepotkan karena kamu berat😁✌️.. lebih praktis di dor atau racun ✌️✌️
Aji Priatun
suka karyanya Author
Yulvita Darnel
waw... masa dari 50% turun bebas menjadi 35% ada-ada saja mireya.
Dewi Habibah
bagus ceritanya
SoVay: terima kasih kk 🍅🍅🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!