NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Petunjuk

Di sisi lain, Kirana tampak menjalani malam itu seperti tidak terjadi apa-apa. Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, ia kini mengenakan piyama nyaman dengan rambut yang masih sedikit lembap, lalu duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.

Bagi Kirana, kejadian di pesta pernikahan Shania tadi bukanlah sesuatu yang perlu terus dipikirkan. Ia sudah terbiasa menerima perlakuan tidak adil dari keluarga Lin, sehingga penghinaan seperti itu tidak lagi mampu membuatnya terkejut, apalagi berharap mereka akan berubah menjadi keluarga yang menyayanginya.

Pintu kamar terbuka dari luar, memperlihatkan Kendra yang masuk menggunakan kursi rodanya. Pria itu sempat memperhatikan Kirana selama beberapa detik sebelum akhirnya menggerakkan kursi rodanya mendekat.

"Kau tidak apa-apa?" tanyanya, menatap wajah Kirana yang terlihat tenang.

Kirana mengangkat kepalanya, lalu mengangguk pelan seolah ingin mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Namun, Kendra justru berdehem dan memalingkan wajah, seperti merasa sedikit canggung karena pertanyaannya sendiri.

"Jangan salah paham," katanya dengan nada dingin yang biasa ia gunakan. "Kau sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga Wu, jadi tentu saja aku harus membelamu ketika ada orang yang mencoba mempermalukanmu."

Kirana berkedip beberapa kali, lalu menatap pria itu dengan ekspresi datar. Setelah mengangguk singkat, ia kembali mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu sebelum menunjukkan layar tersebut kepada Kendra.

Aku tidak apa-apa. Lagipula, aku sudah mati rasa terhadap keluarga Lin.

Kendra membaca kalimat itu tanpa menyela, sementara Kirana kembali mengetik beberapa kata sebelum menyodorkan ponselnya sekali lagi.

Selama dua puluh tahun, aku tidak pernah berharap banyak kepada mereka. Orang-orang yang merawatku selama ini bukan keluarga Lin, melainkan para master yang membesarkanku di desa.

Tatapan Kendra perlahan berubah setelah membaca pesan tersebut. Ia terdiam cukup lama, seolah baru benar-benar menyadari betapa banyak hal yang telah dialami perempuan di hadapannya itu sejak kecil.

Dulu, Kendra pernah menganggap dirinya sebagai anak paling menyedihkan di dunia. Ketika usianya baru sepuluh tahun, ayahnya membawa pulang seorang perempuan lain beserta anak haramnya, seolah keberadaan dirinya dan sang ibu tidak lagi cukup berarti bagi pria itu.

Meskipun harus menghadapi pengkhianatan ayahnya sendiri, Kendra masih memiliki seorang ibu yang selalu menyayanginya. Cassia tidak pernah meninggalkannya sendirian, bahkan ketika dunia seolah berbalik memusuhinya.

Berbeda dengan dirinya, Kirana justru dibuang oleh keluarga kandungnya hanya karena terlahir dengan kondisi yang membuatnya tidak bisa berbicara.

Selama dua puluh tahun, perempuan itu tumbuh jauh dari rumahnya sendiri, tanpa kasih sayang orang tua maupun perhatian dari saudara-saudaranya.

Jika bukan karena tujuh master yang merawat dan membesarkannya, Kendra bahkan tidak ingin membayangkan bagaimana kehidupan Kirana selama ini.

Mungkin perempuan itu tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi seseorang yang begitu kuat dan mampu melindungi dirinya sendiri.

Kendra menghela napas pelan, lalu kembali menatap Kirana. Ada perasaan yang sulit dijelaskan di dalam dadanya, bukan rasa kasihan semata, melainkan juga kekaguman terhadap perempuan yang mampu bersikap tenang setelah mengalami begitu banyak ketidakadilan.

"Kau benar-benar tidak apa-apa?" tanyanya sekali lagi, kali ini dengan suara yang sedikit lebih lembut. "Kalau ada sesuatu yang mengganggumu, kau bisa memberitahuku."

Kirana menatapnya beberapa saat, tampak sedikit terkejut karena pria sedingin Kendra bersedia menanyakan hal yang sama hingga dua kali. Tapi ia tidak merasa perlu menjelaskan lebih jauh, sebab memang tidak ada sesuatu yang ingin dikeluhkannya mengenai keluarga Lin.

Perempuan itu akhirnya mengangguk, membuat Kendra mengembuskan napas lega tanpa menyadarinya. Ia kemudian melirik jam di dinding sebelum kembali bertanya, "Kalau begitu, apa kau masih lapar?"

Kirana yang semula hendak mengambil ponselnya langsung terdiam. Ia mencoba mengingat apa saja yang telah dimakannya sejak sore tadi, kemudian menyadari bahwa selama pesta pernikahan berlangsung, dirinya hanya sempat menikmati beberapa potong kue.

Perutnya seolah ikut mengingatkan hal itu dengan suara kecil yang terdengar di tengah keheningan kamar. Kirana segera menunduk, sementara Kendra yang mendengarnya mengangkat alis tipis.

"Kau belum makan malam dengan benar?" tanyanya.

Kirana menggeleng pelan, lalu mengangguk setelah menyadari bahwa pertanyaan itu memang tidak sepenuhnya bisa dijawab dengan gelengan. Ia kemudian mengetik pesan singkat di ponselnya dan memperlihatkannya kepada Kendra.

Aku hanya makan kue di pesta tadi. Aku masih lapar.

Kendra menatap tulisan itu, lalu mengangkat sebelah alisnya. "Jadi, sejak tadi kau menahan lapar?"

Kirana menggeleng cepat, kemudian mengetik lagi.

Aku tidak menahan lapar. Aku hanya belum menemukan makanan yang ingin kumakan.

Kendra menatapnya dengan ekspresi sulit berkata-kata. Perempuan ini benar-benar memiliki kemampuan untuk membuatnya kehilangan kesabaran sekaligus merasa geli hanya dengan beberapa patah kata yang diketikkan di layar ponselnya.

"Baiklah, Nona Kirana," ujarnya sambil memutar kursi roda menuju pintu. "Kalau begitu, mari kita turun dan mencari sesuatu untuk dimakan sebelum kau memutuskan menghabiskan seluruh isi dapur."

Kirana langsung bangkit dari ranjang. Ia mengambil ponselnya, lalu berjalan menghampiri Kendra dengan langkah ringan, seolah ajakan untuk makan malam jauh lebih menarik daripada membicarakan keluarga Lin.

Melihatnya begitu bersemangat, Kendra menggeleng pelan. "Ternyata suasana hatimu bisa membaik hanya karena makanan."

Kirana menatapnya, kemudian mengetik balasan sambil berjalan di samping kursi rodanya.

Makanan tidak pernah berpura-pura menyayangiku, lalu menyakitiku.

Kendra terlihat terdiam sejenak.

Kendra tidak tahu harus menjawab apa, jadi ia hanya kembali menggerakkan kursi rodanya menuju pintu kamar.

"Kalau begitu, malam ini kita cari makanan yang enak," katanya akhirnya. "Anggap saja sebagai hadiah karena kau sudah bertahan menghadapi banyak hal hari ini."

Kirana menoleh kepadanya, lalu tersenyum tipis sebelum mengangguk.

Kirana dan Kendra kini duduk berdampingan di meja makan. Di atas meja tersaji beberapa hidangan hangat yang baru saja disiapkan oleh pelayan.

Kendra baru saja hendak melanjutkan makan ketika terdengar langkah kaki mendekati ruang makan.

"Tuan, Nyonya Kirana."

Marco muncul sambil membawa sebuah map dokumen berwarna cokelat. Wajahnya terlihat lebih serius daripada biasanya, membuat Kendra segera meletakkan sendoknya dan mengalihkan perhatian kepada sang asisten.

"Ada apa?" tanya Kendra.

Marco berjalan mendekat, lalu meletakkan map tersebut di atas meja. "Saya sudah mendapatkan arsip rumah sakit tempat Nyonya Kirana dilahirkan dua puluh tahun lalu."

Tangan Kirana yang sedang memegang sendok langsung berhenti. Ia mengangkat wajah dan menatap Marco, sementara Kendra mengerutkan kening.

"Arsip rumah sakit?" ulang Kendra. "Apa yang kau temukan?"

Marco membuka map itu dan mengeluarkan beberapa lembar salinan dokumen medis. Ia memeriksa kembali halaman yang sudah diberi tanda sebelum mendorongnya ke hadapan Kendra dan Kirana.

"Kami sudah menemukan petunjuk. Ini adalah catatan pemeriksaan saat Nyonya Kirana baru dilahirkan," jelas Marco. "Menurut hasil pemeriksaan dokter saat itu, Nyonya Kirana lahir dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan kelainan bawaan yang berkaitan dengan kemampuan berbicaranya."

Deg!

1
syh 03
karma sesuai perbuatan lah 😒
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra blm ngeh kl td Kirana bisa berteriak mengeluarkan suaranya 🤗🤗 sbntr lg Kirana pasti bisa bicara 💪💪
mama_im
sukurin 😤😤😤 temen temen nya juga harus di bantai sih
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si Meylan msh aja percaya sama si minyak goreng pdhl dah berapa kl ulahnya ke bongkar tp msh blm ngeh 😏😡
Maria Lina
mantap..makasih bnykk"ya thor ud up nya🙏🙏😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra takut jg ya kl Kirana marah 😂😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
karma mu baru berjalan Harry jd tenang aja karna itu blm sbrp 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra kamu hrs hati" karna Kirana bnyk yg ngincar untuk dilecehkan jd kamu hrs lenyapkan mereka agar berkurang orang jahatnya 😏😡
teh tubruk
makanya kalau tdk mau anakmu mengalami hal yang sama seperti Kendra jgn jahat2 jadi manusia,,, terima akibat nya sekarang 😂
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!