Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ular Berbisa
Di sebuah restoran China Amanda duduk dengan tenang, dia nampak sedang menunggu seseorang.
Wanita itu memakai pakaian mewah, tas mewah, dan barang barang serta perhiasan mewah dari ujung rambut hingga ujung kepalanya yang tak kurang dari 800 jutaan.
Kini Amanda merupakan seorang istri dari orang kaya raya. Sang Investor legendaris Theo Andrews. Dia tak perlu lagi menunduk pada siapapun.
Jikalau dia berjalan dimanapun banyak pasang mata yang menatap ke arahnya, tak sedikit yang memuji kecantikan dan ke glamoran dirinya saat ini.
Bahkan teman teman Amanda yang dulu mencibir Amanda saat menjadi istri tak di anggap Aji, kini balik mendekati Amanda.
Tak lama kemudian seorang gadis bertubuh tinggi semampai mirip dengan Amanda masuk ke restoran itu, gadis itu melambai nampak senang sekali bertemu dengan Amanda.
"Udah lama kak?" Ucap Firda seraya duduk di sebelah Amanda.
"Baru aja kok." Ucap Amanda santai.
Amanda lalu memanggil pelayan untuk memesankan Firda aneka makanan yang nampak mahal.
"Wah makasih banyak ya kak." Ucap Firda takjub, dulu saat Kakaknya menikah dengan Aji Firda tidak pernah di ajak kakaknya makan di restoran semahal dan semewah ini, Aji memang kaya Raya namun Aji ternyata agak pelit terhadap Kakaknya apalagi keluarga mereka.
Wajar saja kalau Amanda memilih untuk menceraikan Aji dan kini menikah dengan Pria yang lebih kaya dan royal seperti Theo.
"Eh Kak foto yang kemarin Kakak kirim sudah aku Share loh ke forum kampus." Ucap Firda melaporkan tindakan yang tenyata diperintah oleh Amanda.
"Bagus." Ucap Amanda merasa puas.
"Tapi kamu tidak ketahuan kan Fir?" Tanya Amanda takut kalau adiknya akan terkena masalah, dia tidak mau Theo mengetahui perbuatan jahatnya, ia ingin bermain cantik.
Firda menggeleng "Aman dong kak, aku pake akun anonim."
"Terus gimana reaksi gadis sialan itu, apa dia kena masalah?" Amanda menunggu kabar baik dari Firda.
"Ya lumayan heboh, sekarang dia jadi digosipin kalau jadi peliharaan om om kak." Sahut Firda.
"Emang beneran dia simpenan Om Om kak?" Tanya Firda agak penasaran.
"Ya pokoknya seperti itu lah Fir." Amanda malas menjelaskan.
Firda tak paham mengapa kakaknya niat sekali mengusik Karin dia bertanya lagi
"Memang apa hubungannya Karin dengan kamu Kak?"
"Bukan urusan kamu Firda, yang penting laksanakan saja tugas dari kakak oke."
"Oke Kak."
Firda tidak begitu peduli dengan perasaan Karin, dia juga tidak peduli apa niatan Kakaknya, karena yang Firda butuhkan hanya uang jajan dari Kakak perempuannya itu.
Melaksanakan perintah Amanda membuatnya senang, apalagi Firda sebenarnya menaruh hati pada Kai, dulu dia sempat cemburu melihat Kai selalu bersama Karin ia merasa puas dapat mempermalukan Karin di kampus.
Bagaikan menyelam lalu meminum air kini Firda dapat mempermalukan Karin sekaligus mendapatkan untung dari hal itu.
"Oia Fir, menurut mu siapa yang lebih cantik, mba atau si Karin teman kampus mu itu?" Tanya Amanda.
Firda memandang wajah kakaknya yang sangat cantik, dia akui memang kakaknya begitu sempurna tapi Karin juga punya keunikannya tersendiri, seperti ada magnet unik yang membuatnya begitu menarik untuk dilihat, Karin pun tak kalah memukau dari Amanda.
Demi menjaga mood Kakaknya Firda menjawab aman saja "Cantikan Kakakku dong kemana mana, si Karin tuh cuma menang imut doang kak, kalau secara fisik kalah jauh lah sama Kakak yang tinggi dan semok."
Amanda tersenyum puas perempuan itu merasa menang.
"Fir jangan sampai ketahuan kalau kamu yang mengunggah foto itu ke forum ya." Peringat Amanda lagi.
"Iya kak aku akan berhati hati." Ucap Firda.
...----------------...
...----------------...
Semalaman Karin tidak bisa tidur. Biasanya Om Yayang selalu menepuk nepuk pundaknya dan mengusap usap rambutnya agar Karin mudah tertidur kini tak ada yang mengeloninya.
Sementara Sekar perempuan yang sedang terluka itu sibuk menonton netflix di ruang tengah, suara tawanya sangat menganggu Karin yang sudah ingin terlelap tidur.
"Duh pusing banget mana besok masih ujian." Gerutunya.
Akhirnya Karin mengirim teks di grup Chat pada Riana dan Cherry curhat tentang harinya yang sangat absurd dan menyebalkan.
Dia tak mungkin curhat pada suaminya, Karin masih canggung untuk curhat banyak hal pada Om Yayang. Apalagi mengenai Kai.
Seperti biasa sahabatnya bisa membuat Karin senang dan melupakan kesedihannya sejenak.
Telepon berdering suaminya menelpon.
"Hallo sayang." Suara suaminya terdengar dari sebrang telepon.
"Iya om."
"Kok belum tidur sih, om lihat kamu online terus sampe jam segini, ngapain?" Tanya lelaki yang sebenarnya cemburuan itu.
"Chat sama Cherry dan Riana Om."
"Oh sahabat SMAmu itu ya."
"Iya."
"Oia Sekar gak ganggu kamu kan?" Tanya suami Karin itu menyelidiki, takut takut adiknya membuat masalah lagi.
"Enggak sih, tapi dia berisik lagi nonton netflix sambil ketawa tawa sepanjang malem." Keluh Karin.
Arjuna tertawa geli "Ya Allah ada aja ya gebrakannya si Sekar tiap hari."
Karin cemberut "Kok Om malah seneng, Karin gak bisa tidur tau."
"Bukan seneng, cuma om tuh merhatiin kalian lucu aja kayak Tom and Jerry."
"Kok lucu sih Om, gak ada lucu lucunya, Karin malah takut sama mba Sekar yang jutek itu." Curhat Karin.
"Marahin aja kalau dia rese, kamu kan kakak iparnya sayang, dia loh yang adik ipar kamu sekarang."
"Iya sih, tapi mana berani Karin, orangnya aja galak begitu." Keluhnya jujur.
"Dia sebenernya baik banget orangnya sayang, mungkin saat ini masih aneh aja sama keputusan om yang tiba tiba milih Karin, terus juga dia lagi galau aja sekarang, percaya deh pasti nanti kamu malah lebih sayang sama Sekar daripada sama om." Arjuna menyampaikan kenyataan yang sangat dia tau, aslinya Sekar gadis yang sangat penyayang dan baik hati, saat ini mungkin dia masih menguji Karin.
"Iya iya percaya aja deh biar di bawain oleh oleh." Kata Karin.
"Kamu mau apa emangnya?"
"Karin mau Om pulang." Ucapnya spontan.
"Ceritanya istri cantik Om ini kangen gitu sama suaminya?" Arjuna nampak senang.
"Sebenarnya Karin lagi sedih."
"Sedih kenapa sayang cerita dong."
"Gak apa apa, nanti aja kalau om pulang." Ucapnya tak mau membuat suaminya kerepotan.
"Bener gak apa apa?" Arjuna menjadi khawatir pada istri kecilnya itu.
"Iya cuma masalah pelajaran kok." Ucapnya berbohong.
"Yaudah sekarang Karin tidur ya, Om usahakan pulang tepat waktu, nanti kita jalan jalan ya sekalian kan mau cari mobil buat kamu."
"Iya" Ucap gadis itu singkat.
"Yaudah selamat tidur sayangnya Om, I love kelinci kecilnya Om"
Karin ragu ragu tapi dia berusaha mengatakan kata kata itu "I love you too om"
"Cium dong, Om kangen banget banget nih sama istri cantik Om"
"Malu."
"Yaudah om duluan ya muuuaaaachhh" Katanya mencontohkan pada Karin.
Karin diam beberapa saat "Muaaach" balasnya pelan sekali.
Hati Arjuna merasa hangat "Makasih ya sayang."
"Iya sama sama suamiku." Ucap Karin membuat Arjuna Prayoga sang CEO dingin itu tersenyum penuh rasa bahagia.