Di Benua Sembilan Provinsi, kekuatan adalah satu-satunya hukum yang diakui. Lin Xuan, pewaris muda Klan Lin yang lahir dengan Tulang Kaisar Kuno, dikhianati pada malam upacara kedewasaannya. Tetua Agung klan bekerja sama dengan sepupunya, Lin Haotian, dan tunangannya dari Sekte Pedang Bulan, Su Qingxue, untuk merobek Tulang Kaisar dari tubuhnya secara hidup-hidup. Dengan meridian yang hancur dan tubuh yang dibuang ke Jurang Tulang Iblis, Lin Xuan seharusnya mati menjadi santapan binatang buas.
Namun, darah pantang menyerah dan kebencian yang membakar jiwanya memicu bangkitnya artefak misterius dari era sebelum penciptaan langit: Sistem Penakluk Takdir (Fate Conqueror System). Sistem ini memiliki satu hukum mutlak: rampas takdir musuh untuk membangun tahta sendiri. Setiap musuh yang dibunuh dan setiap faksi yang dihancurkan oleh Lin Xuan akan diekstrak menjadi Esensi Kultivasi Murni, Bakat Spiritual, dan Fragmen Hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Guncangan di Kota Awan Merah & Bursa Pasar Gelap
PRANG!
Cangkir giok di tangan Tetua Agung Lin Zhen dibanting hingga hancur berkeping-keping di lantai aula utama.
Wajah pria tua berusia enam puluh tahun yang berada di puncak Ranah Pembukaan Meridian Tingkat 9 itu tampak gelap gulita seperti dasar panci, sementara di bawah tangga aula, belasan tetua cabang dan pengawal Klan Lin berlutut dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Sampah! Kalian semua sampah tak berguna!" raung Lin Zhen dengan suara menggelegar yang mengguncang genteng aula. "Gudang Obat Rahasia kita dikuras habis hingga tak tersisa sebutir pil pun, adik keempatku dibunuh dan kepalanya digantung di depan pintu gerbangku sendiri, dan tak seorang pun dari kalian yang menyadarinya sampai matahari terbit?!"
"Te-Tetua Agung..." salah satu tetua cabang menelan ludah dengan wajah pucat. "Penjaga yang memeriksa lokasi kejadian menemukan bahwa seluruh mayat di gudang obat—termasuk tubuh Tetua Keempat—mengering seperti kehabisan seluruh darahnya. Selain itu... tiga Penjaga Bayangan yang dikirim ke Jurang Tulang Iblis juga belum kembali. Apakah... apakah bocah Lin Xuan itu benar-benar berubah menjadi iblis dan kembali dari jurang?!"
Di sisi kiri aula, Su Qingxue yang mengenakan gaun putih bersih mengerutkan keningnya yang indah. Meski ia berusaha tetap tampak tenang sebagai murid inti Sekte Pedang Bulan, rasa dingin yang aneh merayap di punggungnya.
"Mustahil dia bisa selamat dengan cara biasa setelah Tulang Kaisarnya diambil," ucap Su Qingxue dengan nada dingin namun tegas. "Dia pasti menemukan warisan sekte iblis kuno di dasar Jurang Tulang Iblis. Paman Lin, karena Haotian saat ini masih berada di ruang tertutup untuk menyempurnakan penyatuan Tulang Kaisar hingga hari pertunangan kita lima hari lagi, kita tidak boleh membiarkan Lin Xuan mengganggu prosesnya."
"Qingxue benar," Lin Zhen menarik napas dalam-dalam, menekan amarahnya. "Bagaimana dengan bantuan dari Sekte Pedang Bulan?"
"Aku sudah mengirimkan burung pesan spiritual pagi tadi," jawab Su Qingxue sambil berdiri dengan anggun namun angkuh. "Kakak Senior Zhou Yan kebetulan sedang menjalankan misi di dekat Kota Awan Merah dan akan tiba besok pagi. Beliau adalah praktisi Pembukaan Meridian Tingkat 8 yang telah menguasai Teknik Pedang Bayangan Bulan. Begitu Kakak Senior Zhou tiba, kita akan memasang jaring di Tambang Batu Spiritual untuk memancing Lin Xuan keluar dan memenggal kepalanya untuk selamanya!"
Sementara seluruh Kota Awan Merah berada dalam status siaga penuh dan patroli Klan Lin memeriksa setiap sudut jalan, Lin Xuan justru sedang berjalan santai di bawah tanah kota.
Dengan mengenakan jubah bertudung hitam dan topeng perak polos yang menyembunyikan wajahnya, ia memasuki Pasar Gelap Paviliun Bayangan—kawasan perdagangan bawah tanah tempat para kultivator bebas, pembunuh bayaran, dan pedagang pasar gelap bertransaksi tanpa memedulikan hukum klan.
Di dalam ruang penginapan tersembunyi beberapa jam sebelumnya, Lin Xuan telah menelan seluruh tanaman obat berusia seratus tahun yang ia rampas dari gudang Klan Lin. Saat ini, kultivasinya telah melonjak pesat ke Ranah Pembukaan Meridian Tingkat 6 (72 Meridian Terbuka)!
"Pedang patah besi hitam ini sudah mulai retak saat menahan benturan Qi Sejatiku," batin Lin Xuan sambil menyusuri deretan kios batu di lorong bawah tanah. "Aku membutuhkan material logam spiritual tingkat tinggi dan mengaktifkan fungsi penempaan sistem."
Tiba-tiba, langkah kaki Lin Xuan terhenti di depan sebuah panggung lelang besi di sudut pasar gelap.
Di atas panggung itu, seorang pedagang budak bertubuh gemuk sedang mencambuk sebuah kerangkeng baja hitam. Di dalam kerangkeng tersebut, tampak seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan bekas luka pedang menyilang di wajahnya. Kedua tangannya dibelenggu rantai penekan Qi, dan dari sudut bibirnya mengalir darah hitam berbau busuk.
"Ayo lihat! Mantan komandan pasukan rahasia dari utara yang tertangkap di perbatasan!" teriak pedagang budak itu. "Meski meridiannya terkena Racun Pembusuk Jiwa, fisiknya masih sekuat binatang buas! Sangat cocok dijadikan umpan hidup saat kalian menjelajahi makam kuno! Harga pembuka hanya 500 Batu Spiritual!"
Para pengunjung pasar gelap hanya mencibir dan menggelengkan kepala. Siapa yang mau membuang 500 Batu Spiritual untuk membeli orang sekarat yang terkena Racun Pembusuk Jiwa?
Namun di mata Lin Xuan, panel Radar Karma miliknya justru menyala terang dengan warna emas keunguan!
[Target Terdeteksi: Mo Wuji.] [Status Asli: Mantan Jenderal Pasukan Bayangan Kekaisaran Yan Agung (Dikhianati oleh Pangeran Mahkota Yan Cangqiong).] [Kultivasi Asli: Ranah Fondasi Roh Tingkat 3 (Saat ini tertekan ke Pembukaan Meridian Tingkat 2 akibat Racun Pembusuk Jiwa).] [Bakat Khusus: Tubuh Bayangan Malam & Kemampuan Komando Pasukan Pembunuh.] [Indikator Takdir: Jika diselamatkan dan racunnya dimurnikan, tingkat kesetiaan kepada Inang akan mencapai 100% (Mutlak)!]
Mata Lin Xuan di balik topeng perak berkilat tajam.
Seorang pakar Ranah Fondasi Roh yang memiliki kemampuan membangun pasukan intelijen dan pembunuh bayaran! Jika ia ingin meratakan Klan Lin dan menghadapi Sekte Pedang Bulan yang berdiri di belakang Su Qingxue, ia membutuhkan kaki tangan yang tajam untuk mengurus hal-hal kotor dan membangun fondasi faksinya sendiri.
"Lima ratus Batu Spiritual. Aku membelinya," ujar Lin Xuan dengan suara berat dari balik topengnya sambil melemparkan sekantong batu spiritual ke atas panggung.
Pedagang budak itu menangkap kantong tersebut dengan wajah berseri-seri. "Haha! Tuan ini benar-benar dermawan! Ini kunci kerangkeng dan segel budaknya!"
Namun, tepat ketika Lin Xuan hendak mengambil kunci tersebut dan membeli sebongkah Besi Darah Bintang di kios sebelahnya, suara tawa arogan terdengar dari belakang kerumunan.
"Tunggu dulu! Siapa yang mengizinkanmu membeli barang di kios ini?"
Seorang pemuda berpakaian sutra biru mewah—Wang Teng, tuan muda dari Klan Wang yang merupakan sekutu dekat Lin Haotian—melangkah maju bersama empat pengawal Pembukaan Meridian Tingkat 5.
Mata Wang Teng menatap bongkahan Besi Darah Bintang di tangan Lin Xuan dengan tamak. "Tuan Muda Haotian dari Klan Lin sedang mencari logam spiritual untuk menempa pedang pertunangannya. Serahkan Besi Darah Bintang itu dan berlututlah meminta maaf, maka aku akan mengizinkanmu merangkak keluar dari pasar gelap ini dengan nyawa utuh!"