"Kenapa hanya karna anak ini terlahir sebagai wanita sampai di buang begitu saja? kau ibu yang tak perasaan" teriak nya sambil mengutuk perbuatan seseorang wanita yang membuang bayi nya di pinggir sungai
Penasaran dengan cerita ini yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Enam
Karena Jendral Khen Cao. sudah bisa mendengar suara You you, Nyonya Anhi Cao pun menceritakan awal mulanya kenapa mereka bisa mendengar suara You you. Jendral Khen Cao mengangguk-angguk kepala, sedangkan You you masih merajuk tak ingin bicara kepada Tuan Lao Yun dan Jendral Khen Cao. Jendral Khen Cao sudah meminta maaf, tapi You you masih tetap diam merajuk.
"Ayo lah Sayang.... paman minta maaf, laginya bagaimana Paman tidak terkejut kalau tiba-tiba. Paman mendengar suara cempreng mu yang bilang tes tes seperti itu" bujuk Jendral Khen Cao.
"Cuala Atu cetci loh ya.... bica-bica nya di tatai cempleng....." ucap You you. Nyonya Anhi Cao hanya bisa menunduk kan kepala, dia benar-benar begitu gemas dengan putri nya itu. sedangkan Tuan Lao Yun dan Jendral Khen Cao hanya bisa meringis mendengar ucapan itu.
"Iya-iya suara You you seksi.... kaya kodok kejepit" ucap Jendral Khen Cao. tapi bagian kodok kejepit nya hanya bisa kecil, Jendral Khen Cao pikir You you tidak akan mendengar nya.
"Ck..... tadi cempleng, cetalang Todot teljepit, jujul paman tidat toncicten" ucap sengit You you.
"KONSISTEN.... bukan toncicten sayang" ucap Tuan Lao Yun. You you menyipitkan matanya, ayah nya ini selalu mencari kesalahan nya.
"Ayah jangan lupa loh ya.... You you macih malah loh cama ayah" ucap You you. Tuan Lao Yun langsung mengangkat kedua tangan, dia menjewer telinga.
"Hehehe.... baiklah ayah salah" ucap Tuan Lao Yun.
[Tuan anda tidak ingat dengan umur anda yang sebenarnya.... di zaman ini anda menjadi bayi mungil yang lucu dan menggemaskan, tapi kan jiwa anda itu seorang perempuan dewasa yang harusnya sudah menikah].
You you hanya bisa pasrah, dia sudah tidak ingin berdebat lagi dengan sistemnya itu. sedangkan Jendral Khen Cao dia memilih untuk memakan makanan yang begitu menggugah selera, dia tidak memikirkan perdebatan ayah dan anak itu.
Nyonya Anhi Cao melongo saat melihat Gege nya keduanya makan dengan lahap tanpa mengajak mereka berdua. Tuan Lao Yun langsung melihat ke arah Jendral Khen Cao, beberapa piring yang berada di atas meja pun mulai kosong.
"Gege.... sisakan untuk kami juga ihhhh....." teriak Nyonya Anhi Cao. Jendral Khen Cao yang sadar sudah menghabiskan beberapa menu makanan milik sang adik pun langsung mendongak melihat ke arah adiknya,
"Maaf adik..... Gege terlalu menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh putrimu ini, You youapa Paman boleh meminta beberapa makanan lagi?" ucap Jendral Khen Cao. Nyonya Anhi Cao dan Tuan Lao Yun saling tatap saat mendengar ucapan konyol dari Jendral Khen Cao. You you tersenyum puas, saat mendengar permintaan dari pamannya itu.
"Tentu caja.... paman ingin membawanya cetalang?" ucap bahagia You you. Jendral Khen Cao tersenyum bahagia, jadi dia bisa membawa kediamannya, Nyonya Anhi Cao mendengus saat melihat kebahagiaan di mata Gege kedua nya itu.
"Oh.... leluhurku yang baik dan bijak" seru Jendral Khen Cao. You you yang tadinya tersenyum bahagia pun langsung mencabik kan bibirnya saat mendengar pamannya memanggil dia dengan sebutan leluhurku, bukankah itu sama saja dengan sebutan nenek moyang yang tadi diucapkan oleh sang paman.
"Cetali lagi paman panggil You you leluhultu...... You you atan melajut, caat itu juga"ucap kesal You you. Jendral Khen Cao pun langsung mengiyakan keinginan keponakannya, dia tidak ingin kesempatan untuk membawa beberapa makanan yang begitu lezat itu hilang begitu saja nantinya.
"Bait Tuan pulti.....
BERSAMBUNG......