NovelToon NovelToon
DILUAR DIPUJA DIDALAM DIHINA Istri Pengganti Ceo Brayen

DILUAR DIPUJA DIDALAM DIHINA Istri Pengganti Ceo Brayen

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurelia Sadewa

Mengisahkan seorang gadis cantik yang berprofesi menjadi model, namun memiliki kita kelam semenjak ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita licik dan memiliki seorang anak yang bernama Lalita. Isyana selalu di bully di hina dan di perlakuan seperti anak pelayan. Hingga pada suatu hari Isyana di jodohkan oleh ibu tirinya dengan seorang CEO dingin dan kejam bernama Brayen Lucian Alkantara...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelia Sadewa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas Dendam Elegan Isyana

Suara pintu gerbang yang tertutup keras menandakan Carla sudah benar-benar diusir oleh satpam. Hening kembali menyelimuti rumah Alkantara.

Brayen masih berdiri di tangga dengan napas memburu, amarahnya belum reda. Di tangannya, ponselnya sudah siap menghubungi sekretarisnya untuk membatalkan kontrak 2 triliun dengan Wijaya Group.

Mama Alkantara mendekat, "Brayen, kamu serius mau batalin proyek Bali itu? Itu proyek besar lho..."

"Ya mah serius," jawab Brayen dingin, jarinya sudah menekan tombol call.

Tapi sebelum panggilan itu tersambung, sebuah suara lembut menghentikannya.

"Mas, jangan."

Brayen menoleh. Isyana berdiri di atas tangga lantai 2. Matanya masih sembab, tapi dia sudah tidak menangis. Di tangannya, dia masih menggenggam kunci galeri _ISYANA'S GALLERY_. Dia turun pelan-pelan.

Isyana berjalan mendekati Brayen dan mengambil ponsel Brayen dari tangannya.

"Jangan batalin kontraknya, Mas," kata Isyana pelan tapi jelas, membuat Mama Alkantara kaget.

Brayen mengerutkan kening, "Berlian, dia sudah hina kamu. Dia bilang kamu model murahan di galeri kamu sendiri. Mas gak bisa biarin."

Isyana menggeleng dan menggenggam tangan Brayen yang besar. "Justru karena dia hina aku model murahan, Mas jangan batalin. Kalau Mas batalin karena aku, nanti semua orang akan bilang aku istri yang manja, yang pakai kekuasaan suami untuk balas dendam."

Brayen terdiam. Mama Alkantara juga terdiam mendengarkan Isyana.

Isyana melanjutkan, suaranya bergetar tapi tegas, "Aku memang cuma model katalog dulu, Mas. Itu bener. Aku dibayar 300 ribu untuk satu sesi foto. Aku pernah pakai baju bekas. Aku pernah dihina kayak tadi berkali-kali. Tapi aku bangga, karena dari uang itulah aku bisa bantu Bapak di Bandung."

"Aku gak mau Mas bela aku dengan cara batalin kontrak orang. Aku mau Mas bela aku dengan kasih aku kesempatan," Isyana menatap mata Brayen dalam-dalam.

Brayen bingung, "Kesempatan apa?"

"Kasih aku kesempatan untuk buktiin di depan keluarga Wijaya, kalau model katalog yang mereka hina ini bisa lebih berharga dari anak mereka," Isyana tersenyum, senyum pertama setelah kejadian tadi. Senyum yang elegan, bukan senyum takut lagi.

Mama Alkantara langsung terharu, "Isyana..."

Brayen menatap Isyana lama. Dia melihat sesuatu yang berbeda di mata istrinya. Bukan lagi gadis yang menangis di sofa galeri, tapi seorang Nyonya Alkantara yang berdiri tegak.

"Gimana caranya?" tanya Brayen.

Isyana menarik napas, "Proyek resort di Bali itu kan nanti ada gala dinner launchingnya? Papahnya Carla pasti datang. Aku mau datang sebagai Nyonya Alkantara, sebagai model, sebagai pelukis galeri itu. Bukan untuk pamer, tapi untuk nunjukin kalau aku pantas berdiri di sebelah Mas Brayen Alkantara."

Brayen terdiam beberapa detik, lalu senyumnya pelan-pelan muncul. Senyum bangga.

"Berlian Mas udah jadi singa betina ya sekarang?" bisik Brayen pelan, hanya Isyana yang dengar.

Isyana mencubit lengan Brayen pelan, "Mas!"

Mama Alkantara yang melihat interaksi itu langsung tersenyum lega. Akhirnya dia melihat menantunya bukan lagi gadis pendiam yang ditindas, tapi calon Nyonya besar yang berani.

"Ya sudah, kalau itu mau Isyana, Mama dukung!" kata Mama Alkantara, "Mama nanti bantu pilihin kebaya terbaik buat gala dinner Bali. Kita bikin Carla dan Papahnya lihat, siapa sebenarnya berlian yang mereka hina tadi."

Brayen akhirnya mengangguk, memasukkan ponselnya kembali ke saku, "Oke, kontrak tetap jalan. Tapi dengan satu syarat."

"Apa Mas?"

"Malam gala dinner nanti, Mas yang pilihin gaun kamu. Gaun hijau emerald yang di lukisan kamu itu, Mas mau wujudin jadi nyata. Biar semua orang di Bali tau, model katalog itu sekarang jadi modelnya Alkantara Group."

Isyana matanya langsung berbinar. Gaun emerald dengan bordir emas yang dia lukis di Maladewa.

Malam itu, Isyana tidak tidur di galeri sambil menangis. Dia tidur di galerinya sambil membuka buku sketsa baru, menggambar gaun emerald impiannya untuk gala dinner Bali. Di sampingnya, Brayen duduk menemani, sesekali mengusap rambut Isyana.

Balas dendam Isyana bukan dengan teriakan dan pembatalan kontrak. Balas dendamnya adalah dengan berdiri lebih tinggi, lebih cantik, dan lebih berkelas di tempat yang sama dimana dia pernah dihina.

Elegan. Itulah cara Nyonya Alkantara membalas.

---Bersambung---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!