Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.
Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁
So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂
Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMBALI PULANG KAMPUNG
Izzah terbaring lemah di rumah sakit, air mata Izzah tak henti-hentinya mengalir. Bi Asih dan Intan senantiasa menenangkan Izzah. Sementara Ifan dan Mang Diman menunggu diluar ruangan.
"Alhamdulillah, kandungan mba Izzah baik-baik saja." ucap dokter.
"Alhamdulillah...." ucap mereka bersamaan.
"Mba Izzah istirahat saja dirumah. Ingat jangan kerja berat, kandungan mba Izzah masih lemah." ucap dokter.
"Baik dokter. Terima kasih." ucap Izzah.
Mereka akhirnya kembali kerumah Bi Asih. Ifan dan Intan mengurungkan niat mereka untuk pulang kampung karena melihat kondisi Izzah.
Malam hari, Izzah duduk termenung, air matanya seolah tak mau berhenti. Bi Asih mengusap pundak Izzah.
"Bi...bang Rayhan mau menceraikan Izzah. Izzah tak tau harus bagaimana lagi Bi." isak Izzah.
"Yang sabar ya neng. Ini ujian bayi yang neng Izzah kandung. Kalau neng Izzah kuat menghadapinya, insyaallah nanti neng Izzah akan mendapat kebahagiaan yang tidak terkira neng." ucap Bi Asih.
"Iya Bi, insyaallah Izzah kuat demi bayi yang Izzah kandung," ucapnya seraya mengusap air matanya.
Bi Asih memeluk Izzah, berusaha untuk menenangkannya. Intan datang menghampiri mereka berdua.
"Zah bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Intan.
"Alhamdulillah aku baik Tan. Oh ya kau dan Ifan kapan akan kembali ke kampung?" tanya Izzah.
Raut wajah Intan berubah muram. Izzah jadi merasa salah bicara.
"Maaf Tan, aku tidak bermaksud untuk..."
"Aku paham kok Zah. Gak mungkinkan kamu mau mengusirku dan Kang Ifan." ucap Intan sambil tersenyum.
"Ya gak mungkin atuh neng Intan. Masa neng Izzah mau ngusir kalian." ucap Bi Asih. "Kalian berdua sok atuh ngobrol dulu berdua, ibu mau masuk duluan." sambung Bi Asih.
Izzah dan Intan mengangguk bersamaan. Setelah Bi Asih masuk Izzah memegang tangan Intan.
"Tan, besok kalau kalian pulang kampung aku ikut kalian ya pulang." ucap Izzah.
Intan terlihat kaget mendengar ucapan Izzah.
"Zah, maaf sebelumnya, bukan aku bermaksud untuk ikut campur urusan rumah tangga Izzah. Tapi kalau boleh aku tau sebenarnya apa yang terjadi antara Izzah dan suami Izzah?" tanya Intan.
Izzah tertunduk lalu terisak.
"Maaf Tan, aku belum bisa cerita apa-apa karena aku juga tidak tau apa kesalahanku hingga membuat suamiku marah seperti yang Intan lihat tadi pagi." jawab Izzah.
"Aku ngerti Zah, tapi yang buat aku bingung kenapa Izzah gak ikut suami Izzah dan malah tinggal dengan Bi Asih dan Mang Diman?"
Mata Izzah membulat, dia menatap Intan dengan lekat.
"Gak usah kaget Zah, dari awal aku udah yakin kalau Mang Diman dan Bi Asih bukan mertua Izzah. Dari cara mereka memanggil Izzah sudah jelas kalau Izzah bukan menantu mereka. Apalagi tidak ada sama sekali foto pernikahan kalian yang terpajang dirumah ini. Yang aku lihat malah kebanyakan foto Bi Asih dan Mang Diman bersama seorang gadis yang aku yakini bahwa itu anaknya." ucap Intan panjang lebar.
"Intan benar, mereka bukanlah mertuaku. Tapi mereka benar-benar orang yang sangat baik. Makanya aku gak mau merepotkan mereka lebih lama lagi. Untuk itu aku ingin pulang kampung."
"Apa tidak lebih baik kalau kau menyelesaikan masalahmu dengan suamimu dulu Zah?" tanya Intan.
"Aku tidak tau harus berbuat apa Tan, biarlah semuanya berjalan sesuai ketentuan Allah. Kini aku hanya ingin fokus pada anak yang ada dalam kandunganku ini." jawab Izzah sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Baiklah Zah."
"Satu hal lagi Tan, kalau boleh tolong Intan rahasiakan semua ini dari keluargaku yaa. Aku gak mau mereka tau keadaanku terutama ayah."
"### Tentu Izzah." ucap Intan.
Keesokan harinya Izzah berpamitan dengan Bi Asih dan Mang Diman. Mereka begitu berat melepas Izzah. Bi Asih memeluk Izzah erat, sementara Mang Diman terlihat begitu sedih.
"Izzah tenang saja, mamang akan temuin tuan Rayhan. Mamang akan jelaskan semuanya." ucap Mang Diman.
"Terima kasih Mang, tapi gak usah repot-repot Mang. Izzah takut Mang Diman kenapa-napa. Rayhan orangnya kasar Mang." ucap Izzah.
"Tenang saja neng, Mang Diman teh jago silat atuh neng. Lagian mamang sudah kenal tuan Rayhan sejak dia masih kecil jadi mamang juga sudah tau kelemahannya. Nanti kalau dia ngelawan bakal mamang sikat pakai jurus bebek goyang." ucap Mang Diman mencoba menghibur Izzah.
Ifan dan Intan tertawa mendengar ucapan Mang Diman, begitu juga dengan Izzah.
"Neng jangan lama-lama ya disana, segera balik lagi kemari. Kita disini pasti bakalan kesepian kalau gak ada neng Izzah." ucap Bi Asih.
"Yaa bi, Izzah cuma ingin menenangkan diri sejenak. Insyaallah secepatnya Izzah kembali." ucap Izzah seraya kembali memeluk Bi Asih.
Yaa Allah beri aku kekuatan. Semoga aku bisa melewati semua ini demi anak yang tengah kukandung.
Bersambung.....
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘