NovelToon NovelToon
Hush, My Love

Hush, My Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata dunia, Michael Brown atau Kay adalah pewaris tunggal Brown Group yang angkuh dan bad boy penggila balap liar. Namun, di balik gelar playboy palsunya, Kay menyimpan rahasia: ia telah lama memperhatikan Paris Desmon, gadis pendiam yang menjadi satu-satunya ketenangan di tengah kepalsuan sekolah elit mereka.
Dunia Kay terguncang saat ia mengetahui bahwa sahabatnya, Luciano Russo, menjadikan Paris sebagai objek eksperimen emosional demi memuaskan rasa penasaran liar Max. Kay terpaksa menyaksikan dari bayang-bayang saat Luciano berbohong telah meniduri Paris hanya demi gengsi, sementara Paris sendiri tetap tulus mencintai Luciano tanpa tahu dirinya sedang dipermainkan.
Terjebak dalam kode etik persahabatan dan rasa sesak melihat gadis yang ia kagumi dirusak secara mental, Kay menghadapi pilihan sulit: Tetap diam sebagai penonton yang dingin, atau menghancurkan reputasi "Tiga Pilar" demi menyelamatkan Paris dari kehancuran yang direncanakan sahabatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Restoran di sudut Upper East Side itu memancarkan kemewahan yang tenang, sangat kontras dengan hiruk-pikuk parkiran sekolah tadi siang. Di meja bundar yang tertutup taplak linen putih sempurna, lima remaja dan satu alumni duduk dalam formasi yang janggal.

Rebecca Smith, yang biasanya meledak-ledak dan cerewet, kini bertransformasi menjadi sosok yang sangat anggun. Ia duduk tegak, jari-jarinya yang lentik memegang gelas kristal dengan keanggunan seorang atlet yang terbiasa berada di bawah sorotan lampu podium.

Kay, yang duduk tepat di sampingnya, merasa aura ini jauh lebih berbahaya daripada saat Rebecca berteriak-teriak. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit, lalu berbisik dengan nada yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

"Apa ini pertemuan kali pertama kalian sejak penolakan dramatis di perpustakaan itu?" tanya Kay, matanya melirik tajam ke arah Luciano yang duduk berseberangan dengan mereka.

Rebecca tidak menoleh. Ia tetap menatap ke depan dengan dagu terangkat, namun sudut bibirnya berkedut. "Iya," jawabnya singkat. "Dan lupakan itu, brengsek. Aku muak melihat mukamu dari jarak sedekat ini. Fokus saja pada makananmu sebelum aku menyiramkan saus truffle ini ke jas mahalmu."

Kay mendengus, kembali ke posisinya. Namun, perhatian semua orang di meja itu sebenarnya tertuju pada satu titik: Luciano Russo.

Sang jenius itu tampak lebih diam dari biasanya. Ia tidak menyentuh makanan miliknya. Matanya terus menatap pola-pola perak pada alat makan, seolah sedang menghitung algoritma yang rumit. Sesekali, ia melirik ke arah Paris yang duduk di sampingnya, mencoba mencari ketenangan di sana. Namun, kegelisahan itu tidak bisa disembunyikan.

"Aku ke toilet sebentar," ucap Luciano tiba-tiba. Suaranya datar, namun ada nada mendesak yang tertangkap oleh telinga Paris.

Paris mengangguk lembut. "Iya, Lucian."

Di dalam toilet restoran yang sunyi dan beraroma kayu cendana, Luciano berdiri di depan cermin besar. Ia menyalakan keran, membiarkan air dingin mengalir membasahi telapak tangannya, lalu membasuh wajahnya dengan kasar.

Ia bukan seorang munafik. Ia tidak pernah bermaksud membohongi Paris tentang masa lalunya, tapi melihat Rebecca lagi membangkitkan ingatan yang selama ini ia kunci rapat.

Dulu, sebelum ia memperhatikan Paris, ia dan Rebecca pernah sangat dekat. Mereka sering belajar bersama di perpustakaan, berbagi ambisi tentang masa depan.

Namun, Rebecca adalah badai. Dia agresif, berisik, dan sering melakukan hal-hal yang menurut logika klinis Luciano sangat memalukan—seperti berteriak di koridor hanya untuk menyapanya. Itulah alasan sebenarnya ia menolak Rebecca saat pengakuan cinta itu terjadi. Ia tidak ingin hidupnya yang teratur terganggu oleh gadis cerewet yang tidak bisa dikendalikan.

Namun, ada satu hal yang tidak diketahui publik. Sebuah memori saat Rebecca memenangkan pertandingan renang pertamanya di tingkat nasional saat mereka masih di High School. Di balik tribun yang sepi, Luciano yang saat itu dipenuhi rasa bangga yang meluap, pernah mengecup pipi Rebecca. Ia membisikkan betapa ia bangga pada gadis itu.

Hanya itu. Sebuah kecupan di pipi yang bagi orang lain mungkin sederhana, namun bagi Luciano yang kaku, itu adalah pengakuan emosi yang besar.

"Itu hanya masa lalu," gumam Luciano pada pantulannya di cermin. "Hanya residu."

Ia kembali membasuh wajahnya, merapikan rambutnya yang basah, dan mencoba memasang kembali topeng kedinginannya sebelum keluar.

Saat Luciano kembali ke meja, suasana masih tetap sama. Max, yang sejak tadi hanya memperhatikan sambil menyesap anggurnya, tampak tidak bertingkah seperti biasanya. Max tahu segalanya. Ia tahu tentang kedekatan rahasia itu, dan ia tahu tentang kecupan di pipi itu. Melihat Luciano yang kembali dengan wajah yang lebih pucat dan mata yang gelisah, Max mengambil kesimpulan di dalam kepalanya.

Apa sang jenius ini gugup karena kehadiran mantan kegagalannya? batin Max dengan seringai tipis yang ia sembunyikan di balik gelasnya.

Kay juga memperhatikan. Ia melihat cara Luciano menghindari kontak mata dengan Rebecca, dan cara Rebecca yang kini justru tampak terlalu tenang—terlalu "normal" untuk seseorang yang pernah ditolak mentah-mentah.

Paris, yang sejak awal tidak memiliki kecurigaan apa pun, mulai merasakan perubahan energi pada kekasihnya. Ia merasakan tubuh Luciano yang duduk di sampingnya terasa tegang. Saat Luciano meletakkan tangannya di atas meja, Paris bisa melihat sedikit getaran di ujung jemari pria itu.

Tanpa berkata apa-apa, Paris mengulurkan tangannya. Ia meletakkan telapak tangannya yang hangat di atas punggung tangan Luciano, lalu memberikan usapan lembut yang perlahan. Sebuah gerakan melingkar yang menenangkan, seolah ingin mengatakan bahwa apa pun yang sedang dipikirkan Luciano, ia ada di sana.

Luciano tersentak kecil, lalu menoleh ke arah Paris. Ia melihat binar mata Paris yang tulus, tanpa ada keraguan atau kecemburuan. Kehangatan tangan Paris seolah menariknya kembali dari labirin masa lalunya menuju realitas yang ia cintai sekarang.

"Kau baik-baik saja?" bisik Paris sangat pelan.

Luciano menarik napas panjang, lalu perlahan merapatkan jemarinya, menggenggam balik tangan Paris dengan erat di bawah meja. "Ya. Sekarang aku baik-baik saja."

Di seberang meja, Rebecca sempat melirik tautan tangan itu selama satu detik sebelum kembali menatap piringnya.

Tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan sang perenang Olimpiade itu, tapi satu hal yang pasti: kehadiran Rebecca di malam terakhir mereka bukan sekadar untuk merayakan kelulusan Kay.

New York selalu punya cara untuk menguji sebuah janji, dan bagi Luciano, ujian yang sebenarnya baru saja dimulai saat ia merasakan jemari Paris di tangannya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Pria Sejati hrs sperti ini, cukup 1, Selamanya 👍👍👍
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Yeee, Akhirx, Resmi Smua, Bareng 🥳🥳🥳
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Ikut happy utk 2 pasangan ini ❤️🤗😘
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Skrng, Mreka berdua, manis mlulu, auto diabetes ini 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kini saatnya Arthur yg berjuang utk Cinta ny 🙈🙈🙈
ros 🍂: Nah benar Kak 🤭😍
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kn adem klo liat gini ❤️🤗😘 ... Apa otw dresmikn aja y, biar gk kburu 🙈🙈🙈
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Mommy Paris, itu Putra mu udh 'nakal' 🙈🙈🙈
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Cama², Ade ❤️🤗😘 ... Lnjt Arthur 🤭👍🥳
total 6 replies
Sany Indah
berharap Paris sama Kay meski bermulut pedas tp cintanya ke Paris tulus
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
hi hi licik demi honey, gk pa² deh 🤭🤭🤭
ros 🍂: Hahaha🤣🥰
total 3 replies
winpar
sdih bgt kisah mereka😥
winpar
Thor ceritanya bikin mewekkkk😥😥
lnjut Thor yg bnyk yh 🥰😍
ros 🍂: Ashiaapp 🤭🥰
total 1 replies
Sany Indah
ceritanya menarik
ros 🍂: ma'aciww 🥰
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Klo Jodoh, pasti ada jalan ny 😔😔😔
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Iya, Ade ❤️🤗😘
total 2 replies
winpar
akhirnya nana bertemu jg 🥰😍
winpar
thot knp hri ini upnya dikit bgt. pdhl ceritanya seru bgt?
ros 🍂: Maaf ya kak, Sedang kurang sehat, hehehe🙏
total 1 replies
winpar
smngt thorrrr💪💪💪💪 ceritamu selalu bgus
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
waw bgmnakh klnjutanya????
winpar
selalu happy akhir ceritanya 😍🥰
ros 🍂: iya kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya bgus bangettt😍🥰
ros 🍂: ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
winpar
mkin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!