NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Kamu Bukan Bodyguardku

"Ayo masuk!"

Nina terpaksa pergi ke kampus diantar oleh Rendra, awalnya ia menolak dan ingin dijemput oleh Sania, tapi orang tuanya memaksa untuk pergi bersama Rendra dengan alasan searah dengan jalan menuju kantor. Malas berdebat Nina pun memutuskan untuk mengalah.

Nina duduk di samping kemudi dengan perasaannya yang tak tenang. Meskipun sudah berkali-kali bertemu dengan kakak tirinya bahkan tidur satu ranjang dengannya tetap saja berdekatan dengan pria itu membuat jiwanya seakan melayang. Andai saja diizinkan  ia lebih memilih mengontrak rumah di luar.

"Hei apa yang kau lakukan?"

Nina terkejut bukan main saat pria itu mendekat hingga tak menyisakan jarak. Mata mereka bertemu dan membuat gadis itu membeku.

"Memangnya apa yang kau pikirkan? Apakah kau berpikir kalau kita bakalan bercinta di sini? Aku hanya membantu memasang sabuk pengamanmu!"

Antara canggung dan malu. Dia berpikir kakak laki-lakinya bakalan bertindak konyol lagi padanya. Untuk mengurangi ketegangannya dia memilih untuk membuka aplikasi drama di handphonenya.

Rendra mengemudikan mobilnya cukup pelan. Berkali-kali pria itu mencuri pandang melalui spion. Sesekali mengulas senyumnya kala memandangi wajah cantik adik tirinya.

Ekhem...., "Kamu sudah berapa lama menjalin hubungan dengan Bagas ?" Rendra mulai berbasa-basi saat Nina memilih diam.

Gadis itu menoleh dengan tatapan tak suka. "Kenapa masih juga membahas cowok itu? Nggak penting!"

"Em..., maaf. Aku cuma ingin tahu aja, seberapa lama kalian pacaran."

"Hampir dua tahun." Akhirnya Nina memberikan penjelasan meskipun sebenarnya sangatlah malas.

"Cukup lama juga ya? Kupikir masih belum terlalu lama. Kalau boleh tahu dia bekerja di mana? Di perusahaannya sendiri atau~~

"Di perusahaan keluarganya, dia menjadi manager menggantikan posisi kakaknya yang pindah ke luar kota," jawab Nina. "Kenapa kamu nanya kayak gitu? Jangan bilang kamu tengah merencanakan sesuatu," tudingnya.

Nina khawatir Rendra bakalan melakukan sesuatu yang tak terduga. Meskipun ia sudah terlanjur benci pada Bagas, tapi ia tidak ingin Rendra terlibat dengan permasalahan yang dialaminya.

"Merencanakan sesuatu apa? Sembarangan aja kalau ngomong! Kenal aja enggak, ngapain ikut campur urusan kalian," bantah Rendra dengan menggerutu. "Sebagai kakak aku hanya ingin memberimu nasehat, sebaiknya kamu jaga jarak sama dia, kalau perlu nggak usah mengenalnya lagi."

Ujung bibir Nina terangkat. "Kalau soal itu nggak perlu dikasih tahu aku juga bakalan menghindarinya. Diantara kami sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Jadi nggak ada istilahnya balikan sama mantan, terkecuali mantan terbaik," jawab Nina.

"Kamu punya mantan terbaik?" tanya Bagas dengan menolehnya sekilas.

"Tidak ada istilahnya mantan terbaik. Orang kalau sudah menjadi mantan itu berarti pernah tersakiti," bantah Nina.

Rendra manggut-manggut setuju dengan pendapatnya. Memang tidak ada istilahnya mantan terbaik, kalau terbaik tidak akan pernah menjadi mantan. "Pinter juga kamu," pujinya. "Kalau boleh tahu apa rencanamu selanjutnya?"

"Rencana?" Nina mengerutkan keningnya. "Untuk saat ini aku hanya ingin fokus kuliah dulu, Aku nggak mau lagi berurusan sama cowok manapun," bantah Nina.

"Kok gitu? Sudah mati rasa kamu?" Pria itu terkekeh meledeknya.

"Ngawur! Memangnya aku terkena gejala stroke pakai mati rasa segala! Maksudnya aku nggak mau lagi berurusan dengan yang namanya cowok! Kurasa semua cowok sama saja, sama-sama brengsek!"

Citt...

Seketika Rendra ngerem mendadak dengan matanya membola. "Termasuk aku?" Tatapan horor dilayangkan padanya.

"Memangnya aku menyebut namamu?"

"Ya nggak nyebut, tapi kan semua cowok, berarti termasuk aku!"

Nina tertawa kecil. "Tersinggung juga ini orang. Sekarang aku tanya sama kamu. Kamu ngerasa jadi cowok brengsek nggak?"

"Ya enggaklah. Aku bahkan menawarimu menikah, itu artinya aku masih punya perasaan. Nggak semua cowok itu brengsek seperti mantanmu. Aku tipe cowok setia kok!"

Dengan percaya dirinya Rendra menganggap dirinya pria yang paling setia. Ia tersinggung dengan ucapan adik tirinya yang menganggap semua pria itu brengsek, tak bisa dipercaya.

"Percaya diri amat kamu! Mana aku tahu kamu itu cowok setia, kita bahkan baru ketemu, mana tahu aku kepribadianmu seperti apa?"

Sejak dikhianati oleh kekasihnya membuat Nina mati rasa dan tak begitu respek terhadap semua pria. Meskipun ia sudah melakukan cinta satu malam dengan kakak tirinya, tapi bukan berarti ia ingin menaruh harapan padanya. Jika saja diizinkan ia tak akan lagi membina hubungan lagi apalagi sampai ke jenjang pernikahan.

"Iya, benar juga yang kamu katakan. Kita baru bertemu dan diantara kita belum saling mengenal dengan baik. Kamu nggak pernah tahu sifat pribadiku, jadi wajar kalau kamu nggak percaya dengan ucapanku. Mungkin seiring berjalannya waktu kamu bakalan tahu seperti apa diriku."

Obrolan mereka terhenti ketika sampai di depan gerbang kampus. Nina meminta agar Rendra mengantarnya sampai di depan, tidak mengizinkannya masuk ke area halaman kampus. Dia tidak ingin menjadi bahan gibahan dari mahasiswi yang kurang kerjaan.

"Kamu yakin diantar sampai sini saja? Apa nggak sekalian masuk ke dalam, biar lebih dekat dengan ruanganmu?"

"Ah..., nggak perlu kak, sampai sini saja. Lagian aku sudah terbiasa diantar sampai sini. Kakak bisa langsung ke kantor sekarang."

Nina buru-buru ingin segera keluar dari mobil, namun tangannya ditahan oleh pria itu.

"Nanti kamu pulangnya jam berapa? Biar aku jemput."

Dengan cepat Nina menggeleng. " Tidak perlu kak, aku bisa pulang sama temanku, kakak fokus aja bekerja, ini kan hari pertama kamu masuk kerja."

Sengaja Nina ingin menghindarinya. Ia tak ingin terlalu dekat atau bahkan bergantung pada pria itu. Rendra memang saudara tirinya, tapi soal perasaan siapa yang tahu?

"Tadi Papa berpesan, mulai sekarang aku yang bakal antar jemput kamu ke kampus. Bahkan aku juga diminta buat jagain kamu. Jadi alangkah baiknya jika kamu kasih tahu aku jam berapa biasanya selesai kelas, biar aku bisa menjemputmu tepat waktu."

Nina menarik nafasnya dalam-dalam. Entah itu alasan Rendra atau memang ayahnya yang meminta untuk menjaganya. Ia hanya berpikir, jika Rendra hanya fokus menjaganya lalu bagaimana dia bisa bekerja dengan baik? Ia juga bukan anak kecil yang harus dijaga penuh dua puluh empat jam.

"Kak, aku tidak bisa memastikan selesai kelas hingga pukul berapa. Aku tidak ingin kakak menunggu lama di sini. Kalau tujuanmu ke sini buat menjenguk Papa dan juga ingin meringankan bebannya, maka fokus saja pada beliau, nggak usah terlalu memperhatikanku. Aku cukup tahu diri kok, " bantah Nina." Lagi pula kakak juga bukan bodyguardku yang harus ada untuk menemaniku."

Nina tidak ingin kembali mengulang kesalahan yang sama. Ia sengaja ingin menghindari Rendra agar tak sedih jika pria itu tiba-tiba pergi kembali ke negara tempat tinggalnya. Cukup hubungannya hanya sebatas adik kakak, tak boleh lebih.

"Kamu memang benar, aku bukanlah bodyguardmu, tapi aku juga rela kalaupun harus menjadi bodyguardmu, terlebih lagi jika sampai menjadi pasangan hidupmu."

Nina membeku di tempat. Jawaban Rendra benar-benar membuatnya mati kutu.

1
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!