NovelToon NovelToon
Aku Dikhianati Pacarku Dan Mendapat Yang Lebih Baik

Aku Dikhianati Pacarku Dan Mendapat Yang Lebih Baik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hitomaa

hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman baru

Risma berjalan menuju kelasnya meninggalkan Aidan, pandangan teman-temannya terus tertuju pada dirinya.

" nee...nee... Yang tadi siapa? Pacar kamu? " salah satu teman perempuannya bertanya penasaran.

" kamu pengen tahu aja " ucap Risma sambil terus berjalan.

" ayolah beritahu aku " temannya itu berbicara sambil menggenggam tangan Risma wajahnya melas memohon.

" iya...iya nanti aku beritahu, kamu lepaskan dulu tangan kamu " Risma berbicara lagi kepada temannya.

" Janji ya " ucap temannya dengan penuh harapan.

Risma dan temannya kembali melanjutkan jalan mereka menuju ruang kelas, sesampainya di kelas mereka disambut oleh teman yang lain.

" selamat pagi Risma, ila " nana menyapa Risma dan Lia yang datang bersamaan.

" selamat pagi nana " Risma menyapa balik temanya yang bernama nana itu.

Sementara itu ila berlari dan langsung memeluk nana, Sambil menangis.

" hei...nana sepertinya kita sudah di khianati oleh Risma "

" aduh... Ada apa ini tiba-tiba menangis " Nana mengusap kepala ila dengan lembut.

" tadi si Risma berangkat sekolah bareng sama laki-laki yang gak pernah aku lihat " ila berbicara di pelukan nana.

" benarkah begitu Risma? " Nana menoleh ke arah Risma dan kemudian bertanya.

" iya, benar " Risma menjawab singkat.

" pacar kamu? " nana mempertegas pertanyaannya.

" bukan kok, kami baru saja berkenalan kemarin " Risma menjelaskan.

" jadi dia bukan pacar kamu? " ila berhenti menangis dan terlihat kembali tersenyum.

" kenapa kamu malah terlihat senang? " Risma heran dengan ekspresi ila

" kamu tahu, sepertinya aku jatuh pada pandangan pertama " ila menutupi wajahnya.

" HAH!! " Risma dan Nana terkejut, wajah mereka melongo mendengar perkataan ila.

" HAH !! kenapa tiba-tiba " Risma meninggikan suaranya dan menatap serius ke arah ila.

" habisnya dia tipe aku sekali dan juga sangat tampan, bukan kah kamu setuju dengan ucapan aku Risma " ucap ila

" yah.... Dia memang tampan sih tapi jatuh cinta pada pandangan pertama dan bahkan kamu tidak tahu namanya bukankah agak sedikit aneh " Risma bicara malu-malu.

" maka dari itu aku minta kamu memperkenalkan nya kepada ku " ila berbicara matanya menatap tulus kearah Risma yang kebingungan.

Nana yang tengah duduk terus memperhatikan kedua sahabatnya yang sedang adu omong , Nana menghela nafas kemudian meminta kedua sahabatnya untuk diam.

" udah...udah yang lain pada ngeliatin tuh " ucap Nana, Kemudian Risma dan ila melihat sekeliling kelas yang sudah penuh oleh para murid yang menatap meraka, mengetahui mereka menjadi pusat perhatian di kelas Risma dan ila menunduk malu dan berjalan ke kursi mereka masing-masing.

****************

Pov Aidan

Setalah aku mengantar Risma pergi ke sekolah, aku mampir sebentar ke sebuah warung yang terletak tak jauh dari sekolahnya Risma. Aku memesan sebuah minuman botol dan roti, aku bersantai menikmati minuman yang aku pesan, suara riuh terdengar dari dalam warung aku yang penasaran mengintip kedalam, ada beberapa siswa yang sedang bermain console game.

Bersantai sambil bermain game mungkin asik, tidak pikir panjang kemudian aku juga menyewa console game itu selama 2 jam untuk aku mainkan.

Aku memilih game combat yang sering aku mainkan, memilih karakter yang hendak aku pakai dan game akan segera di mulai, tapi tiba-tiba ada seseorang yang menerobos tempat ini.

" KALIAN SEMUA BUKANNYA MASUK KESEKOLAH MALAH BOLOS DISINI! " Tampaknya pria itu adalah guru dari murid-murid yang sedang bolos disini.

Guru itu menarik seragam siswa dan menyuruh mereka berdiri, aku menyaksikan guru itu menampar ketiga siswa yang bolos itu, Itu tampak menyakitkan, aku memalingkan pandanganku dari mereka tapi guru itu tiba-tiba mendekati aku.

" Kamu juga kenapa diam aja berdiri " membentak dia menyuruhku berdiri

" anu.... Pak aku bukan murid di sekolah bapak mengajar " aku mencoba menjelaskan.

Plak!! Suara tamparan, aku memegangi pipiku yang kesakitan.

" gak usah banyak alasan, ikuti bapak " guru itu tampak tidak mendengarkan penjelasan ku.

Aku di tarik paksa oleh guru itu, aku terus mengikuti mereka dengan terpaksa, kami sampai akhirnya sampai di depan gerbang sekolah. Aku sedang menjalani hukuman yang guru itu berikan, berdiri di tengah lapangan dalam cuaca yang sangat panas.

Aku sempat sedikit protes dan coba menjelaskan lagi tapi tetap guru itu tak mau mendengar, terpaksa aku harus menjalani hukuman ini, pandanganku sedikit kabur, sampai akhirnya aku melihat Risma yang sedang berada di kelasnya, mata kami bertatapan.

****************

Di kelas Risma sedang fokus memperhatikan materi yang sedang guru jelaskan, Risma menatap guru itu dengan serius, mengingat setiap ucapan gurunya sampai ila yang duduk di depannya memanggilnya.

" Hei... Risma bukankah itu laki-laki yang datang bareng kamu " ila memangilnya dan berbicara pelan sambil menunjuk kearah luar jendela.

" Apa!! sedang apa dia di sana " Risma terkejut melihat Aidan yang berdiri di tengah lapangan sekolahnya.

" entahlah, kayanya dia lagi dihukum " ila berbicara.

" ya kelihatannya memang sedang dihukum tapi kenapa? bahkan dia bukan murid di sini "

Ila menggelengkan kepalanya, mereka berdua terus menatap kearah Aidan yang sedang berada dilapangan, Risma memalingkan wajahnya setelah matanya bertatapan dengan Aidan.

" Hei kalian berdua dari tadi ibu perhatikan asik mengobrol. Berdiri! " guru yang sedang mengajar memarahi Risma dan ila karena tidak fokus memperhatikan pelajaran.

" kalian berdua berdiri di depan sampai jam istirahat " Risma dan ila akhirnya mendapatkan hukuman akibat tidak fokus dalam belajar.

Bel berbunyi para siswa berhamburan keluar kelas termasuk Risma dan kedua sahabatnya ila dan Nana, mereka berjalan bersama. Mereka bertiga menghampiri Aidan yang terlihat kelelahan.

" Aidan kamu kenapa ada disini? " Risma dengan khawatir bertanya kepada Aidan sambil memberikan Aidan air minum.

" yah... Tadi aku sedang bermain game di warung sana, kebetulan ada siswa sekolah ini yang bolos jadinya aku juga kena deh " ucap Aidan

" kamu gak coba menjelaskan " Risma kembali berbicara

" udah, tapi gurunya tidak mau mendengarkan" Aidan mengeluh.

" Ah... Pasti pak Rudy, maaf yak dia memang nyebelin orangnya " ila ikut berbicara.

" benar aku setuju, kamu istirahat aja Aidan biar nanti kami yang jelaskan ke guru " Risma menyuruh Aidan untuk beristirahat, kemudian Risma dan ila menuju ruang guru meninggalkan Aidan, Aidan kemudian duduk di bawah pohon.

" halo " Nana menyapa Aidan yang sedang duduk.

" ah....halo " Aidan tersenyum membuat keadaan keduanya menjadi canggung, mereka terus diam sampai Risma dan ila kembali.

Risma dan ila kembali bersama guru yang menghukum Aidan.

" Saya minta maaf, bapak kira kamu murid disini " guru itu membungkuk ke Aidan

walaupun masih sedikit kesal Aidan tetap memaafkan guru itu.

" nah karena udah beres, Aidan ayo kamu ikut kita beli makan " Risma berbicara mengajak Aidan.

" ayo " Aidan berdiri dan mulai berjalan beriringan bersama orang-orang yang baru saja dia kenal, meninggalkan lapangan dengan banyak tatapan mata yang tertuju kepada mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!