Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 23
Saat itu, di dalam Menara Surga yang berada di dalam Dunia Terpisah di dalam Cincin Ruang Ajaib, enam sosok duduk bersila membentuk lingkaran sempurna. Di tengah-tengah mereka, lingkaran energi spiritual warna warni berputar semakin cepat, memancarkan kabut spiritual yang hidup dan bernapas. Satu hari di dunia luar, satu tahun di dalam dunia ini. Energi spiritual di sini bukan lagi sekadar energi, ia adalah napas dewa yang memeluk setiap pori-pori tubuh mereka.
Yan Jian membuka mata perlahan. Aura Setengah Langkah Nirvana yang selama ini ia tekan dengan paksa mulai bergejolak liar di dalam dantiannya.
"Sudah waktunya," gumam Yan Jian, dingin. "Nirvana... akhirnya aku akan mencapai tahap ini." sambungnya, cukup puas.
Dan badai pun pecah. Chang Ge adalah yang pertama meledak. Energi spiritual biru menjulang tinggi ke langit. Tubuhnya yang kekar bergetar hebat. Otot-otot lengannya menonjol, urat-uratnya membengkak seperti naga yang terbangun dari tidur panjangnya. Tiba-tiba...
BOOM!
Aura biru gelap meledak dari dantiannya seperti ribuan pedang petir yang baru ditempa. Seluruh ruangan bergetar hebat, lantai Menara Surga retak-retak kecil namun dengan cepat kembali seperti semula. Cahaya biru gelap menyembur ke atas, membentuk pilar raksasa yang menembus langit.
"Aaarghhh! Ranah Nirvana... aku berhasil meningkatkan kemampuanku menjadi bintang tiga!" raung Chang Ge dengan suara parau. Matanya memerah, taringnya sedikit memanjang. "Akhirnya... aku bisa merasakan kekuatan sejati burung gagak kegelapan! Hahaha! Langit, lihat bahkan membantuku!"
Di belakang punggungnya, bayangan burung gagak biru kegelapan mengepakkan sayapnya ganas, menebarkan aura kematian yang membuat udara membeku. Chang Ge mengepalkan tinju, menghantam udara sekali"CRACK!" retakan ruang kecil muncul di depannya.
Peri Yun Xi tersenyum tipis, matanya masih tertutup.
"Bagus, Senior Chang. Tapi aku tidak akan kalah, sekarang giliranku." ujar Peri Yun Xi.
Tubuhnya mengapung pelan. Puncak Kaisar Tempur bintang sembilan yang sudah bertahun-tahun menjadi belenggu baginya mulai retak seperti cangkang telur yang dipukul palu dewa.
KRAKKK!
Cahaya putih suci menyembur dari tubuhnya. Peri Yun Xi mengangkat kedua tangannya, jari-jarinya menari di udara seolah sedang memanggil sesuatu yang suci.
"Gadis Suci... bangunlah!" serunya lembut namun penuh wibawa.
Sosok Gadis Suci bergaun putih muncul di belakang punggungnya, tinggi menjulang sembilan bahkan sepuluh meter, wajahnya tertutup kerudung tipis, namun aura kesuciannya membuat semua orang merasa ingin berlutut. Roh bela diri primordial itu mengangkat tangan kanannya, seolah memberkati seluruh ruangan.
"Nirvana... bintang satu, akhirnya aku berhasil." teriak Peri Yun Xi, kegirangan.
Energi es dan salju tingkat tinggi menyembur keluar seperti badai salju abadi. Salju kristal berputar-putar di sekitarnya, membentuk mahkota es di atas kepalanya. Tanpa jeda, ia menekan lagi
Woosh! Salju semakin ganas, angin dingin menusuk tulang.
"Aku ingin lebih!" suaranya kini lebih tinggi, penuh semangat yang membakar dada. “Es abadi ini... milikku sepenuhnya!" sambungnya, dengan perasaan yang sangat puas, bahkan sikapnya yang selama ini selalu lemah lembut, kini benar-benar seolah-olah ia lupakan.
Nangong Yuxin yang duduk di sebelahnya menangis tanpa suara, air matanya jatuh ke pangkuannya.
"Aku... aku tidak pernah percaya tempat ini benar-benar memiliki..." bisiknya gemetar. "Energi spiritual yang begitu murni... seperti pelukan ibu di saat hujan petir menakuti anak kecil." sambung Nangong Yuxin.
Bunga matahari di belakangnya tiba-tiba membesar dengan liar. Kelopak-kelopak emasnya menyala terang, lalu menyatu menjadi satu matahari kecil yang menyala di udara.
Nangong Yuxin mengangkat tangan kanannya, telapaknya terbuka lebar.
"Bangkitlah, Matahari menerangi langit!"
SHIIING!
Matahari itu meledak, mengeluarkan cahaya hangat yang lembut. Elemen cahaya dan api bercampur sempurna, tidak membakar, malah menyembuhkan luka-luka kecil di tubuh semua orang.
"Nirvana... bintang satu!" teriaknya bahagia, suaranya pecah karena terharu. "Akhirnya... aku tidak lagi terjebak di Kaisar Tempur bintang delapan! Terima kasih, Yan Jian! Terima kasih, semua orang!!"
Xiao Yu'er, gadis kecil yang selama ini selalu menjadi yang paling lemah, menggigit bibirnya kuat-kuat hingga berdarah. Tubuhnya tiba-tiba terbakar api merah keemasan yang ganas.
"Phoenix..." jeritnya dengan suara kecil tapi penuh tekad. Dari belakang punggungnya, bayangan Phoenix Api raksasa mengepakkan sayapnya keras. Seluruh ruangan berubah menjadi lautan api yang sangat ganas.
Xiao Yu’er berdiri tiba-tiba, kedua tangannya terbuka lebar, rambutnya beterbangan karena angin panas.
"Aku tidak mau jadi beban lagi!! Mulai saat ini... biarkan aku yang akan melindungi kalian!" ucapnya dengan penuh tekad yang membara. Dan ia pun berhasil menerobos tingkatan ranah Nirvana bintang satu.
Api phoenix meledak ke atas, membentuk sayap raksasa yang menutupi langit di Menara Surga. Xiao Yu’er tertawa kecil sambil menangis.
"Berhasil... aku berhasil, Jian, lihat! aku sekarang sudah kuat!"
Di sisi lain, Zhou Ling’er, sang kultivator wanita pertama di Provinsi Chang Yuan yang sebelumnya hanya Nirvana bintang dua, tersenyum anggun. Garis darah Klan Celestial di dalam tubuhnya berdenyut seperti genderang perang kuno.
"Garis darahku sedang bergejolak, apa yang terjadi?" katanya lembut.
Api ungu menyala di sekeliling tubuhnya. Bunga teratai ungu raksasa muncul di belakangnya, kelopaknya terbuka satu per satu dengan suara gemuruh.
Zhou Ling'er mengangkat kedua tangannya, dan jari-jarinya membentuk segel khusus Klan Celestial.
BOOM— BOOM— BOOM!
Setiap kelopak yang terbuka mengeluarkan gelombang aura kuno yang membuat langit di dalam Menara Surga mengalami retakan hebat, ketika Zhou Ling'er berhasil meningkatkan kekuatannya hingga Nirvana bintang tiga.
Namun, api ungu semakin ganas.
"Bintang empat!" ucap Zhou Ling'er, dengan nada yang berat, bunga teratai semakin membesar. Dan akhirnya Nirvana bintang lima adalah titik akhir saat ini yang bisa ia dapatkan.
Seluruh ruangan dipenuhi ribuan teratai ungu yang melayang, seolah seluruh dunia sedang memberi hormat pada keturunan Klan Celestial. Zhou Ling'er menoleh kepada Yan Jian yang masih duduk bersilang kaki, matanya penuh kebanggaan.
"Seperti yang kau janjikan, Yan Jian. Aku adalah wanita yang layak untuk bersanding denganmu." ucap Zhou Ling'er dengan sangat senang.
Yan Jian berdiri terakhir. Ia tidak lagi menekan ranahnya sedikit pun. Aura Setengah Langkah Nirvana yang selama ini ia paksa bertahan kini pecah total.
ROOOAAARRR— —
Seekor Naga Hitam raksasa muncul di belakangnya. Sisiknya hitam pekat mengkilap, mata merahnya menyala seperti dua bulan darah. Taringnya menggigit ruang angkasa, membuat retakan-ruangan kecil muncul di udara.
Di samping Naga Hitam itu, sosok Permaisuri Es yang semakin agung berdiri dengan tenang. Mahkotanya terbuat dari kristal es abadi, gaunnya mengalir seperti air terjun yang membeku. Kedua roh bela diri itu berdiri berdampingan, satu kegelapan mengerikan, satu kesucian abadi.
Yan Jian mengangkat tangan kanannya perlahan, telapaknya terbuka.
"Naga Hitam... Permaisuri Es... aku berhasil!" ucapnya, bangga.
KRRRRAAAKKK!
Dua aura itu menyatu menjadi satu kekuatan yang mengerikan. Seluruh Menara Surga berguncang hebat.
"Nirvana... bintang tiga!" suaranya tenang, tapi menggema hingga ke dasar Menara Surga.
Enam aura berbeda meledak bersamaan. Langit di dalam Dunia Terpisah berubah warna, biru gelap, putih suci, emas hangat, merah phoenix, ungu kuno, dan hitam pekat bercampur menjadi satu pelangi yang belum pernah ada sebelumnya.
Lima Pembunuh Chang Yuan telah lahir, tetapi Zhou Ling'er bukanlah peserta Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung, membuatnya tidak bisa ikut serta dan memilih untuk melanjutkan kultivasinya di dalam Menara Surga.