NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Quantum datang

"Apa yang terjadi. Bukankah aku sudah mati. Lalu dimana ini?" gumam roh yang memasuki tubuh Anindya, atau Nindya, gadis yang mati akibat dianiaya oleh teman sekelasnya, bersama dengan gadis cupu yang juga mati bersamanya.

"Dimana kita?" hanya itu yang bisa dikatakan oleh gadis cupu tersebut. tanpa sempat menoleh ke arah sebelahnya.

"Akh! Sakit! Sialan! Kenapa bisa begini. Ingatan siapa ini? Brengsek!" makinya kesal, sambil menahan rasa sakit di kepalanya.

Kemudian diam. dan mendapati bahwa tubuh yang ditempatinya itu adalah tubuh seorang gadis malang. Penuh luka sayatan dan lebam lebam.

Mempunyai ayah dan seorang ibu tiri brengsek, berikut dua orang saudara sambungnya. Tapi ayahnya lebih memilih menyayangi adik adik tirinya ketimbang dirinya.

Rumah yang mereka tempati saat ini adalah warisan dari ibunya. Seorang pengusaha kaya raya, yang rela meninggalkan dunia bisnis guna mengabdi pada keluarga. Namun akhirnya mati karena dicelakai oleh suami juga madunya.

Dalam waktu yang bersamaan, gadis cupu yang setiap hari memakai kacamata, juga memekik kesakitan, bahkan suaranya jauh lebih kuat dari orang sebelahnya. Semenit kemudian dia juga diam.

Ingatan seseorang melanda kepalanya, dan akhirnya dia tahu, bahwa tubuh yang ditempatinya itu adalah tubuh milik Kirana. Gadis pembantu, anak dari asisten rumah tangga yang dulunya ikut ibu Anindya.

Karena ibunya juga mati dalam kecelakaan, maka jadinya Kirana hidup sebatang kara. Ikut Anindya tinggal di sebuah rumah kontrakan, yang sebulan uang sewanya jarang sekali dibayarkan, karena sulitnya ekonomi mereka.

Untuk hidup mereka bekerja serabutan. Kadang memulung dan kadang juga mengamen. Bahkan mengemis juga bisa.

Sekolah pun dibayarkan dari hasil belas kasihan orang, alias beasiswa. Oleh karena itu hidup mereka sangat kesusahan.

Tak tahan karena terus ngutang. Pemilik kos mengusir mereka, dan melemparkan barang barang yang tidak seberapa itu ke luar pagar. dan akhirnya mereka menggelandang seperti gembel.

Wajah, rambut dan tubuh mereka awut awutan. Sulit untuk dikenali jika itu perempuan, karena mereka menutupi kepala juga wajah dengan kain selempang, agar orang tidak menyangka bahwa mereka perempuan. Takut kenapa napa dan dijahati orang.

Namun tetap saja orang orang sirik mengenali mereka. Terutama teman teman sekelasnya.

Sudah tiga hari mereka tidak sekolah, karena semua buku dan barang dibuang orang, atau dijual untuk biaya makan juga bertahan.

Subuh hari yang dingin mereka diculik, saat tidur di pondok empang. Lalu dibawa ke pinggir jurang, dengan niat untuk dihabisi, karena telah mengotori sekolah yang mereka anggap elit. dan akhirnya mereka mati. Lalu sekarang jiwanya digantikan oleh jiwa lain. Jiwa Lili dan Xuan.

"Nona! apakah itu engkau?" pekik gadis tersebut merasa senang.

"Kalau bukan aku siapa lagi. Hantu?" balas Xuan.

"Ah, benar juga! Tapi Nona, sepertinya kita dibangkitkan? Eh maksudkan dihidupkan kembali melalui tubuh gadis gadis ini. Tapi saya tidak tahu kita berada di mana?" ucap Lili senang, karena masih hidup dan mendampingi tuannya.

"Ayo kita cari jalan keluar, karena hari sudah hampir pagi. dan suasana tidak gelap lagi."

"Baik Nona!" jawabnya.

"Ternyata tubuh ini dianiaya juga dibuang saat menjelang subuh. Jadi tidak ada orang yang melihat perbuatan keji mereka" gumam Nindya. sambil terus menerobos semak belukar, untuk mencari jalan keluar.

"Hati hati Nona. Tempat ini sangat asing serta berbahaya. Takutnya ada ular yang sedang mengintai?"

Namun Nindya tidak mendengarkan. Dia terus berjalan walau dengan terpincang pincang.

Dia tidak peduli dengan luka menganga juga lebam yang dideritanya. Walaupun sesekali duri tajam menusuk telapak kaki juga tangannya. Namun dia terus berjalan, menerobos hutan, guna mencari jalan keluar.

Tusukan duri dan ranting ranting itu, Menambah perih luka yang diderita.

"Brengsek! Akan ku balas perbuatan mereka!" pekiknya.

Gusraak! Bugh!

"Akh. Tubuh brengsek! Lemah sekali sebagai perempuan. Aku pejuang tingkat sembilan, kenapa harus mati mengenaskan seperti ini. Dasar mereka badjingan!" makinya tidak senang, saat tidak sengaja terperosok ke dalam lubang cukup dalam. Gelap lagi. Mungkin banyak ular.

"Nona!" pekik Kirana.

Dia sangat ketakutan, karena nona mudanya jatuh seperti itu, sedangkan dia tidak bisa berbuat apa apa.

"Lili! cepat cari akar pohon. Tanaman rambat atau apa saja yang bisa digunakan untuk diulurkan ke bawah. Aku ingin keluar untuk membalas dendam!" seru Xuan. yang sampai saat ini belum bisa move on dari namanya.

"Baik, Nona, tunggu sebentar!"

Xuan tidak menjawab, dan memutuskan untuk tetap menunggu di dalam lubang. Tapi sampai setengah jam, Lili tidak kunjung datang.

"Apa yang terjadi. Kenapa lama sekali?"

[Ding! Host sudah ditemukan. Quantum telah datang]

"Quantum? Program komputer yang telah aku kembangkan di kehidupan ku sebelumnya?"

[Benar Nona. Ini aku. Quantum mu]

"Bagaimana bisa? Bukankah saat aku dibunuh itu proses mu belum selesai?"

[Nona tenang saja. Nanti akan Quan ceritakan agar Nona tidak mati penasaran]

"Hahahaha. Ada ada saja. Kalau begitu cepat sembuhkan luka lukaku, dan kembalikan kekuatan ku seperti semula. Jangan lupa tabunganku juga!"

"Aku ingin cepat kuat, guna membalas dendam pada mereka!"

[Maaf nona, Quantum tidak bisa. Tubuh yang Nona tempati ini sangat lemah. Paling banter cuma level tiga. Kalau level sembilan jelas tidak bisa]

[Namun uang juga benda benda berharga lainnya bisa. Nona tinggal meniatkannya saja]

"Apakah termasuk benda benda yang belum ada di zaman ini, dan apakah itu kau bisa menyediakannya?"

[Bisa Nona, sangat bisa. Bahkan dua senjata yang telah digunakan untuk menghabisi Nona telah Quan bawa, berikut komputer kesayangan anda itu. dan saat ini berada di sistem penyimpanan]

"Bagus! Kau memang luar biasa! Kalau begitu cepat hubungkan ikatan kita, agar aku dan kau menjadi satu nyawa!"

[Dimengerti Nona]

Mendapat perintah itu, Quan menjadi sangat senang, karena tujuan dia membawa pembuatnya, adalah untuk menyatu dengannya.

Selama perjalanan, tidak sia sia mengorbankan diri, membawa Xuan juga Lili menembus ruang. Kembali ke tahun 2022. dimana teknologi digital sudah tergolong maju. Tapi jika dibandingkan dengan tahun 2033, kemajuan sekarang masih belum ada apa apanya.

Maka waktu pun terus berlalu. Tapi Lili tidak kunjung datang. Xuan tidak menyadari itu, karena tubuh, jiwa dan pikirannya dibawa terbang masuk ke dalam Quantum. Sampai satu jam kemudian. Xuan dan Quantumnya pun telah menyatu.

Berselaras menjadi satu nyawa, satu pikiran dan satu tujuan. Tapi dalam hal pribadi, Quantum tidak bisa mencampurinya.

Dia hanya menjadi tangan, kaki dan mata buat Xuan Huan, saat inangnya membutuhkan bantuan, atau sedang dalam bahaya yang mengancam.

Berkat penyatuan itu, tubuh Nindya kembali pulih. Bahkan tingginya semakin bertambah. Tubuhnya semakin sekal. kuat dan segar.

Pandangan matanya menjadi tajam, dingin dan emosi sayang, kagum, takut, segan dan lain sebagainya telah Ia hilangkan. kecuali pada orang orang terdekatnya.

"Kemana Lili. Apa kau melihatnya Quan?"

[Maaf Nona. Quan telah membuat dia pingsan, dan disangkutkan pada dahan tinggi di atas sana]

"Bagaimana bisa, dan kenapa?"

[Habis waktu di sana, dia mengatakan bahwa Quan itu gila. Jadi Quan dendam padanya]

"Hahahaha. Ada ada saja kau! Kalau begitu cepat turunkan dia, dan bawa Ia ke sini!"

[Baik Nona! Tapi bagaimana dengan dendam ini]

"Kau maafkan saja. Dia bawahanku. Jadi termasuk orang kita juga."

[Siap Nona! Akan Quan lakukan]

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!