NovelToon NovelToon
MAHKOTA YANG TERPASUNG

MAHKOTA YANG TERPASUNG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Khaassyakira

Asiyah Musfiroh adalah fenomena di Pondok Pesantren Ar-Rahma. Kecerdasannya melampaui logika; mengkhatamkan 30 juz Al-Qur'an hanya dalam setahun hingga dijuluki sang "Permata". Namun, cahaya itu justru mengundang takdir yang tak pernah ia pilih.

​Ustadz Ahmad Zafran Al Varo, pengajar muda yang karismatik, terpikat pada kedalaman ilmu dan adab Asiyah. Tanpa menunggu lama, di depan wali santri, Zafran mengutarakan khitbahnya. Tanpa diskusi, apalagi restu sang putri, orang tua Asiyah langsung menerima lamaran sang Ustadz.

​Bagi semua orang, ini adalah pernikahan impian. Namun bagi Asiyah, ini adalah penjara. Ia terjepit di antara pengabdian kepada orang tua dan kejujuran hatinya yang menolak sosok Zafran yang dianggapnya terlalu "sempurna".

​"Bagaimana mungkin aku bisa menjaga wahyu Tuhan di dalam dadaku, jika hatiku dipenuhi kepura-puraan terhadap imam yang tidak pernah kupinta?"

​Saat ketaatan berbenturan dengan rasa, mampukah cinta tumbuh di sela-sela ayat suci...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khaassyakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGEPUNGAN DI BAWAH MENARA AL-HAKIM

​Angin malam di atas atap kota tua Kairo berhembus lebih kencang, membawa aroma debu dan sejarah yang pekat. Zafran menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang berpacu saat ia menuntun Asiyah melompat melewati celah sempit di antara dua bangunan. Di bawah mereka, lorong-lorong Khan el-Khalili masih riuh oleh suara manusia, namun di atas sini, sunyi menjadi kawan sekaligus lawan yang menakutkan.

​"Hati-hati, Asiyah. Pijakan di depan ini agak rapuh," bisik Zafran sembari mengulurkan tangannya yang kokoh.

​Asiyah menyambut tangan itu tanpa ragu. "Mas, kaki saya mulai lemas. Berapa jauh lagi kita harus berlari di atas sini?"

​"Sedikit lagi. Jika kita bisa mencapai area terbuka di dekat Masjid Al-Hakim bi-Amr Allah, aku bisa memanggil taksi di jalan besar yang tidak terlalu macet. Kita tidak bisa turun di tengah pasar, pengikut bayaran Salamah pasti sudah menyebar di sana," jawab Zafran dengan mata yang terus waspada memantau setiap bayangan di belakang mereka.

​Tiba-tiba, suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar dari arah belakang. Bukan satu, melainkan beberapa orang. Zafran menoleh dan melihat siluet beberapa pria lokal berbaju lusuh yang dipimpin oleh seorang wanita yang sangat mereka kenali. Salamah berdiri di atas atap sebuah toko kain, matanya berkilat penuh dendam di bawah cahaya rembulan.

​"Kalian pikir bisa lari dariku di kota ini? Aku sudah membayar orang-orang ini untuk memastikan kalian tidak pernah sampai ke kantor kedutaan!" teriak Salamah dengan suara serak yang mengerikan.

​Zafran segera menarik Asiyah ke balik sebuah menara tangki air tua. "Salamah, sadarlah! Apa yang kau lakukan ini adalah tindakan kriminal berat. Kau akan membusuk di penjara Mesir jika terus melanjutkan kegilaan ini!"

​"Aku sudah tidak peduli lagi, Zafran! Sejak kau memecatku dan menghancurkan harga diriku di depan para santri, hidupku sudah berakhir. Sekarang, biarkan gadis kesayanganmu itu merasakan apa yang kurasakan!" sahut Salamah sembari memberi isyarat kepada orang-orang suruhannya untuk mengepung.

​Asiyah menggigil, namun kali ini ia tidak memejamkan mata. Ia melihat Zafran berdiri tegak di depannya, pasang badan dengan keberanian yang luar biasa. "Mas, jangan biarkan mereka mendekat. Saya takut mereka membawa senjata."

​"Tenang, Asiyah. Tetaplah di belakangku. Apapun yang terjadi, jangan pernah lepaskan jilbabmu untuk menutupi wajah jika kita harus turun ke kerumunan," pesan Zafran dengan nada rendah yang sangat protektif.

​Tiba-tiba, seorang pria suruhan Salamah menerjang maju dengan sebilah kayu panjang. Zafran dengan tangkas menghalau serangan itu menggunakan ranselnya yang berisi buku-buku tebal sebagai perisai. Terjadi pergulatan singkat di tepi atap yang sempit. Zafran berhasil menjatuhkan kayu tersebut, namun pria lainnya mulai mendekat dari sisi kiri.

​"Berhenti!" sebuah teriakan lantang terdengar dari arah menara masjid yang tak jauh dari sana.

​Sosok Fatimah muncul dari balik kegelapan atap. Wajahnya tampak pucat dan penuh penyesalan. Di tangannya, ia memegang sebuah ponsel yang sedang menyala, memperlihatkan layar panggilan yang sedang berlangsung.

​"Ustadzah Salamah, hentikan semuanya! Saya sudah menghubungi polisi pariwisata. Mereka sedang menuju ke lokasi ini lewat koordinat GPS saya. Jika Anda tidak berhenti sekarang, kita semua akan tamat!" seru Fatimah dengan suara bergetar.

​Salamah menoleh dengan wajah penuh amarah yang tak percaya. "Fatimah? Kau mengkhianatiku? Setelah semua yang aku janjikan padamu untuk mendapatkan Zafran kembali?"

​"Saya memang mencintai Zafran, tapi saya bukan seorang pembunuh! Anda sudah gila, Ustadzah. Ini bukan lagi soal cinta atau harga diri, ini adalah kejahatan. Saya tidak mau terlibat lebih jauh dalam kegilaan Anda!" sahut Fatimah sembari melangkah mendekat ke arah Zafran dan Asiyah.

​Zafran menatap Fatimah dengan tatapan terkejut. "Fatimah, kau serius melakukan ini?"

​"Maafkan saya, Zafran. Ego saya telah membutakan mata saya hingga bekerja sama dengan wanita ini. Tapi melihatnya membawa cairan kimia tadi, saya sadar bahwa saya hampir menghancurkan hidup orang yang saya cintai dengan cara yang paling hina," ujar Fatimah tulus sembari menatap Asiyah sejenak dengan tatapan penuh permohonan maaf.

​Salamah yang merasa terpojok menjadi semakin gelap mata. Ia meraba botol kecil di balik jubahnya dan bersiap melemparkannya ke arah Asiyah. "Jika aku tidak bisa memilikinya, maka tidak boleh ada yang memilikinya dalam keadaan utuh!"

​"Tidak!" teriak Zafran. Ia segera memeluk Asiyah dan memutar tubuhnya agar punggungnya yang menghadapi arah lemparan.

​Namun, sebelum botol itu terlepas dari tangan Salamah, suara sirine polisi yang melengking terdengar sangat dekat di bawah gedung. Cahaya lampu biru dan merah menyinari dinding-dinding tua Khan el-Khalili. Orang-orang suruhan Salamah yang ketakutan langsung melarikan diri, melompat ke arah gang-gang kecil.

​Salamah mematung, tangannya gemetar hebat. Polisi Mesir berseragam lengkap muncul dari tangga akses atap dengan senjata terhunus. Dalam hitungan detik, Salamah sudah tersungkur ke lantai atap dengan tangan terborgol. Ia hanya bisa mengerang dan meratapi kegagalannya di bawah langit Kairo yang menjadi saksi akhir dari dendamnya.

​Setelah suasana mulai terkendali, petugas medis datang untuk memeriksa keadaan mereka. Zafran masih memeluk Asiyah dengan sangat erat, seolah enggan melepaskan harta yang paling berharganya itu.

​"Kita aman, Asiyah. Semuanya sudah berakhir sekarang," bisik Zafran di telinga istrinya.

​Asiyah mendongak, matanya basah oleh air mata namun ada senyuman tipis yang sangat manis di bibirnya. "Terima kasih, Mas. Mas benar-benar tameng bagi saya."

​Fatimah berdiri tak jauh dari mereka, didampingi oleh seorang petugas untuk dimintai keterangan. Sebelum dibawa pergi, ia sempat mendekati pasangan itu.

​"Zafran, Asiyah, saya akan kembali ke Indonesia besok untuk menyerahkan diri kepada pihak berwajib di sana juga. Saya akan menceritakan semua keterlibatan Salamah dalam penggelapan dana pondok agar posisi Ar-Rahma benar-benar bersih. Sekali lagi, maafkan saya," ujar Fatimah dengan nada pasrah.

​Asiyah mengangguk pelan. "Semoga ini menjadi awal yang baik untukmu, Ustadzah Fatimah. Terima kasih sudah mengambil keputusan yang benar di detik terakhir."

​Zafran hanya mengangguk singkat, ia menghargai perubahan Fatimah namun hatinya sudah tertutup untuk urusan masa lalu. Fokusnya kini hanya pada wanita yang ada di pelukannya.

​Malam itu, mereka tidak kembali ke apartemen di Nasr City. Pihak kedutaan menjemput mereka dan memberikan perlindungan di rumah dinas atase pendidikan. Di dalam mobil kedutaan, Asiyah menyandarkan kepalanya di bahu Zafran. Kali ini bukan karena kedinginan atau tidak sengaja tertidur, melainkan karena ia benar-benar merasa bahwa bahu itulah tempat ternyaman baginya untuk bersandar.

​"Mas, setelah semua ini, apakah kita akan tetap melanjutkan kuliah di sini?" tanya Asiyah pelan.

​Zafran mengelus tangan Asiyah yang menggenggam jemarinya. "Tentu saja. Kita akan menyelesaikan apa yang sudah kita mulai. Tapi kali ini, tidak akan ada lagi rahasia atau dinding di antara kita. Kau adalah istriku, dan aku adalah pelindungmu. Setuju?"

​Asiyah tersenyum malu-malu dan mengeratkan genggamannya. "Setuju, Mas. Tapi Mas harus janji satu hal lagi."

​"Apa itu?" tanya Zafran penasaran.

​"Jangan pernah bosan mengajari saya cara menjadi istri yang baik, meski saya terkadang masih cuek dan menyebalkan," jawab Asiyah yang disambut dengan tawa hangat Zafran di sepanjang jalanan Kairo yang mulai tenang.

(Badai di Kairo telah berlalu, meninggalkan luka yang mulai mengering dan cinta yang tumbuh lebih kuat dari sebelumnya. Namun, perjuangan mereka untuk menyelesaikan studi di tengah bayang-bayang peristiwa ini baru saja dimulai. Mampukah mereka menjaga keharmonisan ini saat tantangan akademik yang berat menanti di Universitas Al-Azhar?)

🦋 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, hallo semuanya 🥰,Akira mohon dukungan nya untuk novel pertama Akira yh 🤗, Boleh ga minta like, bintang, dan komentar nya dari semuanya. Akira ucapkan Terimakasih semua atas dukungannya ☺. 🦋

1
Enny Suhartini
semangat kakak ditunggu lanjutannya
Enny Suhartini
semangat
Enny Suhartini
cerita nya menambah ilmu tentang agama
bagus
Sulfia Nuriawati
d negri Mesir berani bertindak brutal, sp Salamah??? obsesinya mengalahkan akal sehat, Fatimah jg oon, hdup d Mesir tp gila sp laki org mau jd pelKor?? duan org gila lg beraksi yg kuat aisyah nya jgn cm bs nangis
Lisna Wati
lanjut
Muhammad Syafi'i
masyaallah 😍 jodoh ny anak kiyai
Muhammad Syafi'i
Bagus alur ceritanya
Muhammad Syafi'i
kisah ny sangat bagus 👍
Irni Yusnita
ceritanya sangat bagus dan bagi pemula sangat baik memberikan pengetahuan bagi yg membacanya👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!