NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertanyaan

"Auwwww!!!" Alana ikut memekik. Mungkin dia ikut ngilu melihat pal listrikku yang terjepit.

"Pelan-pelan, Mas! Nggak usah buru-buru! Kan, udah terlanjur aku liat," tuturnya.

Untung aku berhasil membenarkan resletingku dengan benar. Pal listrikku akhirnya selamat. Tapi masih ada rasa sakit yang menjalar.

"Sakit banget ya, Mas?" Alana tampak perduli.

"I-iya." Aku terbata menjawabnya. Perasaanku saat ini tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Aku malu, dan aku merasa bo_doh.

"Lagian Mas Juna, sih, pakek mainin itu segala," tutur Alana. Ucapannya semakin membuatku malu. Maka aku tak menimpali apapun. Aku malah menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya sama sekali tak gatal.

"Kenapa sih, Mas?" Dia bertanya.

"Kenapa apa?" Aku kebingungan.

"Ya itu. Kenapa perlu kayak gitu? Mas Juna kan udah punya Istri. Kalau lagi pengen kan tinggal bilang sama Mbak Liliana."

"Anu_ Itu__" Aku bingung menjawab pertanyaannya. Kenapa dia harus ingin tahu hal itu?

"Pasti karena pengennya mendadak. Iya, kan?" tebak Alana.

"I-iya." Aku terpaksa mengiyakan. Karena tak mungkin aku mengatakan alasan yang sebenarnya. Bahwa misal aku meminta pada Liliana pun, Liliana tak akan mungkin mau mengabulkannya.

"Hihihi ... Dasar cowok emang kayak gitu. Kalau udah pengen nggak bisa ditahan. Kayak Othornya. Tapi untung Othornya suka ngaji. Jadi terhindar dari kebiasaan buruk kayak gitu." Alana tertawa kecil.

"Kamu kok, tiba-tiba di sini?" Aku mengalihkan pembicaraan.

"Barusan pas aku pulang, aku mau ke kamar, pas lewat kamar ini, aku dengar suara des_ahan cewek. Aku kira Mas Juna lagi selingkuh. Makanya aku nyelonong masuk aja ke dalam. Eh, ternyata Mas Juna lagi_" Alana tak meneruskan kata-katanya. Ia malah tersenyum, sengaja menggodaku. Dan aku pun kembali malu. Sampai-sampai aku merunduk. Aku tak berani menatapnya.

"Yaudah, Mas, aku keluar. Mas Juna terusin lagi gih kegiatan yang barusan. Atau perlu aku bantu?"

Aku menegakkan wajah. Mataku membulat.

"Hihihi ... Bercanda." Alana tertawa kecil menanggapi keseriusanku.

"Bye, Mas Juna." Ia melangkah menuju ke pintu.

Lalu melenggang keluar dari kamar ini.

"Huffff ...." Aku menghela nafas.

Brukkkkk....

Aku terduduk di kursiku yang semula. Lalu, kuletakkan wajahku di permukaan meja di hadapanku.

"Sial!!! Aku benar-benar bo_doh." Aku membentur-benturkan jidatku sendiri.

***

Malam harinya ....

Aku berjalan ke ruang tengah. Aku melihat Liliana duduk di depan televisi. Ia sedang melihat acara di TV dengan serius.

Тар ... Тар ... Тар ....

Aku berjalan mendekat.

Kuhampiri Liliana. Aku duduk tepat di sebelahnya. Ia melirikku sekilas, tetapi kemudian ia kembali fokus ke layar televisi.

"Kamu lagi lihat acara apa?" Aku berbasa-basi bertanya.

"Kamu bisa lihat sendiri, kan?" Jawabannya dingin. Dan aku jadi sedikit menyesal mengajaknya bicara.

Kini kami sama-sama terdiam. Liliana fokus ke televisi. Pandanganku pun juga sama, mengarah ke televisi. Tapi sebenarnya aku sedang memikirkan ke hal yang lain. Aku teringat foto yang dikirimkan Ronal tadi pagi.

Siapa laki-laki itu? Ada hubungan apa dia dengan Lilina? Rasa ingin tahuku begitu membuncah.

"Aku mau nanya sesuatu sama kamu." Tiba-tiba aku berkata demikian.

"Tanya apa?" Liliana tanpa melihat ke arahku.

"Sebenarnya kemarin kamu pergi dengan siapa?"

Akhirnya Liliana menoleh ke arahku.

"Apa penjelasanku kemarin kurang jelas?" ketusnya.

"Kemarin Ronal melihatmu.

Kamu lagi di restoran sama laki-laki."

1
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!