NovelToon NovelToon
Antara Dua Pilihan Hati

Antara Dua Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Misteri / Perjodohan / Romantis / Pengantin Pengganti / Komedi
Popularitas:603
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Di luar rumah bernuansa catur itu masih saja bersi tegang. Tiga orang pria yang barusan aja turun dari dalam mobil hitam tersebut tiba tiba saja mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Prasha saat itu.

Saat Prasha langsung mengenal wajah salah satu pria, betapa terkejutnya dia yang ternyata "hah Pak Surya Permana!."

"Hahaha,..akhirnya kamu cepat juga menyadari kebenaran Prasha, luar biasa hahaha."

"Wah wah wah, keren sih ini penjahatnya malah datang sendiri To?." celetuk Arden pada Darto dengan kedua tangannya yang reflek ia rentangkan untuk melindungi sahabatnya, sembari sesekali menoleh ke arah Darto yang berusaha sembunyi saking takutnya.

"Ini vibesnya kayak film action thriller mase." celetuk Darto yang masih sibuk dengan beberapa pot yang sengaja ia tumpuk untuk persembunyiannya.

Sedangkan Surya Permana berjalan beberapa langkah mendekat ke arah Prasha. Sambil mengarahkan pistol ke arah Prasha. Dan kedua pria disebelahnya masih berjaga untuk melindungi majikannya dengan bergaya ala mafia bagaimana cara mereka memegang pistol yang mereka arahkan pada musuh mereka.

Prasha hanya berdiri santai, karena dirinya sudah antisipasi sejak awal dengan jaket anti peluru didalamnya yang tanpa siapapun ketahui. Meskipun diarea sebelah kiri masih menahan luka bekas operasi akibat terkena peluru juga yang dilesatkan oleh Adhikara kakaknya tiga hari yang lalu.

"Ada urusan apa anda datang ke sini, pak Surya?." tanya Prasha dengan tatapan yang begitu tajam. Aura kepemimpinan yang tegas dan lugas begitu terpancar saat itu.

"Aku hanya datang untuk mengambil yang sudah seharusnya menjadi milikku sejak dulu.'

Prasha reflek tertawa, namun tak lama kembali ke mode sangar "Cih, jangan mimpi, dirumah ini tidak ada apapun yang menjadi milikmu Pak Surya Permana asal anda tahu, dan terimakan saja anda sudah kalah banyak dari perusahaan yang ayah saya pimpin sejak dulu, yang sekarang menjadi milik saya dan keluarga Maharana.

"Hahaha, Prasha Prasha bukan itu yang saya maksud, tapi sebuah rahasia yang disembunyikan ayah kalian sejak lama."

"Ya saya tahu, sangat tahu, bahkan anda terlambat jika menanyakan soal bukti bagaimana anda banyak melakukan tindakan ilegal bukan begitu, belum lagi banyak korupsi, penggelapan dana perusahaan anda juga bekerja sama dengan kakak saya untuk menghancurkan perusahaan ayah saya dan perusahaan keluarga Maharana, semua sudah terbongkar bos."

"Jadi, anda sudah tidak ada gunanya untuk mencari hal yang sudah tidak ada di tangan kami lagi."

"Apa kau bilang, dimana berkas itu?!"

"jedor!."

Baku hantam pun tak bisa terelakkan, Jedar jedor suara tembakan pun terus dilesatkan hingga mengenai bahu Arden, dua pria sudah tuntas oleh Arsen. Dan bermunculan lagi anak buah lainnya yang semakin banyak hendak mengeroyok Prasha dan mengepung rumah catur itu.

Namun bunyi sirine datang begitu tepa waktu, satu tembakan tepat ke arah kaki Surya Permana. Ya dialah kakek Prasha yang saat tau terjadi keributan sengit ia langsung menurunkan banyak anak buah yang ternyata jauh lebih banyak dari orang orang Surya, yang tanpa mereka ketahui banyak titik yang tersembunyi para Intel yang siap kapan saja ketika musuh datang semua sudah tersetting oleh perintah sang kakek alias Mr X.

"Ternyata kamu masih hidup Surya, masih ingat sama saya hahaha, jadi jangan mimpi untuk menghancurkan keturunan saya dalam memajukan kedua perusahaan Raharjo Subroto." ucap tegas sang kakek.

Para pihak kepolisian berhasil membekuk semua yang terlibat, meskipun Surya hampir kabur dengan kondisi kalinya yang pincang dan mengeluarkan banyak cairan merah.

"Lihat saja nanti akan aku balas kalian."

"Diam jangan bergerak, anda segera kami tahan dalam banyak pasal berlapis penggelapan dana, korupsi, dan masih banyak lagi."

"Dia juga bersalah pak, bukan saya saja, tangkap dia juga dong."

"Semua sudah ada dilaporan kantor kami, jika anda tidak terima silahkan hubungi pengacara anda."

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!