NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *26

Ingin sekali Marvel memeluk tubuh Rin dengan erat. Namun, karena beberapa pertimbangan, hal itu tidak ia lakukan. Jujur saja, jika tidak memikirkan beberapa hal itu, tubuh langsing milik Rin sudah dia peluk sejak tadi.

"Rin. Maafkan aku. Aku-- aku sudah menyakiti hatimu. Maaf," ucap Marvel dengan raut penuh sesal.

Rin terlihat tenang. Sedikit gejolak di hatinya mampu ia sembunyikan dengan baik. Bukan gejolak cinta, melainkan, gejolak rasa kesal yang ingin segera terbebas dari hati tersebut.

"Rin. Aku menyesal." Marvel berucap lagi.

Jika ucapan pertama barusan, Marvel menundukkan wajahnya. Ucapan kali ini tidak. Pria itu mengangkat wajah, menatap lawan bicaranya dengan tatapan lekat.

"Aku benar-benar menyesal, Rin." Marvel ingin menyentuh tangan Rin untuk ia genggam. Namun, si pemilik tangan langsung bergerak cepat untuk menghindar.

"Rin, dia tidak sama seperti kamu. Dia-- "

"Apakah kamu sudah cukup bicara?" Rin memotong perkataan Marvel dengan cepat.

Manik mata Marvel yang sedang berkaca-kaca, langsung menatap Rin dengan tatapan lekat.

"Aku tahu kamu marah. Aku tahu kamu kesal, Rin. Aku-- "

"Lalu? Apa yang bisa kamu lakukan sekarang?"

"Rin."

"Marvel. Kisah kita sudah selesai. Cerita itu sudah berlalu, dan hanya tinggal cerita yang sama sekali tidak ingin ku ingin sedikitpun."

"Rin. Jangan kejam."

Rin langsung terkekeh. Bukan karena bahagia. Melainkan, karena merasa geli di hatinya.

"Aku? Jangan kejam? Apa maksudnya itu, ha?"

"Rin." Lagi, Marvel ingin menyentuh tangan Airin untuk dia genggam. Namun, Rin langsung menghindar dengan cepat.

"Yang kejam bukan aku, Vel. Melainkan, kamu. Kalian. Kalian yang sama sekali tidak punya hati. Kalian begitu tega. Kalian adalah orang yang paling aku percaya. Tapi, bisa-bisanya aku disakiti oleh kalian berdua. Kenapa? Katakan padaku, kenapa kalian melakukan hal itu."

"Airin."

"Jangan panggil nama ku lagi ke depannya. Sungguh, aku merasa sangat tidak nyaman."

"Ah, kamu menikah dengan adikku. Jadi, mungkin sebaiknya, kau panggil aku kakak saja. Kakak ipar."

"Airin. Maafkan aku."

"Apakah kata maaf mampu memperbaiki segalanya, Marvel!" Nada ucapan Rin terdengar lantang.

Namun, nada itu melemah kembali. "Tidak. Sama sekali tidak. Kesalahan yang telah kalian perbuat. Luka yang telah kalian ciptakan. Sedikitpun tak akan pernah tertutupi hanya dengan satu kata maaf."

"Aku tahu, Rin. Tapi aku ingin mengucapkan maaf padamu. Aku sungguh-- aku sungguh sangat-sangat menyesali apa yang telah aku lakukan sebelumnya, Rin. Aku khilaf."

"Khilaf?" Rin kembali terkekeh.

Tidak. Sedikitpun tidak ada air mata yang jatuh dari pelupuk mata Rin. Mungkin, karena waktu itu, luka sudah tertutupi oleh hal yang baru. Luka sudah diobati oleh seseorang yang selalu ada untuknya.

"Rin."

"Cukup, Marvel. Jangan datang lagi padaku. Jangan lagi bahas masa lalu. Kamu datang padaku sekarang, semuanya tidak akan pernah mengubah apa yang telah terjadi diantara kita."

"Airin. Aku tahu, kesalahan ku sangat besar. Aku-- "

"Jika sudah tahu, itu bagus. Maka pergilah. Karena saat ini, kita sudah punya kehidupan kita masing-masing. Kita sudah punya keluarga kita sendiri. Aku sudah menikah. Begitu pula dengan mu. Jalan kita sudah berbeda sekarang."

"Sekarang, apakah kamu sudah bahagia, Rin."

"Tentu saja aku bahagia. Aku sangat bahagia malahan."

"Kamu bohong." Marvel membantah dengan cepat apa yang baru saja Rin ucap. Padahal, Rin berucap dengan manik mata yang sangat jujur. Tapi Marvel malah langsung menyangkal ucapan itu dengan keras.

"Kamu bohong, Rin. Kamu sama sekali tidak bahagia. Aku tahu itu."

"Kamu sakit? Kenapa aku harus berbohong sama kamu?"

"Karena aku tahu kamu. Kamu adalah gadis yang tinggal dengan semua kemewahan di kota. Mana bahagia kamu tinggal dengan kesederhanaan desa yang sama sekali tidak pernah kamu alami sebelumnya."

Rin tersenyum geli. "Jangan pura-pura memahami apa yang kamu tidak mengerti, Marvel. Karena kepura-puraan mu itu terasa memalukan bagi aku."

"Aku tidak-- "

"Cukup! Waktu mu untuk bicara dengan ku sudah selesai. Sebaiknya, kamu segera pergi dari sini. Dan, ingat ini, Marvel. Jangan datang lagi. Jangan ganggu hidup yang sudah susah payah aku perbaiki. Mengerti?"

"Airin."

"Pergilah! Apakah tidak cukup kamu buat hidupku sengsara selama ini, ha?"

Marvel menatap Rin dengan tatapan lekat. Manik matanya tidak rela untuk berpisah. Tapi saat ini, dia sama sekali tidak punya pilihan. Marvel pun memilih untuk mengalah. Dia menarik diri dari pandangan Rin.

Tapi sebelum pergi, dia berucap. "Baik, Rin. Aku pergi sekarang. Tapi, aku pasti akan mendapatkan maaf dari kamu suatu saat nanti."

Rin memilih untuk mengabaikan ucapan itu. Sungguh, hatinya lelah. Sangat lelah. Kenapa masa lalu itu datang lagi? Bukan datang untuk memperbaiki, melainkan, datang untuk mengacaukan suasana hati yang sudah baik-baik saja. Yang susah payah ia bangun dengan sekuat tenaga.

"Rin."

Satu panggilan dengan suara yang sangat lembut. Satu panggilan yang datang dari arah belakang. Suara yang mampu meredamkan gemuruh keras yang ada dalam hati Rin.

Suara itu datang bersamaan dengan sentuhan lembut yang jatuh ke bahu Rin. Rin pun langsung menoleh seketika. "Bayu."

Tatapan mata teduh membuat Rin merasa punya tempat untuk bersandar. Tanpa pikir panjang lagi, Rin langsung menghambur ke dalam pelukan Bayu.

Bayu menerimanya dengan senang hati. Membalas pelukan Rin dengan hati yang penuh kasih. Membelai punggung Rin dengan sentuhan lembut.

"Bayu."

"Rin, semuanya sudah berlalu. Kamu kuat."

Rin menarik diri dari pelukan tersebut. Namun, pelukan itu tidak sepenuhnya terlepas. "Kamu, tidak marah, bukan?"

Bayu menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak. Kenapa aku harus marah?"

Rin tidak langsung menjawab. Wanita itu malah kembali membenamkan tubuhnya ke dalam pelukan si suami. "Maafkan aku, Bayu. Aku sudah, sudah bicara lama dengan dia."

"Tidak perlu minta maaf, Rin. Karena memang ada yang harus kamu selesaikan dengannya, bukan?"

"Bayu."

"Iya."

"Terima kasih."

"Untuk apa?"

"Untuk semaunya."

"Aku rasa, itu tidak perlu. Karena seharusnya, akulah yang harus berterima kasih padamu, Rin. Karena kamu sudah bersedia untuk memilih diriku dan tetap tinggal di sisiku. Bukankah itu pilihan yang sangat luar biasa buat aku?"

"Bayu."

"Hm?"

"Aku .... "

Tidak. Kata itu tidak lepas dari bibir Rin. Kata itu masih terpendam di dalam tenggorokan. Mungkin, hati sudah mengakui kalau perasaan cinta sudah tercipta. Hanya saja, pengakuan masih butuh banyak waktu. Atau, mungkin hanya menunggu waktu yang tepat saja.

*

Setelah kejadian itu, malam harinya, hubungan dua anak manusia yang sedang belajar berjalan di jalan yang sama semakin erat saja. Sedangkan untuk lingkungan tempat tinggal mereka, cerita tidak enak di dengar, alias gosip tetangga sudah menunggu untuk di bicarakan esok harinya.

1
Dew666
🌼🌼🌼
Dew666
💜💜
Liswati Angelina
habis ini rin pasti bisa hamil lagi dan diganti dengan bayi kembar....
tehNci
Naaah kalo begini kan bagus/Good/
Patrick Khan
Marvel ribet bgt sih😂
Dew666
💐💐💐
Rani: yuhu ... 🫰🫰🫰🫶
total 1 replies
Patrick Khan
kasian rin😭😭
Rani: hiks🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ehhh knp LG Rin.. malah jatuh😭😭
Rani: hiks, aiya ... itulah. kasihan kan yah
total 1 replies
Patrick Khan
Yara km ribet bgt sih😂😂😂
Rani: jangan di kata lagi. ini manusia satu emang paling ribet dah
total 1 replies
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Iis Herawati
memang penyesalan itu datang di akhir kalau di awal namanya pendaptaran .....🤣
Rani: wkwkwkwkwk .... bener
total 1 replies
Patrick Khan
Yara sakit jiwa ni enak bgt klo ngomong.. didikan emak km bikin gila yara
Rani: iya. suka2 hatinya aja tuh kek nya.
total 1 replies
Aisyah Virendra
Yara ini perempuan sakit yaa.. sakit krn otaknya bukan hanya kurang seons tapi 5 ons 😞
Rani: eh ... dia gak punya otak malahan.
total 1 replies
Patrick Khan
gk percaya q Yara berubah.. pasti mw deketin Bayu kan
Rani: huhuhu .....
aku gak sehat itu. Yara said. wkwkwkwk
total 1 replies
Nur Haswina
wah benar2 si Yara gadis mata keranjang..
Rani: iya noh. manusia satu beneran gak ada habisnya.
total 1 replies
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
tehNci
Emang Yara si anak manja bakalan bisa betah hidup di desa? Mau bertukar pasangan, siapa yg Bakan mau? Rin sama Bayu udah bahagia. Cukup minta maaf aja, jangan macem2 sama mereka
Rani: palingan dia yg kecewa entar
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh Yara wes otw bahaya iki😲😲
Rani: huahaha🤣🤣
total 1 replies
Dew666
💜💜💜💜💜
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Yeeeaaay..Airin hamil. Makin bahagialah Bayu dan Airin. Semoga kedatangan Seyara nanti gak akan bisa merusak kebahagiaan Bayu Airin
Rani: aamiin 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!