NovelToon NovelToon
Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)

Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Cintapertama
Popularitas:105.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Tiga tahun mengabdi sebagai seorang istri yang patuh dan di jadikan pengasuh anaknya. Marissa akhirnya menyerah setelah tahu dia di khianati. Bahkan putra sambung yang dia rawat selama ini tak lagi memihaknya.

Marissa marah, Dia yang seorang artis terkenal takkan akan diam dan akan balas semuanya.

Di sisi lain, Mendengar kakak angkat sekaligus wanita yang di cintainya terkhianati. Tentu saja Dylan murka. Pria itu takkan pernah mengampuni siapapun yang berani menyakiti Marissa, Wanita yang sejak dulu diam-diam ia sukai.
•••••
"Kau mencintaiku? Aku kakak mu..." Marissa Nugroho

" Kita sudah menjadi pasangan kakak beradik, Apa salahnya kita menjadi pasangan suami istri..." Dylan Sean Abraham.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Didikan Sendiri

"Lula? Sedang apa kau disini?" Tanya Gilang. Pria itu cukup terkejut dengan kedatangan wanita ini di rumahnya yang secara tiba-tiba. Pasalnya Lula tidak memberikan kabar apapun dan langsung datang begitu saja.

"E.. Gilang, Boleh aku masuk sebentar.." Gilang melihat sana dan sini. Sebenarnya dia tidak mengizinkan Lula masuk karena takut terjadi kesalahpahaman.

"Sebentar saja Gilang.." Gilang akhirnya mengangguk, Lula tersenyum senang setelah di izinkan masuk. Seperti biasanya, Lula langsung duduk disofa ruang tamu itu.

"Ada apa?

"Gak ada Papa.. Aku cuma bosan dirumah Gilang.. Jadi aku kesini mau ketemu Kenan. Siapa tahu dia mau main sama aku.." Ucap Lula, Sebenarnya alasan dia datang kerumah ini karena ingin bertemu dengan Gilang. Toh pria itu sudah tidak punya istri jadi sekarang bebas.

"Kebetulan sekali.. Kenan sedang berada di belakang bermain bersama teman-temannya. Kau bisa kesana kalau ingin bermain dengannya.." Ucap Gilang, Tak lama pria itu meraih jaket dan memakainya.

"Gilang mau kemana?" Gilang yang hendak pergi itu menghentikan langkahnya.

"Aku mau ke toko.. Ada yang perlu di bahas. " Katanya. Lula tersenyum kemudian mendekat.

"Boleh aku ikut? Aku..

"Kau disini saja jaga Kenan.. Bukankah kau datang kesini ingin bertemu dengannya?

"Oh.. Itu.. Aku..

"Aku berangkat dulu, Kau disini saja jaga putraku.." Gilang pun pergi meninggalkan Lula. Pintu tertutup, Suara deru mobil terdengar melaju. Di dalam rumah itu Lula berdecak kesal sekali.

"Aku datang kesini agar aku bisa berdua dengan Gilang...Tapi yang ada pria itu malah pergi. Menyebalkan... Mana di suruh jaga anaknya lagi.. Di kira aku ini pengasuh apa?! Aaaaarrrrggghh!" Lula mengacak rambutnya dengan kasar. Dia duduk bersandar di atas sofa dengan nafas yang memburu.

Lula menatap langit-langit ruangan itu. Dulu saat masih ada Nara, Wanita itu selalu menyambutnya dengan baik. Tapi setelah Gilang menikah dengan Icha, Lula tak pernah datang lagi.. Pintu rumah ini selalu tertutup. Maka dari itu, Lula mencari cara agar bisa dekat dengan Gilang.

Awalnya memang berhasil, Dia sempat punya hubungan dengan Gilang meski tidak sepanas perselingkuhan orang-orang luaran sana. Namun sekarang? Gilang seakan mulai menjauh darinya.

"Apalagi ini?" Lula bangkit, Ia melangkah ke arah foto Icha yang entah kapan terpajang disana. Tak hanya satu, Tapi ada beberapa. Selain foto Icha juga ada foto Nara..

"Jangan-jangan Gilang mulai menyesal telah bercerai dengan Icha. Kalau itu memang terjadi, Ini tidak bisa dibiarkan.. Posisi ku untuk berada di hati Gilang tidak akan ada.. " Kedua tangan Lula terkepal. Dia tidak suka melihat wajah cantik Icha bersanding dengan foto cantik Nara disana. Lula muak, Lula benci.

"Kau! Wanita mura-han.. Kalau kau dulu tidak muncul di hadapan Gilang mungkin sekarang aku dan Gilang adalah sepasang suami dan istri.. " Tatapan Lula menajam ke arab foto tersebut. Dia tidak suka sama sekali. Dada Lula naik turun menahan amarah hingga..

"Ayo kejar aku!!

Bruk

Bruk

Bruk

"Hahaha...Kejar aku ayook..

"Ayo kejar...

Braaak!

"Aaaaa...

PRAAANKK!

...****************...

"Aaaaarrrrggghh!

Empat bocah laki-laki itu terdiam melihat Lula yang berteriak seraya meringis kesakitan. Terutama Kenan yang mulai sedikit merasa takut. Karena putra Gilang bersama teman-temannya lah yang tanpa sengaja menabrak Lula sampai wanita itu terjatuh.

Tak hanya itu saja, Lula menabrak vas bunga yan terletak diatas hingga pecah berkeping-keping di lantai.

"KALIAN ITU PUNYA MATA GAK SIH!!?"

Pekik Lula, Wanita itu berdiri lalu berkacak pinggang. Matanya nyalang menatap satu persatu bocah yang seumuran itu.

Kenan beserta para teman-temannya saling melirik satu sama lain.

"Maaf Tante.. Kita gak sengaja.." Ucap salah satu dari mereka.

"Gak sengaja? Kalau mau main itu diluar sana! Jangan main didalam.. Kalian pikir ini rumah kalian?" Kenan maju. Bocah itu jelas kesal dengan ucapan Lula barusan.

"Tapi ini rumahku Tante Lula... Dan Tante gak berhak buat ngatur apalagi marah. Lagian Tante ngapain ada disini? Tante Lula marah kita gurau, Padahal kita tiap hari gini kok.. Dan Papa juga gak pernah marah. Dulu waktu masih ada Bunda, Bunda juga gak pernah marah kok.. Kenapa sekarang kita main dan gak sengaja nabrak Tante, Tante yang marah? Harusnya aku yang marah karena Tante masuk kerumah ini tanpa izin.." Lula geram dengan ucapan Kenan. Dia yang tak mau kalah dengan anak kecil pun langsung mencubit lengan mereka satu persatu.

"Kurang ajar kamu ya! Gak punya sopan santun kamu!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sebagian dari empat bocah itu ada yang menangis. Lula mencubit lengan mereka dengan emosi bahkan ada pula lengan mereka yang sampai membiru akibat ulah Lula.

"Ampun tante! Ampun!!

Tak sampai disitu saja, Lula meraih kemoceng yang terletak tak jauh dari tempat itu. Memukul paha mereka membuat mereka menjerit dan menangis termasuk kenan juga.

"Aduh.. Sakit Tante...Huhuhuhu..

"Rasakan! Itu akibat kalian jadi anak yang nakal.. Rasakan.. " Lula terus memukul mereka tanpa ampun.

"Tante Lula jahat! Ternyata Tante Lula itu bukan orang yang baik.. Masih lebih baik dan lebih cantik Bunda Icha!!

Mendengar nama Icha disebut, Lula semakin marah dan tak terima jika dibanding-bandingkan. Apalagi di bandingkan dengan Icha.

"Jangan sebut nama wanita si-alan itu! Dasar anak tidak tahu di untung!!

PLAAAK!!

"Aaaaaa Huhuhuhu..." Kenan semakin menangis, Para teman-temannya pun lebih memilih untuk kabur. Mereka tidak mau untuk jadi korban Lula yang selanjutnya.

"Aaaaarrrrggghh! Dasar Tante Lula jahat!!" Kenan akhirnya berotak. Bocah itu mendorong Lula membuat wanita itu kembali terjatuh.

"Kamu! Kurang ajar kamu ya!!" Pekik Lula terkejut dengan apa yang di lakukan Kenan. Tidak sadarkah Lula kalau sikap kasarnya tersebut adalah ulahnya sendiri. Jangan salahkan Kenan kalau dia suka melawan dan kurang ajar, Semua itu adalah hasil didikan Lula uang mengajarkan bocah itu yang tidak-tidak.

Lula bangkit, Dia membalas mendorong Kenan membuat bocah tersebut terjengkang dengan kepala terbentur ujung meja. Lula juga kembali melanjutkan pukulan itu.

"Dasar kamu ya! Anak nakal.. Anak yang gak tahu diri.. Anak gak tahu di untung.." Lula terus memukul Kenan sampai anak itu perlahan lemas..

Sementara di luaran sana. Tiga teman Kenan berlari mencari bantuan. Mereka meminta tolong pada tetangga Gilang yang ada disana. Bahkan ada pula yang mengadu pada orangtua mereka.

"Ada apa? Kenapa ini kalian menangis? Ini kenapa kalian luka luka begini?" Pekik ibu-ibu yang terkejut melihat tubuh anaknya lebam.

Beberapa ibu-ibu yang lain pun datang mendekat. Mereka ikut bertanya ada apa sebenarnya.

Tiga bocah itu pun mulai menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi. Mulai mereka yang sedang asyik bermain hingga tidak sengaja menabrak Lula.

"Apa?

"Sekarang Kenan dimana?

"Kenan lagi didalam, Masih di pukul.."

"Kita masuk aja bu.. Kalau enggak bisa mati itu anak nanti.." Ucap salah satu ibu-ibu.

"Iya iya.. Diantara kalian ada yang punya nomor Gilang gak?

"Ada, Bentar saya ambil ponsel saya dulu.." Beberapa dari ibu-ibu meminta tolong kepada ibu-ibu lainnya yang tidak tahu, Sementara yang satunya sedang pergi menghubungi Gilang.

"Ada apa bu?

"Nak Gilang.. Nak Gilang.. Nak Gilang mending pulang deh sekarang..

"Ada apa bu.. Kok kayak penting banget..

"Udah mending sekarang pulang aja.. Ada hal penting. Nanti nak Gilang juga tahu sendiri..

"Baik, Saya pulang sekarang..

TBC

1
Ita rahmawati
jgn dingin² Cha SM kenan melas juga dia 🥺
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
memaafkan tanpa melupakan. itu pelajaran yang sangat berharga.
Teh Euis Tea
good icha jgn kasih celah untuk gilang kembali, memaafkan memang mudah tp untuk kembali jgn ya cha
Naviah
Good Icha memaafkan bukan berarti harus kembali
Naviah
Gilang kalo untuk maaf mungkin masih bisa Icha berikan tapi untuk kembali itu tidak mungkin
Naviah
Zelina gak ada kapoknya😑
Arin
Memaafkan itu mungkin mudah. Tapi melupakan luka, apalagi kembali kepada orang yang telah memberi luka.... pastilah mikir 2X. Mungkin memang Gilang berjanji untuk berubah dan memperlakukan dengan baik. Tapi trauma masalalu masih terus membayang pastinya.
aku
mantep cha!! suka bgt cwek tegaa, bukan jahat. 👍👍
Lucy
😃😃😃efek GK bisa tidur nulis cerita ya Thor,🤭🤭kita juga blom tidur JD bisa baca lanjutan icha💪💪
Dew666
💐💐🪻
Ariany Sudjana
setidaknya Icha menerima permintaan maaf Gilang dan Kenan. sebaiknya sih tetap berteman yah, meskipun tidak mungkin bersama lagi, karena bagaimanapun ada Kenan, dan pasti Kenan juga berharap masih bisa bertemu dengan Icha
Dew666
💐💐
Arin
Ngarep banget Bang..... 🤣🤣🤣🤣
Ita rahmawati
udh Lang GK usah ngarepin Icha mending SM gendhis aja,,walaupun usia beda jauh tp gendhis kyknya dewasa 🤭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
icha terlalu baik untuk lelaki plin plan seperti kamu, gilang...
Teh Euis Tea
mana mau ucha kembali sm km, gilang icha sudah punya pawang yg lebih segala2nya dari km
Evi alvian
terlambat Gilang andai kau meminta balikan lg ke Icha karena dia udh punya tambatan hati..kalo minta maaf pasti dimaafin
Ariany Sudjana
Icha masih kasih kesempatan Gilang untuk bicara, tapi untuk balik lagi, sepertinya sulit. syukur kalau Gilang masih bisa berteman dengan Icha, demi Kenan soalnya. tapi lebih baik Gilang menjalin hubungan dengan gendis,, sepertinya gendis juga perempuan baik-baik
Les Tary
oke Thor lanjut
Evi alvian
buat zelina aku ketawa halogan aja deh hahahaha🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!