NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Persahabatan di Atas Atap Jakarta

​Speedboat itu meluncur masuk ke dalam labirin hutan bakau yang pekat di pesisir utara. Akar-akar pohon bakau yang mencuat dari air tampak seperti jemari raksasa yang mencoba menarik mereka ke dalam kegelapan. Di kejauhan, lampu-lampu kapal patroli Seline mulai kehilangan arah, terkecoh oleh manuver Maya yang ahli.

​"Kita sampai," bisik Maya.

​Di hadapan mereka, berdiri sebuah bangunan tua bergaya kolonial yang sebagian besar sudah tertutup tanaman merambat. Panti Asuhan Cahaya. Bangunan yang dulunya tempat perlindungan, kini tampak seperti monumen sunyi bagi rahasia yang terkubur.

​Mereka turun ke dermaga kayu yang sudah rapuh. Ryuga memimpin di depan, senjatanya siap di tangan, sementara Kiara berjalan di sampingnya dengan langkah yang dipaksakan tegak meskipun betisnya terasa terbakar.

​"Dino, mematikan semua sinyal elektronik. Gunakan senter merah agar tidak terdeteksi dari udara," perintah Ryuga.

​Mereka masuk ke dalam aula utama panti asuhan. Debu beterbangan di bawah sorot lampu mereka. Di dinding, masih tergantung foto-foto tua anak-anak panti. Ryuga berhenti di depan sebuah pintu kayu jati besar dengan ukiran burung Phoenix simbol yang sama dengan jam tangan misterius di foto tadi.

​"Ini kantor pribadi Ibuku," gumam Ryuga.

​Di tengah ruangan, terdapat sebuah meja kerja tua dengan perangkat pemindai statis. Di atasnya, ada sebuah plat logam dengan dua lubang sensor sidik jari yang berdampingan.

​"Mekanisme pengunci ganda," Kiara mendekat, matanya menatap sensor itu dengan saksama. "Satu sensor dikalibrasi untuk garis keturunan Dewangga... dan satunya lagi..."

​Kiara menelan ludah. Ia menatap telapak tangannya sendiri yang masih ternoda oli dan debu.

​Sambil Ryuga dan Kiara terpaku pada brankas, Dino mengendap-endap ke arah dapur panti. Ia menemukan sebuah kotak besi kecil di bawah lantai papan yang longgar.

​"Eh, Bos! Lihat ini!" Dino berteriak pelan. Di dalam kotak itu bukan emas, melainkan ratusan surat yang belum sempat dikirim. "Ini surat-surat dari ayah Kiara untuk ibumu, Ryuga. Tapi tunggu... ini bukan surat cinta."

​Dino membaca salah satu baris dengan cepat. " 'Dewangga, proyek S-1945 bukan untuk kita. Anak-anak ini harus dilindungi dari apa yang sedang direncanakan Bramasta.' Ryuga! Kiara! Mereka bukan berselingkuh! Mereka sedang menjalankan operasi penyelamatan bayi-bayi hasil eksperimen genetik Konsorsium!"

​Dada Kiara berdegup kencang. Kebenaran yang baru saja diteriakkan Dino mengubah segalanya. Ia menatap Ryuga yang masih berdiri membeku.

​"Ryuga... jika kita bukan saudara tiri, kenapa ada akta kelahiran itu?" tanya Kiara lirih.

​Ryuga meraih tangan Kiara, menempelkan telapak tangannya ke telapak tangan Kiara. Ukuran tangan mereka sangat kontras, namun terasa saling melengkapi. "Hanya ada satu cara untuk membuktikannya. Letakkan jarimu di sana, Kiara."

​Mereka meletakkan jari mereka secara bersamaan ke atas sensor logam dingin itu.

​Bzzzt... Klik!

​Lampu sensor berubah menjadi Hijau. Pintu brankas terbuka dengan suara hidrolik yang halus. Di dalamnya tidak ada dokumen silsilah, melainkan sebuah tabung berisi sampel DNA murni dan sebuah rekaman suara dari Ibu Ryuga.

​Ryuga menekan tombol play.

​"Ryuga, jika kau mendengar ini, berarti kau sudah menemukan Kiara. Dia bukan adikmu, tapi dia adalah kunci pelengkapmu. Ayahnya menyelamatkannya dari laboratorium Konsorsium dan aku memalsukan aktanya agar dia memiliki identitas yang sah di bawah perlindungan Dewangga. Kalian adalah dua jiwa yang disatukan untuk menghancurkan apa yang kami mulai."

​Ryuga menghela napas panjang, beban berat yang menghimpit bahunya sejak di kapal seolah luruh seketika. Ia berbalik, menatap Kiara yang matanya sudah berkaca-kaca.

​Tanpa memperdulikan Dino atau Maya yang ada di sana, Ryuga menarik Kiara ke dalam pelukannya. Ia membenamkan wajahnya di leher Kiara, menghirup aroma campuran melati dan hujan yang kini terasa seperti 'rumah'.

​"Kau bukan adikku, Kiara," bisik Ryuga, suaranya bergetar karena lega. "Kau tetap asistenku... dan kau tetap masa depanku."

​Tiba-tiba, suara helikopter menderu tepat di atas gedung. Atap kaca panti asuhan pecah saat beberapa tali turun dari helikopter tersebut.

​"Seline tidak pernah menyerah," desis Maya sambil menyiapkan senjatanya.

​Ryuga melepaskan pelukannya, namun tetap menggenggam tangan Kiara erat. "Naik ke atap! Dino, siapkan drone pengalih perhatian! Kita selesaikan ini di atas langit Jakarta!"

​Debu dari atap kaca yang pecah masih beterbangan saat Ryuga menarik Kiara menuju tangga darurat menuju atap. Di belakang mereka, Maya memberikan tembakan perlindungan untuk menghalangi pasukan taktis Seline yang mulai turun dari helikopter menggunakan tali fast-rope.

​"Cepat! Jangan menoleh ke belakang!" perintah Ryuga.

​Mereka sampai di atap panti asuhan yang luas namun licin akibat hujan badai yang belum reda. Angin kencang menerjang, membuat sisa-sisa Gaun Biru Safir Kiara berkibar liar seperti bendera perang yang robek. Di depan mereka, helikopter hitam pertanda Konsorsium melayang rendah, lampunya menyinari mereka seolah-olah mereka adalah mangsa di bawah mikroskop.

​Pintu helikopter terbuka. Seline berdiri di sana, terikat tali pengaman, memegang sebuah alat kendali jarak jauh. Wajahnya yang cantik kini tampak mengerikan di bawah cahaya lampu kabin yang merah.

​"Ryuga! Hentikan kegilaan ini!" teriak Seline melalui pengeras suara. "Kau sudah dengar rekaman itu, kan? Gadis itu adalah produk gagal dari laboratorium kami! Dia bukan manusia biasa, dia adalah 'aset' yang harus dikembalikan!"

​Ryuga berdiri di depan Kiara, melindungi wanita itu dari hempasan angin baling-baling. "Dia bukan aset, Seline! Dia adalah manusia yang memiliki nama, dan dia bukan milikmu!"

​✨✨✨

​Di lantai bawah, Dino sedang berkeringat dingin di depan laptopnya. "Oke, waktunya mengeluarkan mainan besar!"

​Dino meluncurkan tiga buah drone modifikasi dari dalam ambulans. Drone-drone itu tidak membawa kamera, melainkan membawa kabel tembaga tipis yang dirancang untuk mengacaukan sistem kelistrikan.

​"Ayo, sayang... gigit baling-baling itu!" gumam Dino. Ia mengarahkan drone-nya terbang zig-zag, menghindari tembakan dari pengawal Seline di darat. "Ryuga! Kiara! Aku akan membutakan sensor helikopternya selama sepuluh detik! Gunakan waktu itu!"

​Kiara melihat kabel baja yang menjuntai dari helikopter tali yang belum sempat ditarik kembali oleh pasukan Seline. Sebuah ide gila muncul di kepalanya. Hobi memanjatnya selama ini bukan hanya untuk melihat jam, tapi untuk momen seperti ini.

​"Ryuga, saya butuh pengalihan!" teriak Kiara.

​"Apa yang akan kau lakukan?"

​"Saya akan memutus suplai bahan bakar mereka!" Kiara tidak menunggu jawaban. Ia berlari melintasi atap yang licin, melompat ke arah tepian gedung, dan dengan ketepatan seorang atlet, ia menangkap tali baja yang menjuntai dari helikopter.

​"KIARA!" teriak Ryuga horor.

​Kiara bergelantungan di ketinggian tiga puluh meter di atas tanah. Dengan kekuatan otot lengan yang terlatih, ia memanjat tali itu ke atas. Angin badai mencoba menghempaskannya, namun jemarinya mencengkram erat. Di balik gaun birunya yang hancur, tersimpan tekad yang tidak bisa dipatahkan.

​Seline yang menyadari ada seseorang memanjat talinya, mencoba memotong tali tersebut dengan pisau. Namun, Ryuga melepaskan tembakan ke arah pintu helikopter, memaksa Seline mundur masuk ke dalam kabin.

​Kiara berhasil mencapai kaki helikopter. Ia merogoh saku gaunnya, mengeluarkan obeng presisi yang selalu ia bawa, dan menusukkan nya ke saluran hidrolik tangki cadangan.

​Cairan merah menyembur keluar. Helikopter itu mulai miring ke kanan.

​"Turun, Kiara! Turun sekarang!" perintah Ryuga.

​Kiara meluncur turun menggunakan tali saat helikopter itu mulai kehilangan keseimbangan. Ryuga berlari ke tepi atap, merentangkan tangannya, dan menangkap Kiara tepat saat wanita itu melepaskan pegangannya. Mereka jatuh berguling di atap beton, nafas mereka memburu, jantung mereka berdegup dalam frekuensi yang sama.

​Helikopter Seline terpaksa terbang menjauh untuk melakukan pendaratan darurat sebelum meledak. Di atas atap yang sunyi, hanya suara hujan yang terdengar. Ryuga memeluk Kiara erat, tidak peduli dengan luka atau rasa lelah.

​"Kau gila," bisik Ryuga di telinga Kiara, suaranya bergetar karena rasa takut kehilangan yang amat sangat. "Benar-benar gila."

​Kiara tersenyum di pelukan Ryuga, wajahnya yang penuh oli bersandar di pundak pria itu. "Saya asisten Anda, Pak. Gila adalah bagian dari deskripsi pekerjaan saya."

​Di kejauhan, matahari subuh mulai mengintip dari ufuk timur, menyinari sisa-sisa malam yang panjang. 

Namun, di bawah gedung, Maya melihat sesuatu yang tidak mereka melihat: Sebuah mobil hitam tanpa plat nomor sedang menunggu, dan di dalamnya, seorang pria dengan jam tangan Phoenix asli sedang mengamati mereka.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!