NovelToon NovelToon
TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Dendam Kesumat / Bapak rumah tangga
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Coretan Hitam.Id

Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TETANGGA BARU

Minggu pagi yang indah, matahari yang sudah mulai menyinari bumi ini, Dan menghangatkan negara kor*psi ini , Ehhhh maaf Izin. Maksudnya negara penuh keadilan ini , Para Rakyat yang sedang bekerja banting tulang dan Pejabat yang leha leha, begitu pun dengan Rakyat yang pengangguran seperti Lesi saat ini, karena sudah seminggu dia tidak menerima orderan, entah kenapa tidak ada yang menanyakan dagangan nya, mungkin mereka sedang berjuang mengumpulkan pundi pundi gaji yang berbentuk recehan itu, menghemat agar tidak mencekik di akhir bulan nanti, karena berbelanja online terus.

Lesi sedang mengumpulkan nyawanya sambil meregangkan Tubuhnya, Tak sengaja Lesi melihat rumah di sebelahnya seperti sudah ada kehidupan, pasalnya sudah hampir setahun ini tidak ada yang menempati Rumah itu, Itu rumah pemiliknya sudah punya yang baru, jadi mungkin rumahnya di jual, dan sekarang baru ada yang membelinya.

" itu tetangga baru ya bu ?, baru pindahan kapan ?" tanya Lesi kepada Bu Arumi yang sedang menyirami bunga,

" Iya kemarin udah ada dua hari kali ya, waktu kamu sakit itu " Jelas Bu Arumi yang masih terfokus kepada tanaman nya.

" ya allah bu, aku Sakit, bukan Ma*i, kok aku gak tahu kalo ada tetangga baru ", ocehnya, Karena sudah tiga hari ini Lesi Sakit, demam tinggi, ia sakit karena masih Trauma dengan isi pesan pak Arif kepadanya, Tapi sampai saat ini , tidak ada yang tau bahwa itu alasan pertama Lesi sakit kemarin, sampai tidak tahu bahwa ada yang pindahan.

"Yang pindahan keluarga bu?" tanyanya Lagi.

" iya keluarga. Suami istri dan tiga anak nya, Sewa mereka bukan beli " jelas Bu Arumi sambil berjalan menuju kursi Rotan.

Lesi hanya meresponnya dengan membulatkan Bibirnya seperti huruf O.

"yak udah gih, sana makan, minum obat, eh mandi dulu ya tapi ." Titah Bu Arumi kepada anak semata wayangnya itu.

" siap bu," Tegas Lesi dengan hormat kepada Ibunya.

Bu Arumi sedang menikmati teh hangat buatan nya, Dan menikmati Sinar mata hari pagi yang hangat, Di kala itu juga Tetangga Baru menghampiri nya dan menyapanya. " Permisi bu, Maaf ganggu, " Sapanya dengan menundukan kepalanya sopan.

" eh iya, kenapa nenk " tanya Bu Arumi dan menghampiri Tatangga nya yang masih asik berdiri di depan nya.

" Perkenalkan nama saya , Ratna, saya baru pindahan kemarin, maaf baru kesini ya, soalnya baru beres rapih rapihnya " Ujar Tetangga baru yang ternyata bernama Ratna itu.

Bu Arumi pun tersenyum ramah , " ah iya, salam kenal ya saya Arumi, Sini masuk Nenk Ratna " ajaknya dan Ratna pun segera masuk dan duduk di Kursi Rotan. " duh maaf ya, saya gak tahu kalo bakalan ada tamu kesini, gadak apa apa, cuma ada teh aja " Tutur Ibu tak enak hati.

" ah, gak apa apa bu, saya juga cuma mau memperkenalkan diri saja, Dan mau minta tolong, kalo saya butuh apa apa, tolong bantu ya bu, soalna saya orang baru disini, belom tau kemana mana nya " Ucap Ratna.

" tenang aja, jangan sungkan, kita kan deket, tinggal panggil saja ya , "tutur Bu Arumi dengan senang hati karena mendapatkan tetangga baru mana masih muda lagi.

***

Pada malam hari nya, Malam yang biasa sunyi dan sepi setalah adzan Isya berkumandang, kini malah ramai dengan suara tangisan anak anak, dan ocehan sang ibu nya.

Lesi yang sedang mendengarkan musik menggunakan Handset bluetoot pun terganggu, padahal sudah Full Volume. " duh bu, Siapa sih yang berisik , ganggu " keluhnya seraya keluar kamar.

" kayaknya tetangga baru kita deh, nenk Ratna, Lagi marahin anaknya " Tebak ibu.

" Aduh aduh, marahin anak sampe kedengeran sama tetangga, kita aja berisik loh yang beda rumah, gimana sama telinga anaknya ya " Tutur Pak Warto yang sedang menonton tv sambil sarungan saja.

" Labrak lah bu, berisik nih aku, mau tidur, malah denger yang teriak teriak, mana anak nya pada nangis lagi tuh " saran Lesi.

bu Arumi seperti sedang berfikir sejenak, dan langsung berjalan menuju pintu utama dan membukanya, di ikuti Lesi di belakanhnya, Langkahnya terburu buru menuju rumah Ratna.

sampai di depan pintu, Bu Arumi mengetuk pintu.

TUK TUK TUK.

" Assalamualikum , Ratna, " teriaknya.

tidak ada jawaban, tapi pintu terbuka dari dalam, terlihat seorang anak laki laki, usia sekitaran 15 tahuanan, Anak laki laki itu matanya berair seperti baru saja menangis.

" maaf dek, Mama mu ada?" Tanya Bu Arumi ragu ragu.

Anak itu mengangguk. tak lama Ratna pun datang dan menanyakan keberadaan Bu Arumi dan Lesi. " Ada apa ya bu ?" tanyanya polos.

Lesi langsung menyipitkan matanya, ada apa, elu yang kenapa, mungkin fikirnya seperti itu jiga di lihat dari Ekresinya.

" Maaf kalo tidak sopan, tadi saya dengar kamu marah marah, dan anak anak kamu nangis, kenapa ya, kami takut ada kejahatan " Tanya bu Arumi dengan mimik muka Khawatir sekaligus binggung.

" ouh itu, maaf ya bu, itu saya dan anak laki laki saya yang ini, sedang rebutan hp, anak saya nya gak mau ngalah " jelas Ratna. dan langsung di sambung oleh anak laki lakinya.

" Orang mama yang gak mau ngalah, dari pagi mama main hp terus, Riza gak di kasih "Omelnya dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ibunya, Riza nama anak laki laki itu, bisa di bilang Riza ini masih sekolah SMP.

" Wahh kirain saya ada apa Nenk, Ya sudah maaf ya kalo ganggu, Saya cuma khawatir.Hmmz Suaminya adakan Nenk ?"tanya Bu Arumi sambil matanya melihat ke arah dalam rumah.

Ratna menggeleng " belom pulang bu, katanya lagi ngirim barang pesenan " jelasnya.

karena ibu tau dari Ratna sendiri jika suaminya itu dagang sayur di pasar, ikut orang , jadi mungkin masih banyak pesanan yang harus di antar. Dan akhirnya Bu Arumi dan Lesi pun pamit pulang.

" uhh Cuma karena ponsel saja jadi ganggu tetangga ya bu " keluh Lesi.

" kamu juga kalo Ponsel mu lowbet suka berisik ngoceh ngoceh kan" Ledek Bu Arumi.

Lesi tidak menjawab ledekan ibunya, dia malah cemberut karena apa yang di katakan ibunya adalah benar.

Lesi kembali ke kamar nya dan mengunci pintunya rapat rapat, kembali ke hobi nya mendengarkan musik dangdut, yang membuat mood nya kembali bagus. Pasalnya dia merenenung terus setelah sakit, mungkin karena kefikiran jualan nya, dan memikirkan untuk mencari ojek langganan nya, Lesi pun sudah bilang jika dia ingin ganti ojek langganan nya, alasan nya karena Pak Arif terlalu ngebut jika bawa motor, Lesi tidak bilang yang sebenernya terjadi, jadi dia memilih untuk menguburnya.

1
Lanaiq
relate banget nih sama kehidupan nyata
Coretan Hitam.Id: iya emang ini ngambil dari kisah nyata , yang pernah aku dengar ☺
total 1 replies
Dilo
sekalian toh😭
Coretan Hitam.Id: kit ati sih kalo iya huhu
total 1 replies
Dilo
yaelah dibeliin pecel lele doang bangga😔
Coretan Hitam.Id: berasa sang ratu kali 🤣🤣
total 1 replies
Dilo
yaampun...😭
Lilyyanaa
ga yakin sih…
Lilyyanaa
ah pilih kasihhh
Lilyyanaa
alhamdulillah..
Lilyyanaa
ngedip bntr uda 3bln aja
Coretan Hitam.Id: wkwkwk 🤣🤣
total 1 replies
Lilyyanaa
halo kak aku mampirr😍😍😍
Coretan Hitam.Id: Wahh makasihh 😍😍
total 1 replies
gempi
g
Chici👑👑
udah like,favorite, komen
Coretan Hitam.Id: Wah terimakasih kaka 😍👍
total 1 replies
Chici👑👑
Mampir nih kak..mampir juga yuk kak di novel ku judulnya GADIS POLOS UNTUK DOKTER KULKAS
Coretan Hitam.Id
Terimakasih sudah membaca, jangab lupa tinggalkan jejak ☺👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!