NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dendam Kesumat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam yang tenang dalam sekejap berubah jadi menegangkan.

Hadirnya sosok tak kasat mata yang selalu mengawasi, tak hanya membawa rasa sakit tapi juga ketakutan.

Lalu siapa yang bisa bertahan sampai akhir, 'dia' atau mereka ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Sup Rahasia

Khawatir dimarahi sang guru, maka Rama pun berinisiatif meminta maaf lebih dulu.

"Maafin saya Ustadz. Harusnya saya tetep jalan dan ga usah nurutin permintaan Bu Narti tadi. Saya ... " ucapan Rama terputus karena ustadz Firman memotong cepat.

"Lupakan, itu bukan salahmu," kata ustadz Firman.

"A-apa?" tanya Rama tak percaya.

"Ga usah bahas itu sekarang Rama. Sekarang tolong bantu mas Danu menjamu mereka ya," pinta ustadz Firman sambil melirik kearah pendopo.

Rama menoleh kearah pendopo. Dia tersenyum melihat para pelaku sedang melipat perlengkapan sholat masing-masing. Itu artinya mereka baru saja usai menunaikan sholat.

Saat menoleh ke samping pendopo, Rama melihat Danu sedang sibuk menyiapkan sesuatu.

Tanpa membuang waktu Rama segera menghampiri Danu. Ternyata Danu sedang mengisi mangkuk-mangkuk berukuran kecil dengan sup hangat yang terbuat dari daun berwarna hijau.

Meski penasaran, tapi Rama memilih menahan rasa ingin tahunya untuk sementara waktu. Kemudian dia turun tangan membantu Danu membagikan mangkuk berisi sup itu.

Ustadz Firman juga mengingatkan Rama dan Danu untuk membagikan sup kepada Sastro dan diri mereka sendiri.

Setelah semua orang mendapat sup, ustadz Firman meminta mereka untuk makan.

"Silakan dimakan, pelan-pelan aja ga usah buru-buru. Tapi sebelum makan jangan lupa berdoa ya. In syaa Allah usaha kita akan membuahkan hasil yang baik nanti," kata ustadz Firman.

Awalnya para pelaku ragu. Tapi usai mendengar ucapan ustadz Firman, mereka nampak semangat untuk menghabiskan sup itu.

Rama dan Danu juga tak kalah antusias untuk menyantap sup itu. Setelahnya mereka kembali ke samping ustadz Firman yang sedang mengamati semua orang. Pria sepuh itu terlihat senang melihat para pelaku makan dengan lahap.

Sepuluh menit kemudian sup dalam mangkuk pun habis. Para pelaku nampak saling menatap sambil tersenyum. Mereka yakin sup yang baru saja mereka konsumsi mengandung sesuatu yang baik. Karena setelahnya tubuh mereka terasa lebih bugar seolah baru saja mengonsumsi suplemen kesehatan.

"Alhamdulillah ritual malam ini selesai. Semoga taubat kalian diterima oleh Allah dan setelah keluar dari sini pocong Bu Ginah ga akan meneror kalian lagi," kata ustadz Firman.

"Alhamdulillah, makasih Ustadz!" kata para pelaku antusias.

"Sama-sama ...," sahut ustadz Firman sambil tersenyum.

"Jadi ke depannya pocong Ginah ga bakal nongol mendadak dan nakutin kami lagi kan Ustadz?" tanya salah seorang pelaku penuh harap.

"In syaa Allah. Kalo masih diganggu, itu artinya tobat kalian cuma main-main tadi," sahut ustadz Firman.

"Maksudnya gimana Ustadz?!" tanya para pelaku tak mengerti.

"Hal baik yang dilakukan tanpa niat dan hanya main-main, hasilnya juga ga bakal sempurna. Sebelumnya kalian telah melakukan dosa besar yaitu bersekutu dengan iblis untuk mencelakai Bu Ginah hingga meninggal dunia. Itu sebabnya saya meminta kalian melakukan sholat taubat tadi. Tujuan utamanya untuk minta ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah kita lakukan. Jika kalian melakukannya setengah hati, wajar kalo hasilnya juga ga maksimal," sahut ustadz Firman santai.

Tentu saja jawaban sang ustadz membuat para pelaku panik. Mereka khawatir taubat yang mereka lakukan tadi belum diampuni hingga membuat pocong Ginah tak mau berhenti meneror mereka.

Jalan satu-satunya adalah mengulangi semua yang mereka lakukan tadi. Tapi membayangkannya saja sudah membuat mereka putus asa. Para pelaku yakin tak punya cukup nyali jika harus mengulangi interaksi mereka dengan pocong Ginah lagi nanti.

Melihat wajah para pelaku yang ketakutan membuat ustadz Firman tak kuasa menahan tawa.

"Maafkan saya. Saya cuma bercanda tadi. Sholat taubat yang kita lakukan tadi adalah awal. Karena taubat ga cukup dilakukan sekali tapi harus berkali-kali, maka kalian bisa mengulangi sholat taubat itu di rumah masing-masing tanpa harus berinteraksi dengan pocong bu Ginah seperti tadi. Selain sholat taubat, kalian bisa mengimbanginya dengan sedekah. Berikan sedekah pada mereka yang membutuhkan. Asal kalian tau, sesungguhnya sedekah itu bisa menolak bala. Tak ada batas minimal atau maksimal dalam bersedekah, yang penting ikhlas dan semampunya," kata ustadz Firman.

"Siap Ustadz!" sahut para pelaku bersamaan.

"Alhamdulillah. Semoga Allah mengampuni dosa kita dan memberi rezeki kepada kita agar bisa bersedekah di sepanjang umur kita," kata ustadz Firman kemudian.

"Aamiin ...," sahut Rama dan Danu bersamaan.

Setelah selesai memberi sedikit nasehat, ustadz Firman mempersilakan para pelaku kembali ke rumah masing-masing. Dengan riang para pelaku pun membubarkan diri.

Dalam sekejap saja kediaman ustadz Firman yang semula terasa lengang dan tegang perlahan mulai mencair. Semua orang nampak sumringah. Ucapan terima kasih dan jabat tangan berjamaah terjadi malam itu.

Kemudian ustadz Firman, Rama dan Danu melepas kepergian para pelaku di ambang pintu pagar dengan senyum lebar. Ketiganya merasa lega karena bisa membantu para pelaku lepas dari teror pocong Ginah.

"Ngomong-ngomong, sup yang tadi kami makan terbuat dari apa Ustadz?" tanya Rama.

"Kenapa, apa rasanya ga enak?" tanya ustadz Firman.

"Oh, enak kok. Saya cuma penasaran sama daun yang kami makan tadi. Perasaan ibu saya belum pernah masak sup pake daun itu tadi," sahut Rama.

Ustadz Firman nampak tersenyum lalu melirik kearah Danu.

"Apa kamu juga penasaran sama sup itu Mas Danu?" tanya ustadz Firman.

"Sebenernya iya. Tapi kalo Ustadz keberatan buat ngasih tau, saya sih ga masalah," sahut Danu dengan ringan.

"Itu bukan rahasia kok, jadi saya ga keberatan ngasih tau. Sup yang kalian makan tadi adalah sup daun kelor. Saya dapat resepnya dari almarhum guru saya dulu. Beliau pernah bilang, daun kelor bisa menetralisir pengaruh mistis dan jin yang bersemayam di tubuh kita. Saya pikir itu tepat untuk situasi sekarang," kata ustadz Firman.

"Tapi saya yakin Ustadz nambahin sesuatu di sup itu. Soalnya rasanya beda dari sup biasanya Ustadz. Iya kan Mas Danu?" tanya Rama sambil menatap kearah Danu.

"Iya," sahut Danu cepat.

Alih-alih merespon ucapan Rama, ustadz Firman hanya tersenyum penuh makna. Dia kembali menatap ke depan, ke arah kendaraan yang mulai menjauh dari rumah.

Jika semua orang terlihat bahagia, tapi tidak dengan Sastro. Pria itu masih duduk di pendopo seolah menunggu sesuatu. Wajahnya terlihat muram, tatapan matanya pun kosong.

Danu yang pertama kali menyadari sikap Sastro itu pun iba lalu menyampaikannya kepada ustadz Firman.

"Terus gimana sama pak Sastro, Ustadz?" tanya Danu.

"Biar pak Sastro saya yang urus. Sekarang sebaiknya kalian pulang dan istirahat," sahut ustadz Firman.

"Baik Ustadz. Kami pulang setelah membereskan mangkuk bekas makan tadi biar Ustadz ga repot," sahut Danu.

"Masya Allah, kalian memang baik. Saya senang kalian mau membantu saya menyelesaikan semuanya. Terima kasih ya," kata ustadz Firman.

"Sama-sama Ustadz," sahut Rama dan Danu sambil tersenyum.

Setelahnya Rama dan Danu kembali ke pendopo dan mulai membereskan mangkuk. Kemudian mereka membawa mangkuk-mangkuk itu ke pancuran air lalu mencucinya. Sambil mencuci, Rama dan Danu nampak terlibat pembicaraan ringan.

"Kira-kira apa yang dimasukin ustadz Firman ke sup tadi ya Mas?. Efeknya luar biasa banget di badan," tanya Rama.

"Yang pasti bukan sembarang bumbu. Saya yakin itu sejenis zikir yang biasa beliau amalkan. Apa pun itu, intinya saya senang bisa menikmati racikan tangan orang hebat seperti beliau," sahut Danu sambil tersenyum.

Rama pun ikut tersenyum mendengar jawaban Danu.

Sambil mencuci mangkuk, Rama dan Danu melihat ustadz Firman menghampiri Sastro. Kedua pria itu terlihat berbincang serius entah tentang apa.

Tak lama kemudian Sastro pun bangkit dari duduknya. Nampaknya ustadz Firman berhasil membujuknya untuk segera pulang.

Sebelum meninggalkan kediaman rumah ustadz Firman, Sastro sempat melambaikan tangan kearah Rama dan Danu.

"Hati-hati Pak Sastro!" kata Rama.

"Iya Mas, makasih ...," sahut Sastro sambil tersenyum.

Setelahnya Sastro melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Wajahnya yang semula sedih nampak sumringah. Rama dan Danu menduga Sastro mendapat sesuatu dari ustadz Firman tadi.

\=\=\=\=\=

1
Nurr Tika
lanjut thor 💪
any Sulistiani: in syaa Allah siap 👌🏻😊
total 1 replies
Nurr Tika
dikasih suami baik mlh selingkuh
any Sulistiani: yup, begitu lah klo org krg bersyukur.

lanjut lg ya say, mksh 😘
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut
any Sulistiani: Alhamdulillah.., mksh kak 🙏🏻😊
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehh nemu bacaan yg baru
bru baca soalnya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: iya kk tp maaf klo aq blm lanjut baca aoalnya aq ada kenadala kk di quota kadang ada kadang tidak
total 2 replies
Nurr Tika
pantesan ginah benci sma sartika ternya oh ternyata
any Sulistiani: betul. cinta masa lalu yg blm selesai berujung dendam yg ga berkesudahan 😖
total 1 replies
Nurr Tika
waktu hidup ngongnya nyinyir udah jdi pocong ja ngomongnya masih nyinyir ya ginah
any Sulistiani: he he 😄
total 1 replies
Nurr Tika
nyeselkan kamu ginah
Nurr Tika
sabar ya sastro
any Sulistiani: siaaapp 👌🏻
total 1 replies
Nurr Tika
somoga hubunganya langeng ya laras
any Sulistiani: aamiin ... mksh kak 🙏😊
total 1 replies
Nurr Tika
apa ginah kena santet
any Sulistiani: lanjut dulu ya kak ..
total 1 replies
Nurr Tika
kasiankan laras gara" kelakuan ibunya
Nurr Tika
mendinganurusin keluargamu sendiri drpada ngurusin hidup orang lain
any Sulistiani: yup, se7 kak 👍🏻
total 1 replies
Arlena Lena
cepet amat dibuat mati
Arlena Lena
si Ginah mirip si kokop kalo ngomong ta da remmm
any Sulistiani: in syaa Allah siaap KK 😊
total 3 replies
deepey
betul. ini tetangga julid satu ngajak gelud
any Sulistiani: he he ... iya KK 😄
total 1 replies
💎hart👑
dapet notif ada cerita baru dari ummibebs cus langsung baca...
any Sulistiani: Alhamdulillah.. mksh kak 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!