NovelToon NovelToon
Bule Kepincut Gadis Pohon

Bule Kepincut Gadis Pohon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Indira MR

Seminggu menjelang hari bahagianya, dunia Jamila runtuh seketika. Di sebuah gubuk tua di tepi sawah, ia menyaksikan pengkhianatan paling menyakitkan: Arjuna tunangannya, justru bermesraan dengan Salina, sepupu Laila sendiri. Sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup prihatin bersama kakaknya, Jamal, serta sang kakek-nenek, Engkong Abdul Malik dan Nyai Umi Yati, Mila memilih tidak tenggelam dalam tangis.
​Jamila mengalihkan rasa sakitnya dengan bekerja lebih keras. Dengan kulit hitam manisnya yang eksotis dan kepribadian yang pantang menyerah, ia mencari nafkah melalui cara yang tak lazim: live streaming di TikTok. Bukan sekadar menyapa penonton, Jamila melakukan aksi nekat memanjat berbagai pohon mulai dari jambu hingga durian sambil bercengkerama dengan para followers nya
​Awalnya hanya kagum pada keberanian Laila, Daren, pemuda tampan dari Eropa perlahan jatuh cinta pada ketulusan Jamila, dan berniat melamarnya, apakah Jamila menerima atau tidak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indira MR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26. Sunat

Desa Suka Maju mendadak heboh. Bukan karena ada pembagian sembako gratis, melainkan karena rombongan Daren menuju rumah Mantri Doel.

Tidak tanggung-tanggung, Engkong Malik yang memang berjiwa artistik dan agak berlebihan, menyewa grup musik tanjidor mini untuk mengiringi langkah Daren.

​"Kong, apa ini gak berlebihan?" tanya Daren sambil memegangi sarung barunya yang masih kaku. Suara trompet dan drum besar di belakangnya membuatnya merasa seperti gubernur yang sedang blusukan, bukan pria dewasa yang mau menyerahkan aset berharganya ke ujung gunting.

​"Udah, Daren! Ini tradisi! Biar mental lu kuat, biar kuman-kuman di badan lu joget denger musik, jadi pas dipotong nggak sakit!" seru Engkong Malik dengan peci yang miringnya sudah mencapai sudut 45 derajat.

​Jamal dan Jerry berjalan di kiri dan kanan Daren. Jamal asyik berjoget mengikuti irama tanjidor, sementara Jerry asisten setia yang luar biasa berdedikasi tampak lebih tegang daripada Daren. Jerry membawa tas berisi baju ganti, handuk, dan botol air mineral.

​"Ren, tenang Ren, Kata Engkong, Bang Doel ini spesialisnya"

Bentuknya bisa request katanya, mau model klasik atau minimalis modern," bisik Jerry mencoba menghibur, meski wajahnya sendiri pucat pasi.

​Rumah Bang Doel sudah penuh dengan aroma minyak kayu putih dan asap rokok kretek. Begitu rombongan sampai, Bang Doel keluar dengan kacamata yang diletakkan di ujung hidung.

​"Mana nih calon pengantennya?" tanya Bang Doel sambil mengelap tangannya ke celana kainnya.

​"Ini, Doel! Si Daren! Bule mualaf, biar bersih lahir batin," jawab Engkong Malik.

​Bang Doel melihat Daren, lalu beralih ke Jerry yang berdiri di sampingnya.

"Dua-duanya masuk! Biar efisien. Satu disunat, satu pegangin. Gunakan sarung! Jangan pake celana apa-apa di dalemnya!"

​Daren dan Jerry pun masuk ke ruang eksekusi. Ruangan itu hanya disekat kelambu hijau yang warnanya sudah mulai pudar. Di dalamnya ada ranjang kayu panjang yang dialasi perlak merah.

​"Ayo, duduk berjejer!" perintah Bang Doel.

​Daren dan Jerry duduk di atas ranjang kayu itu. Jerry duduk tepat di sebelah kanan Daren. Karena sama-sama menggunakan sarung baru dengan motif kotak-kotak yang identik, Bang Doel yang penglihatannya mulai samar karena uap kopi di kacamatanya, mulai beraksi.

​"Oke, kita mulai ya. Tarik napas, rileks," kata Bang Doel.

​Bang Doel merogoh ke bawah sarung. Masalahnya, karena posisi duduk mereka yang sangat rapat, Bang Doel malah menarik bagian penting milik Jerry, mengira itu milik Daren.

​Jleb!

​Suntikan bius mendarat dengan telak di area sensitif Jerry.

​Jerry tersentak. Matanya membelalak. Namun, karena ia sangat takut pada Bang Doel dan mengira ini adalah bagian dari prosesi dukungan untuk bosnya, ia hanya diam. Di sisi lain, Daren yang sudah menutup mata rapat-rapat, menunggu rasa sakit itu datang.

​Satu detik... lima detik... sepuluh detik...

​"Loh, kok nggak kerasa apa-apa ya, Kong?" bisik Daren ke arah Engkong Malik yang mengintip dari balik kelambu.

​"Hebat kan si Doel? Tangan dewa itu!" sahut Engkong bangga.

​Sementara itu, Bang Doel mulai bekerja. Suara gunting cekrak-cekrek terdengar di balik sarung. Jerry, yang sudah terbius total di area bawah, merasa ada yang aneh. Ia tidak merasa sakit, tapi ia merasa ada sesuatu yang hilang. Perasaannya mendadak melankolis. Entah kenapa, Jerry tiba-tiba menangis sesenggukan.

​"Loh, Jer? Kenapa lu yang nangis?" tanya Jamal heran melihat asisten bosnya itu mengucurkan air mata deras.

​"Nggak tahu, Bang... rasanya sakit banget... ." jawab Jerry sambil mengusap air mata. Ia mengira ia menangis karena terharu melihat keberanian bosnya.

​Daren yang melihat Jerry menangis jadi makin bingung. "Jerry emang asisten teladan. Sampai-sampai rasa sakit gue dia yang nanggung lewat batin," pikir Daren bangga.

​Setelah lima belas menit yang penuh ketegangan bagi Daren yang heran kenapa tidak merasa sakit dan Jerry kenapa sakit, Bang Doel akhirnya berdiri dan mengelap keringat.

​"Selesai! Rapi! Ini mah model pucuk rebung, dijamin Jamila makin sayang," ucap Bang Doel bangga.

​Ia membuka sarung Jerry untuk memberikan obat merah. Tepat saat itu, mata Bang Doel membelalak. Ia melihat wajah Jerry, lalu melihat wajah Daren yang masih tampak segar bugar.

​"Bentar... bentar..." Bang Doel mengucek matanya.

"Loh? Ini yang tadi saya kerjain siapa?"

​Engkong Malik maju.

"Ya Daren lah!"

​Bang Doel menunjuk Jerry.

"Tapi yang ini yang tadi saya suntik! Dan yang ini yang barusan saya... pangkas burungnya!"

​Ruangan itu mendadak sunyi sesunyi kuburan.

​Jerry yang masih dalam pengaruh bius melihat ke bawah sarungnya. Ia melihat perban melingkar dengan rapi di sana.

"Loh... Bang... ini punya gue kok diperban? Bukannya punya Bos Daren?" Tanya Jerry kaget.

​Jamal yang menyadari situasi itu langsung meledak tawanya sampai terjungkal dari kursi plastik.

"HAHAAHAHA! JERRY! LU DISUNAT GRATIS, JER! SALAH SASARAN!"

​Daren melompat dari ranjang.

"What?! Jadi gue belum disunat?!"

" Astaghfirrullahal' Adhiim, maafin babe ya nak Jerry, biaya sunat Babe Doel gratisin buat lo Jerry"

​Jerry mulai menangis lagi, kali ini bukan karena sedih melankolis, tapi karena sadar kalau dia baru saja kehilangan sedikit kulit aslinya tanpa rencana.

" Daren. kenapa gue yang jadi tumbal... Daren.. kenapa harus gue Coba?!" cecar Jerry.

" karena elo menang lotre, elo penuh keberuntungan Jerry" sahut Daren menghibur Jerry.

​Melihat Jerry yang diperban dan Bang Doel yang mulai menyiapkan suntikan baru untuknya, nyali Daren yang tadinya sudah setipis tisu, kini menguap tak berbekas.

​"Enggak! Enggak mau! Kalau Jerry yang pro aja sampai nangis kayak gitu, apalagi gue!" teriak Daren.

​Dengan kecepatan cahaya, Daren menyingsingkan sarungnya dan berlari menuju pintu keluar. Ia tidak peduli lagi dengan wibawanya sebagai mantan CEO Seventeen Group.

Yang ia inginkan hanyalah menyelamatkan burungnya dari gunting Bang Doel.

​"Daren! Woiii! Jangan kabur lu! Malu-maluin!" teriak Engkong Malik sambil mengejar dengan tongkatnya.

​Daren sudah sampai di ambang pintu depan. Ia bersiap untuk lari sejauh mungkin ke arah pasar. Namun, langkahnya terhenti mendadak. Seperti ada rem cakram yang menahan kakinya.

Jamila

Daren

Jerry

Ini visualnya teman- teman menurut Author

Bersambung

1
Indira Mr
kasihan Jerry 🤣🤣🤣
Jing_Jing22
wkwkwkwk dia salah sasaran thor, waduh aman nggak tuh🙉
Indira Mr: Jerry malang 🤣🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
aw aw aw daren awas hilang semua wkwkwl🙈
Indira Mr: he..he..🤣🤣
total 1 replies
Fathu
👍
evrensya
Pokoknya aku selalu dukung karya ini, semoga sukses masuk rangking top.
evrensya
Hmm.. Mas Bule 🤭
evrensya
Quotes Jamila di siang bolong, inspired by Salina. 🤭
Indira Mr: Ya Allah ..🤣🤣🤣
total 1 replies
evrensya
Seleranya Jerry berada di level max🤣
evrensya
Sudah gue Dugong itu si Salina🤣🤣🤦
Indira Mr: Salina kumat 🤣
total 1 replies
evrensya
Jamila kamu wajib bikin hareem. Biarkan aku jadi dayangmu😁
Indira Mr: daftar 🤣🤣🤣
total 1 replies
Syh.Mutiara
gak enak banget dijodhin, amit amit🤭
Syh.Mutiara
🤢
Syh.Mutiara
dasar cowok
Indira Mr: cowok hidung belang🤣
total 1 replies
Syh.Mutiara
basi
Syh.Mutiara
waduh...
Serena Khanza
masyaallah darren login 👍🏻😇
bener bener kek dpt hidayah atas kemauannya sendiri
Serena Khanza
valid nih pak ustad 🤭
Indira Mr: cosplay 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
hahaha... ada ada aja Thor bikin ngakak
Wida_Ast Jcy
kaesihan juga jerry ya thor🤣🤣🤣
Indira Mr: kasihan Jerry 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ebit S
hahaha ya iya lah rugi.. dong.. 🤭🤭🙏🙏💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!