Nayla Thalita Firliany 21 tahun, gadis cantik yang biasa di panggil Nayla ini merantau dari Riau ke ibu kota Jakarta untuk menuntut ilmu di salah satu kampus ternama.
Dan Naas Nayla harus kehilangan ke Virginan nya dalam sebuah insiden pemerkosaan saat ia tengah mabuk.
Karena pelaku bukan pria yang Nayla kenal, serta dirinya juga tidak hamil maka Nayla memilih melupakan kejadian itu dan menganggapnya sebagai mimpi buruk semata.
Namun beda halnya dengan Giovani Farmost 29 tahun, seorang Presdir sebuah perusahaan kontruksi yang merasa jika Nayla adalah takdirnya.
Gion panggilan dari Giovani menghalalkan segala cara untuk bisa membuat Nayla selalu di sisihnya
Namun kesalah pahaman yang terjadi di awal pertemuan mereka membuat keduanya tidak pernah akur. Terlebih Nayla yang tidak mencintai Gion membuat Gion selalu cemburu berlebihan.
Lalu apa yang akan terjadi pada kisah mereka berdua?
Simak kisah mereka selanjutnya dalam
I'M JUST FOR YOU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jujuk Aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Subuh sudah datang. Suaranya memanggil dari masjid satu ke masjid yang lain, guna membangunkan makhluk di ibu kota untuk menjejakkan kesadarannya kembali ke bumi.
Disusul Koko ayam jago dengan niat yang sama. Menandakan jika hari sudah pagi, agar sang tuan terbangun guna melaksanakan perintah Robb-nya. Bersujud kepada sang khalik dan memulai hari yang diawali dengan doa terlebih dahulu sebelum beraktifitas seperti biasa.
Nayla sudah membuka matanya, selalu seperti itu. Setiap subuh gadis berparas ayu itu akan terbangun dengan sendirinya meski tanpa alarm sekalipun. Mungkin karena faktor kebiasaan yang telah ia jalani sedari kecil.
Dulu saat ia masih sekolah dan tinggal bersama orang tua, sang ibu akan membangunkan semua anak-anaknya, lalu mereka sholat subuh berjamaah. Setelah itu membaca Al-Qur'an sebentar. Kemudian Nayla dan adiknya akan membaca buku pelajarannya untuk hari itu, sedangkan sang ibu membuatkan sarapan untuk mereka di dapur, dibantu sang bapak atau bapak menemani ibu sambil mencuci baju kotor dengan mesin cuci sambil menikmati secangkir teh hangat buatan istrinya.
Mereka akan sarapan bersama sebelum memulai aktifitas masing-masing. Setelah itu ibu akan melanjutkan membersihkan rumah begitu anak dan suaminya meninggalkan dirinya sendirian.
Kejadian yang berlangsung terus menerus dan berulang-ulang, membuat Nayla akan bangun begitu subuh datang. Setelah melakukan peregangan sebentar pada otot tubuhnya agar sedikit rileks. Gadis itu melangkah ke kamar mandi untuk wudhu, kemudian sholat subuh, dilanjut membaca Al-quran sebentar. Setelah selesai, baru ia mulai memasak menu sarapan untuk dua orang, dirinya dan Faya.
Setelah semua selesai dengan kegiatannya memasak, Nayla mandi membersihkan badan, selanjutnya ia memakai deodorant untuk kedua ketiaknya dan mengambil sepasang setelan hitam putih dari dalam lemari baju yang merupakan seragam khas anak Magang.
Begitu dirasa cukup Nayla melangkah keluar kamar menuju pintu yang berada tepat disebelah kamarnya. Pintu kamar milik Faya yang pagi itu masih tertutup rapat, menandakan jika pemiliknya belum bangun.
"Fay Bangun! Bangun Fay sudah pagi....!!!"
Teriaknya sambil mengendor-gedor pintu kayu itu agar pemiliknya terbangun, karena ia tahu sahabatnya bekerja di malam hari, sehingga sulit untuk bagun pagi. Agar tidak terlambat kuliah, maka Nayla harus membangunkan Faya.
Tak seberapa lama pintu terbuka. Menampilkan sosok Faya dengan tubuh masih terbungkus handuk. Gadis itu baru saja selesai mandi
"Buruan geh! Ayok kita sarapan!" perintah Nayla sambil nyelonong masuk ke kamar sahabatnya. Duduk di sofa single kamar Faya, dengan tangan sibuk mengeluarkan isi bodylotion yang ia pegang lalu mengoles pada lengan dan kaki nya. Keduanya tampak tak perduli dengan kegiatan satu sama lain.
*
*
Kini keduanya tengah duduk di meja makan mini milik Nayla. Di atas meja makan kecil itu gadis bersurai panjang telah menyiapkan dua buah piring terisi nasi putih, sengaja ia dinginkan sedari tadi, semangkuk tumis kangkung, Tempe semur, dan dua buah telur sambal sebagai lauk. Serta dua buah gelas kaca dan satu teko plastik kecil berisi air untuk minum.
Mereka berdua sarapan dengan tenang dan damai, tanpa banyak kata apalagi saling bercerita seperti biasanya.
Setelah selesai sarapan Faya membawa piring dan mangkuk kotor ke wastafel untuk di cuci, sebagai balas budi kepada Nayla karena sudah memasak dan memberi makan. Sedang Nayla sendiri ke kamar mandi untuk gosok gigi lalu kembali berdiri di depan meja riasnya.
Menyisir rambut hitam sepunggung, lalu menggelung ke atas, kemudian menguncinya dengan jepit hitam agar rambutnya selalu rapi untuk seharian.
Nayla memoleskan pelembab di wajahnya, lalu menaburi nya dengan bedak tipis-tipis, karena wajahnya sudah putih bersih sehingga ia tidak perlu memakai perawatan yang aneh-aneh cukup produk murahan yang selalu ia gunakan dalam kesehariannya.
Gadis itu merapihkan alisnya dengan pensil alis warna brown dan mengoles lip blam warna favorit ke bibirnya yang sudah tampak pink alami, kemudian mengecap-ecap kedua bibir itu beberapa kali agar lip blam yang di oles tampak merata pada bibir mungilnya, tidak ada maskara, eyeliner, blas on dan kawan-kawannya disana karena ia tidak terbiasa mengunakan itu. Maklumlah gadis katrok.
Kini ia melepas jepit kecil diatas kening yang sempat menahan poninya agar tidak jatuh. Merapihkan rambut pendek sebatas alisnya itu dengan jari-jari kecilnya agar menutup keningnya dengan rata. Terakhir, Nayla mengambil parfum aroma bunga kesayangannya dan menyemprotkan ke bagian tubuhnya tidak banyak hanya dapat tercium oleh orang yang berjarak satu meter darinya saja.
“Perfec” ujarnya setelah melihat pantulan tubuhnya dari cermin.
Selanjutnya Gadis mungil itu, melangkah mendekati rak kecil yang berisi beberapa tas kesayangannya dan memasukkan barang-barang yang akan ia bawa ke kantor hari ini. Berupa handphone, Flashdisk, OTG, mukena saku, dompet, bedak dan lip blam, notes, pena, minyak Angin, tisu, banyak deh pokoknya kalau Faya bilang tas Nayla itu lebih mirip kantong doraemon yang semua serba ada.
*
*
*
Nayla memakai jam tangan sambil duduk di kursi luar kost, menunggu seseorang datang menjemputnya ketika ia melihat Faya keluar dari kamar.
Penampilan Faya tak beda jauh dari Nayla. Wajahnya terlihat makin cantik dan fress dengan sapuan make up tipis yang terkesan sangat natural dipadukan dengan bibir berwarna soft memberi terkesan lebih santai.
Gaya rambutnya sama milik Nayla yaitu sanggul dibelakang dengan jepit hitam sebagai pengunci, bedanya Faya menyisir poninya kesamping yang memberi kesan lebih dewasa ketika dilihat.
"Belum di jemput Nay?" tanya Faya begitu melihat ia masih duduk di kursi menunggu seseorang.
"Belum," jawab Nayla.
"Gue anterin saja yuk?" tawarnya, "Nanti terlambat loh!" Faya berbisa-basi sejenak.
"Kalau elo ngantarkan gue entar yang ada elo juga terlambat Fay, kan kita beda arah."
"Gak masalah, terlambat sekali kagak kena hukum kok."
"Gak usah deh."
"Beneran?"
"Heem."
"Kalau gitu gue pergi dulu ya?" pamit Faya sambil melangkah menuju garasi motor yang ada di sebelah kiri kos mereka.
Nayla meng iyakan ucapan Faya.
Beberapa menit setelah kepergian Faya, datang seorang cowok dengan motor VIXION hitam memasuki halaman kos Nayla dan menghentikan motornya tepat di depan dirinya. Cowok itu membuka helm Full Face yang dia pakai, sehingga menampilkan wajah yang bisa dibilang lumayan ganteng.
"Hay!" sapa nya pada Nayla, "Sorry aku telat," Ujarnya sambil menampilkan senyum rupawan.
"Nggak masalah, aku juga baru siap kok," bohong Nayla sambil membalas senyum cowok itu.
"Tadi aku kesiangan," Lanjutnya memberi alasan.
"iya, aku tahu."
"Kamu gak marah kan?"
"Gak, ngapain marah? Aku malah seneng kalau terlambat, kan nanti bisa di hukum bareng-bareng," candanya.
Membuat cowok itu tersenyum, "Naik geh, takut telat!" Perintah Farel, seraya menyerahkan sebuah helm pada Nayla.
Dengan senang hati Nayla menerima helm itu, kemudian memakainya. Tak lupa gadis itu mengenakan jaketnya terlebih dahulu, agar bajunya tidak berantakan terkena angin. Kemudian mendudukan tubuhnya di jok motor Farel, lalu tangannya memegang sweater bagian pinggang Farel untuk pegangan sebelum akhirnya motor berjalan pelan meninggalkan halaman kos.
Setelah mereka sampai di jalan raya Farel menarik tangan Nayla yang memegangi pinggangnya kedepan sehingga posisi Nayla lebih mirip pelukan dari belakang dengan kedua tangannya terkunci di depan perut Farel yang membuat Nayla dapat mencium aroma tubuh prianya. Aroma khas tubuh lelaki dengan tambahan sedikit parfum yang membuat Nayla jadi terbuai oleh sosok Farel.
Sumpah selama mereka deket ini pertama kalinya Nayla memeluk Farel sedemikan rupa.
Jantung Nayla berdetak kencang tidak karuan saat dadanya menyentuh punggung cowok itu, membuat wajahnya merona seketika meski cowok itu tidak melihat.
"Pegangan yang erat ya Nay, aku mau ngebut!" Perintah Farel pada Nayla. Yang di jawab melalui anggukan disertai pelukan lebih erat pada tubuh Farel sebagai jawaban 'iya'.
Dan setelah itu benar saja Farel membawa motornya dengan kencang menembus keramaian jalan kota Jakarta. Dia tidak melewatkan celah sedikitpun yang ada. Bahkan beberapa kali dia menjalankan motornya lewat trotoar atau kadang menerobos jalur lawan.
Farel meliuk-liuk kan motor mencari jalan untuk lewat diantara beberapa mobil yang lalu-lalang layaknya pembalap professional, tidak perduli dengan sumpah serapah pengendara lain yang mengutuki mereka berdua.
Nayla yang melihat itu semua sampai menutup matanya sambil memper eratkan pelukannya pada tubuh Farel, ia tidak perduli jika aksinya bisa membuat cowok itu sesak nafas yang ada dibenaknya sekarang jangan sampai jatuh dari motor yang ia naikin saat ini.
Tak menunggu lama mereka sudah sampai di halaman kantor, namun Nayla belum juga melepas pelukan eratnya. Ia masih menutup matanya bahkan belum sadar kalau motor sudah terhenti di parkiran. Gadis itu masih menetralakan detak jantung yang bergemuruh kencang menahan takut.
*
*
*
*
*
makasih ya kak buat yang sudah mampir di cerita aku.
Dalam Bab-bab ini karakternya sudah lengkap. Ada Nayla, Gion, Farel, Faya dan Wulan.
Semoga kalian semua suka dengan cerita yang aku sajikan.
Jangan lupa Like, komen