Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Twenty-six
Kaisar Zhao melotot pada Paman To Long. dia tahu pengawal nya itu pasti bahagia karena dia memiliki teman yang sepadan untuk bertengkar
"Iya tertawa saja To Long....." ucap Kaisar Zhao sambil berdesis kesal
"Ampun yang mulia hamba tidak berani" jawab Paman To long
Xiao Lin membisikkan sesuatu kepada Paman To Long, kedua mata lelaki pria paruh baya itu melotot saat mendengar ucapan Xiao Lin
"Yang mulia anda yakin? apa nantinya tidak akan menjadi masalah, apa lagi Permaisuri Lu itu masih istri dari kaisar Zhang! bisa-bisa kita perang mendadak" ucap paman To long
"Paman tenang saja, urusan Kaisar Zhang itu menjadi urusan ku. sekarang Paman bawa minuman ini pada ayah, jangan tinggalkan ayah sendirian, Permaisuri Lu biar menjadi bocah nakal itu" ucap Xiao Lin sambil menunjuk Xiao Xie yang sedang duduk manis dengan ayah dan Permaisuri Lu
GLEK
"Tuan bukan aku menghianati mu, tapi aku hanya membantu agar kau merasakan nikmatnya memiliki istri... kau selalu kejam saat aku sedang bermanja-manja dengan istriku" ucap Paman To long. benar selama ini Kaisar Zhao suka menganggu kalau paman To Long sedang dirumah
Paman To Long membawa minuman yang sudah di siapkan oleh Xiao Lin. sedangkan Xiao Lin sendiri mengajak Xiao Xie untuk membawa Es krim untuk Permaisuri Lu
"Xie'er ajak Permaisuri Lu ke rumah belakang paviliun ini, dan berikan Es krim ini untuk mengurangi rasa hormat mu. awas jangan memakan nya nanti jie jie akan memberikan yang istimewa untuk Xie'er" ucap Xiao Lin
"Haic... jadi Xie'el nda boleh matan ini? padahal cepeltinya ini enak jie jie" ucap Xiao Xie
"Aduh... mei mei ku yang tukang makan jangan banyak tanya, pokonya berikan saja ini pada Permaisuri Lu.. kamu mau kan punya adik yang lucu dan menggemaskan nya seperti mu, nanti ayah yang akan memberikan nya ya" ucap Xiao Lin
"Eh... ayah buat Adit pate apa? maca pate tepung teligu?" tanya Xiao Xie sambil membayangkan adik yang terbuat dari tepung terigu yang di beri coklat dan keju. ck ck ck Xiao Xie kira buat donat kali ya
"Jangan berpikir yang tidak-tidak... sudah sana nanti meleleh ini es krim kamu cerewet kaya kak mei" ucap Xiao Lin sambil meninggalkan Xiao Xie yang melongo
"Apa tatanya celewet? Atu itu butan celewet tau tapi banyat tanya aja" ucap Xiao Xie sambil membawa gelas cantik yang berisi es krim buah
"Awac caja, talau ec tlim Atu tidat lebih enat dali ini" ucap Xiao Xie
"Calam bibi pelmaiculi, Putli bungcu cantit ini membeli holmat" ucap Xiao Xie sambil membungkuk
"Ih.. bibi pelayan tolong pegang Ec tlim ini, Atu tecucahan tau" ucap Xiao Xie ke arah pelayan pribadi Permaisuri Lu
"Eh... maaf tuan putri bungsu" ucap pelayan Permaisuri Lu yang terpesona melihat kelucuan Xiao Xie yang memiliki pipi tembem dan mata bulat itu. bukan hanya pelayan pribadi Permaisuri Lu, tapi Permaisuri Lu juga
"Atu udah cantit-cantit gini macih aja di anggulin, benal tata ayah... atu tellalu lucu, jadi olang-olang tat bica melihat te tecalan atu" gumam Xiao Xie sambil menatap kesal bibi pelayan Permaisuri Lu
Permaisuri Lu menatap wajah Xiao Xie yang sedang cemberut, dia melipatkan bibirnya agar tak tertawa
"Cudahlah... atu tat malah, itu ec tlim yang jie jie buattan untut Pelmaiculi Lu yang cantit ini" ucap Xiao Xie
"Apa ini benar di racik oleh Putri mahkota Xian?" tanya Permaisuri Lu
"Tentu caja.... itu di hiac oleh jie jie, mata nya itu tolong di matan ya... agal jie jie tidat malah pada putli ini, ayo putli ini juga punya tempat ictilahat Bibi Lu" ucap Xiao Xie. sambil membawa Permaisuri Lu ke tempat istirahat yang sudah di tempat kan oleh Xiao Lin
Permaisuri Lu dan orang-orang nya terpanah, karena kediaman ini begitu indah. Xiao Xie terkekeh geli karena semua orang Kekaisaran Xian ini tau bila kediaman itu akan di tempati ibu angkat majikan mereka
"Putri bungsu ini sangat indah, apa anda tidak salah tempat membawa Permaisuri ini?" tanya nya sambil melihat ikan yang begitu besar dan indah itu
"Tentu tidat bibi... bibi bica ictilahat dicini, Xiao Xie tat pernah bohong" jawab nya sambil memberikan kode pada para pelayan dan prajurit Kekaisaran nya itu
"Bibi ictilahat lah dicini... boleh Xiao Xie pinjam bibi pelayan nya? pelayan Xiao Xie di gondol kakek tua" ucap nya sambil bermuka sedih. Permaisuri Lu menahan tawanya, karena kakek tua yang di sebutnya itu yang sudah menjadi suami pura-pura nya
"Baiklah.... Lusi temani tuan putri bungsu, biarkan aku istirahat di tempat yang sudah di berikan pada ku ini" ucap Permaisuri Lu
"Tap" ucapnya terpotong saat mendengar jawaban dari majikan nya, dia pun pergi bersama para prajurit milik Permaisuri Lu. sedangkan Xiao Lin tersenyum di tempat persembunyian nya
"Maaf mungkin aku akan di maki oleh para pembaca... tapi akan terlalu lama bila aku tak bertindak seperti ini, paman kirimkan lelaki tua yang berwajah muda itu ke kediaman Sakura" ucap Xiao Lin sambil memberikan telepati nya pada paman To Long yang dari tadi menjadi sasaran Kaisar Zhao
"Uh.... kau terlalu cantik, siapa nama mu Dewi? bolehkah Zhen menjadi suamimu? muacchh" ucap Kaisar Zhao dengan melantur
"Tidak... hais... tuan putri mahkota anda harus memberikan hamba imbalan yang luar biasa" ucap Paman To Long sambil menghapus air liur Kaisar Zhao yang menempel di pipinya
BRAK
Permaisuri Lu terkejut saat tiba-tiba pintu di buka dengan kasar, kedua mata indah nya itu Melotot saat melihat siapa pelakunya itu
"Dewi ku... kenapa kau bersembunyi dari Zhen?" ucap Kaisar Zhao sambil berjalan sempoyongan
"Y Yang Mulia Kaisar Zhao? ke kenapa anda disini?" ucap gugup Permaisuri Lu
GREB
"Kenapa kau bersembunyi dari Zhen HM?.... apa kau takut pada ku Dewi? Zhen tidak akan menyakiti mu" ucap Kaisar Zhao sambil menatap penuh minat. apa lagi tubuh nya terasa berat dan panas
"A**khhh... ya yang mulia a apa yang anda lakukan?" ucap gugup nya saat Kaisar Zhao mengec*p seluruh lehe*nya itu
"Ah***... yang Mulia ber berhenti...le lepaskan hamba hiks....hiks...." ucapnya dia memang selalu menjaga mahkota nya karena dia akan memberikan nya untuk Kaisar Zhao saat mereka bersama
Kaisar Zhao seolah tuli dia mengangkat tubuh mungil Permaisuri Lu, dia tak memberikan waktu untuk menolak bibilnya terus menghisa* dan menjil*t lehe* Permaisuri Lu
Baju keduanya sudah berantakan. bahkan bagian bawah sudah terlepas dengan sempurna, Kaisar Zhao terus menyentuh bibir leher telinga dan dua gundukan daging segar yang menantang nya itu
JLEB
AKHHHH
Ayo nakal kalian ya🤏🏻....... pasti penasaran itu 🤭 author ngga bisa kasih Anu anu begitu takut ada yang laporin
TBC
...****************...
Alhamdulillah novel nya baru lulus kontrak... tetap dukung ya all... agar giat nulis nya