NovelToon NovelToon
Second Wife

Second Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Janda / Selingkuh / Aliansi Pernikahan / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:319
Nilai: 5
Nama Author: yulia puspitaningrum

Pernikahan yang bahagia selalu menjadi dambaan bagi setiap wanita didunia ini, namun terkadang takdir tidak berjalan sesuai apa yang kita harapkan.

Begitupun dengan apa yang dialami Alyssa, wanita cantik berusia 26 tahun itu harus menerima kenyataan pahit. Bahwa pernikahan yang selalu ia jaga hancur oleh penghianatan sang suami.

Rasa kecewa dan sakit yang ia rasakan membuat ia trauma dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menjadi duri dalam rumah tangga orang lain. ia menutup dirinya rapat rapat namun semua itu tidak lantas mengubah prasangka buruk orang orang karena statusnya sebagai seorang janda.

Namun bagaimana jadinya jika takdir memintanya untuk menjadi istri kedua... akankah ia menolaknya mengingat janjinya. atau ia akan menerimanya karena keadaan yang begitu memaksa dirinya...
lalu sanggupkah ia menjalani kehidupannya.

penasaran intip kisahnya disini jangan lupa berikan kritik dan saran yang membangun...
terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. undangan pernikahan.

"Kamu... Kenapa kamu menamparku." Teriak Rani murka.

Semua mata sudah tertuju pada mereka berdua namun Alyssa sama sekali tidak takut. Apalagi merasa bersalah pada wanita dihadapannya itu.

"Bukankah itu yang ibu inginkan, tadi ibu menantang ku kan, sekarang setelah aku mengabulkannya kenapa ibu marah dan tidak terima, apa mungkin tamparan yang aku berikan kurang. Aku bisa memberikannya lagi jika ibu mau."

Mata rani memerah, dadanya naik turun menahan amarah.

"Jangan kurang ajar kamu Alyssa, aku ini orang tua. Tidak seharusnya kamu memperlakukanku seperti ini."

Alyssa terkekeh pelan, merasa lucu dengan apa yang Rani katakan.

"Kenapa kamu tertawa mbak, apa yang ibu katakan benar. Seharusnya kamu lebih mengormatinya karena bagaimanapun dia pernah menjadi mertuamu, tapi alih alih menyambutnya dengan baik kamu malah bertindak tidak sopan dan menyakitinya kenapa kamu tega sekali pada orang tua. " Ucap Rosa mencari muka.

Alyssa memutar bola matanya merasa malas meladeni orang yang sudah menghancurkan rumah tangganya itu.

"Kamu dengar.... Rosa saja mengerti bagaimana caranya menghargaiku sebagai mertuanya. Tidak seperti kami yang selalu mencari gara gara denganku bahkan setelah bercerai dengan anakku pun kamu tidak berubah. Pantas saja ibumu terbaring lemah mungkin itu karma untuknya karena tidak bisa mengajari kamu dengan baik."

"Cukup Bu..." Teriak Alyssa dengan nada tinggi, matanya menatap nyalang kearah Rani.

Ia sudah diambang batas kesabarannya, baginya Rani sudah cukup keterlaluan.

"Jangan bawa bawa ibuku, ibu tidak berhak mengomentari caranya mengajariku. Semua yang aku lakukan tidak ada hubungannya dengannya jadi ibu jangan pernah mengusiknya. Lagi pula kapan aku tidak pernah menghormati ibu, kapan aku tidak pernah menghargai ibu...?"

"Aku selalu menghormati dan menghargai ibu jika tidak mana mungkin aku diam saja saat ibu merendahkan ku, mencaci makiku bahkan menghinaku didepan tema teman ibu" Jeda Alyssa untuk mengambil nafas sesaat.

"Jika aku jahat kenapa aku tidak mengadu saja pada mas Arya agar dia tau seperti apa ibunya. Namun aku tidak sejahat itu Bu, aku masih menutupi semua perlakukan ibu padaku darinya karena apa... Karena aku tidak ingin membuat putra ibu membenci ibu kandungnya... Tapi apa yang aku dapatkan, ibu sama sekali tidak pernah melihat apa yang aku lakukan, ibu terus membenciku bahkan ketika mas Arya mengkhianati aku, alih alih kasihan ibu justru menertawakan penderitaanku...."

Rani merasa dipermalukan apalagi kini semua orang sudah memperhatikan mereka dan mendengar apa yang Alyssa katakan.

Ia semakin membenci Alyssa, ia tidak dapat menerima kekalahannya begitu saja.

"Tutup mulutmu Alyssa..." Peringat Rani dengan mata penuh ancaman.

"Kenapa, apa ibu merasa malu sekarang?"

"Kamu...." Ucap Rani kesal.

"Sudahlah Bu, jangan berdebat lagi. Semua orang sedang melihat kita, jika ibu terus seperti ini kita bisa malu. Ingat tujuan kita kesini bukan untuk berdebat dengan Alyssa." Bisik Rosa yang merasa keadaan sudah tidak berpihak lagi kepada mereka.

Rani menghela nafasnya, berusaha melenyapkan semua emosi dalam hatinya kemudian ia mengambil sesuatu dalam tasnya dan menyerahkannya kepada Alyssa.

"Terserah, kamu mau berbicara apa tentang ibu. Namun yang jelas kamu harus datang ke pernikahan Rosa dan Arya karena bagaimanapun kamu pernah menjadi bagian diantara mereka."

Ejek Rani menarik tangan Alyssa dan memaksa wanita itu untuk menerima undangan yang ia berikan.

Setelah itu barulah mereka pergi meninggalkan Alyssa yang kini menatap undangan ditangannya dengan nanar.

Ia merasa bimbang, haruskah ia datang ke pernikahan itu. Meskipun ia sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Arya tapi tetap saja hatinya masih sakit, ia belum siap bertemu dengan laki laki itu kembali dan membuka luka dalam hatinya.

"Untuk apa juga aku memikirkannya sekarang toh pernikahan mereka masih Minggu depan." Putus Alyssa tidak mau ambil pusing, ia merasa tidak perlu memikirkan hal yang belum terjadi. Setelah menenangkan dirinya Alyssa memutuskan untuk kembali ke kamar ibunya.

..

...

"Kenapa lama sekali, apa Brayen tidak mengizinkan kamu pergi?" Goda Manda ketika melihat anaknya datang menghampirinya.

"Tidak Bu, tadi aku tidak sebagai bertemu dengan Tante Rani jadi kita mengobrol sebentar." Mendengar nama mantan besannya disebutkan Manda mengerutkan keningnya tidak suka.

"Untuk apa wanita tua itu kesini, dia tidak mencari gara gara denganmu kan Alyssa?" Tanya Manda sedikit curiga.

Bukan tanpa Alasan, pasalnya Rani selalu saja mencari gara gara dengan anaknya.

"Tidak, dia hanya ingin memberikan undangan ini Bu." Dusta Alyssa menutupi apa yang telah terjadi, ia tidak ingin sang ibu kepikiran dan mempengaruhi kondisinya.

Manda melihat undangan pernikahan itu sejenak.

Wajahnya berubah kesal ditatapnya Alyssa yang masih bersikap biasa saja dan tidak mengatakan apapun, ia heran mengapa anaknya bisa begitu tenang padahal Rani sudah terang terangan memanas manasinya.

"Kenapa kamu terima undangannya kenapa tidak kamu lemparkan saja kemuka Rani. Bisa bisanya dia mengundangmu di pesta pernikahan anaknya, dia sama sekali tidak menghargai perasaanmu. Dan bodohnya kamu malah menerimanya." Kesal Manda membuat Alyssa panik, ia takut kondisi ibunya memburuk karena terbawa emosi.

"Jangan marah Bu... Ibu belum pulih."

"Bagaimana ibu tidak marah melihat anak ibu dihina."

"Bu, Alyssa tidak apa apa. Lagi pula Alyssa tidak berniat datang kepesta pernikahan itu jadi ibu tidak perlu marah, apalagi sampai mempengaruhi kesehatan ibu. sayang tubuh ibu kalau dipertaruhkan untuk orang orang seperti mereka."

Manda menghela nafasnya, ia mengalah karena bagaimanapun apa yang dikatakan anaknya demi kebaikannya meskipun ia belum bisa menerima dengan cara Rani menghina anaknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!