Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3. mengumpulkan batu roh
Melihat Mo Ling yang kalah membuat para murid disana dibuat terkejut dengan perubahan arah pertarungan.
Awalnya Mo Ling mendominasi pertarungan dan memaksa Yang Chen ke posisi bertahan saja, tapi yang mengejutkan Yang Chen menggunakan teknik pedang kuat dan mengalahkan Mo Ling dengan hanya satu serangan saja.
" Sialan, bagaimana kamu bisa menguasai teknik itu dalam waktu secepat ini?" Tanya Mo Ling dengan heran.
Mo Ling tahu teknik itu karena teknik itu adalah salah satu hadiah dari pemenang pertama ujian masuk akademi pedang terbang.
Tapi yang membuat ia heran yaitu Yang Chen baru menerima teknik itu satu minggu lalu, jadi bagaimana bisa ia bisa menguasai teknik itu dalam satu minggu.
Setidaknya untuk teknik bela diri tahap spirit tingkat tinggi dibutuhkan setidaknya paling cepat satu bulan untuk menguasainya bahkan ada yang harus berbulan-bulan.
Tapi Yang Chen hanya butuh satu minggu yang membuat ia terkejut melihatnya.
" Aku bukan orang sepertimu yang harus membutuhkan berbulan-bulan untuk menguasai teknik bela diri." Ucap Yang Chen pelan.
" Sedikit koreksi saja, aku menguasai teknik pedang itu hanya satu hari saja." Ucap kembali Yang Chen.
" Jangan berbohong! Bagaimana cara bisa kamu menguasai teknik bela diri dalam satu hari, kamu pasti menggunakan cara licik untuk bisa menang dariku." Teriak Mo Ling yang masih tidak terima.
" I..itu benar. Kamu pasti menggunakan cara tercela untuk bisa menang, dasar bocah licik." Ucap salah satu murid yang mendukung Mo Ling.
" Oh jadi begitu, tidak mengherankan ia bisa menang, Yang Chen kamu sangat tercela."
" Itu benar!"
Semakin banyak orang mulai bersuara dan mengganggap Yang Chen telah melakukan kecurangan.
" Jika kalian tidak percaya maka itu keputusan kalian, aku tidak punya kewajiban untuk menyakinkan kalian." Sambil mendengus Yang Chen mulai berbalik pergi.
Ia sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini, setelah menjadi seorang kultivator, ia sering terlibat dengan anak sombong dari keluarga bangsawan. Tapi begitu mereka ia kalahkan, mereka segera menyangkal kekalahan mereka dan menuduh dirinya telah berbuat curang.
Kejadian itu sering terulang sehingga ia bersikap biasa saja dengan sikap Mo Ling dan teman-temannya.
Hal ini membuat ia tidak ingin membuang waktu untuk berdebat dengan mereka dan pergi meninggalkan mereka.
Melihat Yang Chen yang akan pergi membuat Mo Ling segera bangun dan langsung melemparkan dua bilah pisau kecil yang langsung mengarah ke punggung Yang Chen.
Yang Chen merasakan serangan diam-diam Mo Ling berniat untuk menghindar tapi tiba-tiba ada sesosok orang yang melompat dan langsung menebas kedua bilah pisau itu.
" Mo Ling kamu sangat tidak tahu malu, Yang Chen sudah berbaik hati dengan melepaskan kamu begitu saja dengan hanya luka goresan saja tapi kamu malah tidak menghargai itu.
Jika Yang Chen mau ia bisa saja membuat kamu terluka parah." Ucap sosok itu yang menghentikan serangan diam-diam Mo Ling.
" Lin Shang jangan ikut campur, ini sama sekali bukan urusan kamu." Ucap Mo Ling dengan wajah kesal.
" Baiklah aku tidak akan ikut campur, tapi jika kamu berniat untuk bertarung lagi dengan Yang Chen maka kamu harus siap-siap kalah lagi. Tadi kamu hanya terluka kecil di pundakmu saja tapi serangan Yang Chen yang berikutnya akan lebih fatal. Aku memperingatkan kamu." Ucap Lin Shang.
Lin Shang juga berasal dari tiga keluarga besar yaitu keluarga Lin, ia juga menjalani ujian masuk akademi bersamaan dengan Yang Chen dan Mo Ling.
Ia melihat sendiri bagaimana Yang Chen mengungguli mereka dalam ujian dan akhirnya yang Chen keluar sebagai pemenang pertama.
Hal itu cukup mengejutkan karena pemenang pertama bukan berasal dari tiga keluarga besar, hal ini membuat Lin Shang tertarik untuk berhubungan baik dengan Yang Chen.
Mereka juga menjadi teman serumah sehingga Lin Shang menjadi lebih cepat akrab dengan Yang Chen.
Sifat Lin Shang yang tidak arogan dan mudah bergaul membuat ia dengan mudah berteman dengan orang lain.
Setelah mendengar penjelasan Lin Shang, akhirnya membuat Mo Ling terdiam. Ia berfikir kalau ia memang tidak bisa menang jika Yang Chen memang menguasai teknik bela diri tahap spirit tingkat tinggi.
Hal ini membuat dirinya mengurungkan niatnya untuk kembali bertarung.
" Yang Chen lain kali aku pasti akan membalasmu dua kali lipat dari ini." Ucap Mo Ling dengan mendengus dingin dan kemudian ia berjalan pergi.
Para orang-orang yang menonton pertarungan juga ikut pergi, menyisakan hanya Lin Shang dan juga Yang Chen disana.
Lin Shang berjalan sambil tersenyum, " aku cukup terkejut kamu akan menguasai teknik bela diri tahap spirit tingkat tinggi dengan sangat cepat."
" Aku hanya cukup beruntung saja " ucap Yang Chen dengan santai.
" Ayolah ceritakan apa rahasianya padaku, bukankah kita teman." Ucap Lin Shang.
" Aku sudah bilang, kamu saja yang tidak percaya." Jawab Yang Chen.
Yang Chen berjalan masuk ke dalam rumah guna mengambil sebuah tas besar yang berukuran hampir sama dengan tubuhnya dan kemudian ia keluar rumah.
Melihat itu membuat Lin Shang bertanya, " kamu kemana dengan membawa tas sebesar itu?"
" Aku akan kehutan berburu binatang spiritual, aku sudah kehabisan batu roh." Ucap Yang Chen sambil berjalan pergi.
" Jika kamu mau aku bisa meminjamkan beberapa batu roh padamu." Ucap Lin Shang.
" Itu tidak perlu, aku akan mendapatkannya sendiri." Ucap Yang Chen.
Dalam perjalanan Yang Chen melihat ada beberapa murid yang terlihat merayakan ulang tahunnya bersama dengan teman-teman mereka, hal ini membuat Yang Chen teringat kalau ia juga berulang tahun hari ini.
Ia genap berumur 12 tahun, tahun-tahun sebelumnya Yang Chen selalu merayakan ulang tahunnya bersama kakak dan juga ibunya, tapi sekarang itu tidak akan bisa terjadi.
Mengingat kembali keluarganya membuat Yang Chen kembali di buat sedih.
Tapi itu hanya berlangsung sesaat sebelum itu digantikan dengan tekad yang kuat. Yang Chen bertekad untuk menjadi kuat sampai tidak ada lagi yang bisa merenggut sesuatu hal darinya.
Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya ia Yang Chen tiba di hutan dimana para binatang spiritual berada.
Yang Chen kemudian masuk kedalam hutan, tidak berselang lama beberapa binatang spiritual yang mirip dengan kelinci berhasil ditemukan Yang Chen.
Kelinci itu hanya berada di tahap spirit tingkat 1 dan 2 sehingga Yang Chen tidak akan kesulitan menghadapinya.
Yang Chen terus berburu binatang iblis di dalam hutan selama beberapa hari.
Karena keasikan berburu binatang iblis, tidak terasa sudah 1 bulan sejak ia masuk kedalam hutan.
Tas miliknya juga sudah penuh dengan batu roh yang berjumlah 100 batu roh tingkat rendah. Ia memiliki lebih banyak batu roh tapi ia telah menyerap sebagian besar darinya dan hanya menyisakan 100 batu roh tingkat rendah.
Dengan begitu Yang Chen akhirnya memutuskan untuk kembali ke akademi." Aku rasa ini sudah cukup, ini waktunya untuk kembali ke akademi. Aku sudah terlalu lama disini."
Saat dalam perjalanan kembali, Yang Chen tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah rumput namun memiliki lima daun yang berwarna berbeda-beda satu dan lainnya.
Aura dan roh yang dikeluarkan oleh rumput itu jelas menunjukkan itu bukan rumput biasa.
" Aku tidak menyangka akan menemukan harta seberharga ini dengan mudah, sepertinya keberuntunganku sangat baik." Ucap Yang Chen sambil tersenyum kecil.
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲