NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata ayahku kejam dan tampan ya

Pulang kerumah membawa Canaria yang terluka dan James yang menggendong Anisa dalam gendongannya tertutup mantel hitam nya yang nyaman.

Hoddie abu dengan lengan jeans di lepaskan ya di ruang tamu dan segera Sol memberikannya jubah satin. "

"Buah pakaian itu, sudah kena air keras, ternyata kualitas kainnya bagus, putriku hampir cacat karena tersiram air keras. " Semua terkejut dengan ucapan James.

Senekat itu mereka semua mencari masalah biasanya sampai tak pernah mendengar air keras di lempar kerah anggota keluarga sekarang malah mendengarnya James bersama dengan Annisa yang ada disana beruntung bahan pakaian ini tebal jadi seperti tersulut api dari lilin saja tak sampai berlubang.

"Tenangkan Anisa aku harus keluar." Langkahnya meninggalkan mereka semua di lantai ruang tamu berdiri melihatnya menaiki anak tangga.

Di dalam kamarnya, Anisa di bantu Mina dan Nena berganti pakaian dan juga menyisir rambutnya.

"Aku harus bagaimana ini?"

Mina bingung dengan ucapan Nonanya.

"Kenapa Nona? Anda tidak nyaman?"

"Mina Nena, aku mau ke tempat ayah. " Keduanya berpandangan dan mengangguk.

Diantarnya Anisa keruangan James yang sedang bicara dengan Silva dan juga Theo.

Di saat sama pintu di ketuk.

"Ayah! Aku mau masuk, ayah sibuk tidak?"

Mendengar suara putrinya Theo dan Silva merapatkan bibir dan mengangguk.

James melangkah ke pintu dan membukanya melihat ketiga orang di depan pintunya.

"Kalian kembali, Anisa biar dengan ku. "

Di tuntunnya masuk kedalam tapi, Anisa melepaskan tangannya berlari duduk di sofa.

"Ayah aku tidak mau di perlakukan untuk segera tidur, ayah aku mau melihat ayah mau melakukan apa, aku jadikan sudah... "

James menatap keduanya berdiri disana diam saja dan mendekat ke sofa dimana Anisa duduk santai melihat Ayahnya mendekat kearahnya.

"Ayah.. Aku salah kan tadi jadi aku mau membantu menebus kesalahanku, boleh yaa aku tahu."

"Tidak Anisa, kau masih kecil kau juga tidak salah, kau kesakitan dengan merah dan lebam di kulitmu ayah tak mau kamu lebih terluka."

Tertunduk lemas Anisa.

"Aku akan kembali. " James menatap keduanya yang mengangguk. James menggendong Anisa dan mengusap kepalanya dengan kepala nyaman bersandar di dadanya.

"Ayah sangat menyayangimu dan menjaga mu dengan nyawa ayah jadi jangan buat ayahmu mati muda ya.. "

"Hem yaa. "

Sampai di kamar James menidurkannya sampai benar-benar tertidur di bawah selimut beraroma vanila.

James keluar kamarnya sudah melihat para bawahannya siap dengan persiapan terbaik mereka.

Keluar James sambil berjalan memakai mantel hitam dan memakai sarung tangan hitamnya.

"Aku benci melakukan hal kotor tapi, karena ini sudah sangat kotor sampai putriku tersiksa aku harus membersihkannya."

Datang kedalam kediaman Ace Purple. James langsung masuk duduk dengan santai tanpa di minta dan tatapan matanya meneliti setiap pemandangan di rumah ini.

"Tu-tuan... Apa yang anda lakukan disini?" Suara dari Ace membuat James menatap anak buahnya dengan tangan meminta barangnya.

"Ingat pisau ini?" James melempar pisau itu didepan kaki Ace.

"Kau juga salah satu dari daftar yang meminjam di bank Oceanus bahkan mengajukan pinjaman di bank Pacificum. "

Ace berlutut memohon.

"Maafkan saya Tuan saya hanya menjalankan tugas yang di berikan jika anda tidak menerimanya saya akan melakukan apapun yang ada mau sebagai gantinya membalas mereka. "

Tertawa James dengan ucapan penjilat didepannya.

"Aku hanya memperingatkan mu karena aku baik hati, aku tidak mau menghilangkan nyawa orang lagi karena itu bukan diriku aku cukup membuat mereka kritis dan putriku sudah membunuh dua suruhan mu bukan. "

Seperti tersambar listrik sampai bergetar seluruh tubuhnya dan tak bisa berhenti getarannya.

Mata James berkilat di sana Ace tersedak ludahnya sendiri tiba-tiba terasa mencekik dan jatuh berbusa.

James bangkit dan menghela nafasnya.

"Tuan kalian tidak akan mati dia hanya kambuh aku tahu kalian hanya terkejut, kalian lakukan apapun saja yang bisa kalian lakukan untuk menyelamatkannya. "

Melangkah keluar dari rumah dengan santai dan menaiki mobilnya. Suara tembakan nyaring terdengar tiba-tiba.

Suara itu berasal dari taman samping rumah ini.

Mata tajam James melihat wajah siapa yang berani menantangnya dengan sembunyi-sembunyi.

Balasan didapatkannya hampir kena wajahnya beruntung merobek pipinya.

James mengambil pistol tanpa di ketahui ya dan langsung menembak tanpa perhitungan dari yang sudah ia lihat dari teropong senapan panjangnya sejak tadi.

"Sialan, Ayah menyuruhku melawan James. " menyentuh pipinya perih dan panas rasanya nyeri sekali.

"Brengsek berdarah lagi, sakit sekali, aku benci ini. " Sibuk bicara sendiri kesal dengan perintah ayahnya suara tembakan makin dekat tiba-tiba ada di sekitar tubuhnya.

"Brengsek!" Berdiri seketika itu didepan wajahnya posisi senapan tepat membuatnya diam membeku.

"Wah... Hahaha Selamat malam Tuan, aku tidak menyapamu dengan baik bukan?" Seketika itu sebuah bom asap jatuh dan menghilang orang didepannya menaiki salah satu mobil bawahannya.

James mengejarnya bersama bawahannya yang lainnya.

Di jalan arah menuju perkebunan keluarga Purple disini mobilnya berhenti karena percuma saja dengan mobil, berlari masuk perkebunan dan asal berlari di kejar James sampai terus melayangkan umpatan.

Tiba-tiba pisau menancap di punggungnya. Jatuh ia didalam lekungan tanah yang tak terlalu dalam.

"Apa yang kau hindari, Adaman?"

"Sialan, Bajingan kau!" Merasakan sakit luar biasa dan di tambah sakit saat pisaunya terus di tekan dengan jari telunjuk James.

Terkekeh dengan santainya seolah ini hal lucu.

"Kau menyuruh mereka kan, kau hanya kabur dan ayahmu melindungi mu, wah wah... Aku kembalikan perkataan terkejutmu."

Theo memberikan foto wajah seseorang yang James perlihatkan pada Adaman.

"Apa ini apa yang kau! Sialan jangan di tekan.... Ah, dia kan Rosa Alba sial aku sudah melakukan suruhan orang itu bangsat! Sakit James!"

Kedua mata mungil dan mengemaskan memandang dengan semangat, sedangkan orang dewasa di sebelahnya sudah berulang kali mengajaknya pulang.

"Terus tekan Ayah!" James berhenti melakukannya wajah terkejutnya benar-benar menular kesemua anak buahnya bahkan Theo yang menoleh perlahan ke belakangnya karena mendengar suara anak kecil itu jelas sekali dari belakangnya.

Canaria disana sedikit menunduk takut jika ini akan menjadi hukuman dan pemecatannya sekaligus.

"Ternyata ayahku kejam dan tampan ya." Bisiknya tapi, itu mampu membuat semua bawahan James kembali membeku lagi. James juga semakin membatu dengan sengaja menekan masuk dan berdiri.

"Haaahh~"

Melihat putrinya dan Canaria secara jelas setelah Theo menyingkir.

Theo membawa Adama menjauh dan James mendekati Anisa sambil melepas sarung tangannya memberikan pada Canaria.

"Anisa kau sedang apa disini, kau tidak boleh kemari."

"Heheh ayah tampan juga kalo sedang menyiksa, ayo ayah lakukan lagi aku suka melihat wajah ayah yang menikmati itu, loh... Jangan di bawa pergi tidakk!" meronta dalam pelukan James yang berjongkok didepan Anisa menghalangi anak buahnya membawa Adaman menjauh.

"Kenapa sudah selesai aku mau melihatnya lagi, ayah~"

Menatap Canaria.

"Mau tak mau kau harus di hukum besok termasuk kau juga," ucapnya berbalik menatap Anisa juga setelahnya. Tangan Ayah James terulur untuk menggenggam tangan mungilnya.

Anisa mendekat menepuk kencang kedua pipi ayahnya.

"Tidak mau pulang daahhh! Eh!"

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!