NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Terlarang Saat Balas Dendam

Terjebak Cinta Terlarang Saat Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Selingkuh / Cinta Terlarang / Playboy / Beda Usia / Balas Dendam
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ken Novia

Setelah diselingkuhi, Brisia membuat rencana nekat. Ia merencanakan balas dendam yaitu menjodohkan ibunya yang seorang janda, dengan ayah mantan pacarnya. Dengan kesadaran penuh, ia ingin menjadi saudara tiri untuk mengacaukan hidup Arron.
Semuanya berjalan mulus sampai Zion, kakak kandung Arron muncul dan membuat gadis itu jatuh cinta.
Di antara dendam dan hasrat yang tak seharusnya tumbuh, Brisia terjebak dalam cinta terlarang saat menjalankan misi balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ken Novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan

Navan langsung melotot, ia tau apa yang dimaksud Disa. Kalau gadis itu terus berkicau, makin tamatlah reputasinya, apalagi disana ada kepala sekolah dan mamanya Disa.

"Dis, udah!" Larang Navan.

"Kenapa? Takut Lo?" Tantangnya.

"Gimana Van? Mau tanggungjawab kan?" Tanya Pak Budi.

"Dia harus tanggungjawab Pak, enak aja mau lari dari tanggungjawab! Pokoknya saya minta keadilan buat anak saya." Imbuh mama Leni.

"Iya saya mau, tapi kalau anak itu udah lahir saya mau tes DNA. Bisa aja itu anaknya Arron."

"Lo yang tembak didalam ya Van! Masih aja bawa-bawa gue!" Arron ngga terima.

"Halah, mana gue tau ya Ar. Lo kan juga sering main sama dia. Kita berdua sama-sama punya peluang."

"Kalian berdua...." Disa rasanya kehabisan kata-kata, jengkel banget sama Arron dan Navan yang apa-apa saling lempar.

"Dis, itu konsekuensi yang harus kamu tanggung, itu resikonya kalau main sama dua cowok, sekalipun awalnya kamu terpaksa sama Navan." Ucap bu Elis.

"Intinya kalian bertiga sama-sama salah disini!" Pak Budi menimpali.

"Jadi gimana ini Pak?" Bu Elis meminta pendapat kepala sekolah.

"Menurut saya, Navan memang harus tanggungjawab menikahi Disa, tapi soal tes DNA itu juga tidak salah. Biar semuanya gamblang dan jelas. Jujur saya benar-benar kecewa dengan kelakuan kalian bertiga yang tidak mencerminkan seorang pelajar. Hal seperti ini harusnya jadi pelajaran berharga untuk kalian bertiga. Harusnya kalian saling introspeksi bukan saling menyalahkan, karna kalian melakukannya secara sadar."

"Maaf pak, sebelumnya saya ucapnya maaf atas kelakuan anak saya yang memalukan. Tapi kalau boleh, saya minta tolong buat memastikan Navan bakal tanggungjawab. Saya takut anak itu mangkir." Pinta mama Leni.

"Baik, nanti pak Budi akan menghubungi orangtua Navan."

Navan rasanya kesal, padahal emang bener dia niat mangkir, tadi mengiyakan biar sidangnya cepet selesai trus mau kabur kuliah ke luar kota. Rasanya males banget harus nikahin barang bekas, tapi posisinya udah terjepit.

"Kamu juga besok jangan datang ke perpisahan sama seperti Arron dan Disa Van!" Kata Pak Budi.

"Loh saya udah bayar Pak!" Protes Navan.

"Itu sebagai bentuk hukuman, kalian bertiga udah bikin masalah. "

"Kan cuma Arron sama Disa yang viral Pak! Mereka udah udah nggak ngomongin saya."

"Ya udah nanti Elo gue viralin digrup Van! Biar semua tau kebusukan Elo, jadi nggak gue sama Arron doang yang jadi gunjingan!"Celetuk Disa geregetan.

"Nggak usah lah Dis!"

"Enak aja, gue sama Arron dikutuk satu sekolah!"

"Tapi kalian berdua kan emang pantes." Jawab Navan santai.

"Wah....." Disa kehabisan kata-kata.

"Van diem deh! Kesel lama-lama gue liat Lo nyolot terus!" Hardik Arron kesal.

"Kalem Ar, yang penting Elo bisa bebas beberapa bulan ini. Tanggungjawab Elo gue ambil alih. Harusnya Lo bilang makasih sama gue!"

"Nggak sudi! Itu emang anak Elo! Yakin 100% gue!"

"Kita tunggu nanti gimana Ar! Lo jangan terlalu nyantai! Didunia ini selalu ada yang namanya plot twist."

Arron rasanya kesal dan ingin maju memukul Navan tapi langsung ditahan papa Handi.

"Udah-udah kalian jangan pada berdebat terus, bikin saya pusing! Van, kamu nggak punya malu apa gimana? Bukannya minta maaf malah mancing keributan terus!" Omel Pak Budi.

Navan diam dan menunduk, takut kepalanya kena sasaran lagi.

"Jadi gimana ini Pak? Apa saya dan Arron bisa pamit?" Tanya Papa Handi, takut Arron nekat.

"Oh iya Pak Handi silahkan, tapi sebelumnya bisa mampir ke ruang kepala sekolah dulu? Buat bahas soal sumbangan."

"Oh iya boleh."

"Pak Budi, Bu Elis, tolong urus mereka berdua!"

"Baik Pak!"

Kepala sekolah mengajak papa Handi dan Arron keluar dari ruang BK.

"Pa aku nunggu di mobil aja ya!" Pinta Arron.

"Iya sana Ar!"

Arron mengangguk dan mengambil arah yang berbeda dengan papanya.

Sampai di mobil, Arron nungguin papanya. Rasanya kaya lega tapi nggak yang lega banget soalnya masih harus tes DNA.

"Navan Lo bikin ribet aja brengsek!"

"Gue yakin pokoknya itu anaknya Navan, enak aja gue nggak pernah keluar didalam!"

"Kalian berdua sama-sama bobrok, pantes kalo berjodoh!"

Arron mengeluarkan kekesalannya, kemudian ponselnya berdering, ada telepon dari Daren.

"Halo Ren."

"Gimana?"

"Ah Navan sialan, biarpun gue nggak harus nikahin Disa tapi kalau anaknya udah lahir tuh Daren sialan minta tes DNA. Katanya bisa aja itu anak gue. Padahal Disa bilang sendiri yang selalu keluar didalam tuh Navan."

Terdengar suara tawa Daren yang begitu renyah diseberang sana.

"Brengsek malah ngetawain."

"Lo ngenes banget anjirr. Tapi seenggaknya Lo udah buktiin kalo ngga Elo doang yang tanam ubi."

"Gue nggak nyangka banget dikibulin sama Disa."

"Salah sendiri bego sih. Makanya mata dijaga mas jangan suka jelalatan. Parenya juga dijaga tuh biar nggak masuk keranjang sebelum waktunya!"

"Diem nggak!"

"Iya-iya, gue minta bayaran!"

"Jadi berapa?"

"Lima juta aja, gue kasihan sama Elo hahaha."

"Kirimin nomer rekening!"

"Siap, senang berbisnis dengan anda hehehe."

"Eh Ar..."

"Apalagi?"

"Mantan Lo bening banget anjirrr, buat gue aja ya?"

"Nggak! Mau gue ajak balikan. Enak aja Lo!"

"Halah paling ditolak mentah-mentah, mending sama gue cowok baik-baik. Mana masih bujang tingting."

"Bajingan!"

"Hahaha kalem Ar. Dia mau kuliah dimana ya biar gue daftar juga, sapa tau jodoh!"

Tut.

Arron mematikan panggilan itu sepihak, kesel banget sama yang namanya Daren. Gara-gara ngomongin Brisia, Arron mendadak kangen.

"Brie, gue kangen banget sama Elo. Lo mau balikan nggak sama gue? Gue udah lepas dari Disa." Ucapnya sambil menatap foto Brisia yang masih jadi wallpapernya.

Esoknya, acara perpisahan digelar dengan megah. Brisia tentu datang dengan mama Rosa. Cewek itu pake kebaya warna dusty pink dan rambutnya disanggul rendah. Cantik banget pokoknya.

Disa, Navan dan Arron beneran nggak datang, tentu saja mereka bertiga masoh jadi gunjingan.

"Dis, mama kok tadi nggak liat Arron? Sama temenmu si Disa." Tanya mama Rosa pas acara udah selesai, mereka sedang nunggu taxi online.

"Ma, Aku sama Arron udah nggak pacaran lagi. Aku juga nggak tau kenapa mereka berdua nggak datang."

"Loh kalian putus? Kok mama nggak tau?"

"Aku nggak mau bikin mama kepikiran. Nggak penting juga Ma. Lagian aku nggak papa kok Ma, mungkin udah nggak cocok aja sama Arron."

Brisia berusaha menutupi dari mamanya, tentu saja nggak mau bikin mamanya kepikiran. Mamanya udah cukup capek mikirin cari uang, Brisia nggak mau nambah beban.

"Oh gitu, ya udah itu semua terserah kamu Brie. Apapun keputusan kamu mama dukung. Sekarang fokus aja belajar siapin masa depan kamu."

"Iya Ma. Ya udah pulang yuk! Itu taxinya udah datang Ma." Tunjuk Brisia pada mobil berwarna putih yang berhenti didepan sekolah.

1
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
budi salah apa lagi 😩 dibales mulu
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
keseringan gendong ntar jadi mbah surip 🤣
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
rambutnya warna apa
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
kan mama tau mereka pernah sedekat itu 😩
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
berasa jadi kakak beneran, ya, yon
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
hatinya berbunga
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
sebenernya gak papa kan orang masih pacaran /Slight/
coba2 dikit biar ntar pas udah nikah udah pro bisa bikin seneng istri /Tongue/
kalo udah nikah ya gak boleh coba2 /Panic/
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: semua orang punya salah /Smirk/ maafin dikit napa 😆
kan daripada cuma 1, enakan 2
kalo yg satu lagi lembur kerja, yg satunya bisa lembur kerrrja 🤣🤣🤣
total 2 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
zion curiga gak sih
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
itu pegel2nya lain deh keknya
Nana2 Aja
jalan jagung berambut. ngomong2 rambutnya item ato pirang😂😂😂
Ken Novia: agak merah bun😂
total 1 replies
Nana2 Aja
syukurin Ron. kamu ternistakan oleh Brisia sm Zion😜😜😜
Dwi Winarni Wina
makanya bandel dibilangin sm kak zion, emang ada kak mie gacor😄
Dwi Winarni Wina: kok baru dengar ya kak ada mie gacor...
total 2 replies
Elsifa Intan Yolanda
ciyee udah d gendong aja nih yee. ntar laron liat , makin membara dia 🤭🤣😜
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: lumayan gak perlu beli gas buat masak 😂
total 1 replies
Elsifa Intan Yolanda
mie gacor macam mana pulak inii 🤭😄
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: tor monitor ketua
total 2 replies
Elsifa Intan Yolanda
uhuk uhukk. ciyee yg udahh nemplok aja 😜🤣
Elsifa Intan Yolanda
wleee. kasian deh loo 🤭😄
Elsifa Intan Yolanda
hahaha . makinlah kepanasan si laron liat brie excited kali Ama Abang Zion 🤭😜
Ken Novia: Arron gada harganya😭
total 1 replies
Elsifa Intan Yolanda
gemes nya zi, adik tirimu ituu
cuss lah beraksii 🤭😄
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: sulap, say 😆
total 1 replies
Elsifa Intan Yolanda
AAA mau jugaaa, maunya d kasihh bakpiaa Ama akang zion 🤭🤣
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: bakpia apa bakpia
total 1 replies
Elsifa Intan Yolanda
udah laron udah kalah teross , mending mingkem aja deh . 🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!